My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 41. Kesedihan Kay


__ADS_3

"Kalian dari mana?" tanya mama Eva ketika melihat Albi datang bersama istrinya.


"Albi habis jemput menantu kesayangan mama, anaknya ngga bisa diam banget" sahut Albi membuat Kay mengerucutkan bibirnya sebal.


"Hah? Memangnya Kay habis dari mana?" tanya mama Eva.


"Kay dari rumah tuan Hardi" jawab Albi.


mama Eva menatap Albi bingung. Memangnya kenapa kalau Kay dari rumah tuan Marligh, bukankah itu rumah orang tuanya lalu apanya yang salah pikir mama Eva.


"Lalu apa masalahnya? Mungkin saja istrimu kangen sama keluarganya" sahut mama Eva.


"Masalahnya dia bukan keluarganya ma" ucap Albi.


"Astagfirullah Albi, kamu tidak boleh ngomong seperti itu, meskipun kamu tidak menyukai keluarga Marligh tapi mereka tetap keluarga istrimu" ucap mama Eva tak suka dengan ucapan putranya.


la takut ucapan putranya itu bisa menyakiti perasaaan menantunya.


"Yang di katakan Albi benar ma, Kay bukan putri kandung keluarga Marligh." ucap Kay.


"Kay tidak tahu sebenarnya Kay ini anak siapa" lanjutnya sedih.


mama Eva menghampiri menantunya dan memeluknya.


"Jangan bilang seperti itu, kamu anak mama, anak perempuan mama, tidak peduli kamu anak siapa yang penting kamu sama Alana semuanya anak mama" ucap mama Eva.


la yakin pasti saat ini perasaan menantunya campur aduk. sedih, kecewa menjadi satu.


"Terima kasih sudah mau menerima Kay meskipun Kay sendiri tidak tahu keluarga Kay. Kay juga terima kasih karena mama sudah mau menyayangi Kay seperti mama menyayangi anak mama sendiri" ucap Kay tulus.


"Sudah jangan di pikirkan, semua keluarga Wijaya itu keluargamu, jadi jangan pernah merasa sendiri di dunia ini" ucap mama Eva tegas sambil melerai pelukannya.


Albi bangga memiliki orang tua seperti mama dan juga papa nya, orang tuanya tak pernah melihat seseorang dari status.


Bahkan orang tuanya masih tetap menerima istrinya meskipun asal usulnya tidak jelas. mama nya tak sedikitpun mempermasalahkan hal itu.


"Ada apa ini? Kenapa pada berdiri disini" ucap Alana yang baru saja datang bersama kedua anaknya.


"Ada kucing loncat tadi kak" jawab Kay nyleneh.


"Ngarang, mana ada kucing loncat"


"Kok kakak ngga percaya sih, kan kucing memang bisa loncat."


"Ibu hamil satu ini memang menyebalkan, di tanya bener-bener malah jawabnya asal" kesal Alana.


mama Eva menggelengkan kepalanya melihat perdebatan menantunya, biasanya Alana yang suka iseng sama Kay, kini giliran Kay yang membuat sebal Alana.


"Tanya saja sama mana," ucap Kay meminta pembelaan kepada mertuanya.


"KAY... " pekik Alana karena kesal dengan adik iparnya.

__ADS_1


"Nda usah teriak-teriak mam, ini bukan di hutan" sindir Narendra nyelonong gitu aja.


Kay cekikikan melihat kakak iparnya kena tegur putranya.


"Awas kamu ya" ucap Alana setelah itu ia berjalan sambil menghentak-hentakan kakinya seperti anak kecil yang sedang merajuk


Albi menarik kepala istrinya dan ia ketekin. la gemes dengan kelakuan istrinya yang sudah berani menjahili kakak iparnya.


"Bi lepas, bau ketek ini" teriak Kay.


"Siapa suruh nakal, sekarang kamu sudah berani ngisengin kak Alana hmm" ucap Albi.


"Kak Alana juga sering bully Kay" ucap Kay tak mau di salahkan.


"Udah lepasin istrinya Al, kasihan itu engap" sela mama Eva.


Albi mendengus kesal, mama nya selalu saja membela istrinya.


"Terimalah hukumanmu nanti malam nyonya" bisik Albi di telinga Kay.


"Aku tunggu tuan" sahut Kay dengan gaya centilnya.


Albi menekan kepala istrinya gemas, ia tahu istrinya ini sedang menghibur diri, di balik canda tawanya bersama kakak iparnya tersimpan kesedihan didalam hatinya.


