
"Khem"
Albi pun sesaat menghentikan pekerjaanya, dia mengangkat wajahnya dan melihat ke asal suara.
"Eh pak Satria," ucap Albi .
Lantas Albi beranjak dari tempat duduknya menghampiri Satria dan juga istrinya.
Satria mengajak istrinya menemui Albi. Sebelumnya Satria sudah mengatkan kepada istrinya kalau Kay merupakan anak dari keluarga Marligh, dan itu membuat Amira kaget.
Dan dia mendesak suaminya untuk menemui Albi untuk memastikannya.
"Ada apa gerangan tuan Satria dan nyonya Amira datang kesini menemui saya" tanya Albi sambil menjabat tangan Satria dan Amira secara bergantian.
"Ada yang ingin kami bicarakan denganmu nak" sahut Amira.
Albi mengajak mereka duduk terlebih dahulu. Dia juga penasaran dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba menemuinya.
"Ada apa" tanya Albi setelah mendudukan tubuhnya.
"Ini mengenai Kay, istri kamu" jawab Satria.
"Apa benar Kay itu putri dari Hardi Marligh?" tanya Satria.
"Iya, lalu kenapa?" ucap Albi dengan wajah datarnya membuat Satria berdecak kesal dengan pemuda yang ada di hadapannya.
"Putri kandung?" tanya nyonya Amira.
"Maksudnya" tanya Albi mengeryitkan dahinya.
"Kami sedang mencari keberadaan putri kami yang hilang 25 th yang lalu. Dan saya mencurigai kalau Kay istri kamu itu anak kami yang hilang, Kami melihat kesamaan pada mata Kay yang mirip dengan suami saya" jawab nyonya Amira.
"Bisa jadi hanya kebetulan nyonya, bukankah Seorang ilmuan pernah mengatakan setiap orang memiliki 7 kembaran di dunia ini" ucap Albi.
"Putriku memiliki tanda lahir berbentuk bintang di bahu kirinya," sela Satria.
Deg
Albi terdiam sesaat, kalau soal mata Kay yang mirip dengan Satria bisa saja itu sebuah kebetulan, tapi mengenai tanda lahir apa itu juga kebetulan, rasanya sulit kalau itu sebuah kebetulan.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu pernah melihatnya? Kalau kamu memperhatikannya harusnya kamu mengetahuinya apalagi kamu suaminya" ucap Satria.
"Saya tidak tahu" kilah Albi dengan wajah di buat setenang mungkin.
Nemun Satria bukan orang yang mudah di bohongi, Satria bisa melihat kebohongan di mata Albi, namun dia tidak akan memaksa Albi untuk jujur, mungkin harus pelan-pelan.
"Saya tahu anda sedang menutupi sesuatu dari kami tuan Albi, apapun itu kami cuma berharap anda mau menolong kami," ucap Satria.
"Tolong kami nak, kami hanya ingin mencari putri kami yang hilang. Coba nak Albi ada di posisi kami, pasti nak Albi juga akan melakukan berbagai cara untuk menemukan putri nak Albi." ucap nyonya Amira mencoba mengetuk hati Albi.
__ADS_1
Albi menghela nafas berat, bukan dia tidak mau jujur tapi dia harus berbicara pelan-pelan dengan istrinya mengenai hal ini.
Baru juga baikan dia tidak mau berselisih lagi dengan istrinya.
"Beri saya waktu" hanya itu yang keluar dari mulut Albi.
Dia tidak mau menjanjikan apa-apa dengan Satria dan juga istrinya.
Satria menghela nafas pelan, setelah melakukan obrolan begitu alot dengan Albi. Akhirnya Satria mengajak istrinya undur diri dari perusahaan Albi.
*****
Albi pulang ke rumah melihat istrinya sedang bercengkraman dengan kakak iparnya dan juga mamanya.
"Ma" panggil Kay Memelas, ketika kakak iparnya iseng menaruh piring kue di atas perutnya.
"Astaga Alana, kamu ini iseng sekali sama adiknya sih, itu perut Kay kenapa di jadikan tatakan" ucap Mama Eva menepuk jidatnya. melihat kelakuan menantunya itu, agak lain memang menantunya itu.
"Lucu ma, perutnya bisa buat naruh piring. Hihihihi" sahut Alana cekikikan.
