Nekophilia

Nekophilia
Bab 60 : Pertimbangan Untuk Menyerah


__ADS_3

"saya. menolak ketiga proyek ini. Saya tidak memiliki kewajiban maupun motivasi untuk melakukannya. " ucap Arqan dengan tegas kepada asisten Milor Smith.


Asisten Milor Smith menyebutkan 2 kesalahan dalam ucapan Arqan. (1) Dia telah berbohong soal tidak memiliki motivasi, (2) semua warga negara Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama untuk membantu negara.


Asisten Milor Smith yang bernama Clara menjelaskan kalau KKB Papua telah menenggelamkan berton ton emas sebagai bentuk perlawanan pada pemerintah kita.


Karena itulah divisi Milor Smith diperintahkan untuk mencarinya dan Arqan mendapat kesempatan untuk membuat sonar nya.


"bagaimana kalau saya tidak bisa membuatnya atau gagal menyelesaikannya tepat waktu. Apa saya akan dihukum oleh negara? Sepenting apa saya menurut tuan Smith? "


Clara menjawab "ini adalah inisiatif tuan Smith jadi kalau terjadi sesuatu pasti dialah yang disalahkan. Pertanyaan kedua saya tidak bisa menjawabnya. "


Arqan memikirkan tawaran membuat sonar Milor Smith.


"katakan pada tuan Smith. Aku hanya akan membuatkan sonar. itu yang terbaik. "


Clara menyampaikan pesan Arqan, Milor Smith pun setuju.


Clara membenarkan kacamatanya saat membaca pesan dari bosnya.


"tuan Smith bilang akan memberikan setengah saham kepemilikan perusahaannya padamu jika berhasil membuat ketiga barang itu. "


Arqan tidak tergiur dengan tawaran itu. Milor Smith ingin melempar tanggung jawab padanya. Dia tidak sebodoh itu untuk menerimanya.


Clara menawarkan imbalan kedua. Secara mengejutkan mereka tahu kalau orang tua Rachel sedang terbelit masalah pelik.


"bagaimana tuan Arqan? Kami bisa mengobati orang tua Rachel dan memperkenalkan metode pengobatan baru yang spektakuler padamu. "


"tidak perlu. Rachel dan orang tuanya sudah tidak memiliki hubungan setelah dia memilih ku sebagai pendamping hidupnya. " Arqan menolak dengan dingin.


Clara menunjukkan kalau hp nya menyala dan tertera nama Rachel di layar teleponnya.


"aku sudah memberitahu nona Rachel soal penyakit yang diderita ibunya. Biar dia yang memutuskan masih berhubungan atau tidak. "


Melihat tingkah orang-orang ini yang begitu memaksanya Arqan pun menjadi kesal dan semakin tidak ingin terlibat dengan mereka.


Mendapati pesan Clara di teleponnya yang memberitahukan ibunya sedang sakit ditambah foto ibunya yang terbaring lemah. Rachel pun berinisiatif menelepon ke nomor ayahnya.


Ternyata ayahnya itu masih berkenan mengangkat telepon dari Rachel.


[ ada apa? Aku sudah bilang jangan menelepon kecuali aku telepon lebih dulu! ]


"Rachel dapat kabar dari seseorang, ibu sakit kanker payudara kan. Boleh aku menjenguk kesana? "


[ asalkan tidak ada Arqan. ]

__ADS_1


Rachel tak menduga ayahnya akan memberikan izin. Rachel pun sangat senang dan langsung pergi kesana tanpa persiapan.


Namun sesampainya di rumah sakit bukannya diizinkan bertemu ibunya Rachel malah bertemu dengan keluarga besarnya.


Satu satunya skenario yang terpikirkan oleh Rachel adalah ayahnya sengaja memanggil keluarga besarnya yang bertempat tinggal tak jauh dari rumah sakit ini untuk mencemooh dirinya.


"si kafir bangsat beraninya datang kesini! " hardik sepupunya.


"keluar kau dasar racun! " hardik tante Miranda. Wajah wanita itu dipenuhi benjol bekas gigitan serangga.


"keluar kamu!! " anggota keluarga yang lain mendorong Rachel dengan kasar.


Sadar dirinya telah dijebak Rachel pun mengadukan hal ini kepada Arqan. Arqan yang kala itu masih berada di kantor kepala sekolah tidak mengangkat telepon Rachel.


Anjing milik sepupu mendaki kaki Rachel. Sebagai orang islam menyentuh anjing adalah haram. Rachel pun pergi dari sana dengan perasaan kecewa.


