
Seperti yang sudah diperkirakan oleh Lauroe. Arqan dan Rachel tidak punya bakat dalam bela diri. Di hari pertama ini Lauroe dapat melihat potensi mereka. Mereka baru akan jago silat jika berlatih selama 2 tahun sepertinya.
Tapi karena sudah menerima uang Lauroe tidak bisa membiarkan anak anak itu berhenti berlatih tanpa mempelajari satu pun teknik.
"baiklah kawan kawan. Aku akan langsung mengajari kalian teknik kuncian. Lihat dan pelajari baik baik. "
***
Sampai waktu latihan hari itu selesai Rachel tidak menguasai satu pun teknik kuncian yang diajarkan Lauroe.
Malam harinya saat akan tidur dia minum 3 gelas susu hangat sebagai upaya mendapatkan tidur nyenyak.
"semoga ini membantu. Kalau terjadi sesuatu di rumah ini aku bisa lari ke rumah Arqan. "
"aduh aku paranoid sekali setelah pindah ke sini. Ayolah diriku, lupakan ingatan menyeramkan itu saat ingin tidur. "
"berikan aku kualitas tidur yang baik. " ucap Rachel sembari memukul bantal dengan tujuan mengempukkannya.
Setengah jam kemudian Rachel tertidur.
Diam diam Nein naik ke ranjang Rachel lalu menempelkan hidung mungilnya ke dahi Rachel yang terlelap sangat nyenyak.
Nein mengirimkan ilmunya, merombak mimpi Rachel menjadi mimpi petualangan yang secara otomatis akan membuatnya jago bela diri saat bangun di pagi hari nanti.
**
Di sekolahnya Arqan terkenal sebagai siswa berbakat yang sering boros sekolah terutama di hari selasa, kamis dan jumat. Walau begitu dia tidak pernah mendapat nilai jelek dan selalu bisa mengalahkan siswa lainnya dalam ajang kecerdasan.
Beberapa siswa memberinya gelar sebagai oppa korea. Karena sistem belajarnya yang mirip seperti pelajar korea.
Kenyataanya Arqan tidak mengambil les apapun selama boros. Dia jenius sejati yang dapat mengingat 10 lembar halaman buku paket hanya dengan 2 kali lihat.
Arqan adalah anak yang unggul di bidang akademik apapun, berkharisma, bercita cita tinggi, pemberani, optimis mencoba hal baru, baik hati namun tidak naif. Juga sulit untuk didekati terutama oleh kaum hawa yang nakal.
Kekurangannya hanya satu yaitu otot, tenaga, dan kemampuan fisik yang lemah. Dia berhasil menguasai semua teknik yang diajarkan Lauroe namun kesulitan untuk mempraktekkan nya, bahkan ke Lauroe yang badannya lebih kecil.
Saat Arqan berusaha keras membanting Lauroe yang berpegang di bajunya, Lauroe mengambil pistol di saku Arqan, setelah itu membiarkan Arqan membantingnya ke pasir.
"aku berhasil! Kau lihat kan Lauroe! "
Lauroe menodongkan pistol ke wajah Arqan. Posisimu pas sekali untuk mendor wajah lawannya itu kalau mau.
Melihat tak ada ekspresi takut ataupun gelisah di wajah Arqan, Lauroe pun berspekulasi kalau pistol yang dipegangnya itu palsu, lalu dia sadar itu adalah pistol berpeluru karet yang belakangan ini dibeli anak anak klub silat.
"kau tidak perlu belajar bela diri jika memiliki senjata ini. "
Dorr!
__ADS_1
Lauroe mencobanya dengan menembak sisi samping Arqan. Jangan khawatir, pelurunya tidak akan mengenai siapapun kecuali burung yang terbang.
"kembalikan pistolku. " pinta Arqan.
Lauroe pun mendapat sebuah ide. Dia mengompori untuk merebut pistol darinya.
"coba rebut! Jika berhasil pelatihanmu hari ini kuanggap selesai. "
"ayo semangat Arqan!! " sorak Rachel yang tengah duduk di bangku depan rumahnya. Arena pasir itu berada tepat di samping rumah Rachel dan Lauroe. Jadi Rachel diperbolehkan menunggu di rumahnya.
Arqan berusaha merebut pistolnya, sesekali Lauroe mengait kakinya sehingga Arqan mencium pasir.
