Nekophilia

Nekophilia
Bab 9 : Pertanda


__ADS_3

[lu pengen beli merek roti apaan? Emangnya lu punya duit?]


"dengerin dulu, gua pengen beli merek roti dingin langganan kita. Lu tahu kan selaris apa tu roti. Nah gua pengen beli tuh, biar awet sampai kita lulus."


[gak perlu.] marry menjawab dengan sinis.


[bapakku sudah membeli makanan itu. Eh bentar, lu lagi di taman kah? Lu kesana sendirian...? "] tiba-tiba arqan menjadi panik bergegas dia menarik tangan rachel dan pergi dari taman bermain.


"tidak ada waktu menjelaskannya rachel. Bawa nein pergi, sebelum kita ketahuan...! " rachel ikut saja. Walaupun mereka melewatkan sisa kesempatan menaiki wahana secara gratis bagi rachel itu tidak masalah. "untung saja aku sudah ambil foto tadi. ", "maksudmu aib ku? Aku tidak masalah asalkan kau tidak menyebarkannya kemana-mana, terutama ke marry. ", "enggak akan kok. Aku pintar menjaga rahasia teman. "


Setelah pulang rachel bergegas membersihkan diri lalu melanjutkan ke rumah arqan. Pak sekuriti yang mengawasi tidak khawatir mereka 'begituan'. Arqan dan rachel sama-sama polos, pertemanan mereka lebih seperti pertemanan anak sd ketimbang anak seusia mereka. "kau bekerja sebagai translator...? Desaigner freelance juga...? ", "iya, asalkan ada bayarannya aku senang melakukannya. Sebelumnya aku berencana untuk kuliah, tapi di hari pertama aku langsung ditolak oleh mereka."


Seseorang mengetuk pintu rumah arqan. Tamu itu tidak lain adalah marry, gadis itu menatap arqan dengan tajam, sembari menyilangkan tangannya dan menghentakkan kaki pelan. "lu ke taman bermain sama mba rachel ya, kenapa lu gak bilang sama gue...?! ", arqan memegang pinggangnya dengan kesal, "kenapa gue harus melapor ke elu...! " marry menepuk dahinya, "lu sadar gak, pas di taman tadi ada banyak anak geng kapak...?"


Anak-anak geng kapak adalah para berandal yang hobi tawuran. Mereka berasal dari sma 13 malam sendu. Mereka sering membuat kekacauan dan yang paling parah pernah menyerang anak-anak sekolah lain yang bertemu mereka di tengah jalan. "gak ada tuh, lagian gak mungkin mereka bikin rusuh di tempat umum." arqan mengajak marry masuk.


Marry terkejut melihat rachel ada disitu membuatnya curiga hubungan rachel dan arqan sudah sampai di tahap tertinggi. Batin marry berucap, "padahal kemarin dia bilang gak tertarik sama arqan, jangan-jangan cewek ini gampang merubah pendirian...? Atau jangan-jangan dia mendekati arqan biar dapat gaji lebih tinggi."


"halo marry, " sapa rachel. "halo mba rachel, mba sudah lama disini...? ", "enggak, aku juga baru datang kesini. " arqan menyiapkan minuman untuk rachel dan marry. "oh ya, gimana soal penguntit kemarin, apa sudah tertangkap...?" tanya marry ke rachel atau arqan. "sudah kemarin, berkat bantuan si awan. " jawab arqan.


"ini dia jus pisang, bagus untuk kesehatan." arqan memodifikasi blendernya sehingga tidak bersuara saat dinyalakan. Marry membawakan buah tangan kue mangkuk untuk mereka. "cuma aku yang gak bawa apa-apa..." rachel merasa tidak enak. "gak apa-apa mba rachel, nih aku suapin buat mba...! "


Marry mendorong kue mangkuk ke mulu rachel. Batin marry kembali berucap, "makan nih cewek gatel...!". Rachel mengunyah dengan cepat, rachel tidak tahu kalau marry sengaja ingin membuatnya tersedak. Arqan mengembalikan perbuatan marry, "kau juga harus makan seperti itu marry...!" arqan menyumpalkan kue ke mulut marry juga memberinya minum.


