My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 16. Hari pertama menjadi Istri


__ADS_3

Pagi menyingsing, Kay menggeliat lalu megerjabkan matanya, dia merasa ada sesuatu yang menimpa tubuhnya.


la melihat ke bawah ternyata tangan suaminya yang tengah memeluk perutnya.


Di singkirkannya tangan suaminya secara perlahan agar tidak mengusik tidur suaminya.


Namun baru juga dia memegang tangannya, Albi justru mengeratkan pelukannya, Dan memeluknya seperti guling.


Albi menduselkan wajahnya di ceruk leher Kay, membuat Kay merinding ketika merasakan hembusan nafas Albi mengenai leher jenjangnya.


Kay kembali mencoba menyingkirkan tangan suaminya dari tubuhnya namun tetap saja tidak bisa, padahal dia ingin sekali ke kamar mandi untuk buang air.


"Haisss...pria ini pintar sekali mencari kesempatan" ucap Kay kesal.


Membuat Albi tersenyum tipis di tidurnya mendengar ucapan istrinya, sebenarnya dia sudah bangun sejak tadi saat Kay ingin menyingkirkan tangannya, namun Albi enggan membuka matanya, dia malah mencari kesempatan untuk bisa memeluk istrinya.


"Albi bangun, aku sudah kebelet" teriak Kay yang sudah kesal dengan suaminya yang terus memeluk tubuhnya, membuat dia sesak nafas dan susah gerak.


"Hmmm...ada apa?" tanya Albi pura-pura dengan suara khas bangun tidurnya.


"Lepas, aku ingin ke kamar mandi" ketus Kay.


Albi tersenyum sambil melepas tangannya dari tubuh istrinya.


Setelah terlepas dari suaminya, Kay langsung turun dari atas ranjang dan lari ke kamar mandi.


"Kay jangan lari" teriak Albi takut istrinya jatuh.


Brakkk....


Kay menutup pintu kamar mandi dengan begitu kencang


Albi terlonjak kaget, sambil mengelus dadanya sabar, tingkah istrinya memang aneh kadang kalem, kadang juga barbar.


"Tumben dia tidak mengalami morning sickness" gumam Albi heran.


Entahlah, pagi ini Kay tidak merasa mual, mungkin anaknya tahu kalau orang tuanya tidur bersama, atau emang yang lain Kay tidak tahu.


Tak lama Kay keluar dari kamar mandi, terlihat wanita itu belum mandi. Sepertinya wanita itu hanya buang air kecil saja tidak sekalian mandi.


"Kamu belum mandi?" tanya Albi sambil mengerutkan dahinya.


"Nanti saja, aku masih ngantuk" jawab Kay sambil naik keatas ranjang lagi dan kembali masuk kedalam selimut tebalnya, ibu hamil itu langsung merebahkan tubunya.


"Ini sudah siang kamu harus bangun" ucap Albi sambil menoel-noel tangan istrinya.


"Tidak mau" ketus Kay merubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Albi.

__ADS_1


Albi menghela nafas pelan, dia tidak ingin memaksa ibu hamil itu untuk bangun.


Dia turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ke kamar mandi, tubuh Albi hilang di balik pintu kamar mandi.


Hingga tiga puluh menit berlalu, Albi keluar dari dalam kamar mandi, terlihat istrinya itu masih terlelap di bawah gulungan selimut tebalnya.


Namun siapa sangka, ternyata istrinya sudah menyiapkan baju ganti untuk dirinya, mungkin tadi saat dirinya sedang mandi Kay bangun dan menyiapkan baju ganti untuknya pikir Albi.


Albi tersenyum tipis sambil memakai baju ganti yang di ambil oleh Kay.


Usai memakai semuanya Albi menghampiri Kay yang sedanh terlelap.


"Aku berangkat ke kantor dulu" ucap Albi sambil mengecup kening istrinya.


Setelah itu Albi beralih menatap karah perut Kay.


"Anak daddy jangan nakal ya, kasihan mommy" ucap Albi sambil mengusap perut sang istri.


Setelah itu Arga keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu.


"Menantu mama mana Al?" tanya mama Eva ketika melihat putranya turun sendiri tanpa Kay.


