
pria paruh baya dengan pakaian rumahan menatap tajam ke arah rachel. baju yang dua pakai bahkan tidak mencerminkan kedisiplinan. dia memakai singlet putih dan celana merah. badannya lumayan berotot tapi tingginya bahkan tidak sampai dahi rachel.
"perkenalkan diri kalian...!!!" bentak si master.
"saya ananda rachel," "saya arqan kencana," "saya lewis chad,"
master isshin adalah isshin. para murid dojo kecuali karin sedang tidak masuk karena persiapan unbk.
master isshin memberikan instruksi latihan pertama, yaitu lari keliling dojo 10 kali. rachel berlari dengan semangat sementara arqan dan lewis merasa seragam karate yang mereka kenakan sangatlah berat.
"bro, seragam lu berat gak?" tanya lewis.
"hahahaa... begitulah."
"sepertinya di seragam kita ada pemberat. aku sudah merasakannya saat mengangkat baju ini tadi."
pemberat hanya ada di baju murid pria, tidak ada di seragam murid wanita. rachel berhasil menyelesaikan 10 putaran lebih dulu. rachel langsung merebahkan diri di rumput.
"hei nak...! jangan injak rumput istriku." master isshin menegur rachel.
rachel pun segera beranjak dari sana. tak lama kemudian arqan dan lewis datang, mereka tidak sanggup berlari sampai saling pikul saat berjalan.
"sudah cukup pemanasannya. sekarang ikut aku ke lapangan dalam." ucap master isshin.
di lapangan dalam dojo yang outdoor rachel dan arqan sekali lagi harus melatih kaki mereka. karin mengambilkan setumpuk batu seukuran telapak tangan.
master isshin menyuruh arqan dan rachel menangkap batu yang dilempar. sementara lewis tampaknya tidak diterima sebagai murid.
"lewis chad. kamu sekolah di sma 9 awan uap. dari data yang aku kumpulkan di akun instagram mu kau sudah mengikuti sasana tarung drajat di sekolahmu. apa kau tidak membaca peraturan dojo saat mendaftar? - pelamar tidak boleh terikat instansi bela diri maupun - " tutur karin.
lewis pun dikeluarkan dan uang pendaftarannya dikembalikan. arqan lega temannya itu tidak ngamuk, mengingat dia mengidap penyakit temperamental.
"latihan apa ini master isshin?" tanya arqan. diam diam arqan melepas pemberat di bahunya walaupun itu akan merusak seragamnya.
"latihan sederhana untuk meningkatka sensor motorik kalian. kalau tidak bisa menangkap batu ini kalian tidak boleh istirahat." ucap master isshin dengan tegas.
arqan mulai mengerti mengapa dojo ini tidak terkenal di kalangan anak muda. kebanyakan anak muda menyukai latihan yang cepat dan seru. tetapi dojo ini masih menerapkan latihan tradisional yang terdiri dari beberapa tahapan dan pastinya memakan waktu yang lama.
latihan meningkatkan kinerja sensor motorik itu diberi nama Stone catcher. master isshin melemparkan batu ke udara secara beruntun. semua batu itu harus ditangkap sebelum jam istirahat tiba.
sebelum mulai arqan berhasil membuat sontekan di baju dan mengambil besi pemberat di bahunya. arqan menyembunyikan besi itu lalu menaruhnya ke tanah dengan pula pula mengikat tali sepatu.
latihan pun dimulai. kesulitan latihan ini ada di momen saat mata mengikuti batu yang dilempar ke atas. jika hari kebetulan sedang terik maka sinar matahari pasti akan mengganggu penglihatan mereka.
masalahnya master isshin hanya menerapkan latihan ini jika hari sedang panas panasnya.
"jangan malas bergerak...!! latihan seperti ini hanya modifikasi dari latihan kecepatan pada umumnya."
rachel mulai terbiasa melihat di tengah panas. dia menangkap batu batuan itu lebih baik dari arqan.
