
Rachel bermimpi dirinya terjatuh ke sebuah lubang tanpa dasar. merasa takut rachel pun berusaha mengendalikan mimpi itu dan dia berhasil membuat sebuah bantalan empuk di bawahnya.
rachel berada di tengah kegelapan satu satunya cahaya yang dapat dia lihat hanyalah cahaya dari ujung lubang dimana ia terjatuh.
rachel mencoba untuk bangun. namun sekeras apapun dia mencoba, matanya di dunia nyata tetap tidak mau terbuka. rachel merasa seperti terjatuh di dalam mimpinya membuatnya terperanjat di dunia nyata.
untuk sekilas rachel dapat membuka matanya dan melihat tv yang masih menyala, tapi tak lama kemudian dia kembali tertidur lelap.
masih di mimpi yang sama, rachel merasa kedua kakinya lemas. mungkin karena fenomena tidur barusan. pikirnya.
rachel kesulitan bangun karena kakinya masih terasa lemas. selang beberapa saat kemudian muncul sesosok wajah kucing hitam dari balik kegelapan.
awalnya rachel mengira kucing itu adalah nein tapi ternyata bukan. dari warna bulunya dan warna matanya saja sudah berbeda. mata nein berwarna hijau muda. sedangkan kucing dalam mimpi rachel matanya berwarna biru.
rachel bingung bagaimana cara keluar dari mimpi itu. walaupun kucing itu imut rachel tetap harus waspada dengannya.
"bagaikan caraku bangun..? apa aku lompat saja ke bawah sana."
saat rachel tengah sibuk berpikir tanpa ia sadari kucing hitam itu mendekat ke arahnya. sensasi yang aneh mulai dirasakan oleh rachel. hawa mimpi itu menjadi panas dan tidak nyaman, sehingga membuat rachel berpikir itu adalah mimpi buruk.
karena rachel memasukkan hal hal yang menyeramkan ke dalam imajinasinya, mimpi yang semula netral itu pun benar-benar berubah menjadi mimpi buruk.
rachel dirundung perasaan tidak nyaman yang kemudian berubah menjadi perasaan takut akan hal-hal mencekam. kengerian itu semakin menjadi saat bantalan empuk yang dipijak rachel menghilang dan rachel kembali terjatuh.
rachel pun terbangun dari mimpi buruknya gara-gara nein menjilat bagian dalam telinganya.
"aduhh, hentikan nein..!! berhenti menjilat telingaku..!! "
saat dibentak oleh rachel kucing itu langsung menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang takut dimarahi. Nein tidur terlentang di depan kaki rachel, lalu berguling guling manja memberi kode ke rachel untuk mengelusnya.
namun rachel malah membawa kucingnya itu mandi. dia marah barusan bukan karena kelakuan nein mengganggunya, tapi karena bulu nein sangat bau.
rachel tidak membuka seluruh pakaiannya selama nein masih bersamanya. walaupun kucing tidak memiliki ketertarikan seksual dengan manusia begitu pula sebaliknya, rachel sudah bersumpah tidak akan mengekspos tubuhnya ke makhluk yang cukup besar untuk dipasangkan kamera di salah satu bagian tubuhnya.
rachel tidak menuduh arqan. tapi siapa tahu. lebih baik tetap berjaga-jaga walaupun di rumah. secara tidak langsung rachel sudah mengidap gejala 'kecemasan berlebihan'.
setelah mandi dan memandikan nein rachel duduk di samping tv. sore hari menjelang malam seperti ini adalah jam-jam paling dibenci rachel.
dulu saat umur 10 tahun di kampung rachel selalu bermain dengan anak-anak laki-laki sampai larut malam, tapi itu hanya tinggal kenangan.
