Nekophilia

Nekophilia
Bab 24 : Perpisahan yang membentuk tujuan


__ADS_3

"siapa yang menyuruhmu mengedit foto ini? Dan dimana dia?" tidak kunjung mendapatkan jawaban yang diinginkan lauroe pun mulai bertindak brutal. Dia mengambil selembar kertas putih, melipatnya lalu menjepitnya di antara jari kaki aster.


Setelah persiapan siap lauroe menyentil kertas itu menyalurkan rasa sakit yang luar biasa ke saraf aster. Aster tidak henti hentinya berteriak selama proses penyiksaan itu.


"aku tahu siapa kau! Kau lauroe dari smkn 7 harapan kan! Akan kulaporkan tindak kekerasan ini pada kepala sekolahmu!" ucap aster di sela sela jeritannya.


"bacot. Yang melakukan kejahatan kan kau. Bersiaplah dipentung tongkat polisi setelah ini, artist +18 gila...!"


Rachel menelepon arqan, dipintanya bosnya itu segera ke rumahnya. Beberapa menit kemudian arqan datang membawa pentungan.


"apa???"


Rachel menunjukkan foto vulgar mereka berdua. "darimana kau dapat foto-foto ini? Aku juga dikirimkan foto yang sama oleh nomor tidak dikenal." arqan menuturkan temuannya ke rachel.


"kau melacak sinyal teleponnya seperti di film barat? Kau berharap aku percaya itu." ucap rachel dengan sinis. Rachel sebenarnya senang bukan arqan yang mengambil foto itu.


"baguslah kau tidak percaya. Jangan minta tolong lacak nomor hp padaku." (arqan)


"aku bercanda. Kau sangat keren kok." rachel menampar punggung arqan.


"Ngomong-ngomong dari tadi aku mendengar suara aster dan lauroe dari rumahmu. Apa yang mereka lakukan disana?" arqan menginterogasi rachel. Rachel menceritakan kejadiannya.


Saat mendengar aster menyakiti rachel, arqan pun langsung mencari aster dengan dendam membara. Terlihat lauroe sedang memainkan kaki aster, menyiksanya dengan terapi sentil kertas.


"cukup.. cukup.. " (aster)


"aku cuma mengirimnya ke rico. Dialah orang yang tidak bisa aku lawan. Kalau tidak percaya lihat saja riwayat wa ku." (aster)


"tolong hentikan... Kakiku mulai keram." (aster)


Arqan mendekati aster lalu memakinya dengan emosi penuh. Diakhir makian dia berkata, "dasar laknat! Padahal reputasimu bagus di sekolah. Disiplin masuk kelas, disukai guru-guru, jago membuat game. Tapi di belakang kau membuat orang lain malu dan terhina."


Rachel pun sudah tahu soal marry. Arqan menceritakan semuanya dalam hitungan menit.


"tidak kusangka perkara berpelukan dapat memicu masalah serumit ini. Maafkan aku." (rachel)


"ngomong-ngomong dari tadi aku mendengar suara aster dan lauroe dari rumahmu. Apa yang mereka lakukan disana?" (arqan)


Rachel menceritakan kronologis kejadiannya. Saat mendengar aster menyakiti rachel, arqan langsung mencari aster dengan dendam membara. Bocah itu ditemukan sedang menangis tersedu sedu.


"apa yang kau lakukan padanya lauroe?" tanya rachel. "aku cuma menyiksanya dengan terapi sentil kertas dan mencubit urat tendonnya." terang lauroe sambil menggerakkan tangan.


Arqan melapiaskan kemarahannya dengan memaki aster. Di akhir makian arqan berkata, "dasar laknat! Padahal reputasimu di sekolah bagus. Rajin masuk kelas, tidak pernah bolos, sering membantu guru, jago membuat game, aktif berorganisasi. Ternyata di belakang kau makan teman!" bentak arqan.


"katakan pada ananda siapa yang menyuruhmu, kacamata! Ucapkan dengan lantang!" bentak lauroe.


Aster akhirnya mau bicara, "rico! Dia dapat mentahannya dari marry! Mereka berdua yang memaksaku!"


