My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 36. Ikut ke kantor Albi


__ADS_3

Kay tidak mengerti kenapa suaminya itu tiba-tiba mengajaknya ke perusahaannya, padahal tidak semua orang tahu perihal pernikahannya dengan Albi.


Wanita hamil itu takut banyak orang yang akan membicarakannya.


Apalagi kedatangannya sudah dalam keadaan hamil besar tentu akan banyak orang berpikir buruk tentangnya.


"Kamu yakin ngajak aku kesini, Bi? " tanya Kay dan Albi menganggukkan kepalanya.


Mobil yang mereka tumpangi berhenti tepan di depan lobby perusahaan.


Albi keluar terlebih dahulu dan di susul oleh Kay di belakangnya.


Albi merangkul pinggang ramping Kay dan membawanya ke bagian resepsionis.


"Pagi tuan" sapa resepsionis sopan ketika melihat Albi menghampirinya.


"Perkenalkan ini istri saya, perhatikan wajahnya dan ingat baik-baik. Jangan sampai Saat dia datang kesini kalian mempersulitnya" tegas Albi, dia tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi.


Kalau tanya Albi tahu dari mana? Tentu saja Albi tahu dari Robby sang asisten.


"Baik tuan" sahut resepsionis gugup sambil menatap intens wajah Kay. Mereka baru mengingat wajah Kay wanita hamil yang kemarin datang ingin menemui tuannya.


"Saya Kay mbak, istri tuan Albi" ucap Kay ramah sambil mengulurkan tangannya kepada resepsionis tersebut.


Resepsionis tidak langsung menyambut uluran tangan Kay, mereka merasa segan berjabat tangan dengan istri bos nya itu.


"Khem" dehem Albi menatap tajam resepsionis tersebut.


Mereka pun langsung mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Kay.


"Ayo sayang" ajak Albi, Kay pun menyudahi jabatan tangannya.


Albi merangkul pinggang Kay masuk ke dalam lift naik menuju ke ruangannya yang ada di lantai paling atas.


Kedatangan Albi bersama Kay menjadi pusat perhatian semua karyawan Albi. Karyawan Albi terkejut saat melihat Albi merangkul wanita hamil dengan begitu mesranya.


Kay yakin setelah ini dia pasti akan jadi bahan perbincangan seluruh karyawan Albi, Baiklah, sepertinya Kay harus menulikan telinganya agar tidak mendengar ucapan mereka tentangnya.


"Tuan Albi bawa siapa ya"


"Tadi aku dengar katanya dia istri tuan Albi"


"Hah? Serius lo? Bukannya tuan Albi belum nikah" mereka terkejut


"Gue serius, tadi gue denger ketika tuan Albi memperkenalkan istrinya kebagian resepsionis"

__ADS_1


"Potek hati gue, gue kira masih ada harapan untuk mendapatkan tuan Albi, tapi ternyata dia sudah menikah dan istrinya sedang hamil"


"Jangan kebanyakan berharap, lo ngga lihat istrinya tuan Albi spek bidadari sedangkan kamu hanya remahan rengginang, mana mau tuan Albi melirik kamu"


"Ah lo mah, gue kan cuma bercanda, mana mau tuan Albi sama karyawan seperti gue. Tapi gue masih penasaran dengan tuan Albi, kapan tuan Arga menikah? Kenapa tahu-tahu istrinya sedang hamil."


"Tidak tahu, lebih baik kita kembali bekerja"


Mereka pun akhirnya kembali ke tempatnya masing-masing, dan melanjutkan pekerjaannya.


*****


Di ruangan Albi.


"Kosongkan jadwalku tiga jam kedepan Rob, dan jangan ijinkan satu orang pun masuk kedalam ruangan saya" tegas Albi


"Baik tuan" sahut Robby, dia tahu betul maksud ucapan bos nya itu, bisa ia tebak pasti tidak jauh dari adegan 18+.


Setelah Robby keluar dari ruangan nya, Albi langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa.


"Sayang ayo" ajak Albi membuat Kay mengeryitkan dahinya tak mengerti.


"Ayo apa" tanya Kay.


"Jenguk baby, sayang" sahut Albi tersenyum mesum menatap sang istri.


"Kamu tadi tidak dengar? Aku sudah mengosongkan jadwalku dan melarang semua orang masuk ke ruanganku" kekeuh Albi.