"semangat mbak rachel," karin melompat seperti cheerleader.
master isshin terkejut rachel bisa menangkap semuanya. master isshin sadar kalau rachel serius ingin belajar darinya, sedangkan arqan sama sekali tidak mampu.
"bagus sekali rachel. kau berbakat menjadi atlet bela diri." ucap master isshin sembari menepuk bahu rachel.
rachel tersipu mendengarnya. master isshin lanjut memberi penilaian untuk arqan.
"maaf nak, kau tidak ada harapan jadi seorang atlet. aku rasa kau lebih cocok jadi seorang teknisi atau pekerja kantoran."
__ADS_1
arqan tersinggung mendengarnya. karin mendeskripsikan identitas arqan.
"arqan kencana. kamu sekolah di smk teknologi elit. cukup sulit menemukan akun media sosialmu. tapi tanpa itu kau sudah cukup terkenal sebagai siswa jenius." tutur karin.
karin memberikan sebuah buku ke master isshin, master isshin membuka bagian belakang buku itu dan menunjukkan ke arqan. arqan disuruh bertandatangan di kolom perjanjian.
arqan terkejut tiba-tiba saja disuruh membuat perjanjian. perjanjian yang tertulis disana adalah perlarangan untuk arqan menginjakkan kaki di dojo isshin lagi. selamanya.
- isi perjanjian :
Dengan ini saya berjanji tidak akan menginjakkan kaki di dojo isshin lagi. apabila saya melanggar ataupun tidak sengaja melanggar, saya akan membayar ganti rugi sebesar biaya pendaftaran.
arqan geli membaca isi surat itu. kini dia tahu mengapa dojo terpuruk itu bisa terus berdiri dan mengapa mereka tidak digemari. tidak lain karena peraturan dan sanksi konyol yang mereka terapkan.
"saya gak mau bayar kalau sengaja menginjakkan kaki. sanksi bapak itu terlalu berlebihan dan jatuhnya seperti pemerasan."
arqan menghampaskan buku itu, sontak membuat rachel terkejut dengan sikap kasar arqan. arqan mengajak rachel untuk membatalkan rencananya berlatih bela diri, "ayo kita pulang rachel. aku tidak tahu kalau master dojo selicik ini. lebih baik kita membuat peralatan tempur yang lebih berguna dan berolahraga di gym."
arqan berjalan melewati master isshin, segera ia tarik tangan rachel dan pergi ke ruang loker untuk mengambil barang-barang mereka.
"tenanglah arqan. aku tahu kau kecewa tapi tidak perlu semarah itu." rachel menepuk punggung arqan.
arqan menghela nafas panjang, dia berbalik lalu bicara serius ke rachel. "sebenarnya aku tidak serius soal ini. dunia bela diri tidaklah senyaman yang kau bayangkan. apalagi banyak kasus pelecehan yang dilakukan oknum guru kepada murid."
rachel menyanggah tuduhan arqan. "jangan menuduh master isshin. walaupun penampilannya seperti itu bukan berarti title master karatenya itu main-main."
"dia mungkin hebat. tapi dia seorang tirani. dia mengeluarkanku cuman karena gagal di latihan. dia mengeluarkan lewis hanya karena ia mengikuti sanggar lain, padahal harusnya tidak masalah berapa banyak pun instansi yang ia ikuti selama tidak. mengganggu waktu latihan. dia memasang pemberat di bajuku dan lewis sementara padamu tidak. dia juga melarang orang gagal sepertiku menginjakkan kaki di dojo ini lagi. dan yang paling parah dia menyuruhku bayar seharga biaya pendaftaran kalau melanggar. menurutku yang seperti itu tidak pantas menjadi contoh...!" arqan merincikan kekorupan yang dilakukan master isshin.
sebenarnya rachel juga ragu dengan tempat ini. karena rachel tidak mau belajar tanpa ditemani arqan akhirnya ia pun memutuskan untuk berhenti. setelah mengambil tas mereka arqan dan rachel pun menemui master isshin lagi.
"maaf master isshin, saya merasa tidak cocok dengan dojo ini. selain karena saya harus bekerja saya juga tidak bisa menentang perintah bos saya."