"mustahil. aku sudah biasa sendirian seperti ini sejak umur 16 tahun. kenapa baru sekarang aku merasa kesepian." rachel bertanya kepada dirinya sendiri.
perbedaan mendasar dengan rachel yang dulu dengan yang sekarang adalah.. sekarang dia memiliki teman dekat seperti saat kecil dan sekarang ia jatuh cinta. rachel berharap memiliki lebih banyak waktu bersama orang itu.
rachel ingin mengunjungi arqan sebagai teman tapi dia tahu pria itu sangat sibuk dengan penelitiannya. entah apa yang sedang dilakukannya sekarang. tadi pagi dia hanya meminta rachel mencoba arcade game buatannya sampai selesai.
rachel merasa kalau arqan tidak memanfaatkannya dengan maksimal. padahal seharusnya tugas asisten lebih banyak ketimbang hanya menemani bos nya bekerja selama 5 - 6 jam.
"kalau arqan benar-benar memberiku bayaran seperti yang ia janjikan di aplikasi akhir bulan ini. maka aku harus bekerja lebih maksimal bulan depan."
merasakan bosan yang tidak tertahankan rachel memutuskan berjalan jalan di luar sambil menggendong nein. rachel merasa si kucing juga kesepian sepertinya. seharusnya kucing seusianya sudah bergaul dengan kucing betina.
rachel malu bertanya tapi ini hal yang penting untuk dilakukan, "apa kau ingin kawin nein..?"
meong~ (tidak mau)
rachel menafsirkan sendiri arti ucapan nein.
__ADS_1
"mau ya, oke kita carikan kucing betina untukmu." rachel mencari kitten petshop terdekat dengan aplikasi maps.
"tunggu. kalau presentasi kelahiran anak-anak nein lebih tinggi dari perkiraanku bisa bisa rumah susun berubah menjadi habitat alami kucing rumahan. aku tidak mungkin mengurus setiap generasi keturunan nein."
rachel berpikir ulang sebelum mengawinkan nein. terdengar suara yang memanggil nama rachel berulang kali. gadis itu tidak lain adalah marry.
pas sekali gadis itu datang. dia mungkin bisa membantu rachel mengatasi masalah perkawinan kucingnya.
rachel dan marry duduk di bangku panjang di taman rumah susun. rachel menceritakan masalahnya. marry mengaku tidak pernah memelihara kucing, tapi adik angkatnya memelihara banyak hewan berbulu itu di luar rumah mereka.
"aku alergi bulu kucing, juga cakarannya di sofa. biasanya kucing liar tidak bisa hidup di satu teritori yang sama. kucing jantan pasti akan berkelahi. lebih buruknya mereka bisa cedera para sampai nyaris mati karena perkelahian itu." marry menjelaskan dengan rinci perihal masalah yang mungkin akan dihadapi rachel di masa depan.
"lagipula apa mbak serius mau mengawinkan nein sekarang? apa belakang ini kucing mbak sering bertingkah nakal atau semacamnya sehingga membuat mbak berpikir dia sedang puber?"
"oh jadi begitu cara mengetahui kucing sedang masa puber. nein tidak berperilaku seperti itu. sepertinya aku salah."
marry tertawa kecil mendengar. marry meminta rachel menceritakan kejadian awalnya. semuanya dari rasa kesepian rachel yang kemudian menganggap nein sama sepertinya. karena itulah rachel ingin mencarikan teman untuk nein, tapi niat rachel berubah di tengah prosesnya.
"begitu ya. wajar jika mbak ingin memberikan ini, itu, ke peliharaan mbak. tapi ada baiknya juga kalau mbak sesekali berkomunikasi dengan kucing mbak."
rachel memiringkan kepala.
"bagaimana cara berkomunikasi dengan hewan..?"
marry memperkenalkan jasa yang sedang trend belakangan ini di komunitas pecinta hewan, yaitu animal communicator.
rachel dan marry segera berangkat ke rumah penyedia jasa. namun rachel lupa membuat janji temu dengan si psikolog. untungnya bu psikolog sedang kosong jadwal sehingga rachel bisa langsung menemuinya.
rachel mengetuk pintu, kemudian dibukakan oleh seorang pemuda asisten sang animal communicator. dalam hati marry memberi nilai pada wajah dan penampilan pemuda itu. 70 nilainya.
si pemuda mencatat nama rachel dan tujuan dia berkunjung lalu menyampaikannya pada sang animal communicator, yang sedang beristirahat di teras belakang rumah.
