
Apa yang akan kalian lakukan jika memiliki 10 miliar di tangan?
Berbelanja ke mall, membeli barang apapun yang disuka, jalan jalan dengan pasangan, atau bahkan menikah?
Semua itu tak dilakukan oleh teman kita Arqan Kencana. Entah tidak tertarik atau belum tertarik menggunakan uang itu Arqan hanya memikirkan investasi masa depan. Tampaknya dia serius ingin hidup malas malasan di ekonomi menengah.
Hari ini Rachel sedang tidak masuk bekerja kerja karena ia harus belajar mengaji di rumah ustadzah Okky.
"oh jadi begitu... Kau berhasil memualafkan mbak Rachel memanfaatkan rasa sukanya padamu. " Lauroe kebetulan mendengarkan cerita Arqan.
Tadi Lauroe melihat Arqan sedang main drone di genteng jadi dia ikut naik ke sana. Mereka berdua memiliki kebiasaan yang aneh.
"aku tidak memanfaatkannya, tuhan lah yang meridhoi hubungan kami. Aku hanya mengikuti alurnya dan mengajarkan islam perlahan lahan padanya. "
"tapi kalian sering bersama kan? Aku kagum kalian tidak ng*we sampai sekarang. " ucap Lauroe dengan frontal.
"untung saja kita bicara di atap. "
"santai. Tidak ada yang mendengar pembicaraan kita di atas sini. Ngomong ngomong soal memualafkan pacar, temanku di SMK juga ada yang berhasil melakukannya. Malahan keluarga pacarnya itu orang berada yang kaya raya. "
Sekarang gantian Lauroe yang bercerita tentang temannya yang bernama Yudistira dan Frederica.
"eh tunanganmu datang tuh. Kalau begitu aku pulang dulu. "
"ya sampai jumpa. "
Lauroe turun lewat jalur belakang. Namun dia dikejar oleh Rachel.
"Lauroe tunggu! "
Lauroe menoleh ke Rachel, bertanya tanya dalam hati apa yang dia inginkan.
Sambil mengatur nafas Rachel meminta sesuatu dari Lauroe "tolong... Ajari aku dan Arqan silat. "
"kenapa kau ingin belajar silat? Kalau untuk berkelahi, maaf saja aku tidak bisa mengajarkannya. "
"aku mau belajar silat untuk self defense. Belakangan ini banyak predator yang mengincar perempuan di jalan, karena itulah aku ingin belajar bela diri, setidaknya ajari aku teknik kuncian. "
Lauroe teringat seseorang saat mendengar teknik kuncian.
"tapi darimana kau tahu aku bisa silat? "
Rachel bertemu Lena, adik perempuan Lauroe tadi pagi. Rachel bergaul dengan Lena sampai mereka jadi akrab dan Lena pun membocorkan rahasia kakaknya.
"oh jadi Lena biang keladinya. Ya sudah, akan ku ajari kau silat kalau ada waktu. "
"sekarang tidak bisa? Aku punya 100 ribu kalau bisa mengajariku teknik kuncian sekarang. "
"teknik kuncian itu tidak sesederhana yang kau kira. Perlu kecepatan dan tenaga yang besar untuk melakukan kuncian. Selain itu kau harus melakukan pemanasan terlebih dulu. "
"sekarang bisa tidak? Aku ada 300 ribu nih. "
Rachel terus mengompori Lauroe dengan uang.
"tapi kau harus mandi terlebih dahulu dan ganti baju training. Akan ku ajari kau sampai bisa hari ini. "
Janji Lauroe sembari mengambil uang yang disodorkan Rachel.
__ADS_1
"(hehee.. Transaksi berhasil.)"
Rachel pun ganti baju dengan baju training yang dia beli setelah menjual emas.
Nein memperhatikan gerak gerik majikannya itu. Satu matanya selalu terbuka bahkan saat tidur.
Arqan pun memutuskan untuk ikut berlatih sekaligus mentraktir Rachel dan pamer kekayaan secara tersirat pada Lauroe.
"ini 1 juta untukmu. Sekalian membayar biaya Rachel dan ambil kembaliannya untukmu. "
Lauroe pun mengembalikan uang 300 ribu milik Rachel dan 400 ribu kembalikan Arqan.
"aku bilang ambil saja kembaliannya. " ucap Arqan lagi.
"aku tidak suka dikasihani seperti itu. Lebih baik kau berikan uang ini ke orang yang lebih membutuhkan di jalanan sana. "
Lauroe mengembalikan uang itu ke Arqan. Arqan kagum pada Lauroe. Lalu Rachel datang dengan pakaian olahraga dan masih mengenakan hijab.
"aku siap instrukstur Sapnaz. " ucap Rachel dengan semangat.
