My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 22. Hubungan Kay dengan Amira


__ADS_3

Albi dan Kay pulang lebih dulu tanpa mama Eva , di tengah jalan Kay menyuruh suaminya menghentikan mobilnya.


"Stopp!!! Biii" ucap Kay tiba-tiba mengagetkan Albi.


Citttt....


"Ya ampun sayang, kenapa kamu mengagetkanku, untuk tidak terjadi apa-apa dengan perut kamu" omel Albi yang kesal dengan tingkah istrinya.


"Maaf Bi, aku cuma ingin beli gado-gado di depan itu" ucap Kay dengan wajah memelas.


Semenjak hamil istrinya berubah jadi tukang makan, hanya di awal-awal kehamilan saja Kay susah makan karena sering mual.


"Kamu tunggu di sini biar aku yang belikan" ucap Albi, Kay hanya mengangguk patuh seperti anak kecil yang sedang di kasih tahu oleh ayahnya.


Albi turun dan membelikan tiga bungkus gado-gado, sengaja Albi beli banyak barangkali orang rumah ada yang mau.


Usai membayar gado-gadonya Albi langsung kembali ke dalam mobilnya.


"Ini sayang" ucap Albi seraya memberikan batagor tersebut kepada istrinya.


"Banyak banget belinya, Bi" ucap Kay heran.


"Siapa tahu nanti ada yang mau sayang" jawab Albi, membuat Kay akhirnya mengerti.


Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.


Tak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai Albi sudah sampai di depan Mansion keluarga Wijaya.


Albi turun di susul oleh istrinya. Mereka berdua masuk kedalam rumahnya langsung di sambut oleh kakak iparnya.


"Kok Kay pulang sama kamu Al, mana mama" tanya Alana yang tak melihat mertuanya pulang bareng mereka.


"Mama belum pulang kak. Tadi Kay di jemput sama Albi di lokasi" sahut Kay.


"Lalu yang di tanganmu itu apa?" tanya Alana melihat Kay membawa kantong kresek yang di tentengnya.


"Ini gado-gado kak, tadi sebelum sampai rumah Kay mampir dulu beli ini di pinggir jalan" sahut Kay.


"Kakak minta satu Kay" pinta Alana dengan penuh harap.


Albi bernafas lega, untung saja tadi belinya di lebihkan.


Zara pun memberikan satu bungkus gado-gado kepada kakak iparnya.


Alana tersenyum senang menerima gado-gado tersebut.


"Makasih Kay, kamu memang adik ipar kakak yang terbaik" ucap Alana girang.


"Tentu saja yang terbaik, memangnya siapa lagi yang bakal jadi adik ipar kakak, ingat kak Alana itu anak tunggal" ledek Albi membuat Alana mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Ada apa sayang? Kenapa kamu cemberut begitu" tanya Raka tiba-tiba yang baru saja pulang dari kantor.


"Albi ledekin aku honey" rengek Alana membuat Raka melototi adiknya.


Alana menjulurkan lidahnya mengejek Albi.


"Ck, dasar tukang ngadu" cibir Albi.


"Ayo baby, lebih baik kita tinggalkan pasangan bucin itu" ajak Albi kepada sang istri.


"Kek sendirinya ngga bucin aja lo" sahut Raka tak terima.


"Biarin aja, yang bucinnya sama istri sendiri"


"Lalu apa bedanya dengan gue jamil, memangnya lo pikir Alana istri orang"


"Coba saja lo ngga putusin Jessy kak, pasti kak Alana bakal jadi istri orang lain" ucap Albi sambil tertawa puas lalu pergi menghindari amukan kakaknya.


"Albi..." teriak Raka geram dengan adik lucnutnya itu.


Bisa-bisanya dia bahas mantan di hadapan istrinya.


Kedua kakak beradik itu malah mendebatkan sesuatu hal yang menurt Kay dan Alana tidak penting, mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya yang seperti anak kecil.


"Kay kedapur dulu kak mau makan gado-gado" pamit Kay meninggalkan kedua kakak iparnya


*****


Di mansion Dirgantara, sepulangnya Amira kerumah dia langsung mencari suaminya.


"Sayang" teriak Amira memanggil suaminya.


"Jangan teriak-teriak nanti tenggorokanmu sakit baby" tegur Satria yang selalu mesra memanggil istrinya.


