Nekophilia

Nekophilia
Bab 47 : Misteri di kampung halaman (2) Rambutan Berduri (1)


__ADS_3

Nein tak henti memarahi Arqan karena pembangkangannya. Nein meminta Arqan untuk tidak mengikuti 2 orang berjubah putih, tapi Arqan berhasil membuat argumen yang membuat Nein tidak bisa berkata kata lagi.


Nein berubah menjadi jangkrik lalu hingga di bahu Arqan. "baiklah, jangan terlalu dekat dan berhati hatilah melangkah. Aku sudah menandai jalan yang aman untuk melangkah tanpa suara. "


Nein meminjamkan penglihatannya ke Arqan sehingga dia bisa melihat jalan yang ditandai dengan lingkaran putih.


**


Arqan terus mengikuti mereka sampai tak sadar sudah terlalu jauh memasuki hutan. Jalannya pun berbelit sehingga Arqan tidak ingat jalan pulang. Dia tidak khawatir karena ada Nein bersamanya.


Sementara itu di rumah Nein lainnya mengelabui orang tua Arqan agar tidak masuk ke kamarnya. Sembari mencegah si ibu masuk kamar Nein juga menjaga Rachel dari gangguan makhluk halus dengan cara menyamar menjadi sebuah jimat.


Kembali ke Arqan. Orang orang yang dia ikuti berhenti di tepi sungai. Mereka lepaskan jubah yang menutupi lalu melakukan perzinahan di pinggir sungai tersebut.


Sontak Arqan menutup setengah matanya. "mereka melakukan itu...! Itu salah secara agama. Aku akan menghentikan mereka dengan angin. "


Nein berkomentar "angin saja kurang memberi efek jera. Hembusan angin bersuhu panas ke mereka."


Nein dan Arqan pun menghembuskan angin yang sangat panas yang berasal dari api mistis tak bercahaya milik Nein.


Jurus api mistis tak bercahaya itu adalah salah satu kekuatan Nein yang paling keren menurutku Arqan.


Begitu angin panas menerpa mereka, kulit kedua penzina itu langsung melepuh sehingga mereka berteriak kesakitan.


"GYYAAAAHHH...!!!! "


"AAHHHHH....!!!! "


Arqan tidak tahu efeknya akan sekuat itu. Kalau tahu dia tidak akan meminjamkan nafasnya untuk mengirimkan udara.


"tidak perlu merasa bersalah. Tangkap kedua orang itu sebelum mereka membuat masalah. bercinta di tengah hutan dengan pakaian aneh seperti pengikut sekte sesat. "


Arqan keluar dari tempat persembunyian lalu memergoki mereka berdua. Di mata Nein mereka seperti 2 ekor anjing yang sama sama meresahkan.


"jangan bergerak! Kalian melakukan zina kan? "


Arqan menodong kedua orang itu dengan pistol mainan. Sekilas mereka terlihat seperti pasangan suami istri yang sah. Si pria memiliki brewokan dan memiliki kerutan di wajahnya, nampak dia kepala 4.


Yang unik adalah pasangan wanitanya, dia terlihat sangat muda seperti siswi SMP. Ketimbang pasutri mereka lebih layak disebut customer dan abg lac*r.


Hati Nein dipenuhi kemarahan melihat perbuatan menjijikkan. Kemarahannya mempengaruhi mood Arqan juga.


"kalian berzina kan, aku melihatnya sendiri! "

__ADS_1


"akan ku laporkan kalian ke pak rt. " ancam Arqan.


Pria dan wanita muda itu saling melindungi dengan si wanita berada di belakang dia bersiap membela diri dengan sebuah pisau. Sementara si pria berjalan mengitari Arqan dengan lagak sok tangguh.


"kau tidak akan bisa melaporkan kami. Perlu saksi 3 orang untuk melaporkan perzinahan, kalau tidak itu akan jadi fitnah. Dan tidak mungkin kau bisa merekam kami di tempat gelap seperti ini."


Dia tidak tahu siapa yang dihadapinya. Sebelum pergi Arqan membawa jam tangan Rachel. Kebetulan jam itu memiliki mode penglihatan malam.


Walaupun gagal merekam perzinahan mereka agar berhasil memvideokan pengakuan si pria dan merekam suaranya menggunakan hp.


