
"lihat kan bertindak gegabah bisa membuat keadaan semakin buruk. Aku memutuskan datang kemari karena niat burukmu terhadap tetanggamu." Nostradamus menemui Nein dalam wujud nyamuk.
Nein terlalu emosional dalam hal ini. Hatinya begitu panas setiap kali seseorang mendekati Rachel dengan maksud tidak baik. Tetapi yang paling buruk adalah... Nein selalu melampiaskan ketidaksukaannya dengan cara yang teramat brutal dan tidak manusiawi.
Atas alasan inilah Nostradamus datang menegurnya.
"lalu sekarang aku harus bagaimana? Aku sudah memancing terlalu banyak perhatian selama ini. "
Nein mulai menyadari kesalahannya dan berniat untuk introspeksi diri sekalipun hal itu akan menumpulkan taringnya. Nostradamus tidak semerta merta membantu Nein. Dia bertanya apa alasan Nein begitu menyayangi Rachel, padahal mereka belum lama tinggal bersama.
Nein yang mendengar itu pun kaget. Pasalnya Nostradamus tahu kapan dia dan Rachel pertama bertemu.
Nein menerangkan kalau sedari dulu dia tidak tahan melihat kekejaman terhadap kaum hawa. Di masa kegelapan eropa, hingga masa penjajahan jepang di Indonesia, dan era moderen yang nyaris tidak ada bedanya, wanita selalu diperlakukan layaknya boneka yang dapat dikendalikan kehendak dan pikirannya.
Begitu memuakkan hingga hatinya ingin meledak. Nostradamus terdiam mendengar itu. Tanpa bicara sepatah kata lagi Nostradamus menawarkan bantuan ke Nein. Dia akan membantu menghapus semua jejak Nein, sebagai gantinya Nein harus membantunya satu kali saat di panggil nanti.
Nein pun sah sah saja karena tidak tahu bantuan seperti apa yang ia maksud. Nostradamus terlihat seperti figur orang baik di matanya terlepas dari segala keanehan yang menyertainya.
Nostradamus menggunakan kekuatan misteriusnya untuk menghapus ingatan orang-orang dan para dedemit tentang Nein. Semua yang berhubungan dengan Nein, dan rasa ingin tahu mereka terhadap kucing jantan belang 3 dihapus hingga ke akar akarnya.
Bangunan yang semula hancur karena pertarungannya dengan jin kembali ke keadaan semula. Anak-anak yang sakit, lansia yang sakit mendapatkan kembali kesembuhan mereka. Rasa nyaman dikembalikan oleh kedua tangannya.
Nein yang melihat itu pun menjadi penasaran dan bertanya tanya siapa Nostradamus sebenarnya, namun karena urusan mereka sudah selesai Nostradamus pun langsung pergi meninggalkan Nein. Sementara Nein mau tidak mau harus menepati janji yang dibuatnya di masa depan.
Di tempat lain Rachel dan Rukaiyah sedang menulis sebuah cerpen untuk kekasih hati mereka. Rachel menulis kisah lucu tentang seseorang yang bercita cita menjadi iron man, sementara Rukaiyah mengosongkan kertas depan dan menulis di bagian belakang cerita dirinya sendiri. Hal itu dia lakukan karena tidak memiliki kekasih mengindikasikan Tahta belum berani mendekatinya.
Di tempat lainnya lagi Arqan sedang mengetes seberapa jauh drone buatannya bisa terbang, namun drone itu ditabrak oleh sebuah layang layang. Drone nya tidak jatuh tapi terdengar teriakan setelah drone nya menabrak layangan.
__ADS_1
Tahta mengajak Arqan mencari sumber suara itu siapa tahu ada yang memerlukan bantuan. Tahta figur teman baik Arqan selalu mengajak Arqan untuk bereaksi pada hal hal kecil yang dianggapnya tidak penting.
Setelah dicari ternyata teriakan itu berasal dari seorang anak yang tangannya terjerat benang layang-layang. Anak itu meringis kesakitan di tengah taman sembari berusaha melepas benang tajam di tangannya.