"Mantu mama sedang tidur, dia tadi sudah bangun tapi tidur lagi katanya masih ngantuk" jawab Albi membuat Mama Eva mengulum senyum.


Sepertinya wanita paruh baya itu salah mengartikan ucapan Albi.


"Kenapa mama tersenyum" tanya Albi bingung.


Membuat Albi menepuk keningnya.


"Ya ampun ma, kami sama-sama tidur tidak ada acara malam pertama." sahut Albi.


"Ck, tentu saja tidak ada malam pertama, lha wong kamu sudah melakukannya lebih dulu sebelum menikah" cibir Raka kakak Albi.


Membuat Albi merotasi bola matanya malas.


"Sudah makan, nanti lagi bicaranya" tegur Rudi yang sudah jengah melihat obrolan mereka yang unfaedah, apalagi di situ ada dua cucunya.


Mereka pun nurut, akhirnya semua mulai menyantap makanannya, tak butuh lama acara makan pagi pun selesai.


"ma, tolong nanti suruh bibi antar makanan ke kamar Kay ya, sekalian bangunin dia" ucap Albi perhatian.


"Iya kamu tenang saja, mama akan jagain istri kamu" sahut mama Eva.


Albi mengangguk dan segera pamit pergi kekantornya. Albi pergi ke kantor bersama sopir.


Tiba di kantor Albi langsung di sambut oleh Robb assisntant nya.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan" sapa Robby.


"Hmmm" gumam Albi sambil jalan menuju ke ruangannya


Tiba di ruangannya Albi langsung duduk di kursi kebesarannya.


"Apa yang kau dapatkan Rob?" tanya Albi.


Setelah bertemu Rani di pusat perbelanjaan kemarin, Albi meminta Robby untuk mneyelidiki tentang Rani adik Kay, dia curiga kalau waktu itu yang menjebak Kay adalah adiknya sendiri.


"Dugaan kita benar tuan, nona Kay di jebak oleh nona Rani adiknya sendiri, dan kemarin Rani dan Vino bertunangan tepat di hari pernikahan anda" jelas Robby.


"Apa motif dia menjebak kay?" tanya Albi


"Rani suka sama Vino, makanya dia mencoba menggagalkan pernikahan kakaknya dengan cara menjebaknya. Dan lebih parahnya lagi dia berniat menjual kakaknya sendiri dengan pria hidung belang" ucap Robby membuat Albi mengepalkan tangannya.


la tak menyangka Rani begitu tega dengan Kay yang notaben nya kakanya sendiri.


"Apa keluarga Kay tidak mencari keberadaan Kay Rob?" tanya Albi yang merasa janggal dengan status Kay.


"Tidak tuan, mereka tidak sama sekali mencari keberadaan nona Kay" sahut Robby.


Albi mengangguk mengerti.


"Suruh orang untuk mengawasi keluarga Marligh Rob" titah Albi.


"Baik tuan" ucap .


Setelah itu Robby keluar dari ruangan Albi, dan Albi mulai fokus mengerjakan pekerjaannya.


****


Diperusahaan Baskoro, Vino sedang menyuruh seseorang untuk mencari tahu tentang seorang pria yang bersama Kay.


"Kau cari tahu pria yang mengaku menghamili Kay" titah Vino kepada asistennya yang bernama Bagas.


"Tapi buat apa tuan? Anda kan sudah bertunangan dengan nona Rani" tanya Bagas.


"Kerjakan aja Gas, tidak usah banyak tanya atau kamu mau aku pecat sekarang juga hah" sentak Vino.


"Ba-ik tuan" sahut Bagas takut.


"Aku butuh secepatnya informasi itu" tegas Vino, di sambut anggukan oleh Bagas.


Bagas keluar dari ruangan Vino.


Sedangkan di ruangan Vino sedang melihat galeri foto yang ada di ponselnya, dia membuka foto Kay yang dia ambil dulu.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskanmu Kay, sampai kapanpun aku tak akan mengikhlaskanmu dengan orang lain, persetan dengan Rani karena aku tidak mencintainya" ucap Vino sambil mengusap layar ponselnya.


Setelah puas menatap foto Kay, Vino mematikan layar ponselnya.


__ADS_2