
Rupanya film yang disetel Lalatina bukanlah the ring versi aslinya melainkan film the ring fanmade yang berasal dari deep web.
Arqan lah yang pertama menyadari perbedaan film itu. Arqan bertanya dimana Lalatina membeli film itu.
Lalatina menjawab "pamanku yang memilih film ini. Sebenarnya aku tidak punya satupun film, karena itulah aku bertanya ke pamanku dan dikasihlah film ini. Kenapa memangnya?"
Arqan bergumam dalam hati "(apa pamannya juga tidak tahu? Aku pernah melihat film ini sebelumnya. Film Footage ini adalah versi fanmade keluaran deep web atau dark web. Aku harus memastikan film ini legal diperjualbelikan atau tidak. "
Arqan melirik Rachel yang sedang menonton dengan tegang. Sekilas info, Rachel duduk di tengah, Lalatina di kanan samping jendela, dan Arqan di kiri.
Selama 1 jam film berlangsung terdapat adegan kematian brutal. Lebih ngerinya lagi semua kengerian itu dikemas dengan gaya found footage yang paling dibenci Arqan karena nampak nyata.
Suara guntur mengejutkan Arqan. Nampak diluar langit menjadi gelap. Dilihat dari warna awannya nampaknya akan turun hujan lebat.
Di bawah Tahta dan Rukaiyah menemukan apartemen tempat jejak Arqan terakhir menghilang. Dengan polosnya Tahta bertanya ke sekuriti mengenai jaringan internet.
"di gedung ini sinyal internetnya tidak stabil ya pak. "
Si sekuriti yang tidak berkenan menjawab pertanyaan bocah itu pun menjawab dengan bahasa rusia.
"уходи отсюда! "
Tahta dan Rukaiyah pun diusir keluar. Karena tidak tahu cara melewati penjaga dan tidak ada jaminan Arqan berada disana mereka berdua pun memutuskan untuk pulang.
"mereka jahat sekali. Mengerjai kita sampai seperti ini. " keluh Tahta.
Rukaiyah diam saja dan tidak membalas ucapan Tahta dia masih agak malu malu bicara dengan pria selain Arqan.
Tahta yang otaknya sedikit jalan pun kemudian mengajak Rukaiyah bermain.
"ka-kau suka main trampolin tidak? " tanya Tahta terbata bata.
"trampolin itu yang bisa dipakai untuk lompat lompat kan? " (Rukaiyah)
Tahta sangat senang Rukaiyah bertanya balik.
"iya betul. Di dekat sini ada wahana bermain trampolin loh, mau ikut? Main trampolin tidak hanya bisa meredakan stress tapi bisa menyehatkan badan dan melatih daya imajinasi. " tutur Tahta sambil berkeringat karena dia telah berbohong soal menyehatkan badan.
Tahta pernah membaca artikel tentang manfaat bermain trampolin bagi tubuh. Hanya saja dia tidak ingat manfaat apa itu.
"sepertinya menyenangkan. Lagipula aku tidak berani pulang sekarang. "
Rukaiyah menerima ajakan Tahta. Mereka pun otw ke wahana trampolin yang berada di bekas gedung badminton.
Biaya masuk perorangnya 20 ribu untuk bermain selama 1 setengah jam / 1 jam 30 menit.
Tahta berhasil membuat Rukaiyah senang dengan trampolin dan kebohongan manisnya soal menyehatkan tubuh. Dengan bangga Tahta berucap dalam hati "sekarang aku punya pengalaman yang bisa dibanggakan. Tunggulah sampai aku menceritakan kisah ini Arqan. "
Tahta membanting badan ke trampolin di sebelah Rukaiyah lalu bermain hingga lupa waktu.
Tetapi pengalaman manis yang dibuat Tahta tidak ada apa apanya dengan Arqan. Entah bagaimana sekarang Arqan duduk di tengah. Rachel memegang tangan kirinya, dan Lalatina ikut ikutan memegang tangan kanannya.
Arqan yang awalnya sedikit takut melihat film deep web itu sekarang menjadi salfok pada genggaman tangan kedua gadis itu.
__ADS_1
"hahh film nya membosankan tidak sih? "
Film nya sudah habis dan Lalatina tidak menyukainya.
"iya kebanyakan hanya berisi adegan gore dan penjelasannya sangat sedikit. Bagaimana menurut master horror? "
Rachel bertanya ke Arqan.
"menurutku film ini bukan the ring asli tapi kumpulan short movie buatan penggemar the ring. Aku pernah lihat film semacam ini di deep web. "
Reaksi yang ditunjukkan Lalatina tidak seterkejut yang Arqan bayangkan.
