My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 35. Baikan


__ADS_3

"Kamu masih marah sama aku, Bi?" tanya Kay menoleh menhadap ke arah suaminya.


"Aku tidak marah, aku hanya khawatir sama kamu" sahut Albi sambil membalas tatapan istrinya.


"Maaf, hiksss... " ucap Kay menangis.


Albi menarik tubuh istrinya dan membawanya masuk kedalam pelukannya. Dia merasa bersalah karena seharian ini sudah membuat istrinya bersedih.


"Maaf, tolong jangan diamkan aku lagi" ucap Kay memohon. Hatinya terasa sakit saat suaminya mendiamkannya.


"Jangan ulangi lagi, aku takut terjadi sesuatu sama kamu, aku terlalu khawatir sayang" sahut Albi sambil mengusap punggung istrinya yang masih bergetar.


"Aku hanya butuh waktu sendiri untuk memahami semua perkataanmu, tapi kamu malah membentakku" cicit Kay.


"Maaf, aku belum bisa memahamimu, sayang. Maaf sudah membentakmu tadi pagi" ucap Albi menyesal sambil mencium kening istrinya.


"Tadi siang ngapain ke kantor?" tanya Albi sambil melihat wajah istrinya yang basah karena menangis, dia menghapus bekas air mata istrinya.


"Aku cuma mau anterin makan siang, tapi kamunya malah acuh" cebik Kay.


"Sengaja, lain kali kalau mau pergi-pergi bilang dulu. Aku akan selalu meluangkan waktu untukmu, sayang" ucap Albi sambil mengusap kepala istrinya.


"Iya maaf" cicit Kay sambil menduselkan wajahnya ke dada sang suami.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Albi.


Kay membalasnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Astaga sayang, ini sudah jam berapa kenapa kamu belum makan. Jangan bilang kamu juga belum minum susu"


akay kembali menggelengkan kepalanya. Albi menghela nafas kasar, karena ulahnya membuat istri dan anaknya kelaparan.


Albi janji kedepannya tidak akan mendiamkan istrinya lagi, dia menyesal sudah membuat istrinya seperti ini.


"Ayo makan dulu, aku buatkan makanan untuk mu" ajak Albi.


"Tapi ngantuk" rengek Kay masih memeluk erat suaminya.


"Nanti setelah makan kamu boleh tidur, aku tak mau perutmu sakit, sayang" ucap Albi sambil mendudukan tubuhnya.


Dia turun dari atas ranjang dan terpaksa mengangkat tubuh istrinya, Kay mengalungkan tangannya ke leher Albi.


"Jangan di ulangi lagi, kalau lapar makan tidak usah nunggu aku pulang" oceh Albi sambil mendudukan tubuh istrinya di kursi.


"Tadi pengen makan malam sama kamu, tapi kamunya ngga pulang-pulang" Sahut Kay menatap sendu suaminya.


"Iya maaf" ucap Albi mencium bibir istrinya.


"Mau makan apa sayang" tanya Albi setelah melepas ciumannya.

__ADS_1


"Mau nasi goreng pedas" pinta Kay mendongakan kepalanya menatap suaminya sambil mengedip-ngedipkan matanya lucu, supaya di bolehkan makan makanan pedas.


Albi terkekeh melihat wajah lucu istrinya, namun dia tidak akan luluh dengan rayuan istrinya.


"Rayuanmu tidak mempan nyonya, tidak ada makanan pedas untukmu" ucap Albi tersenyum membuat Kay mengerucutkan bibirnya sebal.


Albi meninggalkan Kay duduk di ruang makan, dia menuju ke arah dapur untuk memasak nasi goreng kemauan istrinya.


Albi terlihat lihai dalam memasak, aksi pria itu terlihat seperti chef profesional saat sedang memasak.


Kay Di buat terpesona oleh keahlian suaminya, suaminya telihat semakin tampan.


Tak lama nasi goreng yang di minta Kay sudah jadi, Albi menyajikannya di atas piring dan memberikannya kepada sang istri. Albi juga membuatkan susu hamil untuk istrinya.


"Habiskan, biar tidurmu nyenyak" titah Albi.


"Suapin Bi" pinta Kay manja.


Albi mencubit pipi chubby istrinya gemas, dia paling suka kalau istrinya dalam mode manja seperti ini.


"Manja banget sih" Ucap Albi.


"Dedek bayinya yang minta di suapin" kilah Kay selalu membawa bawa bayinya.