Dalam kondisi berdarah darah anak itu meminta bantuan kepada Arqan dan Tahta. Arqan pun sadar kalau drone nya lah penyebab tangan anak itu terjerat. Tapi Arqan tidak mau mengakui kesalahannya. Menurut anak kecil itu juga salah, mengapa melilitkan benang ke tangan? Itu adalah pemikiran Arqan yang menjadi tameng untuk melindungi dirinya sendiri.
Disini kita dapat melihat kalau tidak hanya hal hal besar saja yang dapat berakibat buruk seperti tindakan tindakan Nein. Tetapi hal yang tidak disengaja seperti menabrak layang layang juga bisa berakibat fatal.
Nein dan Arqan adalah dua pribadi yang sama. Mereka tidak mau mengakui kesalahan yang diperbuat, dan cenderung hanya mementingkan diri sendiri.
Nein sadar akan hal itu. Tak ingin Arqan, versi manusianya terkena masalah Nein pun mencari cara untuk mengobati lengan anak itu.
Arqan tidak mau mengakui kesalahan dan bertingkah seperti orang baik di depan anak itu. Tahta berbisik menyuruhnya minta maaf, tapi Arqan membalas dengan gelengan keras. Keduanya membawa anak itu pulang ke rumahnya.
Orang tua anak itu tidak ramah kepada tamu. Mereka mengusir Arqan dan Tahta setelah tahu anaknya terlilit benang. Perlakuan kasar seperti itu sudah lumrah di kawasan pinggiran seperti ini. Ada yang bilang kawasan itu adalah kampungnya perampok.
"sialan! Akan ku tembak kakimu! " (Arqan)
Aksi kejar kejaran di pasar pun terjadi. Arqan membawa revolver berpeluru karet lalu menembak kaki si pencopet. Saat pencopet itu jatuh pencopet lain memukul Arqan dari belakang.
Pencopet itu hanyalah pancingan agar Arqan masuk ke kawasan yang lebih tertutup tempatnya para kriminal bersembunyi. Di tempat itu Arqan dipukuli dengan batang kayu. Tahta pun menemukan sudah dalam keadaan babak belur.
"ahh pasti ini karma karena aku tidak bertanggung jawab pada anak itu. " Arqan menyadari kesalahannya.
Tahta dan Nein sangat marah melihat sahabatnya tergeletak di tanah. Dompet Arqan yang berisi ATM pun hilang bersama dengan surat surat lainnya.
Kesabaran Nein kembali diuji. "ohh rasanya sangat menyebalkan. Maafkan aku Nostradamus, aku janji tidak akan membunuh mereka. " ucap Nein sebelum berpindah tempat ke markas para perampok.
__ADS_1
Ada kemungkinan mereka anggota organisasi pembunuh yang tersembunyi. Nein menemukan si pemukul dan si pencopet dompet Arqan di salah satu rumah.
Tanpa pikir panjang Nein merobohkan rumah kayu itu dan mencederai orang-orang di dalamnya selain 2 orang tadi.
Nein menjatuhkan dompet Arqan jalan yang akan mereka lalui. Dari kejauhan terlihat Arqan sedang berjalan sambil digotong oleh Tahta. Betapa terkejutnya Arqan saat melihat dompetnya tergeletak di atas jok motornya.
"kayanya dompet lu dibalikin lagi sama mereka. Biarpun begitu, gua bakal tetap hantam mereka kalau ketemu. "
"sebaiknya kita tidak kesini lagi. Tempat ini berbahaya. " ucap Arqan.
Tahta mengangguk setuju. Mereka mendatangi UKS sekolah untuk mencari obat memar. Setelah ketemu Tahta langsung mengoleskannya ke wajah Tahta.
Sementara itu Rachel dan Rukaiyah yang juga sedang chill di kantin SMK Teknologi Elit mendengar pengumuman dari kepala sekolah.
[ tidak lama lagi akan diadakan festival seni dan teknologi di sekolah kita. Diharapkan besok semua siswa dapat berhadir ke sekolah dalam rangka kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. ]
Arqan menghela nafas panjang. Sambil memikirkan cara bagaimana agar bisa berhadir di sekolah besok Farhan datang menawarkan bantuan. Dia menawarkan obat yang bisa menyembuhkan luka memar di wajah Arqan dalam waktu semalam.
Arqan dan Tahta terkekeh mendengarnya.
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
...........................................................................
__ADS_1