"sekarang aku tahu penyebab dojo ini tidak laku. mau ke tempat lain?" tanya arqan ke rachel.
"tidak, sudah cukup dengan bela diri. aku baru ingat kalau ada yang namanya pemeran pengganti dalam film. kalau masuk ke adegan yang berbahaya atau pertarungan intens biasanya artis akan digantikan oleh stuntman. aku akan menggunakan metode itu saja."
"hah," arqan menghela nafas panjang. mereka berdua tidak berjodoh dengan dunia bela diri.
di tengah jalan mereka singgah di alfamart untuk membeli insto. rachel juga membeli pop mie karena dia rindu rasa mie instan, sementara arqan membeli segelas kopi.
setelah berbelanja arqan dan rachel langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.
"hariku tidak berjalan baik Nein." ucap rachel sembari menyajikan whiskas untuk nein.
selang beberapa detik kemudian rachel menerima chat dari icha. sudah lama teman sekolahnya itu tak. menghubungi. rachel sudah hafal tabiat icha, jika dia menghubungi rachel itu tandanya dia sedang butuh teman untuk menemaninya membuat vlog.
rachel menolak ajakan icha karena dia sudah terlalu lelah. tak lama kemudian terdengar suara sirine mobil ambulan. ada sirine mobil polisi juga. rachel penasaran apakah terjadi perampokan bank di dekat rumahnya.
rachel mencari info ke jejaring media sosial dan mendapat info kalau di dekat rumahnya sedang terjadi aksi penyanderaan yang melibatkan kelompok radikal bersenjata. yang lebih berbahayanya kelompok radikal itu melakukan aksinya di sebuah kilang minyak.
kejadian itu ramai diberitakan oleh stasiun tv lokal. disebutkan 3 orang mati ditembak di tempat. dihimbau kepada warga untuk tidak keluar rumah karena banyak mobil polisi dan tentara yang berlalu lalang di jalan.
mendengar berita yang menakutkan itu rachel segera menutup pintunya lalu memasang jebakan beruang tepat di belakang pintu. jebakan itu dia beli di toko online, tujuannya untuk menghabisi orang jahat yang masuk rumahnya tanpa izin.
merasa sudah cukup aman rachel pun melanjutkan aktivitas nya dengan bersantai. "jangan menerobos keluar pagar ya. aku tidak mau kau terbelah jadi dua karena jebakan yang aku pasang." rachel berpesan pada nein, kucingnya itu kadang bisa membuka kandangnya sendiri.
rachel masih khawatir nein akan pergi apalagi kucing tidak mengerti apa yang manusia katakan.
rachel pun memindahkan kandang nein ke kamarnya. ia letakkan nein di atas meja tepat di samping tempat tidurnya. tampak nein sedang menjilat badannya, lalu ia mencari posisi yang nyaman untuk tidur.
__ADS_1
"uwu, teman fauna ku mengantuk ya. kakak harap kamu tidak besar terlalu cepat, tetaplah kecil dan imut seperti ini nein." rachel mengelus kepala Nein.
nein menyentuh tangan rachel dengan cepat seolah memukul tangan rachel. rachel pun meninggalkan nein dan naik ke tempat tidurnya. biasanya dia mandi di jam 4 sore, tapi rachel sedang malas. dia lebih memilih menghabiskan waktu di kamar untuk menikmati jam-jam kosongnya.
sementara arqan yang juga mendengar berita penyanderaan itu terus bergumam bagaimana ia akan mengatasi teror macam ini dengan mesin tempur buatannya.
"lihat saja nanti! saat turret ku dipatenkan nanti, akan ku pasang senjata ini di setiap pekarangan rumah warga. teror*s macam kalian tidak akan bisa membuat keributan lagi...!"
arqan sedang menonton siaran langsung aksi penyanderaan itu. rachel juga sedang menontonnya.
semua orang berdoa untuk keselamatan para korban teror*s.
