
Pelukan itu tidak bisa dilupakan oleh rachel. dia main serang saja seperti hewan buas. untungnya tidak ada yang melihatnya, karena terjadi rumah rachel.
"aku mau mengulang pelukan itu lagi, aoow..."
nein mencakar kaki rachel. kucing itu marah mendengar ucapan rachel yang menginginkan hal tidak pantas itu terjadi lagi. meski begitu nein tetap imut di mata rachel.
rachel berkata ke nein. "aku baru saja membuat janji pacaran dengan arqan. kalau melihat hubungan kami saat masih jadi teman sudah seperti pacaran. aku rasa kami akan menikah 3 tahun nanti."
"kalau aku menikah aku akan mengandung bayi. kalau aku mengandung bayi aku akan melahirkan, lalu aku akan jadi ibu. saat masa itu tiba kau tidak perlu khawatir kasih sayang untukmu terbagi bagi. kasih sayang untukmu akan tetap sama. terlebih kau mengangkat derajat keluargaku dengan emas yang kau temukan."
rachel memeluk nein. kucing itu berhenti bertindak agresif. rachel penasaran dengan kabar kedua orang tuanya. terutama bisnis yang akan mereka jalankan.
rachel menelepon ibunya dan langsung diangkat.
"halo ibu, gimana bisnis keluarga kita? udah jalan."
sang ibu menjawab dengan tawa kecil. "belum nak. rencananya sih ayahmu mau ikutan saham. tidak tahulah, ibu tidak mengerti soal saham apalah itu."
rachel juga tidak mengerti tentang saham. tapi dia kenal satu orang yang paham. langsung saja dia mendatangi orang itu di rumahnya.
arqan menjelaskan tentang saham dan cara membeli saham di aplikasi. kalau arqan yang menjelaskan tahapannya jadi sangat mudah dimengerti. rachel tertarik untuk membeli saham. namun arqan mengingatkannya kalau semakin tinggi profit yang didapat maka risiko akan semakin tinggi pula.
inilah salah satu sifat arqan yang disukai rachel, dia 'baik hati dan menjaga temannya'.
"kalau begitu aku tidak jadi membuat akun. aku lebih suka menyimpannya sendiri dan menghemat pengeluaran." ucap rachel ke arqan.
arqan membalas dengan senyuman. "kau tahu yang terbaik rachel." ucap arqan sembari melambaikan tangan.
"mau kemana kau..?" tanya rachel melihat arqan memakai seragam sekolahnya.
"hari ini ada acara pameran di sekolahku. kau ingat proyek game virtual waktu itu kan. nah, game itu sudah hampir selesai. aku tidak ingin melewatkan kesempatan mencoba versi beta dari game itu,"
setelah beberapa pertimbangan rachel memutuskan ikut dengan arqan. sesampainya di smk teknologi elit, rachel melihat kesana kemari. biasanya sekolah ini selalu penuh dengan siswa siswi di jam seperti ini.
"kemana anak-anak yang lain..?" tanya rachel.
"mereka tidak diundang. yang boleh datang cuma anak-anak yang membantu dalam penelitian dan juga kenalan mereka. dan kau adalah kenalanku, jadi tenang saja, tidak perlu gugup."
"tapi aku seorang introvert," rachel merasa telah melakukan kesalahan. jiwa introvert nya bergetar ketika akan bertemu orang-orang baru apalagi yang tidak ada berhubungan dengannya.
"kalau begitu mbak introvert tetaplah di dekatku. kalau ada yang menanyakan hubungan kita biar aku yang menjawabnya." tutur arqan.
acara pameran digelar di auditorium sekolah. ada lebih banyak orang dari yang diperkirakan arqan. Kira-kira bagaimana perasaan gadis di sampingnya melihat ada orang sebanyak ini. dia pasti gemetar. memang benar rachel sedang gemetar. arqan mengambil sehelai tisu untuk rachel menyeka keringat.
"terima kasih," rachel menerima tisu dari arqan.
"kau tidak apa-apa, mau minum air mangga?" arqan menyodorkan segelas jus mangga ke rachel.
rachel bertanya kapan arqan mengambilnya. arqan menjawab disaat rachel menarik nafas panjang sebelum masuk ke auditorium itu.
rachel menerimanya. giginya menggertak kedinginan setelah minum seteguk. bagaimana tidak kedinginan jika es bajunya ada 6. rachel mengembalikan minuman itu ke arqan. sepertinya dia akan kena brain freeze.