"walaupun film itu dibeli dari deep web tidak mungkin file nya bervirus. Karena pamanku adalah Milor Smith, dia pasti tak akan membiarkan virus komputer masuk ke rumahku. "
Rachel terkejut mengetahui Lalatina adalah keponakan Milor Smith. Pantas saja mereka tampak dekat saat di lapangan waktu itu.
Rachel memberitahu Arqan kalau internet di tempat itu aneh.
"kenapa Rachel? "
"server internetku sepertinya bukan server lokal. Aku hanya merasa aneh, kenapa pilihan server indonesia tidak ada. "
"lah kok begitu? "
"jangan jangan aku juga... "
Server internet di hp Arqan juga berubah jadi server Rusia.
Berbeda dengan Rachel yang tidak tahu apapun, Arqan mengobservasi hotel ini saat memasukinya. Kebanyakan pegawai di hotel ini adalah orang Rusia.
Lalatina tampak menyembunyikan sesuatu, tak seperti biasanya dia berbicara dengan tempo lambat.
"hotel ini memang khusus orang rusia. Kalau kalian sadar tidak ada pegawai lokal disini. Semuanya disini orang rusia. " terang Lalatina.
"err, Lalatina aku pulang dulu ya. Aku belum mengangkat jemuran di belakang rumah. " Rachel izin pamit dengan Lalatina.
"ohh sudah mau pulang. Oke, oke, bagaimana denganmu Arqan? "
"laki laki dan perempuan tidak boleh berduaan dalam satu rumah. Jadi aku juga pulang sekarang. "
Lalatina hendak mengantar Arqan dan Rachel sampai bawah tapi tidak jadi karena Arqan memintanya untuk tidak mengikuti mereka. Mereka berpisah di depan pintu.
"sampai di sekolah, sampai jumpa lain hari. " Lalatina melambaikan tangan.
Rachel bertanya kenapa wajah Arqan nampak berseri seri.
Arqan menjawab "aku selalu bahagia saat hari mendung. Hujan menghangatkan hatiku. "
"ya ampun, kau benar! Kita harus segera pulang. "
Rachel menarik tangan Arqan karena dia berjalan terlalu lambat.
**
__ADS_1
Tepat sebelum hujan turun Rachel sampai ke rumah, kemudian dia berpisah dengan Arqan.
"terima kasih sudah menjagakan rumahku Lauroe. Ini untukmu. "
Rachel memberikan Lauroe sebungkus hamburger dan upah sesuai perjanjian.
Lauroe melihat Rachel sebagai ladang cuan barunya. Dia berpesan ke Rachel untuk memanggilnya kapanpun.
"aku tidak akan selalu minta upah. Aku hanya akan memintanya kalau sedang butuh. Sampai jumpa mbak Rachel. "
Lauroe pulang ke rumahnya yang berjarak 6 meter dari rumah Rachel.
Ketika membuka pintu Rachel kaget mendapati rumahnya dalam keadaan berantakan.
"apa yang terjadi disini? "
Rachel menggelengkan karena seekor lalat hingga di hidungnya. Lalu tiba tiba rumahnya yang berantakan jadi rapi kembali.
Rachel bingung dengan apa yang dilihatnya, dia mencoba keluar rumah lalu masuk kembali untuk memastikan keadaan rumahnya yang sebenarnya. Ternyata tidak terjadi apapun di rumahnya.
"haha, aku pasti berkhayal karena menonton film deep web itu terlalu lama. " gumam Rachel.
"Nein, ckk.. Ckk.. Ckk.. Ckk.. "
Nein datang dari dapur lalu berlari ke pangkuan Rachel.
"bagaimana harimu teman seperjuangan ku. Kau tidak berkelahi dengan kucing tetangga kan? "
Rachel menggaruk leher Nein. Rupanya semenjak pindah kesini Rachel membiarkan Nein berkeliaran di luar rumah. Berbeda sekali dengan di rusun, yang mana dia selalu mengurung Nein di dalam rumah.
Nein melompat dari pangkuan Rachel lalu menggaruk pintu hendak keluar.
"a a a "
"tidak boleh main saat hujan. Nanti kau hanyut terbawa arus air. " Rachel bercanda dengan Nein.
Hujan pun turun saat hari menjelang magrib. Arqan yang tadinya menyukai hujan jadi membencinya karena datang disaat yang tidak tepat.
"berhenti mengejek hujan. Kau tahu siapa yang menurunkannya? " wujud astral Nein muncul di bahu Arqan.
"aku tidak mengeluh. Hanya sedikit kesal saja. "
"siapa sangka cerita kalian berdua bisa sampai ke titik ini. "
"cerita apa? " Arqan penasaran dengan maksud Nein.
"lanjutkan cerita ini sampai kau bertemu dengan seseorang yang akan menjadi raja terakhir. "
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
...........................................................................