Nekophilia

Nekophilia
Bab 54 : Hari Santai


__ADS_3

Dengan cepat Rachel dan Lalatina menjadi teman dekat. Mereka berdua memiliki sifat yang berbanding terbalik.


Rachel pendiam di depan orang banyak, tapi ceria kalau di rumah. Sementara Lalatina pendiam ketika teman berkunjung ke rumahnya.


Hari ini Lalatina mengundang Arqan dan Rachel ke rumahnya yang berada di apartemen mewah, tepatnya di lantai 23.


"aku naik tangga saja deh. " Arqan menolak naik lift.


"rumahku aku di lantai 23 loh. Apa kau sanggup naik sejauh itu? " lalatina mengkhawatirkan Arqan.


"jangan takut Arqan. Pegang tanganku saat kita naik. " ucap Rachel.


Karena tidak ingin malu di depan Rachel Arqan pun berani naik lift. Namun saat lift naik ke atas Rachel malah memegang tangan Arqan lebih kencang.


"jadi yang takut disini siapa? " Arqan menggurui Rachel.


"aku hanya kaget, biasanya tidak ada guncangan seperti tadi. " sahut Rachel.


"lift ini baru diperbaiki kemarin. " ucap Lalatina.


Mereka berdua pun mulai ketakutan. Lalatina tertawa melihat mereka.


"kalian pasangan yang serasi. Semoga langgeng sampai pelaminan. " (Lalatina)


"wah terima kasih untuk doanya. " (Arqan)


Sampailah mereka di lantai 23. Lantai tertinggi kedua, lebih tepatnya lantai tertinggi sebelum atap.


"rumahku yang ini. " Lalatina memutar kunci.


"kau tidak was was tinggal di tempat yang setinggi ini? " tanya Arqan. Dia merinding saat melihat keluar jendela. Betapa tingginya sampai suara udara terdengar dengan jelas.


"aku sudah biasa berada di tempat tinggi. Kalian juga harus membiasakan diri. Seiring perkembangan zaman jumlah lahan pun akan semakin berkurang dan bangunan tinggi akan semakin banyak. " (Lalatina)


"aku benci membayangkan dunia yang padat sempit dan penuh teknologi seperti dunia Cyberpunk. Walaupun profesor menyebutku pakar teknologi muda aku tidak ingin turut andil membuat dunia jadi seperti itu. " (Arqan)


Lalatina melanjutkan perbincangan berat mereka.


"kau ini bicara apa? Para peneliti tidak pernah menjadi penyebab dunia berubah. Lahan menyempit itu karena angka kelahiran yang tak terkendali sehingga pemerintah mau tidak mau harus membangun gedung pencakar langit untuk ditinggali. "


"argumenmu ada benarnya. Menurutmu berapa lama lagi sampai dunia berubah jadi seperti itu? "


"100 tahun. Mungkin 200 tahun lagi. Berdoa saja tidak ada generasi muda yang menjadi pelopor modernisasi lebih jauh lagi. "


"woahh... "


Rachel menemukan barang yang menarik. Bentuknya lucu seperti slime di anime. Rachel tidak mau menyentuhnya sebelum diberi izin oleh Lalatina.


"apa ini mainan slime ukuran besar Lala? "


"Lala..? Oh iya, itu bukan mainan biasa tapi robot slime buatan institusi teknologi Rusia. "


Lalatina menjelaskan fungsi robot slime ke Rachel.


"robot sabun. Aku jadi ingin mencobanya. "

__ADS_1


Lalatina menawari Rachel mandi bersama, namun Rachel menolaknya karena malu.


"jadi apa yang mau kau tunjukkan kepada kami Lalatina? " tanya Arqan.


"oh iya, silahkan duduk dulu. Sofanya ada mode pijatnya loh."


Lalatina memencet tombol di tangan sofa lalu sofa mulai memijat orang yang duduk di atasnya.


"barang sebagus ini pasti mahal. Kau pasti orang berada di Rusia sana. "


Lalatina bukan orang kaya. Semua fasilitas yang dimilikinya saat ini adalah pinjaman dari pamannya, termasuk baju dan uang sakunya selama bersekolah di Indonesia. Semuanya kecuali uang akan dikembalikan ke pamannya.


"nikmati pijatannya sembari aku memasak makanan. "


Lalatina memperkenalkan masakan Rusia pada Arqan dan Rachel. Baunya sangat menyengat seperti masakan indonesia.


"suaplah lebih dulu. Aku tidak tahu bagaimana tata krama makan di Indonesia ini tamu mencicipi makanan lebih dulu adalah tata krama di rumahku. "


Arqan menilai Lalatina sebagai orang yang narsis luar dan dalam. Perkiraannya bisa saja salah.


Arqan menahan makanan di lidahnya. Rasanya sungguh tidak enak luar dan dalam telurnya.