"rachel.. kau kenapa...?"
arqan sangat peka. dia langsung tahu setelah melihat gigi rachel menggertak seperti orang yang kedinginan. ketika di cek ternyata minuman itu kebanyakan isinya hanya es batu.
Arqan tidak bisa melihat isinya karena bagian atas minuman itu dibungkus rapi. arqan pun langsung protes ke penyelenggara yang menyediakan minuman itu.
"seharusnya jangan masukkan es batu sebanyak itu. apa kau berniat melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran airnya?"
siswa yang menjaga minuman pun panik. dia tidak tahu kalau menambah beberapa butir es bisa mengakibatkan brain freeze. mungkin brain freeze hanya terjadi pada rachel. tapi si penyaji juga salah karena berusaha mengurangi takaran air.
"sudah, sudah, tidak perlu membuat keributan hanya karena es batu." rachel menarik lengan arqan dengan kuat. rachel menepuk pipinya beberapa kali. brain freeze nya akhirnya hilang.
"maaf, harusnya aku lebih teliti sebelum memberimu sesuatu."
arqan menggaruk belakang telinganya. tiba-tiba rachel menarik kerah baju arqan, sehingga bibir rachel dan telinga arqan hampir bersentuhan.
__ADS_1
"kalau mau aku memaafkanmu~ ajaklah aku ke bioskop~"
rachel lebih berani mendekati arqan.
"baiklah~ ku harap kau berdandan secukupnya~" balas arqan.
mereka kembali bertingkah biasa seperti teman. arqan menarik tangan rachel. sebagai salah satu peneliti andalan di proyek ini arqan dapat kesempatan pertama mencobanya versi beta dari game itu. rachel segera menghabiskan minumannya karena tiba saatnya dia harus berlari.
arqan membantu rachel memasang kacamata virtual. setelah semua permainan persiapan beres mereka mulai bermain. rachel tidak malu karena permainan itu dilakukan di ruangan khusus samping laboratorium.
gameplay arqan dan rachel ditonton oleh siswa siswi pembuat game. salah satu siswa terbaik jurusan game maker yang dikenal sebagai the newbie grandmaster, terkesan dengan kepiyawaian arqan dan rachel bermain game.
"mereka berdua punya stamina yang kuat. cocok sekali kalau jadi pasangan." siswa berkacamata itu.
ucapan newbie grandmaster didengar oleh pembuat lainnya. mereka tidak percaya arqan bisa menaklukkan hati gadis secantik itu.
"tapi arqan bilang dialah yang mengajak perempuan itu kesini. aku lihat arqan begitu memperhatikannya di pintu masuk auditorium tadi. aku rasa mereka benar-benar pasangan. sungguh mengejutkan..."
rekan rekan developer malah kasihan kepada arqan. mereka berprasangka buruk pada rachel. menurut mereka perempuan secantik rachel tidak mungkin jatuh cinta kepada arqan. karena arqan tidak good rekening alias orang miskin.
"miskin maupun kaya. jelek maupun tampan. pengukuran seperti itu tidak akan berguna jika sang wanita benar-benar tulus mencintai. pasti ada aspek dalam diri arqan yang menurut wanita itu menarik sehingga berani mengencaninya. aku yakin arqan pacaran dengan wanita itu karena ekspresi bahagia tidak bisa didustakan."
si kacamata ini percaya diri karena pernah belajar dasar-dasar ilmu psikolog. selain itu dia sudah mengenal arqan sejak smp, jadi merasa paling tahu sifat arqan. padahal kebanyakan info yang dia ketahui itu salah.
"hahahahaa... asik sekali ya, kita dapat skor tinggi...!" rachel bersemangat dengan pencapaiannya.
"ada hadiahnya gak...?" rachel hanya bermaksud menggoda arqan tapi teman-temannya malah memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat arqan dan rachel berciuman.
semua orang sudah tahu jika siswa berkacamata yang mirip yoojin lookism itu sudah bergerak maka akan terjadi kehebohan. karena bocah pembuat game ini adalah siswa dengan fanbase terbesar sesekolahan.
"tentu saja ada mbak, biar saya tunjukkan."
rachel mengikuti anak itu tanpa ragu. diluaran dia memang tampak seperti anak baik. tapi bagi arqan senyum orang ini sangat licik. entah hadiah apa yang dia janjikan ke rachel.
saat berjalan siswa itu memperkenalkan diri. namanya Asterix, dipanggil aster. rachel merasa pernah mendengar nama pria itu di sebuah buku. benar-benar nama yang unik.
