
Rasa masakan rachel sudah jauh berkembang. Dia merasa puas dengan rasa masakannya sendiri.
Tanpa sadar ia melewatkan panggilan produsernya 7 kali. Dia tak akan tahu malam itu kalau tidak diberitahu arqan.
"ya ampun!"
"aku melewatkan panggilannya 7 kali!"
Rachel segera menelepon balik bos nya. Sang bos pun marah marah ke rachel, untungnya mbak irina laurenz mengambil alih telepon.
Rachel hampir menangis dimarahi oleh si bos.
[ Kau akan mulai syuting besok. Pastikan datang sebelumnya jam 12. Lokasinya di jalan melati, dekat pertigaan jalan, restoran noebi. ]
"oke mbak laurenz."
[ selamat malam. ]
Irina menyelamatkan rachel dari kemarahan bos kumis.
"bosmu seram sekali. " ucap rukaiyah.
"kau boleh jadi apapun asalkan bukan konsumsi publik rachel. " sela arqan.
"di negara manapun artis adalah konsumsi publik. Aku tidak akan berlebihan dalam memainkan peran, misalnya berciuman. Aku tidak akan berciuman dengan lawan main cowo, mau setampan apapun dia. "
"yang akan ku cium hanya kau... "
rachel memainkan peran untuk menggoda arqan.
arqan tahu rachel hanya berakting dari ekspresi nya yang berlebihan. arqan menyarankan rachel untuk lebih menaturalsasi aktingnya.
"cewek imut dan polos sepertimu kurang cocok berekspresi genit seperti itu."
"tapi aktingku terlihat meyakinkan kan? "
"karena aku tidak tertipu, berarti akting tadi kurang penghayatan. kau harus tampak lebih polos, seperti dirimu yang biasa."
"kau bisa melakukan sesuatu yang sering dilakukan wanita. seperti mengaitkan rambut ke daun telinga."
rachel mengaitkan rambutnya ke telinga kanan. dia tidak sadar kalau arqan sedang mempermainkannya. selanjutnya arqan menyuruhnya mempraktekkan bintang sampo mengibaskan rambut.
"coba satukan telunjukmu seperti ini. " pinta arqan.
"begini, "
rachel terlalu polos, arqan terus menerus mempermainkannya untuk melihat lebih banyak sisi imut rachel.
tahta berteriak dalam hati melihat keseruan arqan bersama pacarnya. "oh tuhan, kapan aku punya pasangan??? " hatinya mulai menangis.
"ketemu!!"
rukaiyah tiba-tiba berteriak, dia menemukan email dari laptop yang menayangkan film pengabdi setan 3.
"bagaimana kau tahu laptop itu sedang digunakan untuk memutar film? " tanya arqan penasaran.
"mudah saja dengan cara membaca aplikasi yang sedang berjalan dan judul film yang sedang diputar. aku sengaja tidak menggunakan bahasa rumit agar kalian tidak bertanya dua kali. "
"sekarang ayo kita nonton! "
rukaiyah meretas laptop orang yang bahkan tidak dikenalnya. lalu nobar film horror yang sudah selama 20 menit.
"orang ini sedang nge-batch film. beberapa jam yang lalu dia nonton pengabdi setan pertama. "
cukup lama arqan, rachel, rukaiyah, dan tahta nonton film sampai mereka tidak sadar hari menjelang maghrib.
"jam berapa sekarang? aku baru sadar jam dinding arqan mati." tanya rukaiyah.
"jam setengah 8."
__ADS_1
rukaiyah langsung berdiri dan mengambil jaketnya.
"aku tidak sadar sudah selarut ini. aku duluan ya, kalau lewat jam 10 aku tidak pulang, aku bisa dipukuli. " ucap rukaiyah sambil buru buru memakai jaket.
tahta hendak menemaninya sampai ke rumah, tapi rukaiyah menolak.
merasa kasihan dengan tahta arqan pun membujuk rukaiyah dengan cara mempengaruhi dengan cerita seram.