"keluarganya tidak akan menerimanya. Percayalah padaku. Kalian tidak bisa memaksaku. "


"sampai jumpa nona Clara. " Arqan berbalik lalu menghentikan langkahnya di depan pintu.


"aku akan menyelesaikan dalam 2 bulan. Aku berjanji. "


Arqan berjanji akan menyelesaikan sonar itu dalam waktu 2 bulan. Motivasinya tidak lain untuk membantu pemerintah mengatasi kelompok berbahaya itu.


Sementara itu Rachel dikerjai habis habisan oleh mantan anggota keluarganya. Pamannya meletuskan ban kendaraannya.


"cobaanku semakin berat ya. Seperti yang dikatakan Ustadzah Okky tempo hari. "


"dimana ya bengkel terdekat? "


Nein turut sedih mengikuti perasaan Rachel. Kucing itu diam-diam berjalan di belakang Rachel.


Yang satunya hatinya tengah dipenuhi semangat yang membara. Pria itu mendapat tugas yang cukup berat. Dan dia tahu kalau menolak permintaan itu adalah hal yang mustahil. Karena itulah dia menerima salah satunya agar manusia yang rakus itu berhenti mengganggunya untuk sementara.


Tapi realita tidak sejalan dengan ekspektasi. Arqan diberikan lab dan ruangan khusus untuk membuat sonar kualitas tinggi, dia juga diberikan asisten yang lebih kompeten daripada Rachel.


Semakin maju progres sonar itu semakin tinggi juga obsesi Milor Smith kepada anak jenius itu.


"bersabarlah Arqan. Kehidupan manusia adalah tentang mengendalikan dan dikendalikan. Pasti ada hikmah bekerja di bawah orang itu. " Rachel menasihati Arqan.


Arqan menjadi murung karena pekerjaan itu dikatakan terlalu berat untuknya.


"kalau kau lelah kenapa tidak berhenti saja. Tidak baik memaksakan bekerja di tempat yang tidak kau sukai. "


Arqan mempertimbangkan saran Rachel. Mungkin sudah saatnya dia menyerah dalam penelitian.

__ADS_1


Keesokan harinya dengan ditemani oleh Profesor SMK nya dan beberapa guru Rachel mendatangi kantor Milor Smith di gedung kedutaan luar negeri.


"jelaskan maksud kedatanganmu dan pendukungmu Arqan. Ku harap itu bukan rengekan anak kecil yang mau menyerah di tengah jalan. "


Profesor merasa geram dengan tingkah Milor Smith.


"anda membaca pikiran saya. Saya ingin mengundurkan diri dari proyek ini. "


Milor Smith tersenyum "kau pikir bisa memulai dan berhenti begitu saja. Kau Aku benar-benar peduli dengan masa depanmu Arqan. Aku akan menjadi pendukungmu di masa depan. Aku akan melindungi dari orang-orang jahat yang ingin memanfaatkanmu. Aku berjanji akan memperlakukanmu sebagai teman bukan sebagai alat. Apa kau tidak bisa melihat kebaikan hatiku? "


"aku menghargai kebaikanmu tuan Smith. Tapi aku bukan patriot maupun pencetus perubahan. Aku juga tidak berniat menjadi generasi muda yang mengharumkan nama bangsa. Aku tidak memerlukan semua itu. " sahut Arqan.


"aneh. Aku dengar dari temanmu Marry kau menghabiskan sebagian besar waktumu untuk mencipta. Apa tujuan hidupmu berubah karena kekasihmu itu? " (Milor Smith)


"kalau iya kenapa? " (Arqan)


"maka kau akan menyesal menolak tawaran ini. " (Milor Smith)


"aku tak yakin dengan hal itu. " (Arqan)


"terima kasih sudah memberiku kesempatan tuan Smith. Tapi sekali lagi ku katakan. Aku menolak. "


"tolong bantu aku menyelesaikan sonar itu seperti janjimu. "


Arqan pergi dari sana.


Clara menawarkan untuk menangkap Arqan dengan dalih melanggar kontrak, tapi Milor Smith menolak gagasan itu.


"biarkan saja dia. Suatu saat dia pasti akan melamar kerja ke perusahaan, disaat itulah kita akan mendapatkannya. "


Milor Smith tersenyum licik.


Nein memuji keberanian Arqan di hadapan si botak itu. Sekarang giliran Nein untuk menjaganya.


"pekerjaan ini membuatku stress, aku butuh hiburan. "


Arqan mengirim pesan ke grub nya yang berisikan Rachel, Tahta, Rukaiyah, dan Marry (nomor lama).


[ ayo kita ke museum sejarah perang. ]


...........................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


...........................................................................


__ADS_2