"cukup...! " teriak marry, selai dan mentega berhamburan di pipinya. Rachel memberinya tisu, dia dan rachel menatap arqan. Sepertinya mereka mempunyai ide yang sama. Rachel dipasung oleh kedua gadis itu lalu bersama mereka menyumpal arqan dengan kue dan jus.


Rachel resmi menjadi sirkel arqan yang terdiri dari arqan, marry, dan tahta (anak yang diskors). Arqan menjelaskan sirkelnya lebih dari sirkel pertemanan biasa. Jika terjadi sesuatu rachel bisa meminta tolong kepada mereka terlebih dahulu. Sirkelnya beranggotakan anak-anak elit, arqan yang jago IT bahkan lebih, marry si anak sultan yang royal dan berkuasa, tahta yang jago bela diri dan tegas, rachel yang sudah lebih dulu dewasa dan dapat dijadikan contoh.


"mba rachel, gimana kalau mba kasih kami nasihat tentang dunia kerja. Aku sering lihat ayahku bekerja di pabrik, beliau sering mengalami naik turun emosi selama bekerja. Kalau dari mba sendiri, ada gak nasihat yang bisa disampaikan...?"


"nasihat ya, " rachel membayangkan seluruh pekerjaan yang pernah dia geluti. Rachel pernah bekerja sebagai, freelance desaigner, translator, penjaga toko elektronik saat libur smp, asisten pribadi, tukang masak di warung, dan babysitter. "dengarkan anak-anak, aku enggak pernah bekerja di tempat yang bergaji UMR aku hanya ikut orang lain. Karena itulah nasihat yang bisa kuberikan, jika suatu saat nanti kalian bekerja di bawah seseorang, jangan meminta banyak hal kepada bosmu. Tapi jangan mau juga dimanfaatkan oleh mereka. Terutama untuk perempuan, berhati-hatilah dengan lingkungan kerjamu.", "wow, artinya sangat dalam. Apa mba pernah mengalami yang kayak gitu...? " tanya marry.


"untungnya enggak pernah. Tapi aku dengar ada banyak yang seperti itu." lanjut rachel. Tiba-tiba kamar arqan dilempari oleh anak-anak sma lain dari luar. "apa apaan ini...!!! Kalian dari sma mana...!!!! " teriak arqan.


Para berandal yang berjumlah 3 orang itu melempari mereka dengan petasan kupu-kupu dan petasan yang ledakannya cukup besar. Rachel dan marry bersembunyi di dapur sementara arqan berhasil menutup pintu depan. Para berandal itu pun kabur saat sekuriti mengetahui perbuatan mereka lewat pantauan cctv di rumah arqan.

__ADS_1


Namun saat pak sekuriti mengejar ketiga berandal itu muncul berandal lainnya yang memalukan perusakan ke pintu arqan. Arqan mengambil stun gun dan mengancam mereka. "pergi kalian geng kapak...!!! Aku punya stun gun dan banyak senjata lainnya....!!!! " para berandal itu tidak peduli. Mereka terus berusaha masuk ke rumah arqan dengan menghancurkan pintu nya.


Para berandal itu pun berhasil membuat celah seukuran orang dewasa. Saat dilihat lagi ternyata mereka bukanlah anggota geng kapak. Mereka orang dewasa spesialis mencuri dan melakukan serangan.


"kenapa kalian mengusik ketenanganku hah...!!!! " arqan menyetrum mereka dengan stun gun (pistol listrik). Mata arqan terbelalak saat melihat moncong benda mirip pistol diarahkan padanya dari celah pintu.


"syuu...!!!" pistol berperedam suara. Diketahui orang-orang itu adalah komplotan perampok yang terkenal suka menargetkan rumah susun dan melancarkan aksi di siang hari. Namun media tidak menyebutkan sebrutal apa mereka. Para perampok ini sangat sulit ditangkap karena mereka jago melarikan diri.