"sebaiknya biarkan tahta menemanimu pulang. bukan apa-apa, kejahatan bisa terjadi kapan saja, kau butuh pelindung yang kuat. " bujuk arqan.
"tapi rumahku jauh, dan jalanan yang ku lalui tidak sepi. "
"tapi tak ada salahnya menerima bantuan teman kan. siapa tahu terjadi hal tidak terduga dalam perjalanan pulangmu."
setelah sedikit perdebatan rukaiyah akhirnya mau pulang ditemani tahta.
tahta memberikan 2 jempol untuk temannya itu.
setelah tahta dan rukaiyah pergi rachel bertanya apakah rukaiyah sudah masuk sirkel mereka.
"begitulah. sebenarnya tidak ada persyaratan khusus untuk berteman denganku. " jawab arqan.
"besok aku akan mulai syuting jam 12, jadi aku akan... maksudku, tidak bisa membantumu besok. " rachel tidak enak karena terus menerus libur bekerja.
arqan tak mempermasalahkan hal itu, karena baginya rachel lebih dari sekedar pegawai.
"tapi karena aku bos yang tegas aku akan memotong gajimu karena absensimu rendah. bersiaplah menerima gaji 1,2 juta saja bulan ini. "
"jahattt...!!"
walaupun rachel cemberut dia tetap imut di mata arqan.
"jangan nangis ya, uangmu kan masih banyak. " ucap arqan dengan senyum cerah.
"kalau besok ada waktu datanglah ke lokasi syutingku. di restoran dekat pertigaan jalan melati jam 12 siang. datang ya, aku belum punya teman disana. " pinta rachel.
"tentu saja mbak artis. jangan salting saat di depan kamera nanti ya, "
"haahh aku akan jadi artis media sosial. apa menurutmu itu bagus bu? "
rachel menelepon ibunya. dia terlalu bersemangat sampai tak bisa menunggu pagi untuk memberitahukan berita baik ini ke orang tuanya.
ayah dan ibunya ingin melihat rachel di lokasi syuting namun rachel melarangnya.
rachel mengaku belum terlalu mahir berakting, jadi dia meminta ayah ibunya menunggu sampai rachel merasa sudah memiliki akting yang bagus.
sang ibu mengiyakan saja permintaan anaknya itu. lalu karena malam semakin larut sang ibu mematikan teleponnya.
"apa katanya bu? " tanya ayah rachel.
"katanya dia malu dilihat pas masih grogi. kita tunggu saja sampai dia lebih jago berakting." kata istrinya.
***
keesokan harinya, rachel bersemangat memulai karir barunya. walaupun menjadi artis bukan impiannya siapa sangka dia memiliki bakat untuk itu.
sesampainya lokasi syuting rachel kaget melihat banyak wanita muda berkumpul untuk satu adegan.
"akhirnya kau datang ananda. jangan tegang begitu. " mbak irina mengagetkan rachel.
"bukannya hari ini kita syuting episode 1 ya, kenapa tokohnya banyak sekali? apa ceritanya tentang sirkel anak sekolahan?" tanya rachel.
"kamu akan tahu setelah membaca script nya."
rachel dibawa ke ruang make up untuk dirias. ternyata gadis gadis diluar sana berperan sebagai fans dari tokoh utama pria. sementara peran rachel sendiri adalah menjadi ceo perusahaan yang anggun dan mengintimidasi.
rachel terkejut membaca perannya. dia diharuskan memasang ekspresi yang dingin dan tatapan mata tajam bak elang.
"peranmu sebagai kakak dari tokoh utama cukup penting. jika aktingmu di episode perkenalan ini bagus, kami akan mengontrak dirimu. jadi lakukanlah yang terbaik. "
__ADS_1
mbak irina sendiri yang mendandani rachel.
rachel merasa tidak yakin bisa memerankan tokoh wanita yang dingin dan mengintimidasi. apalagi arqan selalu bilang kalau dia sangat imut tak peduli ekspresi apapun yang ditunjukkannya.