*****


Ketika sudah di dalam kamar, Albi mendudukan istrinya di tepi ranjang, dan dia jongkok di hadapan istrinya.


"Hah? Kenapa kamu menyuruhku menangis"


"Hai nyonya, kamu pikir kamu bisa menipuku, kamu mungkin bisa membohongi mama dan kak Alana, tapi tidak denganku sayang".


"Bohong jika aku tidak sedih"


Hiksss...hikss... Air mata Kay langsung keluar dengan begitu deras, sejak tadi dia memang menutupi kesedihannya, dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang, tapi nyatanya suaminya tahu meskipun dia sudah menyembunyikan kesedihannya serapih mungkin.


Albi berdiri dan duduk di samping istrinya, lalu merengkuh tubuh bergetar istrinya yang sedang menangis kedalam pelukannya.


"Jangan lagi menutupi kesedihanmu, kamu punya aku sayang, kamu bisa menumpahkan semua kesedihanmu sama aku, Aku merasa jadi suami yang tak berguna jika kamu memendamnya sendiri seperti ini" ucap Albi.


"Iya maaf" sahut Kay lirih.


"Aku ingin tahu dimana keluarga kandungku, apa mungkin mereka sengaja memberikan aku sama papah Hardi makanya selama ini tidak ada yang mencariku" ucap Kay menangis.


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu, kita belum tahu kejadian yang sebenarnya sepertu apa, bisa saja mereka mencarimu tapi papahmu menyembunyikanmu" sahut Albi.


"Apa papah Hardi sejahat itu" ucap Kay sambil mendongak melihat wajah suaminya.


"Kamu yang lebih tahu sayang, karena dari kecil kamu sudah di asuh sama dia, jadi kamu bisa menilainya senidiri"


"Jangan sedih, nanti aku bantu kamu untuk mencari keluarga kandungmu" tutur Albi.

__ADS_1


"Really?" tanya Kay memastikan.


"Yeah.. Tapi dengan satu syarat" jawab Albi dengan senyum penuh maksud.


"Apa" tanya Kay was-was.


"Layani aku sekarang juga baby" bisik Albi membuat bulu kuduk Kay meremang.


"Ngga mau" tolak Kay melepaskan diri dari rengkuhan suaminya.


la ingin beranjak dari tempat tidur, namun tangannya langsung di cekal oleh Albi.


"Kau tidak bisa kabur nyonya" ucap Albi menarik pelan tangan istrinya dan membuat istrinya terduduk di atas pangkuannya.


"Kan tadi kamu bilangnya malam, ini kan masih siang, Bi" rengek Kay.


"Aku mau sekarang, memangnya kamu tidak merasakannya hmm" goda Albi menaik turunkan alisnya.


Kay merasakan ada yang mengganjal di bok*ngnya, seperti ada benda keras yang ia duduki, Kay menggerakan pinggulnya dan menggesekannya.


"Hai nyonya, kau sengaja menggodaku hmm" seru Albi saat merasakan bo*ong istrinya menggesek miliknya.


"Apa sih Bi, aku tidak melakukan apa-apa" Kay mengelak.


"Memangnya kamu pikir aku tidak tahu hmm, sekarang rasakan hukuman dariku" ucap Kay.


Dia langsung meraup bibir istrinya dengan begitu rakus, Albi ******* bibir istrinya dengan begitu lembut, tangan Albi juga tidak tinggal diam.


Albi memasukkan tangannya kedalam gaun milik istrinya, dia mencari benda kenyal milik istrinya dan meremasnya.


"Ahhhh... "desah Kay di sela-sela ciu*annya.


Albi merebahkan tubuh Kay dia atas ranjang.


*****


Satria sedang makan malam bersama dengan keluarganya di ruang makan yangbada di rumahnya.


"Gimanan dad, kamu sudah dapat kabar dari Albi belum?" tanya Amira.


"Belum baby, kamu sabar ya" jawab Satria sambil mengusap pipi istrinya.


Arya merotasi bola matanya jengah, selalu saja orang tuanya itu tidak tahu tempat.


"Tolong hormati aku yang masih jomblo ini, selalu saja bermesraan di depanku" sindir Arya.


"Nikah makanya biar tahu rasaya bermesraan sama istri" sahut Satria.


"Selalu saja" gerutu Arya meninggalkan ruang makan begitu saja.


Satria tertawa kecil melihat putranya merajuk.

__ADS_1


__ADS_2