Nekophilia

Nekophilia
Bab 51 : Tantangan Berhadiah 500 Juta


__ADS_3

Rachel menolak tawaran bantuan Lauroe dengan halus karena barang bawaannya tidak banyak, hanya ada baju dan beberapa boneka. Rachel juga tidak minta bantuan Arqan, karena itulah Arqan tidak langsung datang melihat lihat rumah baru Rachel.


Berbeda dengan rusun. Rachel menyewa rumah yang berdiri sendiri. Rumahnya cukup luas dengan ukuran 10 x 5 dan berpondasi kayu. Biaya sewa perbulan 800 ribu, sudah dengan tambahan listrik dan air.


Rachel tidak berniat tinggal di rumah itu selamanya. Rumah itu hanyalah persinggahannya sebelum membeli rumah sendiri, atau Arqan yang membeli rumah untuk mereka tinggali.


Karena tidak memiliki perabotan satupun karena perabotan rusun tidak bisa dibawa. Rachel pun mau tak mau harus membeli kontan barang barang yang dia perlukan. Dia membeli barang barang itu lewat seorang sales yang lewat di depan rumah.


Sambil menunggu barang datang dalam dua hari Rachel membeli produk makanan cepat saji burger dan whiskas. Setelah makan dia bawa Nein mengelilingi lingkungan barunya.


"aku sedikit gugup. Tenangkan dirimu Rachel. Tidak semua tempat menakutkan seperti rusun itu. "


Rachel teringat dengan minggu pertama dia pindah ke rusun banyak sekali masalah yang terjadi membuatnya ketakutan setengah mati.


Terlihat Lauroe sedang berlatih kungfu atau karate atau taekwondo, Rachel tidak tahu pasti bela diri apa yang latihannya memecahkan tumpukan batu bata.


"memangnya dia bisa. " batin Rachel.


Nein menggeliat untuk mengurangi kekencangan pelukan Rachel.


Lauroe membelah batu bata tumpuk 3 dengan satu kali tinju. Badannya memang kecil namun bertenaga besar dan memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Itulah Lauroe Sapnaz dari smk preman, SMK 7 HARAPAN.


"kau mau coba? " Lauroe bertanya ke Rachel. Bau parfum yang semerbak menandakan Rachel berada di dekatnya.


"tidak, tanganku bisa patah. "


"ngomong ngomong tanganmu kuat banget. "


"aku belajar silat. Dan tenagaku sudah kuat sejak lahir. " Lauroe menyombongkan dirinya.


Tak lama kemudian temannya Lauroe yang semuanya memakai baju silat datang. Rachel segera pergi karena tidak suka dengan banyak anak laki laki.


Rachel melepaskan Nein di tengah jalan. Kucing itu sudah cukup pintar untuk berjalan sendiri mengikuti majikannya.


"tidak banyak tempat yang menarik disini. Setidaknya rumah kita nyaman. " ucap Rachel mensyukuri miliknya.


Berjalan sedikit lebih jauh Rachel menemukan restoran yang unik.


"Restoran arab,"

__ADS_1


"nanti akan ku ajak Arqan dan yang lainnya kesini. "


Rachel kembali ke komplek rumahnya lewat jalan lain, dari arah rumah Lauroe. Terlihat Lauroe sedang santai sambil menyeruput minuman di cangkir, seperti bapak bapak.


Rachel dan Lauroe bertukar senyum lalu Rachel masuk ke rumahnya untuk bersiap ibadah.


**


Arqan meletakkan kotak sumbangan anti maling di musholla sekolahnya. Bukan dia yang membuat kotak itu melainkan teman laboratoriumnya.


Hari menjelang malam. Arqan memandang langit yang bersih di atap sekolah. Di dalam imajinasinya dia berkhayal bisa terbang setinggi mungkin.


"akan kubuat game virtual berlatar angkasa seperti di film star wars. " batin Arqan.


Tak lama kemudian Arqan mendapat telepon dari Rachel. Rachel mengajaknya bertemu besok pagi di cafetaria sekolahnya. Arqan pun oke oke saja.


**


Keesokan paginya Arqan tidak bisa datang kesana karena kepala sekolah tiba tiba saja memanggil nya. Diketahui sekolahnya kedatangan tamu dari Pindad.