"selama ini marry lah yang membiayai proyek game ku, jadi aku tidak bisa menolak perintahnya. Aku panik saat tadi mbak rachel memergokiku membawa fotonya. Aku sungguh tidak bermaksud makan teman." aster memalingkan mukanya karena malu.


Aster tertangkap basah oleh rachel, rico membongkar identitasnya sendiri ke arqan. Kedua orang itu diikat di satu bangku yang sama di rumah arqan.


Arqan duduk di bangku depan mereka lalu mengajak mereka bermusyawarah. "jujur saja aku tidak ada niatan mempolisikan kalian, asal kalian mengakui kesalahan kalian dan meminta maaf, serta berjanji tidak akan menguranginya lagi kepada siapapun. Dimulai darimu aster."


Aster mengakui sudah mengedit foto mereka, atas paksaan rico. Rico membenarkan pernyataan aster dan mengungkapkan tujuannya melakukan itu hanyalah untuk memprovokasi arqan.


Rachel memaafkan kekerasan yang dilakukan aster. Dia orang yang baik. Namun nein masih menggeram kepada aster. Nein tidak akan berhenti menggeram sampai aster dan rico pergi. Arqan pun sebenarnya belum memaafkan aster dan rico, namun tak ada gunanya memperpanjang masalah ini.

__ADS_1


Tahta menarik pundak rico, lalu berkata dengan besar mengepal di depan wajah rico. "kami berdamai bukan karena takut. Tapi kami tidak ingin nama baik smk teknologi elit tercemari oleh kelakuan kalian berdua!"


"kalau ternyata kalian masih punya simpanan file nya. Jangan sampai foto itu tersebar atau aku akan..... "


Tahta mematahkan tongkat baseball nya dengan genggaman tangan yang begitu kuat. "satu hal lagi, dimana marry?" (tahta)


"dia sudah pindah ke amerika. Bukankah di suratnya tertulis demikian." rico melirik arqan.


Jangan cari aku. Aku akan belajar untuk mandiri. Dikutip dari penggalan surat yang ditulis oleh sahabat arqan, marry leadswan.


Arqan terduduk lemas di sofanya. Dia tidak menyangka marry benar-benar pergi. Lebih dari itu dia pergi tanpa meninggalkan satu petunjuk pun mengenai lokasinya di amerika sana.


Rico mengaku tidak tahu alamat maupun nomor telepon marry saat ini. Rico tidak berbohong mengenai ketidaktahuan ini. Karena jawabannya tidak berubah meski lauroe sudah menerapkan terapi sentil super kuat padanya.


Ketidakmampuan ini membuat arqan memiliki ambisi baru untuk membuat alat yang bisa menemukan marry. Setelah semua orang pergi dan hanya tersisa rachel dan tahta, arqan pun memberitahukan tujuan hidupnya yang baru.


"aku akan membuat komputer super canggih yang mampu meretas seluruh kamera pengawas di amerika sana. Aku akan menemukan marry tanpa harus repot-repot menginjakkan kakiku di negeri paman sam sana." arqan mengatakan dengan sorot mata berapi api ditambah senyum lebar yang membuatnya tampak sangat percaya diri.


Rachel selalu mendukung mimpi arqan. Tapi di dalam hati dia sedih karena arqan pasti akan semakin sibuk dengan pekerjaannya, dan tidak punya waktu untuk berteman.


Kekhawatiran arqan langsung ditepis oleh ucapan arqan selanjutnya. Rupanya arqan belum selesai bicara, "tapi aku tidak akan buru-buru mengerjakannya. Mimpi belum tentu bisa diraih walaupun kita bekerja keras. Karena itulah aku akan mengerjakannya dengan santai. Aku akan mengerjakannya di sela sela waktu santaiku. Agar tidak ada teman lainnya yang kabur."


"nah gitu dong. Walaupun kau bermimpi jadi kriminal aku akan tetap mendukungmu. Aku akan menyiapkan rute pelarian seandainya CIA datang mencarimu." gurau tahta sembari merangkul arqan.


Rachel menaikkan bibir mendengar bantuan yang ditawarkan tahta.


Nein si kucing belang tiga pun kembali jinak.


