My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 26. Undangan makan malam


__ADS_3

Hari ini Arya dan asistennya bersiap-siap pergi ke perusahaan Wijaya untuk melakukan meeting bersama Raka.


"Selamat datang di perusahaan kami tuan Arya" sapa Raka saat memasuki ruang meeting bersama Andre.


Tak lupa Raka mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Arya.


Arya pun menerima uluran tangan tersebut.


"Saya senang bisa bekerja sama dengan anda tuan Raka" ucap Arya menyanjung Raka.


Usai saling sapa mereka semua duduk dan memulai acara meetingnya.


Andre melakukan presentasi di depan forum, Arya mendengarkan apa yang sedang di prestasikan oleh Andre.


"Menarik, saya tertarik dengan kerjasama yang anda tawarkan kepada perusahaan saya" ucap Arya saat Andre selesai melakukan presentasi.


"Terima kasih tuan Arya" ucap Raka tersenyum pias melihat Arya yang menyetujui penawarannya.


"Siapkan kontrak kerjasamanya, dan nanti suruh asisten anda datang keperusahaan saya untuk saya tandatangi kontrak tersebut" ujar Arya.


"Dan satu lagi, saya undang anda dan keluarga anda untuk datang makan malam di rumah saya, anggap saja untuk merayakan awal kerjasama kita" lanjutnya mengajak keluarga Wijaya untuk datang makan malam di mansionnya.


Tentu bukan hanya makan malam, Arya melakukan itu karena ingin melihat menantu keluarga Wijaya secara langsung.


"Terima kasih atas undangannya tuan Arya, nanti saya akan mengajak keluarga saya ikut makan malam di rumah anda. Tapi anda harus siap-siap karena keluarga saya akan menghabiskan banyak makanan di rumah anda" ucap Raka di selingin dengan candaan.


Membuat Arya dan yang lain tertawa mendengarnya.


"Silahkan saja tuan Raka, saya akan senang jika keluarga anda benar-benar melakukan hal itu" sahut Arya membalas candaan Raka.


Setelah cukup lama mereka mengobrol bersama, Arya pamit undur diri dari perusahaan Raka.


Arya kembali ke perusahaan Dirgantara.


"Semoga saja dia mengajak menantunya yang bernama Kay itu" ucap Arya sambil mendudukan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Sebelum kembali mengerjakan pekerjaanya, Arya menghubungi daddy nya.


"Hallo, ada apa Ar?" tanya Satria dari sebrang sana.


"Arya nanti malam mengundang keluarga Wijaya untuk makan malam di rumah, jadi daddy siapkan untuk acara makan malam nanti" Jawab Arya.


"Kenapa kamu mendadak begini sih" kesal Satria.


"Terserah" sahut Arya langsung mematikan panggilannya.


Membuat Satria yang di sana mencak-mencak dengan kelakuan putranya yang kurang ajar kepadanya.

__ADS_1


"Aku yakin tua bangka itu pasti sedang marah-marah" ucap Arya sambil tertawa puas sudah membuat daddy Nya kesal.


Sementara di mansion Dirgantara, Satria terus mengumpati putranya dia kesal dengan kelakuan putranya yang tidak punya akhlak itu.


Pasalnya ini sudah pukul 3 sore, dan putranya baru saja bilang kalau mengundang keluarga Wijaya untuk makan malam di rumahnya.


Dia cuma punya waktu sedikit untuk menyiapkan semuanya.


"Untung putra sendiri, kalau bukan sudah aku kubur hidup-hidup" gerutu Satria.


"Ada apa honey" tanya Amira ketika melihat suaminya sedang kesal.


"Putramu baru saja bilang kalau nanti malam dia mengundang keluarga Wijaya untuk makan malam di sini" sahut Satria.


"Lalu apa masalahnya" tanya Amira sambil mengerutkan keningnya.


"Masalahnya kita belum menyiapkan apa-apa mom" Jawab Satria menghela nafas pelan.


"Tidak usah pusing dad, kamu bisa memesan makanan di restoran milik kita, dan suruh mereka mengantarnya kesini" ucap Amira.


Satria tersenyum, ia baru ingat kalau bisa beli makanan dari restoran, jadi dia tidak perlu repot-repot menyuruh pelayannya untuk masak.


Dia menghungungi restoran miliknya dan meminta mereka untuk membuatkan menu makanan untuk nanti malam.


Usai menghubungi pihak restoran Satria menaruh ponselnya diatas meja. Lalu dia mendekati istrinya yang sedang rebahan sambil nonton televisi.


"Sudah aku sudah meminta mereka untuk membuatkan menu spesial untuk acara nanti malam" jawab Satria sambil ikut rebahan di sofa sambil memeluk istrinya dari belakang, beruntung sofanya lebar jadi muat untuk mereka berdua.


