Nekophilia

Nekophilia
Bab 35 : Menolak menjadi artis


__ADS_3

"sudah cukup kan? berapa nilaiku? "


"nilai? aku hanya menghitung berapa lama kau sanggup menggendong ku."


"lumayan untuk laki-laki yang menganggap dirinya lemah. kau harus lebih percaya diri dengan tenagamu arqan. "


"kenapa tiba-tiba kau mengatakan itu? "


"karena kau terlihat bergantung pada tahta setiap melakukan pekerjaan yang memerlukan tenaga. selain itu kenapa kau anggap dirimu lemah."


arqan menurunkan rachel terlebih dahulu.


"kalau hanya bercanda saat bilang lemah. apa kau tidak lihat saat aku menendang pak nam, itu tidak baik tapi aku sudah membuktikan kalau aku bisa taekwondo."


arqan tak mau mengakui fisiknya lemah apapun keadaannya. rachel pun tidak membahasnya karena topik itu tampaknya sensitif untuk arqan.


"bagaimana kalau kita nobar sinetron mu. " arqan mempunyai ide brilian untuk menghabiskan waktu.


rachel mengaku malu menonton tayangan ulang dirinya. tapi arqan tak peduli dan tetap menontonnya di proyektor laboratorium.


"masuklah tahta,"


tahta kaget tiba-tiba arqan menyadari keberadaannya.


"bagaimana kau tahu? "


"instingku ini kuat. "


tahta melihat ke cctv lorong yang masih menyala. "begitu rupanya." ucapnya dalam hati.


"masuklah arqan, eh maksudku tahta. " rachel salah sebut nama.


"aku paham maksud kalian, kalian ini berduaan tapi tidak bisa karena ini tempat umum, betul kan? " artinya dia hanya akan jadi obat nyamuk.


"tidak juga, aku cuma mengajakmu nobar kalau tidak mau tidak apa apa, kami akan menontonnya di rumah saja. " ucap arqan memutar mata.


"oke oke, tapi jangan ngebucin disini ya. "


*


arqan mengirim file dari hp nya ke laptop dengan bluetooth. rachel menyusun kursi dan meja lab untuk tempat duduk mereka berdua, eh bertiga.


tidak lupa rachel melepas jaket untuk menutup wajahnya jika ada adegan yang memalukan.


"katanya kau bertemu wakil produser saat di pantai. kau beruntung sekali dapat rezeki saat sedang bersenang senang. kaya ketiban durian runtuh. " ucap tahta. dia iri dengan keberuntungan rachel.


di beberapa adegan rachel menutup pipinya yang memerah karena malu. akting rachel dalam memerankan tokoh medea nyaris tidak ada kesalahan.


namun sebagai artis baru yang baru pertama kali main film, dan film nya ditonton oleh orang yang dia sukai membuat rachel berekspresi tinggi dengan penilaian arqan di akhir film.


setelah menonton 5 episode rachel bertanya pada arqan bagaimana penampilannya serta aktingnya.

__ADS_1


"aku tidak merasa kesulitan saat memerankan tokoh Medea, justru aku merasa tidak nyaman oleh make up tebal yang mereka berikan."


"memang sudah kodratnya wanita makin ber make up makin cantik. kau hanya harus membiasakan dirimu rachel. " ucap tahta.


"dia tidak meminta saran. dia bertanya apa pendapatmu tentang aktingnya. " sela arqan.


"ohh... sebenarnya aku kaget kau bisa memerankan tokoh sedingin itu. kerja bagus rachel." tahta memberi 1 jempol.


"aktingmu sangat bagus, aku yakin temanmu icha akan ternganga saat menontonnya. " ucap arqan.


rachel tertawa kecil.


"besok aku akan syuting 2 episode terakhir. tolong temani aku lagi ya. "


rachel menepuk pundak arqan yang duduk di sebelahnya.


"tentu saja. " arqan menarik pipi rachel dengan gemas.


*


kisah sepasang kekasih itu pun berlanjut keesokan harinya.


di tempat syuting rachel menghabiskan waktu dengan minum kopi bersama arqan.


