Nekophilia

Nekophilia
Bab 53 : Masalah Abigail


__ADS_3

Milor Smith mengadakan pertemuan dengan para peneliti serta teknisi terbaik Asia. Tempat pertemuan mereka dirahasiakan untuk menjaga privasi.


Milor Smith selaku wakil duta besar Amerika di Indonesia menyatakan telah memberikan sedikit komisi untuk pemuda berbakat Asia.


**


Di rumah barunya Arqan mengajak Rachel bermalas malasan.


"hadeh beginilah jadinya kalau uang terlalu mudah didapatkan."


Tahta menyinggung Arqan dan Rachel yang berbaring di lantai selama sejam. Rasanya Arqan sudah memenuhi tuntutan hidupnya.


"Dana 5 miliar itu cukup untuk hidup malas malasan di ekonomi menengah."


Arqan bicara tentang kehidupan santai dan berkecukupan hanya jika dia tidak membuang buang uangnya untuk membeli barang tidak berguna.


"terserah deh. " Tahta menghela nafas panjang.


Arqan berbisik ke Rachel. Tingkah manjanya ke Rachel membuat Tahta iri sekaligus senang.


"untuk apa kalian berbisik? Aku tahu kalian merencanakan sesuatu dengan aku sebagai objeknya. " Tahta menyipitkan mata.


"hei kawan. Apa ada sesuatu yang mau kau beli? Anggap saja aku mentraktir mu. "


Arqan tidak mau memberikan Tahta uang dan membuat temannya itu tampak menyedihkan. Karena itulah dia mentraktir Tahta untuk membeli barang jadinya saja agar Arqan bisa ikut menggunakannya.


"kau serius? Akhirnya kau ingat juga dengan teman. " ucap Tahta dengan terkekeh.


"aku ingin membeli beberapa alat fitness supaya bisa nge gym di rumah. " (Tahta)


"kau dapatkan! " (Arqan)


"kalau begitu akan kutelepon Rukaiyah. " Rachel mengikuti jejak Arqan.


Setelah Rachel menjelaskan tujuannya Rukaiyah yang awalnya terdengar kesal karena ditelepon saat mandi menjadi sangat senang.


[ benarkah!!! Kalau begitu aku mau beli sepeda yang harga satu juta. Untuk adikku yang masih SMP, hehee... ]


Tahta dan Rukaiyah sangat senang mendapat barang yang diinginkannya secara gratis.


Hari menjelang malam dan Arqan kembali berbaring di lantai rumahnya.


"sebentar lagi aku pulang ya. " ucap Rachel.


"mau ku antar? "


"tidak usah. Lagipula rumah kita dekat. "


Sesampainya di rumah Rachel langsung merebahkan diri di sofa.


"sofa ini lembut juga. Mata Icha tidak pernah salah kalau urusan mencari barang bagus di online shop."


Rachel kembali pada hobinya yaitu mendengarkan musik sambil tiduran di sofa, ditambah Nein di atas perutnya.

__ADS_1


Hari semakin larut, rumah rumah mulai mematikan lampu mereka terkecuali Arqan dan Rachel yang sama sama tidak bisa tidur dengan lampu mati. Sebenarnya mereka berdua takut muncul sesuatu dari kegelapan itu.


**


Sudut pandang berpindah ke Lalatina. Di apartemennya yang bagus, Lalatina sedang menikmati sejuknya berendam air hangat.


Anehnya dari dalam air muncul sebuah lendir bulat berwarna biru yang memiliki cekungan membentuk mata di salah satu sisinya.


"robotku bekerja dengan baik. Aku dengar sabun di sini kurang higienis jadi sekarang jadilah sabun untukku. "


Slime itu adalah robot canggih buatan Lalatina yang ia bawa dari Rusia.


Setelah mandi Lalatina mendapat telepon dari Milor Smith.


"halo paman, ada pekerjaan baru lagi? " tanya Lalatina di telepon.


[ dengarkan aku Abigail. Arqan adalah aset penting yang harus kita miliki. Jadi tugasmu bertambah. Dekatilah Arqan dan jadilah temannya selama 2 setengah tahun ini. ]


"tapi... bagaimana dengan pendidikanku di Rusia?? "


[ kau sudah terlalu pintar untuk kembali ke sekolah itu Abigail. Paman tidak akan memaksamu, tapi perlu kau ingat tugas ini akan membahagiakan orang tuamu. ]


Mengulik maksud Milor Smith yang menyinggung orang tua Lalatina. Walaupun terlihat bak putri kerajaan nyatanya Lalatina tidak sekaya yang terlihat.