"berdirilah di samping Rachel Arqan. "
Arqan berdiri di samping Rachel. Lalu latihan dimulai tanpa pemanasan.
"aku ingin lihat kemampuan mentah kalian dulu setelah itu baru mengasahnya. "
"sekarang coba pukul kayu ini. "
Lauroe menyediakan balok kayu untuk menguji kekuatan pukulan Rachel dan Arqan.
Rachel tidak bisa membelahnya, yang ada tangannya malah kesakitan sesaat setelah melakukannya.
Giliran Arqan memukul kayu dan dia berhasil sekali coba. Lauroe cukup terkejut melihatnya, dia meminta Arqan mengulang aksinya dengan tangan lainnya.
"baiklah, kali ini aku akan menggunakan tangan kiri. "
"Haaa...!!! "
Krak!
Arqan berhasil melakukannya lagi. Lauroe berspekulasi kalau Arqan sudah pernah mengikuti latihan bela diri sebelumnya. Dan itu bukanlah latihan yang main main.
"sakit tidak? " tanya Rachel ke Arqan.
"pastilah... "
Rachel tertawa saat melihat benjolan merah di telapak tangan Arqan.
Lauroe menunjukkan kemampuannya pada 2 newbie itu.
Dia menaruh 3 lapis kayu sekaligus lalu dia patahkan dengan satu tinju.
"kalian akan bisa melakukan ini jika berlatih silat selama 2 tahun. Sekarang aku ingin tanya, berapa lama kalian ingin belajar ilmu silat? "
Rachel dan Arqan saling melirik lalu berdiskusi sebentar.
"kalau kita latihan seminggu bagaimana? Apa itu akan mengganggu penelitianmu? " tanya Rachel.
__ADS_1
"tidak juga sih. Aku suka mencoba hal baru apalagi jika ada kau. " sahut Arqan.
"masalahnya aku tidak tahu berapa yang akan dia minta. " (Arqan)
"kita bayar masing masing 1 juta ke dia. Pasti dia mau. " (Rachel)
"oke sip. Aku suka idemu. "
Rachel menjawab pertanyaan Lauroe.
"1 minggu. Kami akan bayar masing masing 1 juta kalau kau mau mengajari kami teknik kuncian, pukulan, tendangan, dan step selama satu minggu. "
Arqan penasaran bagaimana Rachel tahu tentang step. Apa karena mereka batal berlatih karate waktu itu.
"deal. Aku akan mengajari kalian selama seminggu. Pastikan kalian menyisihkan waktu minimal 5 jam untuk berlatih setiap harinya. Terutama kau bintang sekolah. "
"pas sekali hari ini senin. Aku akan mengajari kalian pemanasan yang dasar dan pemanasan yang dilakukan atlet silat di hari pertama ini. "
Lauroe membawa mereka lari mengelilingi lapangan 10 kali, kemudian push up 20 kali, sit up 20 kali, 10 kali untuk Rachel, dan terakhir lari 5 putaran.
Setelah melakukan semua itu Lauroe mengajari mereka tentang titik vital manusia selain bagian bawah.
"ada dua jenis petarung, pertama striker, kedua gapplier. Aku akan mengajari kalian menjadi seorang striker dengan mengetahui titik vital yang bisa dipukul. "
"Arqan, titik termudah untuk kau serang adalah hidung dan dagu. Tapi titik itu akan sulit digapai oleh Rachel karena tangannya pendek. "
Rachel melihat lengannya, dia setuju denga yang dikatakan Lauroe.
"sekarang coba pukul daguku. " pinta Lauroe.
"baiklah, maafkan aku kalau kau terluka. "
Lauroe menghindari tinju Arqan. Kecepatannya di bawah rata rata malah tidak seperti kecepatan pria pada umumnya.
Lauroe pun memeriksa otot di tangan Arqan.
"ototmu lebih lembek dari yang ku bayangkan. "
Wajah Arqan berubah panik. Lalu Rachel memberitahu Lauroe sebuah rahasia.
"Arqan memang lebih lemah jika dibandingkan dengan anak laki laki seusianya. Tapi kekurangan itu berhasil ditutupi dengan kecerdasannya. "
Arqan merasa optimis belajar dari Lauroe. Karena badan anak itu lebih kecil darinya walaupun mereka seangkatan.
"dia sedikit cebol. Tenaganya juga pasti mengikuti berat badannya. " pikir Arqan.
Untuk memastikan hal itu Arqan bertanya langsung ke Lauroe.
"Lauroe, apa kau cukup kuat untuk membantingku? "
Lauroe diam saja lalu membanting Arqan ke tanah berpasir. Tidak hanya sekali Lauroe membanting Arqan dengan postur berbeda sampai 3 kali.
Arqan yang mendapat jawaban pun langsung kesal sendiri karena merasa hanya dirinya saja yang lemah.
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
...........................................................................