
Rachel membaca chat mamanya. "dari papa. Papa diterima kerja di perusahaan. Doakan bapak cepat diangkat jadi manajer perusahaan." rachel tertawa membaca chat mama atau papanya.
Arqan tidak sengaja mengintip chat papa rachel dari pantulan cermin. "aku membayar asterix untuk pekerjaan ini. Harusnya dia datang sebentar lagi."
"maksudmu si kacamata yang mentraktir kita makan?"
Tak lama kemudian asterix datang. Dia melihat dua orang di tempat tujuannya dengan aneh. Asterix berjalan pelan melewati pintu depan, melepas sepatu, lalu duduk di samping arqan.
"senang melihatmu punya pacar arqan." ucap aster sebelum menyeret arqan ke kamar tidur. "minta waktunya sebentar mbak." ucap aster ke rachel.
"apaan kau ini?! kau akan membuat rachel berpikir yang tidak-tidak tentangku!"
plak! aster menampar arqan cukup keras. "diam dan dengarkan aku! aku akan bicara pelan agar pacarmu tidak dengar."
yang ada di pikiran arqan hanya satu, bagaimana aster bisa sangat kuat.
rachel mendengar suara kucing mengerang. di balkon arqan. terlihat dari atas nein sedang berkelahi dengan kucing jantan lain.
"arqan aku pulang sebentar ya, kucingku diserang!"
"ya!"
- POV arqan -
"kenapa kau tidak pernah turun sekolah? aku tahu kau sangat pintar, tapi hadir di sekolah melatih kedisiplinanmu!"
arqan tahu alasan aster menasihatinya. bocah ini selalu memamerkan game buatannya kepada arqan. dia punya jiwa kompetitif yang kuat, namun bagi arqan dia adalah seorang pengganggu.
"aku meminta kau datang bukan untuk ceramah aster. sebenarnya apa yang ingin kau katakan sampai menyeretku kesini?" (arqan)
"ini soal marry. dia berhenti sekolah." (aster)
"apa!! mengapa?!!" (arqan)
"aku tidak tahu. tapi dia terakhir datang ke sekolah untuk menemuimu kan? apa yang terjadi?" (aster)
arqan menggeleng, dia tidak tahu apa yang membuat marry begitu frustasi dengan hubungannya dan rachel. arqan menerka sendiri hal yang marry harapkan darinya. apa dia ingin arqan putus dengan rachel? atau menyelamatkan dari pertunangan?
"apa aku harus menculiknya, atau menghabisi rico?"
"kenapa dengan rico?" (aster)
arqan tidak mau menceritakan kejadian sebenarnya pada aster. dia berpikir untuk menemui marry sekali lagi. arqan yakin marry tidak berpikir dengan kepala dingin kemarin.
"pulanglah aster. awalnya aku berencana membuat game yang akan menyenangkan marry, tapi tidak kusangka keadaannya akan jadi seperti ini. aku akan mengganti rencanaku."
aster yang melihat arqan frustasi lantas bersimpati padanya. dia berjanji akan membantu arqan mengatasi masalah ini.
"memangnya kau bisa membantu apa?" tanya arqan dengan tatapan sinis.
"aku bisa memberi dukungan." jawab aster dengan percaya diri.
tiba-tiba dua ekor kucing melompat ke jendela arqan, salah satu adalah nein. kucing yang menjadi lawan nein terpeleset dan jatuh dari lantai 3. tapi hal itu tidak sungguh terjadi. nein menarik kalung kucing itu dengan cakarnya, lalu menyelamatkan ras nya itu dari cedera berat.
"apa tadi... kucing itu menyelamatkan kucing lainnya?"
arqan mendekati nein. kucing yang ditolong oleh nein menjadi menjadi jinak. aster pun menggendong kucing itu lalu mengeluarkannya dari rumah arqan.
"biar aku keluarkan yang satunya juga." (aster)
"tidak, tidak usah. dia kucing milik rachel. dan dia sangat pintar."
aster yang sejak tadi tidak diizinkan duduk pun langsung menjatuhkan diri di sofa. dirinya berteriak saat merasakan sesuatu yag tajam menusuknya.