- di kilang minyak, dimana aksi penyanderaan terjadi -
kelompok radikal di mimpi arqan benar-benar ada. mereka menyandera belasan pekerja kilang minyak dan mengancam akan membunuh para sandera jika permintaan mereka tidak segera dipenuhi.
jenderal polisi dan kolonel militer di turunkan untuk mengatasi masalah ini. mereka menjadi juru bicara kepolisian dan militer.
"berhenti melakukan pembataian...!!!" teriak jenderal polisi menggunakan pengeras suara.
"apa yang kalian inginkan sampai mengganggu ketenangan negeri ini...?!!"
"kami ingin jenderal polisi saat ini diturunkan...!! dia berafiliasi dengan organisasi imigran gelap berbahaya....!!!" seru para teror*s.
jenderal polisi menyangkal tuduhan itu. selain tidak punya bukti para teror*s itu telah melakukan pembantaian sebelum polisi dan militer datang.
"apa kalian sadar apa yang kalian katakan...? kalian tidak punya bukti saya melakukan itu. selain itu jika memang kalian bermasalah dengan saya kenapa kalian harus membunuh 3 orang...?! kalian sudah melakukan kejahatan besar...!!!"
"kami punya buktinya. kalau kau memang tidak bersalah biarkan kami membuktikannya. jika kami memang harus dihukum mati karena sudah melakukan pembataian maka anda pun harus mendekam di balik jeruji karena telah memberikan dukungan untuk organisasi kriminal."
untuk membuktikan tuduhan tersebut pihak militer menyediakan proyektor dan layar putih. di momen itu juga pihak militer memasukkan regu gerilya mereka lewat area selokan kilang minyak. regu gerilya yang beranggotakan 4 orang berhasil menemukan jalan masuk ke area yang tidak dijaga oleh *******.
mereka memiliki denah kilang minyak yang digambar langsung oleh ceo nya. tugas mereka adalah menyelamatkan sandera. asalkan sandera dijauhkan 5 meter saja dari teror*s, maka tugas mereka sukses. namun tentu saja hal itu tidak mudah.
selain harus menghindari pantauan cctv mereka harus bisa menyamar menjadi salah satu teror*s guna mendekati para korban.
selain itu ketua teror*s sudah membuat strategi untuk mengatasi penyamaran pasukan gerilya.
kepada anggota yang mengawasi ruang monitor ketua teror*s memberinya perintah khusus, "pastikan matamu menjadi satu dengan kamera pengawas, jangan alihkan pandanganmu sedikit pun! dan bunuh siapapun yang mendekati ruang cctv walaupun itu anggota kita!"
di tengah kemustahilan untuk melakukan serangan kejutan, bantuan datang dari tempat yang tidak terduga dan dari sesuatu yang tidak terduga pula.
nein si kucing ajaib membuka matanya. terlihat sebelah mata nein berubah warna menjadi gelap. kebiasaan mamalia yang aneh itu memunculkan sesosok bayangan hitam di langit-langit kamar rachel.
anehnya rachel tidak bisa melihatnya. rachel hanya melihat banyak lalat beterbangan di posisi makhluk itu.
nein menyuruh makhluk itu untuk pergi ke kalang minyak dan menangkap penjahat yang sebenarnya.
makhluk hitam itu pun pergi dengan membawa perintah dari tuannya, si kucing belang tiga yang langka.
.................................................................................
akhirnya elemen fantasi novel ini muncul. buat yang gak ingat, author pernah bilang di akhir bab 4 kalau novel ini berjalan di universe yang sama dengan sistem kebaikan pemuda terundung. bahkan beberapa karakter novel sebelah sudah dimunculkan sebagai cameo.
intinya nein kucingnya rachel itu bukan kucing biasa. dari awal sudah dijelaskan kalau normalnya kucing belang tiga jantan akan langsung dibunuh saat dilahirkan tapi nein tidak. cerita akan mulai berfokus ke sinopsisnya tentang nein si kucing pembawa keberuntungan
.................................................................................
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 sekalian follow author juga ya.
__ADS_1
.................................................................................