"Sekalang gililan botol susu Nay mamah" sela Nayla.
Alana mengambil piringnya dari perut Kay lalu giliran Nayla menaruh botol susunya di atas perut Kay.
Nayla terpekik girang saat meliht botol susunya berdiri di atas perut aunty nya.
"Lucu sekali pelutna Aunty bisa buat naluh botol susu Nay" pekik Nayla bertepuk tangan sambil loncat-loncat.
Dia tidak marah, dia juga merasa lucu melihat tingkah mereka.
Albi berjalan menghampiri mereka.
"Sayang.. " panggil Kay manja.
Albi terkekeh melihat wajah pasrah istrinya.
"Hai, kenapa kalian bully istri aku" ucap Albi pura-pura galak di depan keponakannya.
"Nay nda bully aunty, Nay cuma nitip botol susu Nay di pelut aunty" sahut Nayla tak takut melihat wajah galak Albi.
"Tapi perut Aunty bukan meja sayang" ucap Albi lembut.
"Nay tahu, tapi lihat botol Nay bisa beldili di atas pelut aunty, pelut aunty jadi sepelti meja bisa buat naluh botol" ucap Nayla tertawa sambil menutupi mulutnya.
"Ambil ya, nanti kepala dedek bayinya ketimpuk botol susu Nay" ucap Albi meminta keponakannya mengambil botol susunya dari perut istrinya.
"Memangna bisa" tanya Nay sambil memicingan matanya lucu.
Keponakannya itu terlalu kritis. Dia tidak mudah di bohongi, dia akan terus bertanya sampai menemukan jawaban yang menurutnya masuk akal.
__ADS_1
"Bisa, kan di dalam perutnya Aunty Kay ada dedek bayinya" ucap Albi.
"Kan di dalam pelut, botol Nay kan di lual" balas Nay membuat Albi pusing denagn keponakannya yang selalu bisa menjawab ucapannya.
Alana tersenyum melihat putrinya, dia akhirnya turun tangan dan meminta putrinya mengambil botolnya.
"Ambil botolnya sayang, kasihan aunty nya pegel" ucap Alana.
"Baik mama" sahut Nayla.
"Maafin Nay ya aunty" ucap Nayla sambil mengambil botol susunya.
"Iya sayang" ucap Kay tersenyum sambil mengelus surai panjang keponakan suaminya.
Setelah itu Albi mengajak istrinya menuju kekamarnya.
Albi membuka jasnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Baru dari luar jangan langsung tidur di ranjang, baju kamu kan kotor Bi" omel Kay.
"Mandiin yang" pinta Albi sambil memiringkan badannya dan tangannya ia gunakan untuk menyangga kepalanya.
"Modus, sama kamu mah gak akan mungkin cuma mandi" sahut Kay tahu isi kepala suaminya.
"Cuma mandi tidak lebih, kita sudah lama kan tidak berendam berdua" bujuk Albi.
Sebenarnya Albi hanya ingin memastikan tanda bintang ada di bahu istrinya, bisa saja kan itu tatto bukan tanda lahir.
"Iya" ketus Kay.
"Yes" sorak Albi girang bangun dan beranjak dari tempat tidurnya.
Dia masuk kedalam kamar mandi dan isi bak mandi tersebut dengan air, tak lupa Albi juga menuangkan sabun cair dan sedikit aromatherapy.
Albi membuka seluruh bajunya dan lansgung masuk kedalam bak mandi.
"Ayo sayang buka bajunya" ucap Albi.
"Hmmm"
Kay merotasi bola matanya malas sambil membuka bajunya, dia menyisakan pakain dalamnya saja dan masuk kedalam bak mandi menyusul suaminya.
Albi memeluk Kay dari belakang sambil mengecupi punggung mulus istrinya. Hingga dia melihat tanda bintang di bahu kiri istrinya dan merabanya.
"Sayang, kenapa tatto mu bentuknya bintang" tanya Albi pura-pura.
"Tatto apa? Aku tidak pernah bikin tatto" sahut Kay.
"Ini di bahumu" ucap Albi sambil menunjukkan lewat kaca yang ada di kamar mandi.
__ADS_1
"Enak aja, itu bukan tatto tapi itu tanda lahir, itu sudah ada dari aku kecil" kesal Kay.