My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 7. Ke Dokter Kandungan


__ADS_3

Albi membawa Kay kerumah sakit untuk memeriksakan keadaan Kay sekaligus memeriksakan kandungan Kay.


"Selamat nyonya, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua" ucap dokter sambil menempelkan alat usg di perut Kay.


Kay meneteskan air mata haru, ia tak menyangka dirinya sebentar lagi akan menjadi orang tua, meskipun bayi di kandungannya ada karena sebuah kesalahan tapi Kay akan selalu menyayanginya.


Sedangkan Albi terbengong tak percaya, ternyata benar perempuan itu tak membohonginya, Kay mengandung anaknya.


Kemarin sempat ragu dengan kehamilan Kay, pasalnya mereka hanya melakukannya sekali, namun sekarang keraguan itu terjawab sudah. Dokter menyatakan kalau Kay hamil anaknya, Albi tak bisa mengelak karena dialah orang pertama yang menyentuh Kay.


"Hamil" gumam Albi.


"Iya tuan, istri anda hamil" ucap sang dokter.


Deg...


Jantung Albi berdegub kencang mendengar kata istri, Masalahnya dia dan Kay belum menikah. Dan sekarang Kay hamil anaknya.


"Iya, bukanlah anda suaminya" ucap dokter yang mendengar gumaman Albi.


Membuat Albi semakin gelagapan.


"I-ya dok dia is-tri saya" ucap Albi gagap, ia terpaksa berbohong agar tak membuat Kay malu.


"Bagaimana dok tadi" tanya Albi mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Lihatlah bulatan kecil yang ada di layar monitor tuan, itu calon anak anda tuan" tunjuk sang dokter.


"Jangan bercanda dok, Mana mungkin anakku cuma sebesar biji kacang ijo" ucap Albi tak percaya.


"Karena janin pada usia 4 minggu masih dalam bentuk embrio tuan, tentu masih sangat kecil. Embrio ada dua lapisan sel yang akan berkembang menjadi Organ dan bagian tubuh bayi" jelas dokter sabar.


Kay menghela nafas jengah melihat ketidaktahuan Albi.


Tentu Albi tidak tahu karena ini merupakan pengalaman pertama mengantar ibu hamil, dan janin itu yang tak lain adalah calon anaknya.


"Sudah dok, jangan di urusin" sela Kay menghentikan Albi yang ingin kembali bersuara.


Dokter mengangguk mengerti melanjutkan pemeriksaanya. Setelah selesai dokter meminta Kay turun dari brankar.


Kay dan Albi duduk di kursi yang ada di hadapan dokter. Dokter memberikan vitamin dan obat lain yang harus di konsumsi untuk ibu hamil.


"Tolong jangan terlalu lelah dan jangan mengerjakan yang berat-berat terlebih dahulu, karena usia kandungan 4 minggu masih rawan keguguran." ucap dokter.

__ADS_1


"Baik dokter" sahut Kay.


"Tadi pagi dia terus memuntahkan isi perutnya, bahkan dia juga tak bisa makan makanannya, tiap kali makan dia akan muntah, apa itu tidak berbahaya?" pertanyaan yang sejak tadi ingin Albi tanyakan, bahkan tadi pagi ia sempat panik melihat kondisi Kay yang terus muntah.


"Tidak apa tuan, itu hal wajar yang biasa di alami oleh ibu hamil, biasanya ibu hamil akan mengalami morning sickness, tak jarang juga ibu hamil akan mengalami ngidam dan juga mood yang berubah ubah, jadi tuan harus mempunyai stok kesabaran berlebih untuk menghadapi ibu hamil" ucap Dokter menjelaskannya kepada Albi.


Albi mengangguk paham. Entahlah Albi tak begitu paham dengan Kay, ia belum begitu mengenal sikap asli Kay, yang jelas tadi pagi dia sudah di buat kesal oleh ibu hamil itu.


Setelah di rasa cukup, akhirnya Albi dan Kay pergi meninggalkan rumah sakit.


"Mari menikah" ucap Albi tiba-tiba ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Hah? untuk apa?" tanya Kay kaget.


"Aku tak mau anakku lahir dengan status yang tidak jelas" sahut Albi.


