
Si bocah pencipta obat kuat melirik rachel. Dia berkata dalam hati, "cakep juga tu cewek. Daripada ngurusin obat mulu, apa lebih baik gue nyoba pacaran aja ya? "
Siswa itu masuk ke laboratorium yang di dalamnya ada arqan berserta sirkelnya. Tatapan tidak mengenakkan masih terlihat di mata siswa itu. Rachel diam-diam berjalan ke sudut menjauhi si siswa, namun siswa itu terus mengejarnya.
Arqan memegang bahu si siswa, "ada urusan apa lagi? Ngapain lu jalan ngedeketin mba rachel? " tanya arqan.
"gue mau minta, " dia menyingkirkan tangan arqan dari bahunya.
Siswa itu merapatkan kakinya, lalu meminta maaf kepada rachel. "gue minta maaf. Bener kata arqan, laboratorium bukan satu-satunya kemungkinan. Sekali lagi maafin gue."
"iya, aku sudah memaafkanmu." rachel menurunkan pandangannya.
Siswa itu menyodorkan tangannya ke rachel, sudah jelas apa maksudnya.
"kenalin, aku farhan wiguna. Mba kerja sama arqan kan, hati-hati mba arqan itu orangnya cuek banget, kalo mba kenapa-kenapa jangan harap dia bakal nolongin mba. "
Rachel tidak tahu siswa itu sedang bercanda atau apa, dia hanya tidak suka membicarakan keburukan orang.
"jangan ganggu aku, " ucap rachel dengan tegas memberitahukan ketidaksukaannya terhadap farhan.
"ohh gitu, mbak gak suka aku disini. Kalau begitu langsung aja aku bilang disini. Jadilah pacarku mbak, "
Rachel menatap jijik siswa itu. Sifatnya berubah dengan sangat cepat, hal itu memberi gambaran ke rachel tentang bagaimana sikapnya kalau menjadi pacar nanti. Tentu saja rachel tidak akan mau menjadi laki-laki yang kasar.
Sebuah botol kaca diayunkan dengan kuat ke kepala farhan. Teman arqan yang bernama tahta tidak senang dengan kelakuan farhan yang menganggap perempuan sebagai barang.
Rachel menjerit melihat kepala farhan berlumuran darah, namun anehnya farhan tidak bergeming sama sekali.
"sudah kubilang jangan anarkis taht!!" arqan kecewa dengan kelakuan temannya. Aksi pemukulan itupun berbuntung panjang.
Farhan melaporkan tahta ke guru bk, guru bk melaporkan tahta ke kepala sekolah, kepala sekolah melapor ke orang tua tahta. Akibatnya tahta pun di skors selama 1 minggu.
Kejadian itu sangat cepat. Dalam sekejap arqan kehilangan satu orang pelindungnya. Marry memasang muka masam, sementara rachel duduk bersama mereka di kantin setelah memberi seporsi gado-gado.
Rachel mendengarkan cerita arqan tentang kejadian kemarin. Setelah dipukul dengan botol kaca oleh tahta, farhan sempat akan berkelahi dengan tahta. Namun kakak kelas mereka menghentikan aksi perkelahian itu, sehingga tahta dilaporkan ke bk. Padahal jika dibiarkan saja keduanya akan sama terluka dan akan sama-sama dihukum.
"bukankah lebih bagus seperti ini. Kalau dibiarkan berkelahi mereka berdua bisa terluka lebih parah kan? " tanya rachel.
"iya sih mba rachel, tapi minimal si farhan dihukum juga. " keluh marry.
"percaya ataupun enggak farhan kemaren itu udah nolongin mbak dari nasib buruk. " ucap marry menyinggung sesuatu.
Arqan memberi isyarat ke marry untuk berhenti bicara tapi marry tampak mengacuhkannya.
"nasib buruk? Maksudnya nasib buruk akan datang kalau aku menerima tawaran farhan? "
"betul! Asal mba tahu ya, arqan itu terkenal sebagai playboy akut. Dianya suka main cewe, malahan udah pernah lakuin 'itu' sama salah satu ceweknya. Kabarnya ceweknya itu sampai hamil dan sekarang anak dikasih ke pasutri yang kesusahan ngelahirin anak."
"pokoknya dia laknat banget!! "
Marry terus membuka keburukan-keburukan farhan. Sampai arqan berkata, "kebanyakan dari itu cuma cerita dan rumor. Enggak semuanya bener kok, " terang arqan ke rachel.