Rumah arqan berubah bak kapal pecah. Arqan bersembunyi di balkon sementara, rachel dan marry bersembunyi di dapur. "tolong...!!! ada rampok...!!! Kamar arqan diserang perampok...!!!! " teriak anak muda yang tinggal di seberang kamar arqan. Si perampok menembak kaca di samping orang itu. Sontak saja melihat bekas tembakan di kaca membuat orang itu membeku. Si penembak mengalihkan targetnya, sementara satu orang lagi berhasil masuk ke dalam rumah arqan.


Orang itu tidak punya pistol, sehingga arqan berani melawannya. Arqan melempar pot bunga namun ditangkap dengan mudah oleh si perampok. Saat arqan ingin menyetrum nya dengan stun gun perampok itu lebih dulu menangkapnya. Beruntung marry juga membawa stun gun, marry menyetrum perampok itu dari belakang. Arqan dan marry kompak menyetrum perampok itu. Sementara itu perampok yang memegang pistol bertemu pak sekuriti di tangga. Malang sekali nasib pak sekuriti dia harus meninggal setelah 3 peluru bersarang di dadanya.


Kebrutalan perampok itu terus berlanjut. Para berandal yang tadi dikejar pak sekuriti kembali masuk ke rumah susun. Mereka menarik pistol yang disembunyikan di bawah ******** dan menyandera warga rumah susun.


Arqan berusaha memahami situasi, asumsinya orang-orang radikal ini adalah teror*s atau semacamnya. Karena rumahnya sudah tidak aman lagi, arqan berencana membawa rachel dan marry ke kamar lain yang lebih aman. "rachel, rumahmu dikunci kan...? ", "i-iya, aku selalu mengunci pintu saat keluar. "


Arqan membor atap kamar rachel yang kemarin dia tambal menggunakan lem gajah. Setelah berhasil membuka jalan arqan segera menurunkan marry dan rachel. "aku sudah menelepon ayahku dan juga polisi. Sebentar lagi mereka akan datang...!" ucap marry, terdengar jelas perasaan takut dari suaranya.


Setelah menurunkan kedua temannya sekarang giliran arqan, namun tepat sebelum arqan akan turun si teror*s kembali dan menembak bahu arqan. Sebelum jatuh arqan sempat menarik robot anjingnya. Arqan pun jatuh terhentak ke lantai. "lari...!!!! Bersembunyi ke toilet...!!!! " arqan meraih robot anjingnya yang terjatuh di dekatnya. Selang beberapa detik kemudian si teror*s turun lewat lubang itu. Dia melangkah dengan hati-hati, sangat awas dengan sekitar.


"mati kau...! " bzzztt...!!!!


Si teror*s ambruk. Dengan terpincang pincang arqan merebut pistol si teror*s dan tanpa pikir panjang menebaknya.


Rachel kaget dengan tindakan arqan. Melindungi diri dengan cara melenyapkan ancaman tidaklah salah. Tetapi hukum HAM tidak memiliki batasan.


Selang beberapa detik kemudian terdengar suara seseorang yang tengah mengancam polisi. Komplotan teror*s sudah menguasai gedung itu, mereka menggunakan sandera untuk mengancam polisi dan tentara.


[apa motif kalian melakukan tindakan radikal seperti ini..?? Apa yang kalian inginkan...?!] tanya komandan polisi dengan pengeras suara.


Kelompok radikal yang berjumlah 10 orang itu menginginkan pembebasan untuk seorang pelaku kriminal yang dikenal sebagai pemimpin geng radikal. Geng itu bernama geng mata elang. (geng ini dikalahkan oleh tokoh utama novel sebelah. sistem kebaikan pemuda terundung).


"bebaskan bos kami...!!! Satu jam satu nyawa melayang...!!!! " Ancaman para ******* itu membuat para penghuni rumah susun ketakutan. Komandan polisi pun dibuat pusing dengan permintaan ini, mau tidak mau mereka harus menuruti keinginan para bajingan itu.


Sambil menahan sakit arqan membalut luka-lukanya. "ini benar-benar hari yang buruk. Apa kakimu bisa digerakkan. " tanya rachel. "arqan mengangguk, dia sangat menderita. Terlihat marry sedang menangis di samping arqan. "jangan nangis marry, kau harus kuat, para ******* itu masih ada disini. " ucap arqan.