Pindad Indonesia \= adalah instansi atau organisasi yang berafiliasi dengan kemiliteran indonesia khususnya kopassus. Peran organisasi ini adalah memproduksi senjata khusus untuk berperang maupun menjaga perbatasan.


Salah satu tamu yang bernama Milor Smith bicara frontal dengan menyebut tak ada yang bisa diharapkan dari kaum milenial indonesia untuk membantu kemajuan teknologi militer.


Pemikiran itu terus bertahan sampai Milor Smith menemukan SMK TEKNOLOGI ELIT. Dia mengakui kemampuan mereka dalam menciptakan sesuatu dan menantang Arqan untuk membuat sebuah penemuan.


"cobalah buat radar pendeteksi ranjau. Jika berhasil aku akan membeli penemuanmu dengan harga minimal 500 juta rupiah. Jika barang yang kau buat melebihi ekspektasi ku dengan menambahkan kegunaan lainnya, aku akan memikirkan untuk mematok penawaran hingga 10 miliar rupiah." jelas Milor Smith.


Untuk memastikan janji itu tidak dilanggar Milor Smith pun membuat sebuah video dan kompetisi yang hanya ada Arqan sebagai pesertanya.


"kapan deadline nya pak Smith? " tanya Arqan.


"satu bulan lagi. " jawab Milor Smith.


Arqan menceritakan semuanya ke Rachel dan Tahta.


"jika sukses aku akan dapat bayaran maksimal 10 miliar. "


"aku yakin bisa membuatnya. Yang jadi masalah adalah dimana aku bisa menguji cobanya. Tak mungkin aku menggali semen untuk mengubur sesuatu. "

__ADS_1


"aku sudah memikirkan modelnya dan komponen yang diperlukan. Selain tempat uji coba masalah waktu pembuatan juga penting untuk direncanakan."


"buat saja dulu barangnya Arqan. Masalah waktu biarkan saja berjalan. Lagipula kalau gagal kau masih bisa menjualnya kepada perusahaan lain. " ucap Rachel memberikan semangat tersirat pada Arqan.


Pembuatan radar pendeteksi ranjau dimulai hari selasa tanggal 20 november. Berarti Deadline nya tanggal 20 Desember.


**


Sementara itu Milor Smith sedang memeriksa daftar nama siswa jenius generasi Z. Dan nama Arqan berada di peringkat kedua pada daftar nama yang sudah diurutkan.


Milor Smith menyuruh asistennya untuk mengawasi Arqan dari dekat bagaimanapun caranya.


Si asisten pun memiliki ide untuk mentransfer seorang murid dari sekolah teknologi Rusia bernama Lalatina Abigail untuk menjadi perwakilan mereka. Ide ini disetujui oleh kedua belah pihak. Lalatina akan masuk sekolah mulai besok.


**


Keesokan harinya Arqan masih membuat model radarnya. Beruntung dia masuk sekolah hari itu jadi dia bisa melihat bidadari cantik dari Rusia, namanya Lalatina Abigail, lebih suka dipanggil Lalatina.


Dia sangat cantik. Menurut Arqan, dia hampir secantik Rachel. Wajahnya bulat, rambut dan matanya hitam pekat. Dia berkharisma dan jarang tersenyum.


Lalatina sudah diatur mendapat tempat di samping Arqan, membuat siswa lain kecewa tidak bisa duduk di samping sang dewi.


"halo namaku Arqan kencana. Aku tidak akan mengganggumu."


Ucapan Arqan sedikit membuat Lalatina bingung. Arqan tidak tertarik pada seorang siswa yang akan menjadi populer seperti Lalatina.


"apa maksudmu, tidak akan menggangguku? " sahut Lalatina. Rupanya dia fasih berbahasa indonesia. Bakat itu tidak lain karena dia sering membaca penelitian berbahasa indonesia.


"tidak lama lagi kau pasti akan jadi murid populer. Aku berjanji akan bersikap biasa saja walau duduk di samping siswi populer. "


Lalatina kagum dengan Arqan. Baru pertama kali bertemu dia sudah membahas hal yang berat. Karena itu, Lalatina cukup tertarik pada Arqan.


...........................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


...........................................................................

__ADS_1


__ADS_2