Nekophilia

Nekophilia
Bab 26 | < [ Bencana ] > < [ Crossover ] >


__ADS_3

Sampai pertengahan film itu cukup seru namun di pertengahan itu juga arqan dan tahta tertidur bersamaan.


keesokan harinya mereka kaget karena dikerumuni belasan kucing. kemarin malam arqan lupa menutup pintu balkon, alhasil kucing kucing liar masuk ke dalam rumahnya dan menyerbu ayam bakar yang kemarin dibelinya.


"huss.. huss... parah...! kucing-kucing itu pasti menandai wilayah ini. bau pesingnya kuat sekali." tahta melempar serok ke arqan. mereka pun bekerja sama mengeluarkan kucing-kucing itu dari rumah.


"datang darimana mereka? seingatku pak sukaryo si pecinta kucing sudah pindah dua minggu yang lalu."


arqan mengajak tahta suit untuk menentukan siapa yang beli nasi goreng. arqan menjadi pemenangnya. "sekalian juga belikan sate, gado-gado, nasi kuning, nasi lemak, gorengan sambal kacang 10 ribu, manisan india, dan ayam bakar madu ganti kemarin." (arqan)


"gila banyak banget! kau mau mukbang atau apa?" (tahta)


"bukan. hari kan sedang ada pasar jadi aku mau beli semua jajanan untuk disimpan." terang arqan. "mumpung aku sedang baik, aku traktir kau makan semuanya juga. beli dua porsi dan kita makan bersama." tambah arqan.


tahta pun berangkat dengan sepotong kertas di sakunya.


*


berbeda dengan arqan, rachel sedang sakit dan tidak bisa beraktifitas. dia memberitahu arqan perihal demam yang merundungnya.


arqan pun langsung datang menjenguk calon kekasihnya itu. terlihat rachel sedang berbaring di atas sofa.


hal pertama yang dilakukan arqan adalah mengukur suhu badan rachel dengan tangan dan termometer. "syukurlah kau datang." ucap rachel ke arqan. rachel bukannya tidak bisa beraktifitas sama sekali. dia menyelesaikan pekerjaan di pagi hari seperti membuka jendela, memasak dan mandi.


rachel cuma ingin minta izin tidak hadir, tapi karena arqan sudah terlanjur datang dia pun berbincang sedikit dengan arqan.


"harusnya kau jangan mandi saat demam. ibuku mandi saat demam bisa menyebabkan sakitmu makin parah."


"tidak apa-apa kok. aku hanya ingin kau tahu kalau aku sedang sakit. aku bisa menjaga diriku sendiri."


"benar tidak apa-apa? kalau kau butuh teman bisa panggil aku. aku tidak masalah meninggalkan penelitianku selama satu hari."


"aku bisa jaga diri kok." rachel menggeleng pelan.


rachel tidak memerlukan bantuan. dia memiliki semua obat yang diperlukan untuk mengobati penyakit biasa seperti saat ini. ibunya lah yang menyiapkan semua obat itu, karena itulah rachel sangat menyayangi ibunya.


"baiklah, cepat sembuh ya. kalau ada apa-apa telepon saja. kawanmu arqan, si teknisi siap membantu 24 jam." arqan pergi sambil melambaikan tangan, rachel pun membalas melakukan hal yang sama.


"hahh... dia memang keren. benar kan nein?"


"meow~"


"ngomong-ngomong aku sudah tidak memimpikan hal yang menyeramkan lagi, dan juga tidak tidur berjalan lagi. aku senang sekali." rachel melambaikan tangan ke nein. kucing itu pun merebahkan diri di sisi rachel. bulu-bulu nein yang halus tidak pernah membuatnya bosan, tapi aroma kucing itu mulai tidak sedap lagi.


"setelah aku sembuh kita akan mandi bersama lagi nein."


rachel bangun untuk mengunci pintu lalu kembali ke sofa untuk tidur. setelah mengucapkan doa dalam hati, dia memejamkan mata cantiknya.


***


Blaarr!!!!!!


guntur yang sangat nyaring membuat rachel terperanjat. seisi rusun bergetar menandakan petir tadi jatuh di atas rusunnya.


rachel yang khawatir perangkat elektronik di rumahnya tersambar petir pun langsung mencabut semuanya, tv, dvd, kulkas, kipas angin, microwave.


angin bertiup kencang, rambut rachel sampai berkibar saat berdiri di depan jendela. terlihat awan hitam berkumpul membentuk spiral. fenomena alam seperti ini pernah terjadi jauh di desa.


pada hari itu entah 3 atau 4 tornado sekaligus menghantam permukiman warga. Membuat kehancuran dan kerugian besar di sana sini.