Arqan yang geram pun lantas melempar pasir ke mata Lauroe, beruntung Lauroe sempat melindungi matanya.
Selanjutnya Arqan mencoba men-grap Lauroe tapi gagal karena lawannya terlalu cepat.
Arqan pun menggunakan cara lain untuk mengalahkan Lauroe.
"jatuhkan senjatamu Lauroe! "
Arqan memiliki satu pistol lagi di saku satunya. Bukannya menyerah Lauroe justru menerima tantangan Arqan dengan balas menodong pistol.
"aku sudah pernah merasakan peluru itu. Sedangkan kau, apakah bisa menahan rasa sakitnya? "
Ingat saat dulu Marry ingin menghajar Arqan di laboratorium sekolah. Disana Lauroe menjadi kaki tangannya dan sempat kena tembak peluru karet.
"kalian berdua sangat bersemangat. Mungkin karena kalian laki-laki. Tapi ini sudah berlebihan. " Rachel menasihati mereka berdua.
"Rachel, bisa bantu aku menguji Arqan? " tanya Lauroe.
"bisa saja asalkan tidak berbahaya. " Rachel memberikan persetujuannya.
Lauroe pun menyandera Rachel, agar dirinya bisa berlindung dari peluru Arqan.
"apa yang kau lakukan Lauroe?!! "
Rachel sempat kaget karena Lauroe memeluknya dari belakang.
Lauroe menaikkan tangannya ke leher Rachel untuk menyempurnakan aktingnya.
"aduh.. pelan pelan Lauroe. Tanganmu kecil tapi tenagamu kuat sekali. " protes Rachel.
"maaf, maaf, ini semua demi menguji anak itu. " bisik Lauroe.
Rachel pun mau tak mau mengikuti rencana Lauroe.
"bagaimana kau akan mengatasi kondisi ini Arqan. Anggaplah kau bisa menang melawan siapapun, karena itulah musuhmu akan mencari cara mengalahkanmu. " tutur Lauroe.
__ADS_1
"bukankah ini terlalu berlebihan. Maksudku, Rachel tidak mungkin diam saja saat di sandera. "
Rachel menggigit tangan Lauroe sampai dia dilepaskan. Dengan cepat Rachel melindungi diri dengan penggorengan besar yang dibawanya, sementara Arqan kembali menodongkan pistol ke Lauroe.
Dorr! Arqan berhasil menembak pistol yang dipegang Lauroe sampai terjatuh.
Lauroe pun kalah dalam pertaruhan itu. Menyandera Rachel justru merugikannya dan membuat nyawanya melayang jika saja ini sungguhan.
Para penonton di sekitar bertepuk tangan. Bapak-bapak yang menonton menyoraki Lauroe.
"Uuuuu... Payah kau Lauroe! Masa lakik pakai sandera! "
Lauroe menutup telinga menerima ejekan para penonton.
Arqan tersenyum tipis melihat Lauroe tidak berdaya, lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Para bapak-bapak itu mengaku sudah tahu, mereka mengejek Lauroe cuma untuk bercanda.
"selamat Arqan. Kau lurus dengan nilai terbaik untuk hari ini. "
Lauroe menulis nilai Arqan di atas kertas bukunya.
Selanjutnya giliran Rachel.
"kemarin aku mengajarkan teknik kuncian berjam jam khusus untukmu. Sekarang aku ingin lihat hasilnya. Santai saja mbak, aku tau perempuan tulangnya lunak. "
Lauroe menyimpan dendam ke Rachel karena tangannya digigit sampai membekas dalam.
Rachel pun dengan percaya diri maju menghadapi Lauroe.
Secara singkatnya teknik yang diuji adalah teknik yang hanya bisa dilakukan apabila musuh menyerang. Teknik kuncian full defense yang terinspirasi dari teknik kuncian Aikido bernama Nikyo.
Awalnya Lauroe meremehkan Rachel tapi saat Rachel mengunci tangannya...
Ternyata Rachel memang lemah.
Lauroe mengepalkan tinjunya tepat di depan wajah Rachel, sontak membuat Rachel terjatuh ke belakang.
"teknikmu hampir sempurna tapi ya itu, tenagamu sangat lemah. Kalau mau besok kita bisa pergi ke gym Rachel, tentunya kalau kau mau. "
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
...........................................................................
__ADS_1