"dia menyajikan makanan petang tadi atau apa? Rasanya aku akan sakit kalau terus mengunyahnya." Arqan berusaha menahan muntah.


"apa Lala salah memasukkan bumbu? Rasanya seperti obat penambah darah. " ucap Rachel dalam hati.


"kenapa wajah kalian begitu? Makanannya tidak enak ya? "


Arqan terdiam saat melihat wajah sedih Lalatina yang tingkat kepolosannya mirip dengan Rachel.


"itu gado-gado. " jawab Lalatina.


Arqan dan Rachel saling tatap sembari menahan senyum.


"pfftt... " Arqan berusaha keras menahan tawa.


Rachel memberitahu Lalatina kalau gado gado buatannya salah bahan. Lontong yang seharusnya ada malah dia ganti jadi hati ayam itupun rasanya sangat pahit.


Lalatina sangat malu atas kejadian itu dia meminta maaf lalu membeli online food yang sangat banyak sebagai ganti kesalahannya.


"fufu.. rencanaku sukses. Arqan dan Rachel pasti mengira aku tidak bisa memasak, dengan begitu mereka akan memakan semua yang aku berikan. Dan paman akan membayar semuanya. Rasakan itu paman. " Lalatina tertawa dalam hati setelah berhasil mengirimkan tagihan ke kantor pamannya yang jahat.


Masing masing tamu diberi sekotak pizza, sebungkus burger, segelas es krim mixue, sekotak kentang goreng, dan seember fried chicken.


"kalau tidak habis bisa dibawa pulang. Akan kusewa grab untuk membawanya nanti. " ucap Lalatina dengan senyum puas.


"kau yang terbaik Lalatina!! " Arqan memberikan 2 jempol untuk Lalatina.


"ayo makan, setelah ini kita nobar film komedi romantis. " (Lalatina)


"Arqan tidak suka film romantis, dia sukanya film horror gore. " terang Rachel.


Arqan menjawab dengan senyuman, mulutnya tidak bisa dibuka karena sedang penuh oleh daging burger.


"cough! " saking kelaparannya Arqan dia sampai berbatuk saat mengunyah.

__ADS_1


"aduh kau ini! Jangan makan seperti monyet! "


Rachel berikan tisu pada Arqan.


Setelah makan Lalatina menyetel film horror lawas di tv 60 inch nya. Sementara itu Arqan menerbangkan drone capungnya ke atap apartemen.


"hayo! Kau mau mengintip orang yang sedang berenang kan? " Rachel memergoki aksi Arqan dan langsung salah paham.


"tidak kok. Aku tidak berani melakukan hal itu di tempat baru. Aku menaruh kamera di atas jendela untuk merekam perubahan cuaca dari cerah ke hujan. Ini adalah hobi yang jarang aku lakukan. "


Setelah menaruh kamera Arqan dan Rachel bergabung di sofa.


"persiapkan diri kalian, ini adalah film horror lawas yang dicekal oleh berbagai negara." ucap Lalatina, dia payah membuat ekspresi seram.


"oh aku tahu film apa itu. Pasti The Exorcist! " Rachel menerka nerka.


"salah! Akan kuberi petunjuk, film ini keluaran jepang. " (Lalatina)


"pasti bukan versi original The Ring! Aku lupa judulnya, ringgaku... " (Arqan)


"wah kau tahu rupanya. Ini memang versi asli film the ring. Bersantailah sambil nonton. "


Lalatina membuka bungkus kentang goreng.


Selama mereka bertiga bersantai di apartemen Tahta dan Rukaiyah bertamu ke rumah Rachel. Disana ada Lauroe yang menjaga rumah Rachel.


Tahta kaget tatkala mengetahui Rachel menyewa seorang atlet silat untuk menjaga rumahnya.


"sepertinya aku pernah melihatmu. tapi dimana ya...? "


Lauroe berusaha mengingat kapan dia pernah bertemu dengan Tahta.


"maaf Lauroe, apa kau tahu Rachel pergi ke mana? " tanya Tahta.


"kami teman temannya. Hp nya tidak aktif, kami jadi khawatir terjadi sesuatu padanya. " imbuh Rukaiyah.


"aku tidak tahu dia pergi kemana. kenapa tidak kalian lacak lokasi terakhirnya dengan GPS. Kalian murid SMK TEKNOLOGI ELIT kan? "


Tahta lupa akan hal itu. Dia memiliki aplikasi pelacak yang tersambung ke Hp Arqan.


"terima kasih untuk sarannya Lauroe. Kami pergi dulu. "


Lauroe kembali menyandarkan badannya ke kursi.


"pertama kita lacak Arqan dulu. Feeling ku mengatakan mereka sedang bersama sekarang. "


Mendapati lokasi terakhir Arqan di depan apartemen bintang 4 Tahta dan Rukaiyah pun bergegas pergi kesana.


...........................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


...........................................................................

__ADS_1


__ADS_2