"tapi yang pacarnya hamil terus anak dikasih ke orang itu fakta kan!" tekan marry.
"pokoknya saranku mba jangan mau dideketin orang itu. Dia cowok laknat brangsak!! "
Rachel membuat janji dengan dirinya tidak akan terpengaruh rayuan farhan. Marry berkata lagi, "aku dulu juga pernah jadi korban gombalannya. Waktu itu aku masih bodoh, hampir aja aku dirusak sama dia, untungnya ada arqan yang memergoki kami."
"kok arqan bisa tahu posisi kalian, apa kalian mainnya di sekolah? " tanya rachel blak-blakan.
Arqan tertawa kecil sembari membuang muka dari marry. Marry memicingkan mata kepada temannya itu. Melihat marry tersinggung rachel segera meminta maaf, "maaf aku keceplosan,"
"enggak apa-apa mba rachel, ekhem! Aku gak ngelakuinnya di tempat umum. Pas itu aku sama farhan lagi di toilet umum terus-"
Arqan kecicikan makin jadi, rachel ikut tersenyum geli mendengar cerita marry. Marry yang merasa dipojokkan oleh kedua orang itu sedikit merajuk.
"mau dilanjutin atau enggak nih? Padahal gue mau nyeritain kekerenan elu, tapi lu bikin gue kesel! "
__ADS_1
Pipi marry membulat. Untungnya dia tidak benar-benar marah meskipun sedang membicarakan tentang aibnya. Arqan membujuk marry dengan roti dari bread shuttle (sebutan untuk siswa yang dijadikan pesuruh oleh siswa lain, sesuai namanya mereka khusus mengantarkan roti).
"kau pakai jasa bread shuffle arqan? Aku tidak menyangka ternyata kau seorang pembully."
Rachel bergeser menjauhi arqan.
"enggak kok! Aku gak nyuruh doang, aku ngasih upah juga!" arqan membela diri.
Bread shuffle datang lagi, mereka mengantarkan roti pesanan marry. Karena arqan sudah memberikan rotinya ke marry, sekarang gantian marry yang memberikan rotinya ke arqan.
"lanjutkan ceritamu marry! biar mba rachel tahu sebusuk apa farhan!" pinta arqan.
Sambil sedikit tertawa marry melanjutkan ceritanya, "saat itu aku sama farhan hampir saja melakukan 'itu' untuk saja sebelum benar-benar terjadi arqan dan tahta memergoki kami. Saat itu orang ini sedang menguji coba tikus rakitannya."
"Sangat lucu kalau mengingat kejadian itu, entah bagaimana tikus robot arqan mendaki kaki si farhan lalu bergelantungan di anunya. Kejadian itu membuat kami berdua histeris, tahta menendang pintu toilet, dan kami pun memohon kepada mereka berdua untuk merahasiakan kejadian itu. Setelah itu aku dan arqan jadi berteman baik."
"itu adalah cerita beberapa bulan yang lalu. Jadi cowok itu pasti belum banyak berubah. Kemarin aja dia bikin obat kuat, jangan mau didekati olehnya!" tegas marry dengan nada serius ke rachel.
Rachel menggangguk. Mumpung arqan sedang tidak mendengarkan marry berbisik ke rachel, "dia baik dan perhatian loh mba. Kalau mba belum punya pacar, mba bisa pdkt sama arqan. "
Rachel tertawa kecil mendengar itu. Rachel menarik tangan marry dengan anggun, mendekatkan telinga marry ke bibirnya. "aku akan mempertimbangkannya, saat ini aku hanya ingin bekerja dengannya~"
Marry membalas dengan menarik badan rachel, mendekatkan bibirnya ke telinga wanita yang lebih tua beberapa tahun darinya itu. Marry berkata, "kalau mbak butuh bantuan mendekati arqan, tinggal bilang padaku. Ini akan menjadi rahasia kita para gadis~"
Pukulan arqan mengagetkan kedua gadis itu, arqan menatap mereka dengan tatapan aneh.
"jangan pelukan kaya gitu disini. Malu diliatin bibi kantin. " bisik arqan.
Setelah obrolan santai itu, rachel ikut arqan memprogram ulang arcade game genocide rule. Pekerjaan cepat selesai hari itu, dan dia pulang berbarengan dengan arqan.
Sesampainya di luar rachel melempar tas nya ke sofa, lalu langsung duduk untuk menonton acara favorit nya. Setelah bersantai selama satu jam, rachel mengambil laptop nya untuk memulai pekerjaan translator.