"Ada apa hmm, pulang-pulang kenapa kamu teriak-teriak seperti itu"


Tanya Satria lagi sambil menghampiri istrinya.


"Tadi aku lihat menantu keluarga Wijaya dad, dia namanya Kayla" adunya kepada suaminya.


Satria mengeryitkan dahinya tidak mengerti, lalu hubungan dirinya dengan menantu keluarga Wijaya apa pikir Satria bingung.


"Lalu hubungannya sama aku apa baby" tanya Satria bingung.


"Mata dia begitu mirip dengan mata kamu sayang, apa mungkin dia putri kita yang hilang" jawab nyonya Amira begitu antusias.


"Mungkin hanya kebetulan mom" Satria berpikir istrinya hanya sedang kangen dengan putrinya makanya dia melihat menantu keluarga Wijaya seolah mirip dengannya.


Satria yang tak tega melihat raut wajah istrinya yang berubah sendu pun dia membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Apa sudah tidak ada kesempatan lagi buat kita untuk bertemu dengannya, dad?" lirih nyonya Amira sambil memeluk tubuh suaminya.


"Kita berdoa ya, semoga kita bisa segera menemukan putri kita." ucap Satria menenangkan istrinya.


Dia tahu perasaan istrinya, Satria sendiri sebenarnya juga merindukan putrinya yang hilang, namun dia menyimpannya rapat-rapat agar istrinya tidak semakin sedih, dia tidak boleh terpuruk supaya bisa menguatkan istrinya.


"Istrirahatlah, kamu pasti lelah setelah menghadiri acara temanmu itu" ucap Satria sambil melerai pelukannya menatap wajah sendu istrinya.


"Mommy berharap kalau Zara benar-benar putri kita yang hilang dad, mommy merasakan perasaan aneh ketika dekat dengannya" ucap nyonya Amira membuat Satria menghela nafas pelan.


"Nanti daddy, akan menyuruh Arya untuk menyelidikinya, okay" sahut Satria.


Setelah itu Satria mengantar istrinya menuju kekamarnya, dia sengaja menyuruh istrinya istirahat untuk mengalihkan pikirannya, supaya tidak terus menerus memikirkan Zara.


Setelah memastikan istrinya terlelap, Satria keluar kamar menuju ke ruang kerjanya.


Satria mengeluarkan ponselnya lalu, menghubungi nomor putranya.


"Iya Dad, ada apa?" tanya Arya dari sebrang telpon ketika daddy nya menghubunginya.


"Cari tahu tentang menantu keluarga Wijaya yang bernama Kayla" titah Satria kepada sang putra.


"Untuk apa dad? Daddy tahu sendiri bagaimana keluarga Wijaya, tidak akan mudah mencari tahu tentang anggota keluarganya"


"Terserah kamu mau pakai cara apa, yang penting kamu harus bisa mendapatkan informasi tentang wanita yang bernama Kayla itu. Karena Daddy tidak mau membuat istri daddy sedih" ucap Satria tidak peduli dengan cara apa yang akan putranya lakukan untuk mendapatkan informasi tersebut.


"Istrimu itu mommy ku dad" cetus Arya kesal.


Tuttttt.....


Satria mematikan panggilannya secara sepihak, membuat Arya yang ada di kantornya merutuki daddy nya.


"Untung daddy sendiri, kalau bukan udah gua kirim rudal itu rumahnya" gerutu Arya.


Dia meletakkan ponselnya dia atas meja, lalu menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa.


"Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan informasi tentang menantu keluarga Wijaya, bisa-bisa nanti aku di kira pembinor" gumam Arya pusing.


Ahhhhh


"Aku tahu caranya, aku akan mencoba mengajak kerjasama perusahaan mereka, dengan begitu aku bisa sedikit tahu tentang keluarga Wijaya" ucap Arya tersenyum senang seolah tercerahkan dengan idenya.


Arya kembali mengerjakan pekerjaanya, hingga pukul 5 sore Arya menghentikan pekerjaanya.


Dia merapihkan berkas yang berserakan diatas meja kerjanya, lalu mematikan laptopnya dan menutupnya.


Usai semuanya rapih, Arya bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangannya.


Dia masuk kedalam lift dan turun lobby perusahaan

__ADS_1


__ADS_2