"tokoh medea tidak muncul di setiap episode. dia hanya akan disorot di episode 6 dan 11 lalu muncul sebentar di episode 7." ungkap rachel ke arqan.


seperti biasa arqan memberinya semangat. sambil menunggu gilirannya rachel menunjukkan bagaimana dia merubah ekspresinya dari wajah ramahnya yang biasa ke wajah poker face khas medea.


reihan si pemeran adik medea iri sekaligus cemburu dengan kedekatan mereka.


kecemburuannya pada arqan menghantarkannya pada niat buruk untuk menjahili arqan.


reihan membeli sebuah kopi panas lalu berjalan mendekati meja arqan dan rachel.


"akan kutumpahkan kopi panas ini kakimu. rasakanlah bagaimana syahwatmu terbakar. "


saat reihan berjalan mendekati arqan dia ditabrakan oleh pak kameramen. minuman yang dia bawa pun tumpah ke pahanya.


reihan pun merintih kepanasan. rachel kaget melihat kejadian itu pasalnya itu terjadi di depan matanya.


"kau tidak apa-apa dik? "


"tidak apa-apa kak medea."


rachel dan reihan berinteraksi seperti tokoh yang mereka perankan.


paha reihan melepuh karena kecelakaan itu. dia pun melanjutkan syutingnya dengan jalan sedikit terseok menahan luka.


produser berkumis menilai akting rachel di 2 episode terakhir ini. setelah syuting selesai dia menghampiri rachel.


"aktingmu sangat memukau mbak rachel. jujur saja, awalnya aku meragukan anak kampung sepertimu. "

__ADS_1


"ahahahahaa... saya juga ragu pada awalnya pak. " rachel mengaitkan rambutnya ke daun telinga.


"gaji kamu sudah saya kirimkan. kalau kamu berminat jadi artis lagi silahkan hubungi saya. " pak produser memberikan kartu nama serta agensinya.


"kalau kamu tidak punya rencana yang pasti untuk masa depanmu, kamu bisa tanda tangan kontrak jangka panjang. nanti kamu akan saya panggil lagi untuk bermain di film selanjutnya bagaimana? "


rachel berpikir sejenak, dia belum rela meninggalkan pria unik yang begitu membuatnya penasaran.


jika terus muncul di layar kaca ditambah bisa mempertahankan akting bagusnya, rachel suatu saat akan menjadi bintang besar. di undang ke berbagai acara tv dan membintangi film film besar. lambat laun dia akan menjadi artis top tanah air.


ketimbang memiliki semua itu rachel lebih penasaran dengan apa yang akan dilakukan arqan ke depannya. pria itu memiliki rancangan masa depan yang unik yang selalu membuat rachel penasaran.


karena rasa penasaran itulah rachel menolak tawaran yang bisa mengangkat derajat keluarganya.


"saya tidak bisa, terima kasih sudah memberikan saya kesempatan." ucap rachel ke produser berkumis.


"loh kenapa...? apa kamu menolak karena pacarmu? " tanya pak produser penuh selidik.


"tidak, bukan karena arqan. saya hanya merasa memiliki kesempatan untuk terkenal di bidang lain. " jawab rachel.


"begitu ya. kalau begitu saya tidak akan memaksa kamu. "


"tapi kalau kamu berubah pikiran lagi, hubungi saja saya. "


rachel mengangguk lalu berbalik meninggalkan tempat syuting.


"aku akan menyesali ini. tapi aku juga tidak mau menjadi konsumsi publik jadi tidak apa-apa." ucap rachel menegarkan hati.


"rachel,"


"kamu mau ikut aku tidak? "


reihan menepuk pundak rachel, lalu menanyakan hal yang tidak dipahami oleh rachel.


"ikut kemana? " tanya rachel dengan polos.


reihan menelan ludah berusaha mengumpulkan keberanian lalu menunjukkan wajah seriusnya ke rachel.


"jadilah pacarku rachel. saat pertama kali kita ngobrol 2 minggu yang lalu kau mengaku belum punya pacar, tapi kemudian kau membawa pemuda cupu dan kau sebut dia pacarmu. "


"jangan jangan kau ini pemain..."


rachel tersinggung dan menyipitkan mata.


"biar aku jelaskan rei, kau sudah salah paham... "


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh memberikan kritik asal membangun dan gunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak dan jangan terlalu menghayati isi novelnya. Ini hanyalah cerita fiksi. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2