__ADS_1


Rachel memasukkan nein ke kandangnya. Kucing itu tidak mengeong sekalipun, tak lama kemudian terdengar langkah kaki diluar rumah. "kembali ke toilet, aku akan mencari tempat persembunyian yang lain," arqan berbisik. Rachel berusaha membawa arqan bersama mereka namun dia menolak. "kenapa..!? Tidak perlu sok melawan mau melawan mereka..!! Kau hanyalah siswa smk biasa..!! " bisik rachel dengan nada marah.


"anak-anak smk teknologi elit bukan pelajar biasa." arqan mengikat kencang kakinya dengan selendang milik rachel, "pakai saja itu,"


Arqan memanjat kembali ke kamarnya dilihatnya si teror*s yang tadi sudah bangkit. Tidak punya pilihan arqan pun menembak mati orang itu tepat di belahan pantatnya. Arqan kembali dengan membawa kotak perkakasnya. "ingat janjiku kan rachel, aku akan membuat sebuah turret berjalan jika bahannya sudah terkumpul. Akan aku buat sekarang."


Arqan membuat turret berjalan, dicopotnya kepala si robot anjing dan perangkat intinya. Dilekatkannya perangkat itu ke tripod, kepala robot dia taruh di atas lalu arqan melekatkan pistol di sisi kiri kepala robot. Fungsi kepala robot itu adalah sebagai penggerak pistol, agar setidaknya bisa membidik turun naik. Selanjutnya arqan mencabut roda koper lalu memasangnya di bawah nampan kayu.


"keseimbangannya harus terjaga. Turret ini setidaknya harus berfungsi di medan rata.", "kau yakin itu akan berfungsi arqan?" tanya rachel, "tentu saja. Aku akan melindungi diri dengan ini.", "kenapa kita tidak coba kabur saja lewat belakang...?", "aku merasa tidak mampu melakukan itu dengan kaki seperti ini. Kalian pergilah jika bisa...!"


Marry menggigit jari, rachel tampak putus asa. Mereka berdua tampaknya tidak ingin meninggalkan arqan. Beberapa detik kemudian rumah rachel didobrak. Arqan berhasil menembak orang itu dengan turret. Di sela kebahagiaan mengetahui turretnya berfungsi dengan baik arqan juga harus menerima kenyataan pahit dirinya kena tembak di dada.


"arqan...!!!!" rachel berteriak memanggil arqan. Rachel menangis histeris, sembari memeluk arqan dia hanya bisa berdiam diri saat punggung berlubang di tembus peluru. Arqan menatap wajah rachel yang memucat. Arqan benar-benar menyesal tidak bisa melindungi rachel. Tak lama kemudian arqan terperanjat.


Semua itu ternyata hanya mimpi, arqan tertidur dan bermimpi buruk gara-gara mabuk wahana. Menyadari semua itu hanya mimpi arqan tertawa kecil. Dia tertidur di lantai, ada rachel memeluk sisi kanannya, dan ada marry memeluk sisi kirinya. Entah apa yang dilakukan kedua gadis itu sampai bisa ketiduran di rumahnya.


"aku merasa kaya mc anime harem. Merasa kaya setan juga. "


maksud perkataan arqan :


- tokoh utama anime harem, biasanya dikelilingi lebih dari satu wanita seperti keadaan arqan saat ini.


- arqan tidur bersama dua wanita yang bukan mahram nya membuatnya merasa seperti teman setan.


Arqan melihat jam tangannya, sudah jam 3 pagi. Karena dirinya sudah terlanjur bangun arqan pun menjauh dari kedua gadis itu, memberikan mereka selimut, kemudian tidur di atas sofa. Mimpi tadi terasa seperti pertanda yang menyuruh arqan segera membuat turret berjalan. "janji harus ditepati. Aku akan membuatnya besok." ucap arqan dalam hati.


...


Sebagian besar isi bab ini cuma prank 😅 maaf buat yang udah serius baca, author lagi gabut🙏


...........................................................................


Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 sekalian follow author juga ya. Janji gak bakal rugi deh,


dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian 😂

__ADS_1


...........................................................................


__ADS_2