"aauuw! ada tulang ikan di sofamu!"
"pasti kucing-kucing ini yang membawanya. buang ke tempat sampah!"
rachel datang dengan wajah cemas. wajah itu seketika berubah saat melihat nein berada di pelukan arqan. "maaf arqan, tadi aku lupa menutup pintu balkon, jadi ada kucing tetangga yang masuk dan mencuri ikan di atas meja." terang rachel terbata-bata.
arqan membentuk huruf o dengan jarinya. nein kembali ke pelukan rachel, kucing itu lebih manja dari biasanya. dan dia tampaknya tidak menyukai aster.
"kenapa kucingmu menggeram padaku?" tanya aster. nein menunjukkan tatapan mata yang sangat tajam, membuat aster takut padanya.
"aku rasa dia... menyukai kacamatamu." (rachel)
"itu konyol." (aster)
nein menggeram bagai seekor anak macan. arqan pun menyuruh rachel mengamankan kucingnya terlebih dahulu.
__ADS_1
saat dikembalikan ke kamar rachel nein kembali jinak, namun kucing itu masih gelisah. rachel mencari penyebab kucingnya gelisah di google.
*
Anak kucing mengeong terus dan gelisah;
Kucing yang sedang mengalami stres seringkali mengeong secara berlebihan. Mengeong yang terjadi secara terus menerus ini menjadi tanda disfungsi neurologis, seperti gangguan otak dan kepikiran. Misalnya, kucing dengan disfungsi kognitif sering mengeong lebih banyak karena mereka stres dan bingung.
*
penyebab anak kucing mengerang seperti macan; 8 macam suara kucing dan artinya;
8. Menggeram
Geraman adalah tanda agresi pada kucing. Suaranya menyerupai geraman, tetapi lebih keras dan bernada lebih tinggi.
Saat kucing merespons suatu ancaman, geraman sering kali disertai dengan gigi yang terbuka dan desisan.
rachel tidak tahu apa yang mengancam nein di rumah arqan. tapi melihat nein menggeram ke aster, kemungkinan ada sesuatu yang dibenci nein dari anak itu.
rachel terkejut melihat nein menggigit sebuah foto. rachel tidak tahu foto siapa itu. dia tidak merasa menaruh lembar foto di atas meja. karena penasaran rachel pun melihat foto itu.
alangkah terkejutnya rachel saat mengetahui isi foto itu ternyata momen saat dia dan rachel berpelukan.
foto itu telah diedit sehingga menampilkan arqan dan rachel yang sedang berbuat mesum. di gambar itu rachel tidak memakai baju sehelai pun dan arqan hanya memakai kemeja putih yang setengah terbuka.
"apa apaan ini? kau dapat foto ini darimana nein?!"
miaw~
percuma saja rachel tidak mengerti bahasa nein. arqan juga mendapatkan foto tidak senonoh itu dari nomor tidak dikenal.
arqan yang marah pun langsung membuka laptop lalu memerintahkan minerva untuk melacak pengirim foto tersebut. tak butuh waktu lama minerva berhasil meretas telepon seluler yang digunakan pelaku lalu melacak lokasinya.
"tunggu, tidak mungkin kau bisa meretas pantauan satelit. iya kan?" aster terkesima dengan skill hacker arqan.
"aku tidak butuh satelit." (arqan)
arqan membuat peta digitalnya sendiri. minerva menjalankan peta itu secara 3D dan menunjukkan lokasi sinyal pelaku berasal. asalnya dari gudang belakang sekolah mereka.
arqan pun bergegas mendatangi tempat itu setelah menelepon teman baiknya lewis chad.
surat itu ditulis tangan oleh marry, berisi ungkapan penyesalan marry terhadap arqan;
Maaf aku belum dewasa untuk menerima kenyataan ini, arqan. walaupun aku tahu kau mencintai rachel, aku tetap tidak bisa menerimanya.
aku tidak menyalahkanmu karena menolakku. rasanya sakit saat membahas hal itu lagi. aku hanya ingin meminta maaf karena telah membuat lauroe menghajarmu.
aku berharap terlalu banyak padamu. berharap kau akan membebaskanku dari sangkar.
sekarang aku akan pergi ke sangkar lainnya. dia amerika. tempat aku dilahirkan. aku senang bisa mengenal seseorang yang ambisius sepertimu.
kejarlah mimpimu arqan. jangan buat hal kecil seperti ini menganggu mimpimu. jangan cari aku. aku akan belajar untuk mandiri, agar bisa seperti dia.
arqan terduduk lemas di pojok ruangan. imajinasinya meliar tentang bagaimana sakitnya perasaan marry saat ini. arqan menyesal tidak mengejar marry kemarin. sekarang dia mungkin tidak akan pernah bertemu dengan marry lagi.