"perkenalkan, nama saya ridha handayani." bu ridha menjabat tangan rachel juga marry. mereka dipersilahkan duduk di depan meja dengan dua kursi.
rachel mendudukkan nein di atas meja sang dokter. rachel senang kucingnya itu tidak rewel meski dibawa ke tempat baru.
"kucing yang cantik. boleh saya pegang kucing mbak?" pinta bur ridha dengan senyum ramah.
"kucing saya kelaminnya jantan." ucap rachel dengan senyum ramah pula.
bu Ridha tidak banyak basa basi seperti animal communicator lainnya yang akan melakukan pendekatan dengan konsumennya. beliau memulai komunikasi dengan nein dengan cara menempelkan jempol tangan kanannya ke kepala nein.
sekitar 30 menit bu ridha berkomunikasi dengan nein. dengan wajah berseri seri bu ridha pun menyampaikan isi hati nein kepada rachel.
"siapa nama kucing mbak?"
"nein,"
"nein bilang dia tidak menginginkan apa-apa. dia hanya ingin tinggal dan menemani mbak rachel sampai usia tua."
mendengar itu rachel langsung menatap nein dengan mata berkaca kaca.
"ada lagi yang dikatakan nein. katanya dia akan menjaga mbak selamanya. saya tidak yakin dengan bagian ini tapi itulah yang dapat saya tafsirkan."
rachel mengangkat nein ke pangkuannya lalu mengelus kepala kucing itu dengan manja. "kau membuatku tersentuh. apa yang kau inginkan setelah ini nein..?" ucap rachel ke nein dengan maksud bercanda.
nein menggigit jari rachel seolah dia marah dengan pertanyaan rachel barusan. setelah itu rachel kembali ke rumahnya. marry baru ingin kalau dia ada urusan dengan arqan. namun karena hari sudah malam dia memutuskan untuk tidak jadi pergi dan bermalam di rumah rachel.
__ADS_1
rachel pun menyambut baik kedatangan gadis itu.
***
keesokan harinya rachel lebih dulu menyiapkan makanan daripada mandi. dia dan marry bangun pagi dan bekerja sama membuat sarapan yang lezat juga dengan porsi yang ekstra. mereka memasak kwetiau yang memang sengaja marry bawa untuk dimasak dan disantap bersama rachel dan arqan.
ketika kwetiau jadi memisahkan beberapa sendok kwetiaunya ke mangkuk makanan nein lalu menaruhnya di dapur. sementara rachel dan marry menyantap kwetiau mereka di depan tv.
"selamat makan,"
rachel tidak suka pedas, berbeda dengan marry yang sangat suka pedas. aroma cabai di makanan marry sampai membuat rachel batuk. marry pun tertawa melihat rachel.
"ada yang bilang kalau mandi setelah makan akan membuatmu gemuk. tapi seumur hidup aku melakukan itu aku tidak pernah jadi gemuk." ucap marry dengan sombong.
"aku juga pernah mendengar tentang itu di on the spot. jadi gendut atau tidak itu tergantung pola hidup. jika kau hanya rebahan tanpa beraktifitas dan olahraga ada kemungkinan kau akan jadi gemuk. tapi kalau kau terbiasa menerapkan gaya hidup menjadi gemuk sangat kecil kemungkinannya." tutur rachel sembari menyuap kwetiau.
marry menggangguk setuju. setelah makan mereka masuk ke kamar mandi bergantian. setelah itu rachel mencarikan bajunya yang agak besar untuk dipinjamkan ke marry.
rachel adalah wanita yang langsing. semua aspek dan aset di tubuhnya ideal dan standar menjadikan rachel sosok gadis muda yang bak model majalah fashion. sedangkan marry lebih lebih gemuk dari rachel. sehingga dia terlihat montok saat memakai seragam sekolah.