***


Arqan membakar foto-foto itu di taman. Rachel juga ikut karena dia berkewajiban melakukannya juga.


Rachel hanya tersenyum menanggapi ocehan tahta. Namun rachel jadi khawatir akan satu hal yang pastinya akan menghambat pernikahan mereka. Yaitu agama.


Rachel memeluk agama kristen, sedangkan arqan islam.


Rachel tidak mau memikirkan perihal agama sekarang. Toh, pernikahan itu masih lama. Gumamnya.


***


Di tepi jalan aster dan rico berhenti sejenak untuk membahas masalah tadi. Intinya mereka berdua ketahuan dengan cara yang konyol. Aster menyalahkan rico karena telah terang terangan membongkar identitasnya.


"aku berniat menakut nakutinya dengan mengancam akan menyebarluaskan foto itu. Tapi tidak disangka si bego tahta datang di saat yang sangat tepat. Leherku masih sakit setelah dia pukul." rico memegangi lehernya.


"aku mengalami kejadian aneh selama di rusun itu. Kucing milik pacar arqan terus menggeram padaku seakan aku ini mahkluk halus. Lalu saat menuruni tangga, tiba-tiba saja kucing itu jatuh di atas kepalaku. Dan yang lebih anehnya lagi, foto yang seharusnya aman di dalam kantong jaket ku terjatuh ke lantai." ungkap aster.


"yang terakhir itu tidak masuk akal. Pasti kau salah ingat."


"tidak mungkin! Ingatanku ini sangat kuat. Tempat itu dan kucing itu sangat aneh. Aku tidak mau kembali ke sana lagi." aster menunjukkan bulu lengannya yang berdiri ke rico.


Rico tidak menanggapi hal itu dengan serius. Dia tidak ingin kembali ke rusun itu lagi karena udara disana kotor.


***


Malam harinya rachel nonton tv sampai larut malam. Di depan televisi dia duduk bersila, mengaduk kopi yang kian semakin dingin. Rachel tidak berniat minum kopi, dia hanya ingin memberi rasa pada lidahnya yang pahit.


"tidak ku sangka marry yang awalnya mendukungku ternyata hanya manis di bibir saja. Perasaanku bercampur aduk memikirkannya. Dia teman gadis yang baik, tapi buruk dalam percintaan."

__ADS_1


Rachel terus bergumam dalam hatinya. Tak lama kemudian dia mendengar suara drone di luar jendelanya. Rachel di telepon oleh nomor tidak dikenal, saat diangkat ternyata itu adalah arqan.


Arqan mengajak rachel naik ke atap rusun. Rachel pun bergegas memakai baju sweater, rachel punya 23 varian sweater berbeda warna. Untuk malam hari rachel memilih sweater bernama cappuccino, yang merupakan warna kesukaannya.


"semoga bukan kencan! Semoga bukan kencan! Semoga bukan kencan!! Aku belum siap untuk kencan, terlebih setelah ada kejadian seperti ini." kata rachel dalam hati.


Rachel bertemu arqan di tangga. "cemilanmu banyak sekali. Semua itu akan habis kalau teman-teman melihatnya. " ucap arqan.


"teman-teman? Aku kira kita hanya berdua." ucap rachel dengan polos.


"hahahaa.. Mana mungkin. Kau belum bergabung ke grub 'rusun kita bersama' ya?"


Tidak ada yang mengundang rachel ke grub itu selain arqan. Arqan menerangkan kalau rachel wajib masuk grub ini. Tujuan dibuatnya pun mulia, agar mudah berkomunikasi antar tetangga, dan saling bantu jika terjadi hal tidak diinginkan. Misal lupa mengunci pintu, bisa minta tolong ke tetangga untuk menguncikan, dan masih banyak manfaat lainnya.


Rachel bergabung ke grup itu, jumlah anggotanya ada 80. Rusun itu memiliki 4 lantai, di setiap lantai ada 12 rumah/kamar yang ukurannya cukup besar. 3 kamar di lantai satu milik tuan dan nyonya tanah. 1 milik sekuriti yang tinggal seorang diri.


