
Tak sengaja netra Hardi melihat seseorang yang ia kenal masuk kedalam restoran yang sama.
Dia terus menatap orang tersebut hingga orang itu duduk di meja yang masih kosong.
"Bukankah itu Amira? Sejak kapan dia kembali kenegara ini" Ucap Hardi dalam hati.
Yang ia tahu setelah kehilangan putrinya Amira beserta keluarganya pindah keluar negeri ikut tinggal bersama mertuanya.
Paska perselingkuhannya dengan Marlyn ketahuan sama Amira, hubungan mereka menjadi rengang, Hardi sudah meminta maaf tapi bukannya memaafkan Amira justru memutuskan hubungannya dengan Hardi.
#Flasback On#
Dulu Amira dan Hardi sempat berpacaran. Namun hubungan keduanya di tentang oleh orang tua Hardi dengan alasan orang tuanya sudah menjodohkan Hardi dengan putri rekan bisnisnya yang tak lain adalah Marlyn.
Padahal Amira bukanlah gadis miskin, ia juga berasal dari keluarga kaya, namun orang tua Hardi selalu menganggap orang tua Amira Sebagai rival bisnisnya, Makanya orang tua Hardi tak pernah menyetujui hubungan keduanya.
Orang tua Amira tak pernah mengnggap orang tua Hardi sebagai rival bisnisnya, hanya karena sering kalah tender membuat tuan Marligh menganggap orang tua Amira sebagai saingan bisnisnya. Orang tua Amira bahkan tidak mempermasalahkan hubungan putrinya dengan keluarga Marligh.
Tapi apa mau di kata, tuan Marligh kekeuh menjodohkan Hardi dengan Marlyn tanpa sepengetahuan Amira.
Hardi sempat menolaknya perjodohan yang di lakukan orang tuanya, namun orang tuanya mengancam akan menarik semua fasilitas yang sudah mereka berikan kepada Hardi.
Hardi yang belum bekerja pun akhirnya menyetujui permintaan orang tuanya. Hardi menjalani hubungan dengan Marlyn dan juga Amira. Karena Hardi meminta keluarganya menyembunyikan perjodohannya dari Amira.
Namun siapa sangka, Amira memergoki dirinya dengan Marlyn berada di sebuah hotel. Saat itu Amira dan keluarganya sedang ingin makan malam di sebuah hotel bintang lima.
Tapi saat ia ingin pergi ke toilet, tak sengaja Amira melihat kekasihnya jalan bersama seorang perempuan.
"Hardi"
panggil Amira dengan mata berkaca-kaca saat melihat Hardi merangkul seorang wanita.
Hardi menoleh saat mendengar suara Amira memanggilnya, dia melepaskan rangkulannya dari bahu Marlyn.
"Jadi ini alasanmu tidak mau menikahiku" sindir Amira tersenyum sinis.
"Ini tidak seperti yang kamu lihat sayang, Aku bisa jelaskan semuanya" sahut Hardi. Bahkan dia berani memanggil Amira dengan sebutan sayang di depan Marlyn.
"Memangnya apa yang ingin kamu jelaskan, bukankah semuanya sudah jelas, aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Aku yakin kalau kalian berdua baru saja melakukan sesuatu di hotel ini" ucap Amira tersenyum miring.
"Aku tidak melakukan sesuatu sayang, kami hanya makan malam saja tidak lebih" kilah Hardi.
Padahal Hardi dan Marlyn baru saja keluar dari kamar hotel. Tidak mungkin mereka berdua hanya makan malam saja.
"Mulai sekarang kita PUTUS!, aku sudah tidak butuh penjelasan darimu lagi" ucap Amira menekankan kata putus.
"Aku minta maaf sayang, aku mohon jangan putuskan aku, aku bisa jelaskan semuanya. Aku melakukan semua ini karena terpaksa" ucap Hardi memohon kepada Amira. Namun Amira mengabaikannya.
Dengan perasaan hancur Amira meninggalkan mereka berdua, Amira melangkah sambil sesekali menghapus air matanya.
Semenjak itu hubungan keduanya menjadi renggang. Hardi berusaha menghubungi Amira tapi tidak pernah di angkat, datang kerumahnya tapi Amira tidak pernah mau menemuinya, akhirnya Hardi lelah dan berhenti mengejar Amira.
#Flasback Off#
Hati Hardi terasa nyeri saat menyaksikan keromantisan Amira bersama suaminya.
__ADS_1
Sampai sekarang Hardi belum bisa melupakan Amira, padahal dia sudah menikah dengan Marlyn tapi Amira punya tempat tersendiri di hati Hardi.
Bahkan tanpa sepengetahuan istrinya Hardi masih menyimpan foto Amira di ruang kerjanya.
Hardi mengalihkan pandangannya, ia tak mau istrinya melihat dirinya sedang menatap wanita dari masa lalunya.