"Cih, kau terlalu gengsi untuk mengakuinya nyonya" cibir Albi sambil mengambil alih piring tersebut.


Albi juga menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


Kay yang melihatnya pun mengerutkan dahinya, tadi katanya sudah makan tapi kenapa suaminya itu makan lagi, memangnya tidak kenyang pikir Kay.


"Kamu belum makan Bi? " tanya Kay


"Belum, mana bisa aku makan tanpa istri cantikku ini" sahut Albi terkekeh.


"Berarti tadi kamu bohong" cicit Kay.


"Iya" jawab Albi sambil nyengir dan menggaruk kepalanya. Akhirnya mereka berdua menghabiskan satu piring nasi goreng bersama, Kay sesekali juga menyuapi suaminya.


Usai makan dan minum susu, Albi membawa istrinya ke kamarnya, istrinya itu sudah ngantuk berat.


Pagi hari Albi di panggil sama mama Eva.


"Ada apa manggil Albi ma" tanya Albi.


"Ada apa, ada apa, tadi malam kamu kemana saja hah? Kamu pulang larut malam tapi tidak kasih kabar sama istri kamu, kamu itu sudah punya istri Al bukan bujangan lagi yang bisa bebas sesuka hati kamu. Kalau punya masalah itu di selesaikan bukan di hindari, kasihan putri mama nunggu kamu hingga larut. Wanita hamil itu tidak boleh stress karena akan mempengaruhi kandungannya. Jika terjadi sesuatu dengan cucu mama kamu orang pertama yang akan mama salahkan" oceh mama Eva geram dengan ulah sang putra.


"Apa sih ma, Albi tidak punya masalah apa-apa sama Kay, kita berdua baik-baik saja. Albi pulang larut karena emang banyak pekerjaan. Lagian yang anak mama ini Albi atau Kay sih" kilah Albi kesal dengan mama nya yang justru membela istrinya.


Albi berasa anak mantu yang sedang di marahin mertuanya karena sudah menyakiti putrinya.

__ADS_1


"Anak mama itu Kay bukan kamu, mama males punya anak nyebelin kek kamu" ketus mama Eva melenggang pergi meninggalkan Albi.


"Kamu kenapa Al? " tanya Rudi sambil menepuk bahu putranya yang sedang mematung.


Albi hanya diam tak menjawab.


"Kamu sih berani nyakitin putrinya, jadi ngreog kan pawangnya" ledek Rudi.


Albi merotasi bola matanya malas menatap daddynya, daddy sama mama nya sama-sama ngeselin.


Mereka berkumpul di ruang makan untuk melakukan makan pagi.


"Sayang ikut aku ke kantor yuk" ajak Albi ketika sudah menyelesaikan makan paginya.


"Memangnya boleh? " tanya Kay ragu.


"Boleh, aku ingin memperkenalkan mu ke semua karyawanku yang ada di kantor" ucap Albi.


"Ikutlah, biar kamu tahu pekerjaan suamimu seperti apa" timpal mama Eva.


"Iya ma" sahut Kay.


"Aku tunggu di luar, Sayang" ucap Albi.


Kay kekamarnya mengganti pakaiannya dan juga mengambil tas nya.


Usai itu dia keluar menyusul suaminya yang sudah menunggunya di mobil.


Kay langsung masuk ke mobil suaminya ketika sudah berada di dalam mobilnya.


"Jalan pak" titah Albi kepada sang sopir.


Sopir pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menunju ke perusahaan milik Albi.


Albi menoleh kesamping melihat istrinya yang terlihat cantik menggunakan dress yang hanya sebatas lutut.


"Kenapa pendek sekali sih" protes Albi saat kaki jenjang istrinya terekspos sempurna.


"Hah? Ini tidak terlalu pendek Bi" sahut Kay kaget.


"Aku tidak rela semua orang melihat kaki mulusmu ini yang" ucap Albi posesif.


Albi mengelus ngelus kaki istrinya hingga kepangkal paha, membuat tubuh Kay meremang.


"Dasar mesum" ucap Kay sambil menyingkirkan tangan suaminya yang ada di dalam gaunnya.


"Kita main di kantor nanti, kita main di atas meja kerjaku, pasti kamu akan terlihat seksi saat duduk mengangkang di atas meja kerjaku" bisik Albi di telinga istrinya.


Kay bergidik ngeri membayangkannya.

__ADS_1


__ADS_2