Di lantai 2 hanya ada satu kamar yang terisi yaitu kamar paling ujung nomor 2 sebelah kiri yang ditempati rachel. Entah kenapa dia memilih kamar yang jauh bukan yang dekat tangga.


Jika rachel, arqan, tuan dan nyonya tanah, serta pak sekuriti dikesampingkan, berarti kebanyakan kamar dihuni oleh 2 orang atau lebih. Arqan mengkonfirmasi kebenaran hal itu. Kebanyakan penyewa di rusun ini adalah pasangan yang baru menikah tapi kebelet ingin hidup mandiri. Ambil contoh tetangga sebelah rumah arqan yang bertengkar waktu itu. Mereka hanyalah salah satunya saja.


Rachel terlambat mengetahui hal itu. Dia sudah terlanjur bergabung dengan grup rusun. Ya sudahlah. Katanya dalam hati.


Rachel bertanya ke arqan siapa teman-teman yang dia maksud. Rachel sudah memikirkan jawabannya, dan jawaban yang diberikan arqan sama persis dengan yang dipikirkan rachel.


"warga rusun. Kalau kau tidak mau berkumpul dengan mereka tidak masalah. Aku tidak akan memaksamu."


Sejak tadi arqan merahasiakan apa yang sedang berlangsung di atas sana, membuat rachel gemas padanya.


Saat rachel melangkahkan kaki di tangga tiba-tiba pandangannya berembun, kemudian dia pingsan tanpa sebab.


Rachel kembali bangun tak lama setelah itu. Dilihatnya langit berawan putih tanda-tanda akan turun hujan. Di pikirannya arqan lah yang membawanya ke atap.


"kenapa kau membawaku kesini? Kalau aku pingsan harusnya bawa aku pulang." rachel merasakan rintik air di hidungnya. Rintik air yang nyaman pun membasahi dirinya.


"gerimis? Bukan, kenapa airnya bau seperti ini?" rachel melihat genangan putih lengket di kakinya. Karena dia masih polos dia asal menyentuh cairan itu. Rachel pun menyadari kalau dia sedang bermimpi.


Genangan bau itu menghilang dan rachel mulai mengalami kejadian-kejadian random sebagai mimpi manusia pada umumnya. Di salah satu babak mimpinya, rachel membiarkan dirinya didorong jatuh dari atas tebing.ย 


Pengalaman yang menegangkan dalam mimpi itu menjadi hiburan tersendiri bagi rachel yang lelah menghadapi musibah di dunia nyata.


Sementara jiwanya berpetualang di alam mimpi, badan rachel di dunia nyata ternyata mengalami fenomena sleep walking. Badannya berjalan tak tentu arah. Beberapa kali rachel membentur dinding. Sleep walking nya juga bisa membuka pintu yang terkunci.


Nein yang melihat perilaku tidak wajar pemiliknya pun bergegas meminta bantuan ke arqan. Kenapa arqan? Karena mata anak itu selalu terbuka saat rachel berada dalam bahaya.


Sleep walking rachel ini bisa dibilang bahayanya abu-abu. Nein tidak memiliki pengalaman kedokteran karena dia hanya seekor kucing. Nein tidak tahu berapa lama fenomena sleep walking bisa terjadi.


Nein pun me miss call arqan berkali kali guna menumbuhkan rasa khawatir di hatinya. Nein juga memukul langit-langit kamar rachel dengan keras sehingga membuat kamar arqan sedikit berguncang.


Tepat disaat itu rachel berjalan keluar rumah. Rachel berjalan ke sisi kanan lalu membentur pagar. Kemudian dia kembali berjalan pelan ke arah kamarnya.


Dia melewati kamarnya dan berjalan ke arah tangga. Anak tetangga yang pergi keluar untuk mengeluarkan sampah terkejut melihat penampakan wanita berdaster putih tengah berjalan kikuk di lantai dua seberang.


Anak itu pun bergegas masuk rumah kemudian menangis sejadi jadinya ke orang tuanya. Dengan pakaian seperti itu wajar saja kalau rachel dikira hantu.


Saat rachel akan menuruni tangga saat itulah arqan datang menyelamatkannya.


.......................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold ๐Ÿ˜ dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian ๐Ÿ˜‚


.......................................................................................


__ADS_2