"Ayo kita pulang" ajak Hardi.
"Ayo pah, Rani juga sudah lelah" sahut Rani.
Rani tidak merasa lelah dengan tubuhnya, melainkan dia sudah lelah terlalu lama berakting di hadapan orang tuanya.
Mereka semua akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing, Rani ikut Vino kembali ke apartemennya.
***
Seminggu berlalu, Robby masuk kedalam ruangan Albi.
Ceklek...
Setelah pintu terbuka Robby masuk kedalam ruangan Albi.
"Ada apa?" tanya Albi sambil melipat tangannya di atas meja.
"Saya sudah mendapatkan sample rambut milik tuan Hardi tuan" ucap Robby sambil memberikan sample tersebut kepada Albi.
Albi tersenyum puas sambil menerima rambut tersebut yang ada di dalam plastik.
la salut dengan cara kerja asistennya yang tak pernah mengecewakan nya, ia tak Ingin tahu bagaimana caranya asistennya itu bisa mendapatkan rambut Steven. Yang terpenting asistennya itu bisa mendapatkan apa yang ia minta.
"Terima kasih tuan" ucap Robby degan wajah berbinar.
"Lanjutkan pekerjaanmu, biar semple ini jadi urusanku" ucap Albi.
"Baik tuan" sahut Robby dan pamit keluar dari ruangan bosnya.
Jam kerja pun habis, Albi bersiap-siap pulang kerumahnya.
Sebelum pulang Albi menyempatkan mampir ke toko kue langganannya, ia ingin membeli aneka kue kesukaan istrinya.
Kay mudah sekali lapar, jadi Albi harus menyetok cemilan untuk istrinya itu.
Setibanya di rumah, Albi masuk kedalam rumah langsung di sambut istrinya.
Albi merentangkan tangannya saat melihat istrinya menghampirinya.
Dengan senang hati Kay langsung masuk kedalam pelukan suaminya.
Setelah cukup lama berpelukan, Albi melepaskan pelukannya lalu dia mencium kening istrinya.
"Gimana debay nya hari ini sayang" tanya Albi sambil mengusap perut istrinya.
"Dia baik Bee," jawab Kay tersenyum.
"Syukurlah kalau dia tidak menyusahkanmu, Kalau dia menyusahkanmu nanti aku akan menghukumnya saat dia lahir"
__ADS_1
"Akhh...." ringis Kay.
Seperti mendengar ancaman ayahnya, bayi yang ada di kandungan Kay itu bergerak, mungkin anaknya sedang melakukan protes
"Kamu kenapa sayang" tanya Albi panik.
"Dia menendang Bi, sepertinya dia tidak terima dengan ancamanmu" sahut Kay terkekeh sambil mengelus ngelus perutnya yang berkedut.
Albi menempelkan tangannya di perut sang istri, ia begitu takjub saat perut istrinya bergerak akibat ulah anaknya.
"Hai, diamlah, daddy tidak akan menghukummu" ucap Albi sambil mengusap perut istrinya.
Dan tak lama perut istriya berhenti berkedut.
"Lihatlah sayang, dia berhenti bergerak" ucap Kay tertawa kecil.
"Ya ampun, kenapa dia meresahkan sekali sayang," ucap Albi geleng-geleng kepala.
"Seperti daddy nya bukan, daddy nya juga meresahkan kaum hawa" cicit Kay.
"Tenang saja, yang penting daddy hanya mencintai mommy" ucap Albi sambil mengesek gesekan hidungnya ke hidung istrinya.
"Bucin terus" ledek Raka tiba-tiba yang baru pulang dari kantornya.
"Ck, sirik aja" ketus Albi.
Dari arah tangga Alana berlari ingin menyambut suaminya.
"Hati-hati sayang" ucap Raka khawatir istrinya jatuh dan menggelinding dari atas tangga.
"Aku kangen honey" sahut Alana manja langsung menempelkan bibirnya ke bibir suaminya membuat Raka tak menyia nyiakan kesempatan yang ada, dia langsung membalas ******* istrinya.
Bibir mereka saling bertaut, mengabaikan Albi dan Kay yang sedang melihatnya.
"ekhemm"
"ekhemm"
Dehem Albi menyadarkan mereka berdua.
"Kalau sudah tidak kuat lebih baik lanjut di kamar saja, kasihan mata keponakanku yang ternodai karena aksi kalian" sindir Albi.
"Kenapa papah makan bibil mamah" tanya Nayla polos.
Gadis kecil itu melihat kedua orang tuanya berciuman.
Raka menggaruk kepalanya.
"Ayo Bi kita ke kamar saja" ajak Kay.
"Iya sayang, tinggalkan saja mereka berdua" sahut Albi.
"Berasa sedang di interogasi ye kan" lanjut Albi meledek kakaknya.
Raka menatap adiknya tajam, bukannya membantunya adiknya itu malah meninggalkannya.
__ADS_1