Kehidupan rachel terasa datar. Rachel tidak masalah karena dia sudah bertekad akan lebih aktif saat menginjak usia 20 tahun. Untuk saat ini 19 tahun dia ingin fokus ke pekerjaan dan pelajaran kalau ada.
Arqan mengetuk pintu rachel, lagi-lagi dia menemukan nein tergantung di kerandanya. Karena merasa tidak enak dengan nein yang terus mengganggu arqan, rachel pun mengundang arqan ke rumahnya.
Namun arqan menolak karena dia sedang ada pekerjaan. Rachel merasa arqan sama sepertinya, terus menerus sibuk tanpa adanya waktu untuk bermain. Kesamaan itu membuat rachel merasa nyaman di dekat arqan.
Arqan mengajak rachel ke kamarnya. Arqan yang berilmu agama tinggi tahu betul kalau tidak baik laki-laki dan perempuan berduaan seperti ini. Namun dia juga tidak sembarangan membawa perempuan ke rumahnya.
Arqan sudah memasang kamera pengawas di rumahnya yang monitornya berada di kantor sekuriti di lantai satu.
Rachel melihat ruang tamu arqan yang sangat berantakan. Rupanya tadi malam arqan sedang merakit sebuah robot yang berbentuk anjing. Rencananya robot itu akan dipatenkan dan dijual untuk orang-orang yang ingin memiliki anjing tapi tidak tahan dengan bulu anjing.
"daripada mencukur bulu anjing kan lebih baik membeli seekor robot anjing. Tapi mahal sih, kayanya gak bakal ada yang beli produkku ini." ucap arqan ke rachel.
"tapi bagaimana caramu bikin kulit anjingnya? Jangan jangan kau bisa bikin daging prostetik juga? "
"aku-"
"tunggu, tunggu, bukan itu yang mau aku tanyakan!"
Rachel memotong ucapan arqan.
"sebenarnya sepintar apa anak-anak smk teknologi elit? Terutama kau? " rachel menunjuk ke wajah arqan.
Arqan berpikir sejenak. Ia lalu menjawab dengan bangga. "anggaplah kami sebagai semua sebagai penerus iron man. "
Arqan menunjuk sebuah poster yang sebelum tidak terlihat oleh mata rachel ketika mengambilkan tablet arqan. Poster itu berisikan gambar superhero marvel dan DC yang dalam ceritanya merupakan seorang ilmuwan.
Arqan sangat mengidolakan karakter karakter fiksi seperti Doctor Doom, Mr. Fantastic, dan lain-lain. Dari semua karakter itu Anthony Stark adalah yang nomor satu di hatinya. Arqan bertekad membuat sebuah AI yang berfungsi layaknya jarvis, asisten virtual tony stark.
Arqan bahkan sudah memutuskan untuk AI nya. "Minerva. Itu adalah nama asisten AI ku kelak. "
"kenapa namanya minerva?" tanya rachel.
"ya... Karena keren aja. Gimana denganmu rachel, kasih tau juga mimpimu. Tidak perlu malu ngomong denganku kalau diluar jam kerja. "
__ADS_1
"aku.. aku... aku gak punya rencana. "
Sekeras apapun rachel berpikir dia tetap tidak menemukan ketertarikan khusus ke suatu pekerjaan. Rachel memberitahukan spesifikasi pekerjaan yang diinginkannya ke arqan.
"aku gak masalah pekerjaan apapun itu, asalkan di tingkat kesulitan menengah dan gajinya bagus. "
Arqan menyarankan rachel untuk bekerja sebagai novelis. Jika dilatih mulai dari sekarang mungkin dalam dua tahun rachel bisa membuat novel yang bagus. Apalagi kepribadian rachel sangat cocok untuk menjadi seorang penulis.
"sudah selesai! Tinggal kita tes. Kau mau coba? "
Rachel menyambut remot kontrol yang sekilas tampak seperti stick ps 2. Rachel menekan tombol yang bertuliskan 'lompat'. Sontak robot itu pun melompat dengan gerakan badan yang sama persis dengan anjing asli.
Rachel terpukau dengan robot ciptaan arqan. Rachel bertanya apa lagi yang bisa dibuat arqan. Arqan menjawab kalau dia bisa saja membuat sebuah terminator jika diberikan waktu 10 tahun dan sumber daya yang memadai.
"bukan! Maksudku apa yang bisa kau bikin dari sumber daya yang ada saat ini?"