Amira memang sudah kepala lima, namun dia masih terlihat cantik dan kulitnya juga masih kencang tak nampak keriput di wajahnya, Satria tak main-main mengeluarkan banyak uang untuk perawatan istrinya supaya istrinya selalu terlihat cantik.


Satria memasukkan tangannya kedalam baju istrinya dan bergerilya kemana mana.


"Baby, mumpung masih ada waktu kita main sebentar yuk" ajak Satria dengan suara beratnya yang sudah di penuhi dengan kabut gairah.


"Kamu ini tidak bisa lihat orang nganggur dikit, langsung di ajakin gituan" seru Amira yang masih setia menonton sinetron ikan terbang.


"Tapi yang bawah sudah tegang sayang, dia tidak mau tidur kalau belum ketemu pawangnya" rengek satria sambil menggesek gesekan miliknya yang sudah mengeras ke bokong istrinya.


Satria menciumi leher istrinya hingga meninggalkan bekas merah di lehernya.


Amira menghela nafas panjang, dia sejak tadi menahan gejolak dalam tubuhnya.


Namun dia bisa apa kalau suaminya terus menggerayanginya.


"Kita ke kamar aja dad" ucap Amira yang sama sama sudah tidak tahan dengan gejolak dari dalam tubuhnya, dia ingin segera medapatkan pelampiasan.


Dengan semangat empat lima Satria langsung mengangkat tubuh istrinya ala bridal, dan membawanya ke kamar tamu yang lebih dekat jaraknya.

__ADS_1


Sementara di kantor Albi, dia di kagetkan dengan kedatangan istrinya ke kantornya, sebelumnya Kay tak pernah mau datang ke kantor Albi dengan alasan takut menganggu suaminya.


Ceklek...


Kay membuka pintu ruangan Albi, terlihat suaminya menghentikan pekerjaanya karena kehadirannya.


"Sayang kamu kesini" ucap Albi tak percaya.


"Apa aku tidak boleh datang kesini ?" tanya Kay.


"Tentu saja boleh, aku jadi semangat bekerjanya kalau ada kamu di sini" jawab Albi tersenyum manis.


Dia bangun dari kursinya dan menghampiri istrinya. Dia mencium lembut kening dan juga bibir Kay.


"Ada apa hmmm" tanya Albi sambil menyelipkan rambut Kay kebelakang telinganya.


Albi bisa menebak, pasti ada suatu hal yang membuat istrinya kesini, namun dia belum tahu apa.


"baby nya kangen sama daddy nya" sahut Kay sambil mengusap perutnya.


"baby nya apa mommy nya hmm" kata Albi sambil memencet hidung istrinya gemas, membuat Kay mengerucutkan bibirnya.


"Sini peluk dulu" pinta Albi sambil merentangkan tangannya.


Kay masuk kedalam pelukan suaminya, namun pelukan mereka tidak bisa nempel karena terhalang perut buncit Kay.


Albi membawa istrinya duduk di sofa dengan posisi Albi memangku Kay.


"Kak Raka tadi menghubungiku dan meminta kita ikut makan malam di rumah keluarga Dirgantara" ucap Albi sambil mengelus ngelus paha istrinya yang terbuka, karena saat ini Kay hanya memakai dress hamil dengan panjang sebatas lutut.


"Memangnya kita harus ikut?" tanya Kay sambil menahan geli karena ulah tangan nakal suaminya yang ada di pangkal paha.


"Harus ikut sayang, tidak enak dengan kak Raka kalau kita tidak ikut" jawab Albi sambil mengusap pelan milik istrinya.


Kay mengangguk kecil.


"Ayo kita ke kamar" ajak Albi sambil mengangkat tubuh istrinya.


Albi pun menggendong tubuh Kay dan membawanya ke kamar yang berada di ruangan kerjanya.


"Aku takut ada yang masuk Bi" ucap Kay ketika masih dalam gendongan suaminya


"Tenang sayang nggak ada yang bisa masuk ke kamar ini selain aku sama kamu" jawab Albi sambil merebahkan tubuh Kay diranjang.


Setelah itu Albi menjalankan aksinya terhadap tubuh Kay secara lembut, ya meskipun Albi diliputi gairah yang begitu membuncah namun iya bermain penuh kasih sayang mengingat istrinya yang tengah berbadan dua.


keduanya saling menikmati persatuan tersebut dengan ******* Kayla yang sedikit tertahan, Kay masih khawatir ada yang masuk kedalam ruangan kerja Albi karena kamarnya berada didalam ruang kerja.

__ADS_1


__ADS_2