rachel meminjamkan baju pemberian temannya yang tidak pernah dia pakai karena ukurannya kebesaran. baju masih bagus karena memang masih baru. dan baju itu sangat pas di badan marry.
tidak hanya meminjamkan baju, tapi juga celana jeans. marry sangat senang dengan perhatian yang diberikan rachel. mereka pun pergi mengunjungi arqan. namun saat hendak menaiki tangga marry bertabrakan dengan seseorang. orang itu tidak lain adalah arqan yang sedang membawa sebuah kotak besar.
arqan menaruh kotaknya saat melihat marry terjatuh lalu mengulurkan tangannya.
"maaf princess leadswan. saya tidak melihat anda." arqan mengucapkan sesuatu yang menggelikan bagi marry. marry memukul tangan arqan.
"kau sedang apa? bertingkah bak pangeran di negeri dongeng seperti itu. menggelikan." ucapnya dengan sinis.
arqan menjelaskan kalau dia sedang berlatih menjadi tokoh pangeran di cerita fantasi yang ditulis oleh ketua klub teater. arqan terpaksa mengambil peran itu karena dia pernah berhutang budi dengan ketua klub teater.
arqan juga menjelaskan kalau di dalam naskahnya ada adegan dimana arqan (pangeran) hampir mati dalam peperangan. untuk mendapatkan ekspresi sekarat yang bagus arqan meminta marry untuk menendangnya perutnya.
marry tentu saja menolak permintaan teman baiknya itu. selain akan menyakiti arqan, bisa saja ada cedera berat akibat tendangannya. ditambah lagi marry memiliki paha yang tebal sehingga tendangannya lebih kuat dari gadis lain seusianya.
untuk mengatasi masalah itu arqan memasangkan busa di kaki marry. namun masalah lainnya muncul. marry tidak bisa menendang karena celana jeans yang dipakainya lumayan kentat. tentu saja karena itu milik rachel yang berbeda ukuran dengannya.
arqan pun memindahkan busa itu ke kaki rachel. rachel pasti bisa mengangkat kakinya karena dia mengenakan rok panjang. disinilah perbedaan fashion antara rachel dan marry terlihat.
marry menyukai style anak muda dengan baju modis dan celana jeans beraksesoris rantai di atas kantongnya. sementara kalau rachel, arqan sering melihatnya memakai baju sweater dan rok panjang berwarna cerah yang seirama. marry di luar rumah adalah gadis modis bergaya. sedangkan rachel di luar rumah adalah gadis anggun dengan pakaian tertutup.
menganalisa pakaian yang digunakan rachel hari ini membuat arqan teringat kejadian 2 hari yang lalu. arqan tidak sengaja melihat baju dalaman rachel. mengingatnya lagi membuat wajah arqan memerah sampai mirip hellboy.
"kau yakin tidak apa-apa kalau ditendang? fisikmu kan lemah." rachel khawatir ide ini akan mencederai arqan. marry pun setuju. daripada menyakiti diri sendiri dengan tendangan lebih baik meniru ekspresi aktor film. apalagi arqan punya banyak kaset film laga.
namun arqan menolak usul itu. dia tetap batu ingin rachel menendang perutnya. marry berkata tidak ada pilihan lain kalau arqan sudah memutuskan kehendaknya.
akhirnya rachel menendang perut arqan sesuai aba-aba yang diberikan marry.
wajah arqan berubah menjadi ikan mati setelah ditendang. rupanya rachel salah sasaran yang harusnya perut malah menendang bola masa depan arqan. arqan pun pingsan beberapa detik kemudian.
rachel dan marry panik melihat arqan tidak sadarkan diri. rachel berteriak memanggil bantuan. pak sekuriti pun datang menolong anak-anak yang kelakuannya sulit dimengerti itu.
.................................................................................
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 sekalian follow author juga ya.
__ADS_1
.................................................................................