"siapa itu arqan? pacarmu? " (irina)
"bisa dibilang begitu... " (rachel)
"bilang pada pacarmu, kalau gadis yang imut sekalipun bisa menjadi galak di tangan yang tepat. "
setelah mengatakan itu mbak irina memutar kursi rachel menghadap cermin.
make up nya lebih tebal dari yang biasanya rachel gunakan. tujuannya untuk membuat wajah rachel lebih berkharisma.
irina cukup puas dengan hasil make up nya. rachel akan jadi pemeran kakak yang sempurna dengan segala aset yang dia miliki.
syuting dimulai. episode perkenalan ini berdurasi 10 menit.
rachel muncul di akhir episode dengan jatah tampil 15 detik saja. namun jangan salah walaupun hanya sebentar penampilan rachel do episode itu berhasil menyihir banyak orang.
kembali ke setengah jam yang lalu sebelum rachel syuting.
arqan datang sesuai janjinya. dia bawa nein bersamanya. kucing itu dia taruh ke dalam kandangnya yang biasa.
restoran nobie sangat penuh dengan kru film, dan para aktor dan artis.
arqan sempat kesulitan mencari tempat duduk saking banyaknya orang disana. lalu dia menelepon rachel karena tidak menemukan sang bintang disana.
[ aku sedang bersiap untuk adegan keluar dari mobil. tunggulah di kursi restoran dan lihat aksiku. ] ucap rachel di telepon.
sambil menunggu arqan membeli dessert berbentuk kucing. hanya kebetulan saja dia memilih bentuk kucing.
tak lama kemudian sebuah mobil lamborghini datang. semua kamera men shoot mobil itu, tak lama kemudian seorang wanita berjas hitam keluar dari mobil yang pintunya dapat dinaikkan ke atas.
wanita itu adalah ceo perusahaan lokomotif yang terkenal suka membunuh hati pria.
menyingkirlah pesaing bisnis dengan cara yang halus namun kejam.
sang ratu es Medea Lascrea.
arqan tidak menyukai narasi perkenalan rachel. menurut arqan rachel mengambil peran yang terlalu jauh dari sifat aslinya.
arqan khawatir rachel terbebani pekerjaan ini. karena seorang artis dituntut untuk menjiwai perannya.
bayangkan saja rachel yang ceria dan murah senyum, memerankan tokoh cek yang dingin. perlahan lahan sifatnya pun pasti akan berubah mengikuti karakter yang selalu dia perankan.
namun setelah melihat akting dingin rachel yang cukup sempurna arqan kembali bertanya tanya pada dirinya sendiri.
"apa aku terlalu over protektif? Rachel kelihatan happy saat bicara dengan kru film." ucap arqan dalam hati.
"aku harus tahu sejauh mana pekerjaan ini melibatkan perasaannya. ku harap pekerjaan barumu ini tidak membebanimu rachel. "
meow~ meow~ meow~ nein terus mengeong saat melihat rachel. rachel pun mencari arah sumber suara itu. ternyata calon kekasihnya dan kucing pembawa keberuntungannya ada di tempat itu.
langsung rachel menghampiri mereka berdua. dia ambil kursi plastik selagi berjalan lalu ia duduk di depan arqan.
rachel menatap mata arqan.
"jangan sedih, aku tidak akan berciuman dengan siapapun kok." ucap rachel.
"wah wah jadi sekarang kau bisa membaca pikiranku? bagaimana menurutmu tentang pekerjaan ini? maksudku bagaimana kesanmu tentang karakter medea? " arqan bertanya.
"menurutku dia... menyenangkan. "
apa yang rachel maksud menyenangkan dari karakter medea yang bertolak belakang dengannya?
jawabannya ada di bab selanjutnya.
.................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold ๐ dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian ๐
.................................................................................