"jangan menangis. dia tidak akan pergi selamanya. tapi aku tidak bisa jamin dia akan tetap menjadi orang yang sama saat kembali." rico, pria yang dijodohkan dengan marry datang untuk menggurui arqan.
"kau sudah lihat foto yang aku kirimkan. bergairah sekali kan?"
ternyata rico lah yang mengedit foto rachel dan dirinya menjadi tidak senonoh. rico menunjukkan beberapa foto hasil editan lainnya yang menunjukkan rachel memakai pakaian nakal yang berbeda.
"marry begitu sakit hati melihat foto ini. tapi itu membantuku menjatuhkannya darimu. jadi sebagai ucapan terima kasih aku editkan fotomu dengan gratis dengan software unggulan."
"aku buat wanitamu memakai berbagai model pakaian dalam. favoritku adalah yang ini, lingerie putih. dia tampak lebih montok, dan lebih eweable."
tahta teman arqan yang di skors karena memukul farhan pun datang dan memukuli rico dari belakang. dia terus memukul sampai bibir rico pecah, kemudian mengambil fotonya.
"bagus sekali kelakuanmu ya! masih sma sudah berani melakukan tindak kejahatan seksual!"
tahta merobek semua foto itu. namun dia tahu file foto masih ada di hp rico dan dia tidak akan bisa merebutnya.
"si kasar tahta dari jurusan teknologi. yang paling pintar di kelas (sarkas). aku dengar kau suka memeluk anak anak sma lain yang mengupal di depanmu (sarkas)."
"rico si kaya berwajah pas pasan. wajar saja marry lebih memilih arqan."
rico marah, dia menunjukkan otot ototnya pada tahta, lalu melayangkan pukulan, kemudian tendangan. tahta yang seorang praktisi bela diri dapat menghindar dengan mudah.
arqan pun menembak kaki rico, lalu saat rico menunduk untuk menggapai kakinya tahta menendang perutnya hingga membuat terjungkal.
__ADS_1
arqan berdiri di depan rico, menodongnya dengan pistol berpeluru karet.
"kepada siapa saja kau mengirim foto itu?" arqan menembak kaki rico lagi untuk membuat nyalinya ciut.
pria besar itu pun ketakutan dan memberitahukan semuanya. "oke! oke! tenang dulu! cuma aku, kau dan si pengedit yang memiliki foto ini." (rico)
"bagaimana dengan tempat cetak fotonya?" (tahta)
"aku mencetaknya dirumahku. seorang diri di kamarku. jadi tidak ada yang lihat." (rico)
"hapus semua foto itu!" pinta arqan dengan lembut.
"baiklah, baiklah, maafkan aku arqan. tolong jauhkan moncong senjatamu." ucap rico sambil menghapus file foto di hp nya. "meskipun aku menghapus filenya, mentahannya masih dimiliki marry. jadi jika suatu saat... "
arqan menembak dada rico. "suatu saat apa!? kau mau mengeditnya lagi?! ketahuilah aku bisa melaporkan kejahatanmu ke polisi. aku merekam kesaksianmu barusan. tidak usah bertingkah sok hebat. tahta! aku butuh bantuan!"
"siap bro!"
tahta merebut paksa hp rico, lalu memiting leher rico sampai ia pingsan. dengan kerja sama mereka berhasil membawa rico ke rusun, dengan cara memasukkannya dalam karung beras ukuran besar.
arqan mengikat rico dengan tali rafia. arqan sengaja membuat ikatannya berlapis karena khawatir rico melepaskan diri.
sementara itu, rachel berhasil menangkap orang lain yang memiliki foto yang sama.