Kay tersenyum getir mendengar alasan Albi, ternyata dia ingin menikahinya hanya karena anak yang ada di dalam kandungannya. lalu kalau Kay tidak hamil apa pria di hadapannya ini akan menikahinya, pikir Kay bertanya tanya dalam hati.


"Tidak usah tuan, saya bisa merawat anak ini sendiri, nanti saat dia lahir saya tidak akan menghalangi anda untuk bertemu anak ini karena bagaimanapun juga andalah ayah kandungnya" ucap Kay dengan senyum yang di paksakan.


"Tapi bagaimana statusnya nanti"


"Tidak apa, nanti saya akan menjelaskan kepadanya, lambat laun pasti dia akan mengerti" Jelas Kay


Namun berbeda dengan Kay yang hatinya justru terasa sakit, lelaki yang ada di sampingnya ini bukannya membujuknya malah mengiyakan ucapannya.


Seperti biasa, wanita memang sulit di mengerti kalau dia bilang tidak bukan berarti ia benar menolaknya, dalam hatinya sebenarnya berkata iya namun dia hanya ingin di bujuk saja.


"Kita berhenti di supermarket dulu pak" pinta Albi kepada sopirnya.


"Baik tuan" sahut sopir Albi.


"Untuk apa kita ke supermarket" tanya Kay.


"Beli kebutuhanmu, kamu juga butuh susu hamil, buah dan yang lainnya" sahut Albi.


Kay mengangguk mengerti, yang di katakan Albi memang benar kalau dirinya membutuhkan itu semua.


Sopir pun menghentikan mobilnya di depan supermarket, Kay dan Albi turun dari mobil lalu masuk kedalam super market.


Albi menarik troli dan mengikuti langkah Kay dari belakang. Kay memasukkan 2 dus susu rasa vanilla kedalam trolli.


"Kenapa cuma satu" protes Albi.

__ADS_1


"Lalu berapa tuan" tanya Kay Bingung.


"Beli yang banyak sekalian aneka rasa supaya kamu tidak bosan" ucap Albi.


Kay pun mau tak mau mengikuti saran Albi, ia memasukkan 5 box rasa coklat dan juga 5 box rasa vanilla.


Kemudian mereka berjalan menuju ke rak buah.


"Boleh beli strawberry tidak tuan" tanya Kay malu-malu, dia tidak tahu tiba-tiba dia ingin makan buah strawberry.


"Ambilah yang kamu mau" sahut Albi


Seperti sebuah perintah akhirnya Kay memasukan semua yang ia mau, hingga trolli yang di dorong Albi penuh dengan belanjaan Kay.


Kay menoleh, ia kaget melihat trolinya penuh.


"Eh tuan maaf, saya akan mengurangi belanjaan saya, ini terlalu banyak" ucap Kay merasa tidak enak dengan Albi. la takut Albi akan mengira dirinya hanya memanfaatkannya saja.


"Sudah tidak apa-apa. Apa semuanya sudah? Kalau sudah aku akan membawanya kekasir"


"Sudah tuan" lirih Kay malu.


Kemudian Albi membawa belanjaan Kay ke kasir.


Albi membayar semua belanjaan Kay.


Usai membayar mereka berdua keluar dari supermarket, sopir membantu memasukkan belanjaan Kay kedalam bagasi mobilnya.


"Ada yang kamu mau beli lagi tidak" tanya Albi.


Kay clingukan seperti sedang mencari sesuatu.


"Kamu mencari apa" tanya Albi sambil mengerutkan keningnya.


"Saya sedang nyari rujak tuan, biasanya di sini ada abang-abang yang lewat" sahut Kay membuat Albi menghela nafas.


Kenapa ibu hamil selalu identik dengan makan rujak, bisakah di ganti dengan yang lain, dumal Albi.


"Masuklah dulu, siapa tahu nanti di jalan ada yang jual" ucap Albi.


Kay pun masuk kedalam mobil Albi. Dan sopir mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah yang di tempati Kay.


Sepanjang jalan Kay selalu nengok kanan dan kiri mencari tukang rujak.

__ADS_1


__ADS_2