Menurut berita yang beredar namun dianggap hoax oleh sebagian besar orang, di hari munculnya tornado itu, muncul pula sebuah angin topan berukuran massive di tengah laut. Untungnya angin topan itu menghilang sebelum mencapai bibir pantai.


Kalau bencana sebesar itu terjadi lagi di tengah kota seperti ini, terlebih di saat warga belum mengungsi, bayangkan berapa banyak korban jiwa yang berjatuhan.


Rachel berdoa untuk keselamatan semuanya. Baik mereka yang berada di dalam rumah, maupun yang tidak punya rumah. Semoga semuanya selamat.


Tangan rachel gemetar saat menonton siaran langsung BMKG di youtube. Diperkirakan topan besar akan turun di kota rachel. Warga dihimbau untuk segera mengungsi. Cari tempa yang aman seperti basement di bawah tanah, atau tinggalkan rumah dan pergi mengungsi ke kota lain.

__ADS_1


Tidak ingin membuat warga semakin takut, BMKG tidak memberitahukan soal seberapa besar dampak dan kehancuran yang akan ditimbulkan angin topan ini.


[ dihimbau kepada seluruh warga untuk segera mengungsi. Perkiraan datangnya tornado sekitar satu jam. Mohon jangan panik saat berkendara supaya tidak terjadi kecelakaan yang menyebabkan macet ] ucap presenter tv swasta.


Polisi dikerahkan untuk menertibkan perjalanan warga.


Rachel yang masih setengah pusing mendatangi tante miranda. Terlihat tantenya itu sedang sibuk berkemas memasukkan barang berharga ke dalam koper.


Sementara rachel hanya membawa 2 tas dan kandang kucingnya.


"bawaanmu hanya segitu kah rachel?"


"iya tant. Cuma ini yang penting."


"kalau begitu kita berangkat ke kota sebelah sekarang juga! Sebelum jalanan jadi macet!" rachel tidak mendengarkan tante miranda, karena dia sedang menelepon arqan.


[ maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi ]


Rachel sangat khawatir dengan arqan. Dia tidak mau pergi sendiri tanpa teman baiknya itu. Didatanginya kamar arqan namun pemuda itu tidak ada di rumah.


Selang beberapa saat kemudian petir kembali menyambar atap rusun. Rachel mendongak ke atas dan terlihat arqan sedang berada di atap rusun bersama dengan seorang temannya.


"lewat mana jalan untuk naik ke atap tante?"


Tante miranda sempat melarang rachel naik karena dianggapnya rachel hanya berhalusinasi melihat arqan. Tapi rachel yakin sekali yang dilihatnya barusan itu arqan.


Akhirnya setelah perdebatan panjang yang memakan waktu 10 menit, tante miranda pun mengalah dan menunjukkan ke rachel jalan naik ke atap rusun.


*


- kembali ke beberapa menit sebelum petir pertama menyambar atap rusun -


- di atap rusun -


Tahta diam-diam memasang alat penangkal petir buatan arqan di atap rusun. Alat itu sudah lama tidak dipedulikan oleh arqan karena klien militer arqan tidak mau menguji, dan arqan takut menguji cobanya sendiri.


Arqan baru tahu saat temannya itu mengirim pesan suaranya padanya;


[ cuacanya sedang sangat bagus. Ayo kita uji coba anak tirimu itu. ] tahta terkadang menggunakan konotasi saat bicara.


Arqan menentang keras eksperimen itu, karena petir yang ditarik bisa menyebabkan kelebihan muatan pada rusun dan berpotensi memicu ledakan pada barang-barang elektronik.


Arqan sangat marah sampai menampar tahta dengan keras. "kau tidak tahu apa yang baru saja kau lakukan!! Kau telah memasang penerima petir yang tidak akan bisa dilepas ataupun dimatikan!!!"


Arqan berkata seperti itu karena penangkal petir buatannya banyak kekurangan. Apalagi benda itu memiliki fungsi lain untuk menyimpan aliran listrik ke dalam puluhan aki mobil yang dirangkai mengelilinginya.