Di Rusia dia adalah penduduk dengan ekonomi menengah dan ayahnya terjebak hutan dengan rentenir. Jalan satu satunya untuk melunasi hutang itu adalah dengan Lalatina bekerja untuk divisi pamannya yang seorang wakil duta besar luar negeri.


"aku mengerti paman. Kau tidak perlu membawa bawa ayah dan ibu. "


[......] Milor Smith matikan teleponnya.


**


2 hari setelah penjualan radar, Arqan kembali mendapatkan transfer 5 miliar dari Milor Smith. Milor Smith juga mengirimkan email dan mengatakan kalau radar buatan Arqan sangat berguna karena sulit dideteksi oleh musuh.


Arqan tak tahu siapa musuh yang dimaksud Milor Smith. Arqan pun memberanikan diri bertanya siapa musuh yang dimaksud, dengan saling bertukar email.


[ aku yakin kau sudah pernah dengar beritanya. Kelompok yang membuat keributan di wilayah barat Indonesia, KKB Papua. ]


"mereka kah, apa yang telah mereka lakukan? Berita tv tidak memberitahukan semuanya. "


Milor Smith tersenyum licik di ujung telepon sana.


[ mereka menyerang pengungsian warga sipil. Kenapa memangnya? ]


"aku hanya penasaran. Selamat malam tuan Smith. "


Milor Smith bergumam setelah bertukar email dengan Arqan. "dia tertarik. "


Sementara itu Arqan mengusap dadanya "hampir saja aku menunjukkan ketertarikan pada hal itu. "


Arqan memutuskan mencoba tidur dengan mematikan lampu hari itu.


**

__ADS_1


Besoknya adalah hari minggu Lalatina datang ke rumah Arqan. Dengan raut wajah penuh kesedihan dia bertamu dan berbincang dengan Arqan.


"pintunya ku tutup ya, ini akan menjadi rahasia kita berdua. "


Lalatina membuat suasananya menjadi tidak nyaman untuk Arqan. Arqan pun sigap mengirim pesan darurat ke Rachel.


"aku tidak boleh berduaan dengan wanita ini. " batin Arqan.


"maafkan aku datang sepagi ini dan mengganggu pagimu. Aku punya masalah yang hanya kau yang bisa menyelesaikannya. " Lalatina bicara dengan suara lirih.


"masalah apa itu? Jangan membuatku penasaran. " desak Arqan.


"aku ditugaskan Milor Smith untuk mengawasimu sampai lulus. Karena itulah jadikan aku temanmu. "


"maaf... " Arqan tidak mengerti mengapa Lalatina tampak kesulitan mengatakan hal lumrah seperti itu.


Arqan mengingat ngingat sikapnya di sekolah. Apa dia terlihat sombong sampai seseorang tidak berani mendekatinya seperti yang terjadi pada Lalatina.


Arqan berhenti berfantasi "mohon maaf sebelumnya, jadi kau menggangguku terus menerus karena ingin jadi temanku?? "


Lalatina mengangguk kencang.


"maaf aku menunggumu, aku tidak percaya diri di sekolah ini. Semua orang menggunakan kerudung, membuatku tidak nyaman karena merasa minor. "


Arqan tidak tahu harus berkata apa. SMK TEKNOLOGI ELIT khususnya kelas Arqan memang diisi orang muslim.


"kau tidak bisa melepaskan jilbab mereka, mau tidak mau kau harus membiasakan diri, selain itu mulai saat ini kau adalah temanku Lalatina. Bersikap biasanya saja kalau denganku. Kau lebih cantik jika bersikap tenang. " cara yang terbaik dalam memuji wanita adalah dengan bahasa yang lembut dan sederhana.


Arqan belajar dari gurunya smp nya kalau gadis enerjik menyukai pria yang kalem. Sementara gadis kalem menyukai pria bekharisma.


Meskipun terdengar sepele cara ini berhasil membuat Lalatina tersipu malu.


"terima kasih menerimaku sebagai temanmu. Aku akan pulang sekarang. " Lalatina beranjak.


Beberapa saat kemudian Rachel datang sambil membawa kue pai apel.


Rachel terkejut melihat siswa pindahan di rumah Arqan.


"aku pernah melihatmu, kau anggota pindad yang mengawasi Arqan kan? " tanya Rachel dengan senyum ramah.


"aku bukan anggota pindad. Ngomong ngomong kuemu harumnya seperti apel. "


"tentu saja.. Karena ini pai apel. Duduklah dulu, kita makan pai ini bersama sama. "


Akhirnya Lalatina kembali duduk di ruang tamu Arqan.


Sebenarnya Rachel sudah datang sejak lama, karenanya dia mendengar semua pembicaraan Arqan dengan Lalatina.


...........................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


...........................................................................


__ADS_2