- POV rachel -
kembali ke beberapa jam yang lalu.
setelah rachel menemukan foto dirinya tidak memakai busana, kucingnya nein terus menerus menggaruk pintu depan. rachel pun mengerti maksud kucingnya itu. dia segera mengambil sweater dan pergi jalan jalan dengan rachel.
saat menuruni tangga nein tiba-tiba saja melompat ke sisi lain tangga dan mendarat tepat di atas kepala aster yang sedang berjalan turun.
rachel meminta maaf. dia membantu aster bangun dan memungut foto-foto yang berserakan di jalan. namun rachel tidak jadi meraihnya saat melihat sisi depan foto yang berserakan itu adalah foto sama yang dirinya pegang saat ini.
aster menyerang rachel. dia menahan rachel ke dinding dan membungkam mulutnya.
"kalau kau melapor kita berdua sama-sama rugi. aku mengeditnya karena diperintahkan oleh seseorang yang tidak bisa aku lawan. itu tidak kejahatan, aku tahu."
"dan jika kau melaporkan. aku akan memberitahukan yang sebenarnya pada polisi. bahwa kelekatan kalian di foto itu asli. hubunganmu dengan arqan pun pasti akan terganggu. kau tidak mau hal itu terjadi bukan?"
rachel menggigit tangan aster. aster pun membenturkan kepala rachel ke dinding. saat rachel akan dibenturkan lagi seseorang datang menolongnya.
lauroe si cebol mencubit paha aster, lalu saat aster melepaskan rambut rachel lauroe pun membaliknya dan menghantam dagunya. rachel pun selamat dari bahaya.
"terima kasih dik, aku tidak tahu bagaimana cara membalasmu." rachel memegangi dahinya yang terluka.
lauroe bersimpati dengan gadis itu. lauroe pun menawarkan bantuan lagi.
"bisa bantu aku mengikatnya? ada urusan pribadi yang harus aku selesaikan dengannya." pinta rachel.
lauroe pun menggendong aster yang pingsan di bahunya. rachel mengumpulkan semua foto yang berserakan di lantai. dilihatnya satu persatu.
"ku harap arqan tidak melihat ini."
"tunggu, arqan...?"
muncul kecurigaan dalam hati rachel kalau arqan lah otak dibalik kejadian ini. dengan mempertimbangkan teknologi drone yang dia miliki bukan tidak mungkin dia mengambil foto itu dari luar, kemudian mengeditnya dan menjualnya ke teman-temannya.
jawabannya akan muncul dengan sendirinya dari mulut aster yang telah dia ikat di atas meja dapurnya.
rachel tidak memperhatikan lauroe sampai dia menanyakan soal arqan. lauroe datang untuk menagih hutan pada arqan. namun arqan tidak ada di rumahnya. saat turun tangga itulah lauroe melihat rachel sedang dianiaya.
rachel mengucapkan terima kasih sekali lagi. lauroe melihat peluang bisnis dari situasi rachel, ia pun menawarkan ke rachel jasa menginterogasi sekelas polisi.
mendengar itu rachel merasa telah menemukan oknum pekerja paruh waktu next level.
lauroe berhasil meyakinkan rachel untuk menyewa jasanya. dan akhirnya lauroe pun memperkenalkan dirinya sebagai pekerja paruh waktu serabutan yang terkenal dari smk negeri 7 harapan.
sebelum memulai interogasi rachel menjelaskan terlebih dahulu permasalahannya. setelah tahu tindak kejahatan yang dilakukan aster, lauroe pun membuas. dia menampar aster berkali kali sampai siuman.
rachel yang melihat cara lauroe terlalu brutal pun menyuruhnya untuk lebih lembut. lauroe merangkai huruf o dengan jarinya lalu ditunjukkan ke rachel.
aster yang baru siuman masih tidak sadar kalau dirinya sedang diikat. dirinya barus sadar saat berusaha menjauhkan wajahnya dari kompor yang menyala.
interogasi yang akan dilakukan oleh lauroe akan menjadi sangat buruk.
.......................................................................................
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian 😂
__ADS_1
.......................................................................................