"ahh kau berlebihan. Mana mungkin petir kecil bisa mengisi penuh ke 20 aki itu. Lagipula aku tidak pernah dengar kasus petir menyebabkan listrik satu gedung mati." tahta membalas kata-kata arqan.


"kau ini memang bodoh. Penangkal petir itu tidak akan kuat menahan satu sambaran pun, ditambah lagi kau menaruhnya di tempat yang banyak logamnya." arqan menjelaskan pelan-pelan supaya temannya itu mengerti.


"logam adalah konduktor. Penghantar listrik. Kalau kau pernah nonton film amazing spiderman 2 kau pasti mengerti. Kalau penangkal itu disambar petir maka muatan listrik akan terpecah dan mempengaruhi logam di sekitarnya. Tidak lain adalah pagar besi yang mengelilingi tempat ini." penuturan arqan yang sederhana dapat dipahami oleh tahta.


Ngerinya tepat setelah mereka berbincang tentang petir, sang halilintar pun turun di dekat mereka.


Arqan syok berat saat petir yang sangat besar menghantam di depan wajahnya. Dia dan tahta sampai terlempar saking kuatnya sambaran petir itu. Untungnya mereka berdua tidak terluka.


Bagian luar yang melapisi penangkal petir itu pun hancur. Seperti yang dirasakan rachel sambaran petir itu mengguncangkan seluruh rusun.


Arqan melihat ke sekitar, dirinya mulai berdoa saat melihat pagar besi dialiri listrik yang cukup kuat. Saat itu rachel sudah mencabut semua perabotan listrik. Aliran listrik di pagar pun turun ke bawah dan hampir menyetrum beberapa penghuni lantai 4 sisi kiri.


Tanpa arqan sadari hp nya terkena arus listrik itu, yang menyebabkan hp nya mati total karena kerusakan di dalam. Untung tidak sampai meledak. 


"fungsi sebenarnya dari penangkal petir adalah mengirimkan aliran listrik dari petir ke tanah. Sementara aku dengan sombongnya ingin menangkap aliran listrik dengan aki bekas. Karena itulah aku menghentikan penelitian, karena terlalu berbahaya untuk dikerjakan." ungkap arqan. Dia segera memeriksa ke lantai 4, mencari adakah orang yang terluka karena ulah mereka.


Tidak ada yang mau membukakan pintu untuk arqan. Penghuni di lantai 4 memang kebanyakan cuek dan nolep. Padahal mereka adalah para orang dewasa.


Arqan kembali ke atap dan mendapati tahta melakukan hal bodoh lagi. Dia mencoba melepas baut yang menyangga penangkal petir saat kemungkinan alat itu tersambar masih ada.

__ADS_1


"kumohon hentikan kelakuan bodohmu ini tahta!!!! Kembalilah kesini!! Terlalu beresiko menyentuhnya saat cuaca masih mendung seperti ini!!!" arqan tidak henti hentinya berteriak meminta temannya itu kembali. Namun dasar tahta dia sama sekali dia memahami kekhawatiran orang lain.


Arqan pun kembali ke rumahnya lalu mengambil baju karet yang dia buat bersamaan dengan penangkal petir. Sayangnya baju itu hanya satu.


Arqan kembali dengan baju pelindung karet dan sekotak penuh perkakas untuk melepaskan baut.


Disaat yang bersamaan rachel menjumpai tante miranda. Nein si kucing sakti dapat merasakan kedatangan petir kedua tidak lama lagi yang akan merenggut nyawa kedua anak itu jika dia tidak bertindak.


Nein pun mencabut bulunya dengan lidah lalu memunculkan makhluk hitam sama yang dia kirim untuk menghajar para teror*s kalang minyak waktu itu. 


Makhluk hitam itu diketahui adalah wujud astral dari kucing nein yang kerap kali dilihat rachel dalam mimpinya. Wujudnya menyerupai iblis kalau di dalam mimpi rachel, itu karena wujud astral nein bermanifestasi menjadi sesuatu yang ditakuti oleh manusia. 


Kali ini nein mengendalikan tubuh astralnya untuk menyelamatkan dua bocah bodoh di atas sana. 


