Nekophilia

Nekophilia
Bab 61 : Akhir Cerita Kami


__ADS_3

Beberapa hari kemudian di museum sejarah. Rachel tak bisa menyembunyikan kebosanannya terhadap barang-barang yang terpajang.


Dia mau ikut karena di ajak oleh Arqan. Habisnya ketikan chat nya tampak sangat bersemangat.


Selain Arqan dan Rachel, ada juga Tahta. Tahta murung karena sampai sekarang dia belum bisa mendekati Rukaiyah. Niat awalnya hendak healing tapi setelah melihat Rachel menguap di belakang Arqan perasaan Tahta jadi sedikit membaik.


"Maaf aku tertawa di belakangmu Tahta. "


Karena Arqan membuat Rachel bosan jadi Tahta tidak merasa sendirian. Kalian pahamlah maksudku.


Arqan berusaha melupakan soal KKB Papua. Dia berusaha melupakan sugesti yang Milor Smith yang mengatakan Arqan memiliki tanggung jawab untuk menjaga negeri ini.


Karena kepalanya pusing Arqan pun mengajak Rachel beristirahat sebentar di kursi umum.


"Kau sakit? Mau aku carikan obat? " Rachel memberikan tisu untuk menyeka keringat Arqan yang sangat banyak.


Tahta yang selalu mengikuti mereka pun sigap menolong. "Aku sudah duga kau sedang tidak sehat. Jadi aku bawa semua jenis obat. Ada obat sakit perut, mag, migrain, salep kutu air juga ada. " Tahta membuka tasnya dan menunjukkan isinya ke Arqan dan Rachel.


"Oke makasih sales Tahta. "


Setelah minum obat gratisan Arqan berdiri lagi.


"Ayo kita pulang Rachel. " (Arqan)


"Baik! " (Rachel)


**


Seperti biasa Rachel membuat pai apel kesukaannya. Kali ini dia membuat 5 porsi. 3 untuk teman temannya, 2 untuk dirinya sendiri.


"Hahh enaknya hidup seperti ini. Memiliki sahabat baik, tetangga baik, rekening penuh, peliharaan lucu. Aku harap keadaan ini bertahan sampai 50 tahun. " Ucap Rachel sambil tertawa.


Arqan tersenyum pada calon istrinya.


Nein dalam bentuk roh mengajak Arqan pergi ke lapangan bola dekat rumah mereka.


"Maaf Rachel, aku ada urusan sebentar. Jangan ikuti aku ya. " (Arqan)

__ADS_1


"Iya, hati-hati di jalan. " (Rachel)


Sesampainya di lapangan bola yang nampak sepi karena semuanya sudah diusir oleh Nein, Arqan bertanya apa yang harus dia lakukan.


Nein meminta Arqan untuk duduk lalu membagi ingatan dengannya. Nein menunjukkan momen dia membuat janji dengan Nostradamus. Janji yang harus Nein tepati suatu hari nanti. Karena Arqan menjadi partner nya jadi Arqan juga harus tahu.


Bahwa suatu saat nanti dunia akan berputar.


"Kenapa membawaku kesini kalau hanya ingin menunjukkan itu? " Tanya Arqan.


"Wah dasar tidak peka. Aku akan mengajarimu cara menggunakan ilmu batin. Bukan ajian dan semacamnya. Aku akan mengajarimu ilmu batin dari jerman. "


Arqan excited dengan pelajaran yang diberikan Nein.


"Pelajaran pertama sangat mudah. Ilmu Pyrokinesis tingkat tinggi yang dapat membakar sebuah pohon. Tapi karena disini tidak ada pohon aku ingin kau pindah tempat dulu. "


Arqan pergi ke pinggir danau. Melarutkan batang pohon untuk dijadikan sasaran apinya.


"Kemarin kau mengajariku cara meledakkan tong sampah dan melompat tinggi. Aku berharap sangat tinggi ilmu api ini akan tampak lebih keren. " Arqan mengutarakan isi hatinya.


"Di film Hollywood kekuatan Pyrokinesis digambarkan dengan sangat keren. Di dunia nyata pun tidak berbeda jauh. "


Nein melatih Arqan menggunakan ilmu lainnya sampai malam hari tiba.


"Kerja bagus nak. Aku ingin kau mengingat semua kekuatan itu. Sekarang pulanglah untuk makan malam. "


"Akhirnya... aku ingin makan pai Rachel. " Sahut Arqan.


"Pai Rachel..? " Nein membayangkan sesuatu yang lain.


"Apa yang salah dengan pai Rachel..? "


Nein menertawakan pikiran kotornya. Arqan baru memahami maksud Nein saat sampai di rumah.


Arqan mengantar Nein ke rumah Rachel Itu hanya modusnya yang hendak menjenguk Rachel. Ingat, Nein mampu melihat menembus objek padat. Kemampuan itu Nein bagikan ke indra keenam Arqan.


Arqan langsung membalikkan wajah saat melihat Rachel di toilet.

__ADS_1


***


"......"


"Meow~ meoww~"


Nein menggaruk pintu depan. Meminta dibukakan pintu oleh majikannya.


Mendengar suara kucing Rachel pun langsung melesat ke pintu depan.


"Kok kamu berada di luar Nein? "


"Ahh itu tidak penting. Mari kita tidur bareng. "


Cerita Rachel, Arqan, dan Nein pun berakhir disini.


***************************************


Terima kasih sudah membaca novel ini πŸ˜β˜•


**


Ringkasan cerita :


Novel ini adalah Side Story sekaligus Prekuel dari cerita Sistem Kebaikan Pemuda Terundung 2.


Bercerita tentang Ananda Rachel. Seorang gadis yang ditolak masuk perguruan tinggi. Hari-harinya menjadi tidak biasa saat dia mendapat hewan peliharaan dari seorang pemilik cafe.


Ia juga memiliki tetangga baik hati bernama Arqan Kencana yang juga merupakan sahabat, kekasih, sekaligus bosnya bekerja.


Tanpa sepengetahuan Rachel, Arqan dan kucingnya Nein memiliki hubungan yang spesial. Mereka berdua menjadi duo pemberantas makhluk halus jahat yang mencoba mengganggu ketenangan hidupnya.


**


Kelanjutan cerita Arqan dan Nein ada di novel Sistem Kebaikan Pemuda Terundung 2.


Disana mereka berperan sebagai The Chosen One. Sosok yang diduga mampu membunuh The Monarch, Dies Bell. Sang antagonis terakhir di Sistem Kebaikan Pemuda Terundung.

__ADS_1


3 tokoh utama sekaligus ada di novel baru itu😎. Author janji semuanya akan memiliki panggung yang keren dalam ceritanya. Jadi tetap setia baca karya After Future ya πŸ˜‰πŸ˜Žβ˜•πŸ™


.................................................................................


__ADS_2