"dasar bodoh, aku merekam pengakuanmu menggunakan ponselku. Sekarang kau dan wanita ****** ini akan ditangkap."


Arqan mengarahkan pistolnya ke si pria. Saat pria itu berusaha merebut hp Arqan, Arqan pun langsung menembaknya dengan 3 kali tembakan di kaki.


"AAKKHHH...!!!! "


"Bangsat!!! Ternyata itu pistol asli?!!! "


Arqan tersenyum licik.


"mana mungkin aku memilih senjata karet untuk digunakan dalam penyelidikan."


Senjata dan peluru yang digunakan Arqan asli dan ketiga tembakan mengenai tulang betis si pria. Selanjutnya si wanita menangis meminta ampun saat Arqan menodongnya. Niat hati ingin menangkap dukun ternyata malah perzinahan yang mereka temukan.


Si wanita menggantikan si pria menjawab. Tidak ada alasan khusus katanya.


Arqan masih curiga, dia segera menggiring keduanya ke kantor polisi bukan ke rumah rt.


"kenapa kami dibawa ke kantor polisi? Katamu tadi mau membawa kami ke rumah pak rt! "


Pria itu masih berani memprotes keputusan Arqan walau sudah ditembak 3 kali.


Tiba tiba mata Arqan kemasukan pasir.


Dalam situasi panik itu Arqan ditendang oleh si wanita tepat di bagian 'anu' nya sehingga membuatnya kesakitan setengah mati.


Si pria mencoba mencelakai Arqan. Dia mengambil batu besar yang digunakan untuk menahan ban mobil. Mengayunkannya ke kepala Arqan dan berakhir mengenai dirinya sendiri.


Nein membuat batu yang dia pegang berayun dan menghantam kepalanya sendiri. Tidak apa apa bertindak brutal seperti itu karena ada cctv di depan mereka. Arqan tidak akan dituduh melakukan pembunuhan.


Debu tadi adalah trik murahan dedemit dalam melumpuhkan lawannya. Debu itu menempel di mata dan tidak akan jatuh sampai si korban mandi dengan air tanah.


"Nein, Nein, tolong aku! Mataku kemasukan pasir! "

__ADS_1


Nein mengibaskan ekornya membuang debu itu dari mata Arqan.


"terima kasih.. " ucap Arqan dengan lega.


"jangan senang dulu, lihat ke atas. "


Arqan melihat ke atap kantor polisi setinggi 3 lantai. Terlihat sosok menyerupai iblis. Sosok itu berwarna merah, bermahkota tanduk, memiliki 12 tangan yang berjajar dari bahu sampai ke mata kakinya, matanya putih, dan berbau busuk.


Sosok mengerikan itu membuat siapapun yang bisa melihatnya mati rasa bahkan mengalami kelumpuhan sementara.


Arqan dapat menahan itu semua berkat Nein.


"apa itu rekan? " tanya Arqan ke Nein.


"...itu salah satu raja dedemit dari hutan kalimantan. Namanya, err... Aku lupa. Yang pasti dia bukan asli orang indo, dia raja dedemit Sarawak."


(Sarawak; nama wilayah malaysia yang berbatasan langsung dengan kalimantan utara)


"dia tidak akan menyerang kita kan? "


Raja dedemit Sarawak itu bernama Agrat. Dia menyerang Arqan dan Nein beberapa detik setelah keberadaannya diketahui oleh kedua orang itu. 


Untung saja Nein cepat menghindar dengan mengambil alih badan Arqan.


"aku akan merasukimu sebentar nak, duduklah yang tenang di alam sana. " ucap Nein.


Jiwa Arqan tertidur lelap, selama kerasukan Nein.


Nein menantang si raja dedemit untuk melawannya. Tapi karena wajah Arqan terlalu polos untuk kepribadian sombong Nein jadinya ekspresi yang dia buat tampak aneh. 


"apanya yang lucu?? "


Nein melemparkan bilah angin tanpa henti ke si raja dedemit. Semuanya dihindari dengan gampang.


"kau melewati batas teritorimu, raja Sarawak. Walaupun garis perbatasan itu dibuat oleh manusia, sebagai makhluk yang cinta damai harusnya kau tidak cari masalah. " oceh Nein.


"aku tidak tertarik hidup damai. "


...........................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


...........................................................................


__ADS_2