Di momen ini rachel naik ke lantai 3, namun arqan sudah naik ke atap. Tubuh astral nein datang tepat waktu saat petir keduanya menyambar penangkal petir itu. Nein berhasil menarik arqan dan tahta dari konduktor penghantar listrik. Disaat itu pula tubuh astral nein, arqan dan tahta terlempar membentur dinding. 


Pertama rachel melihat arqan dan tahta, lalu saat mereka menghilang rachel mengalihkan pandangannya dan saat tante miranda mendongak ke atas dia melihat tubuh astral nein yang berwujud bayangan hitam.


Jadi tante miranda tidak salah saat menganggap rachel hanya berhalusinasi melihat arqan karena pada kenyataannya yang dia lihat di atas sana adalah bayangan hitam.


Arqan dan tahta yang sudah berhadapan dengan petir 2 kali pun tidak berani mendekati mendekat lagi. Arqan merasa kalau mendekat lagi nyawanya akan benar-benar habis. Arqan sudah siap menanggung konsekuensi atas kecerobohan tahta dia.


"aku pasti akan diusir oleh nyonya tanah." gumam arqan dalam hati.


Nein mencabut penangkal petir itu dengan mudah tanpa membuka bautnya. Arqan dan tahta pun kaget melihat kejadian itu. Beberapa saat kemudian rachel dan tante miranda datang, dan memberitahu mereka soal topan yang akan datang.


"apa yang kalian lakukan disini? Apakah penelitian lebih penting dari nyawa peneliti itu sendiri? Kemasi barang-barang kalian sebelum topan itu datang!" tegas rachel.


Arqan menolak untuk mengemasi barang. Dia berencana untuk berlindung di basement rahasia yang terletak di belakang rusun. Selain aman dari topan, basement itu juga aman dari tertimpa reruntuhan bangunan karena letaknya di samping lapangan terbuka.


Arqan mengambil hp nya yang mati daya. "sepertinya hp ku dirusak oleh petir tadi. Bagaimana denganmu tahta?"


"hp ku juga mati. Aneh, kok kita tidak merasakan apa-apa ya."


Nein si penyelamat mencoba tidur karena situasi dinilai sudah aman.


"kalau kalian yakin bisa menjaga diri kami tidak akan memaksa. Tapi apa kalian tidak mau mengemasi barang-barang berharga kalian?" tanya tante miranda.


"saya yakin rusun ini cukup aman tante. Lagipula tante tidak akan bisa kemana mana. Lihatlah jalanan di bawah."


Rusun itu cukup tinggi sehingga jalanan dapat terlihat dari sana. Terlihat jalanan sangat macet bahkan hampir tidak bergerak sama sekali.


Bencana itu datang di hari yang sangat tidak tepat. Karena di jalanan depan rusun sedang diadakan pasar senin pagi yang menyebabkan jalanan semakin macet.


Tante miranda menarik jambulnya. 40 menit lagi sebelum terbentuknya angin topan. Arqan menyarankan pada rachel dan tante miranda untuk ikut mereka ke basement selagi masih ada tempat.


Keempat orang itupun masuk ke basement di belakang rusun. Hanya ada mereka tidak ada orang lain.


Rachel pun meminta doa dari kedua orang tuanya semoga diselamatkan dari musibah ini. Rachel memeluk tangan arqan. Berbeda dengannya yang ketakutan wajah arqan tampak tenang.


"kau optimis sekali. Bisa mempertahankan wajah kalem di situasi mencekam seperti ini." rachel memuji tapi arqan menanggapi itu sebagai ungkapan sarkas.


Sebenarnya arqan juga ketakutan, tapi dia menahannya sekuat tenaga karena tidak ingin terlihat lemah.


*


Angin topan muncul 13 menit lebih cepat dari waktu yang diperkirakan BMKG. Orang-orang yang masih terjebak di kemacetan pun berlari sekencangnya meninggalkan kendaraan mereka saat melihat pusaran angin turun dari langit.


Bersamaan dengan datangnya bencana itu sesesok orang berpakaian hitam berdiri di atap rusun rachel. Nein merasakan kehadiran orang itu. Orang berpakaian hitam itu tampak berbicara dengan udara.


"sudah kubilang dampak main quest ke 4 belum berakhir. Akan aku akhiri disini. Kalau perlu akan kuhancurkan seluruh awan di atmosfer!"


ucap orang itu seolah dia adalah yang terkuat.


.......................................................................................


Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian 😂

__ADS_1


.......................................................................................


__ADS_2