Arqan mengusap dagu lalu mengangkat robot anjing buatannya. Ditunjukkan celah di antara badan anjing robot itu.
"jika robot ini dibongkar aku bisa membuat sebuah turret berjalan. Tentu saja jika indonesia melegalkan penggunaan senjata api. Ada lagi yang mau kau tanyakan? "
"buktikan! "
Rachel meminta arqan membongkar robot yang sudah susah payah dia buat. Arqan menatap rachel. Kenapa gadis itu tiba tiba begitu serius sampai menyuruh arqan membuktikan ucapannya.
"aku gak mau merusak barang yang susah payah ku buat. Nanti kalau ada bahannya akan aku buatkan turret itu untukmu. Tapi kau juga harus membuktikan mimpimu padaku. "
Arqan dan rachel membuat taruhan. Arqan harus membuktikan ucapannya dengan membuat turret berjalan. Tantangan ini diterima oleh arqan karena dorongan mimpinya yang ingin menjadi seorang tony stark.
Akhirnya rachel tidak membantu apa-apa dan malah nobar film horror bareng. Volume film horror arqan bahkan sampai terdengar ke kantor sekuriti. Saat ada adegan jumpscare suaranya begitu besar sampai mengagetkan pak sekuriti yang sedang memegang minuman.
"kita tegur gak ya? Anak muda, Cowok sama cewek berduaan di satu rumah. Kalau ada tetangga yang lihat bisa berabe urusannya. " kata salah satu sekuriti yang sesekali mengawasi monitor di rumah arqan.
"gak usah atuh, lagian arqan teh anaknya baik, gak mungkin macam-macam sama anak orang. " kata sekuriti lain.
Akhirnya para sekuriti membiarkan arqan dan rachel bersenang senang. Hingga larut malam rachel masih di rumah arqan. Sudah 4 film mereka tonton dan 2 kali gojek mengantarkan makanan.
Rachel menyebut gaya hidup arqan bolos karena terus menerus memakai jasa gojek, namun arqan berdalih kalau dia punya banyak uang saku hasil jualan drone.
Rachel iri kepada arqan yang memiliki bakat layaknya nikola tesla. Bisa membuat barang ini dan barang itu yang mempermudah kehidupan nya.
Tiba-tiba rachel teringat dengan komik online yang harus dia translate. Dilihatnya jam dinding ternyata sudah pukul 10 malam. Rachel bergegas pamit dan pulang ke rumah.
Begitu sampai dia langsung menyalakan laptop nya. Alangkah terkejutnya rachel saat melihat wallpaper atau halaman screen laptopnya telah berubah menjadi gambar alat vital pria.
Teror yang mengerikan itu membuat rachel histeris. Dia segera menelepon arqan dan memberitahunya apa yang baru saja dia alami.
"...cepatlah kemari. Aku membutuhkanmu untuk mengecek kamera CCTV." ucap rachel di telepon.
Rachel menyalakan lampu dan mengambil pisau dapur untuk jaga-jaga seandainya si peneror bersembunyi di salah satu sudut rumahnya.
Tak lama kemudian arqan datang. Arqan melihat gambar jorok yang terpajang di laptop rachel.
"ini... Jangan-jangan ada penguntit yang masuk ke rumahmu."
Rachel sangat terpukul, seumur hidup dia tidak pernah merasa setakut ini. Rachel tidak pernah menyimpan video ataupun gambar-gambar dewasa di laptopnya. Ditambah lagi alat vital yang ada di gambar itu sangat jorok dan dipenuhi luka.
Rachel muntah saat mengingat gambar itu. Saat membuka penutup tempat sampah dia sekali lagi histeris mendapati kucingnya nein dalam keadaan sekarat penuh darah.
Rachel berteriak memberitahukan temuannya pada arqan. Ia mengangkat nein perlahan menghindarkan tangannya dari luka nein. Arqan berasumsi kucing itu sepertinya ditusuk di punggungnya menggunakan pisau cutter.
Asumsi itu berdasarkan luka tusukan pada punggung nein yang tidak biasa. Itu artinya peneror yang menyerang nein bersenjata.
Rachel segera mengantarkan nein ke klinik hewan. Sementara arqan melaporkan kejadian ini ke sekuriti. Sontak satu gedung pun heboh dengan kejadian itu.
Rachel tidak habis pikir dengan keadaan rumah barunya. Pertama pak nam, sekarang penguntit bejat, kalau seperti ini terus dia merasa tidak sanggup tinggal sendiri.
.......................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian 😂
.......................................................................................