Albi menarik tangan istrinya dan membawanya duduk diatas pangkuannya.


Memeluk pinggang istrinya dengan begitu posesif.


Albi menurunkan bagian depan baju milik istrinya dan meperlihatkan belahan dada istrinya yang menyembul.


Di kecupnya belahan dada istrinya hingga basah.


"Aku suka dengan dadamu sayang, makin hari makin besar ukurannya. Sudah dari tadi di mobil aku ingin memainkannya, tapi aku takut kelihatan sama sopir" seru Albi.


Kay hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mesum suaminya.


"Sayang, kamu tidak takut apa kalau karyawanmu berpikir yang tidak-tidak tentang kita" ucap Kay sambil menahan geli akibat permainan lidah suaminya di dadanya.


"Aku tidak peduli sayang, daripada kamu memikirkan hal yang tak penting, lebih baik kita melakukan kegiatan yang menyenangkan" sahut Albi.


Albi kembali menduselkan wajahnya ke dada sang istri, Kay hanya bisa pasrah sambil melihat bayi besarnya yang sedang menyusu.

__ADS_1


"Tidak tahu kenapa, ketika sedang berada di dekatmu rasanya aku ingin selalu memasukimu sayang, tubuhmu sudah seperti kokain yang selalu membuatku candu" Ucap Albi disela-sela aktivitasnya.


Akhir-akhir ini hasrat suaminya itu sangat tinggi sekali, bahkan terkadang membuat Kay kuwalahan susah mengimbangi permainan suaminya.


Tidak munafik, karena permainan lidah suaminya di dadanya membuat hasrat Kay mulai terpancing.


"Buka sayang" titah Albi setelah melepaskan bibirnya dari dada istrinya.


"Lepasin Bu" pinta Kay dengan nada manja.


"Lihatlah baby, mommy mu ini manja sekali" ledek Albi membuat Kay mencebikkan bibirnya sebal.


Istrinya hanya menyisakan dalaman nya saja, terpampanglah gundukan bulat indah milik sang istri didepan wajahnya.


Albi mengangkat tangannya dan langsung meremas dada istrinya yang masih terbungkus secara bergiliran, sedangkan tangan satunya memeluk pinggang istrinya supaya tidak jatuh.


"Semakin besar sayang, tanganku hampir tidak muat memegangnya" ucap Albi sambil terus meremas dada istrinya.


Kay menggigit bibir bawahnya menahan suara desahannya.


Albi menyeringai melihat istrinya yang sudah berhasrat, dia semakin ingin mengerjai istrinya. Di lepasnya pengait bra milik istrinya dan membuat dada istrinya langsung menyembul bebas.


Di lemparnya bra tersebut ke sembarang tempat, mulut Arga terbuka dan langsung melahap pucuk dada istrinya.


"Akhhh...." Kay mendesah.


Albi memainkan lidahnya di ujung dada istrinya, Kay meremas rambut kepala suaminya yang ada dadanya, dia merasakan sensasi geli akibat permainan lidah suaminya.


Lantas Albi mendongakkan wajahnya dan menautkan bibirnya ke bibir Kay dengan lembut. Lidah mereka saling membelit satu sama lain.


Tangan Albi tidak di biarkan nganggur. Dia terus meremas dada sang istri.


Kay melenguh, tidak ingin kalah dari suaminya, Kay mengulurkan tangannya memegang milik suaminya yang sejak tadi menusuk nusuk pahanya.


Makin lama makin tegang dan mengeras miliki suaminya itu akibat pijitan yang di lakukan Kay.


Hingga saat tautan bibirnya terlepas Albi langsung mendesah.


Dia mengangkat tubuh istrinya, dan mendudukannya di atas meja kerjanya.


Albi menyingkirkan semua berkas pentingnya kesamping agar tidak menghalangi kegiatan mereka, beruntung meja kerja milik Albi begitu besar.


Pria itu membuka kedua paha Kay dengan lebar, Kay hanya pasrah sambil berpegangan meja untuk menahan tubuhnya supaya tidak jatuh.


Albi menurunkan kain segitiga milik istrinya yang begitu tipis.

__ADS_1


"Haiss... Dia terlihat menggoda sayang" ucap Albi sambil mengulurkan tangannya meraba vag*na istrinya.


__ADS_2