"santai. aku tidak mungkin menipumu kawan. apalagi ini hari yang spesial untuk pertama kalinya kami melihatmu jalan bersama gadis selain marry.
"aku rasa kau salah paham. dia belum jadi pacarku. saat ini dia bekerja sebagai asistenku." ucap arqan.
aster hanya tersenyum cerah. arqan sudah sering melihat aster tersenyum seperti itu. dia adalah manusia senyum.
menggunakan senyuman sebagai tameng untuk menyembunyikan emosi yang sebenarnya. kebiasaan seperti ini sangat menakutkan bagi arqan.
aster membawa rachel dan arqan ke kantin. rupanya dia menyiapkan satu meja penuh hidangan kantin untuk mereka berdua. bahkan ada roti dingin kesukaan arqan juga.
"aku memaafkanmu. tidak salah kalau kau waspada terhadap orang licik sepertiku." ucap aster sembari menepuk punggung arqan.
arqan tidak menyukai aster karena dia punya ilmu psikolog yang sangat mengganggu. arqan khawatir bayaran makanannya akan aster masukan ke daftar hutang sekolah. namun aster meyakinkan arqan kalau semua itu gratis untuknya. aster juga menyuruh arqan untuk mengajak bicara gadis di depannya agar tidak canggung.
"ya sudah, terima kasih untuk makanannya."
aster mengangkat jempolnya. melihat bocah itu pergi arqan akhirnya bisa makan dengan tenang.
rachel hanya menatap susunan piring di hadapannya. rachel tidak mau memakannya karena baru saja sarapan. sementara arqan makan beberapa hidangan dengan lahap.
setelah makan arqan menumpuk piring piring yang kotor di mejanya lalu mencucinya di pojok kantin. rachel bertanya mengapa arqan susah susah mencuci piring, bukankah itu tugas penjual.
arqan menjawab, "aku adalah salah satu panitia penyelenggara acara. kemarin kami membagi tugas dan aku dapat bagian cuci piring. karena ini hari minggu aku tidak akan memaksamu membantuku rachel."
"hahh~ kau ini."
rachel akhirnya tetap membantu arqan mencuci piring.
***
selesai mencuci piring mereka langsung pulang tanpa pamit ke penyelenggara. dan berangkat ke bioskop. arqan tidak tahu film apa yang ingin ditonton rachel. ada banyak film yang bagus akhir pekan ini. arqan ingin menonton film fantasi God of Tower. namun ia khawatir rachel tidak menyukai film fantasi.
__ADS_1
rachel ingin mengajak arqan nonton film horror besutan junji ito. sebenarnya rachel sudah pernah nonton film itu beberapa kali. tapi feeling nya pasti akan berbeda kalau bersama arqan.
"ayo nonton film horror junji ito. kau suka film horror kan."
rachel memperhatikan ekspresi arqan. pria itu tersenyum lembut padanya lalu menarik lengan bajunya. mereka pun memberi tiket dan duduk di barisan terdepan.
rachel sangat excited dengan penayangan ulang film itu. terlebih film horror ini mengalami perombakan visual yang signifikan, sehingga menambah atmosfer horror.
"orang yang tidak terbiasa menonton film dengan visual aneh pasti tidak akan betah berlama lama disini." kata rachel dalam hati.
saking excited nya rachel sampai lupa membeli soda dan popcorn, untungnya arqan sempat membelinya sehingga rachel dan arqan pun harus berbagi.
film dimulai, baru saja selesai opening sudah muncul jumpscare wajah mayat perempuan yang menyeramkan. arqan dan rachel menonton film dengan tenang.
dari pertengahan hingga akhir film arqan kesulitan berkedip. dia menangkap sangat banyak makna dan pesan moral dari setiap adegan yang dia lihat di film itu. arqan pun sadar kalau film horror aneh yang diangkat dari karya junji ito itu sarat akan makna yang tidak bisa ditangkap mata.
ketika film itu selesai arqan mengakui ke rachel kalau itu adalah film yang bagus.
"benar kan, meskipun seram dan mengganggu nyatanya art dari junji ito sangat keren dan kreatif." ucap rachel.
"selain itu ini masih film yang pertama masih ada 3 film lagi dengan total durasi 7 jam." (rachel)
"apa kau sanggup duduk selama itu..?" (arqan)
rachel mengangguk dengan percaya diri. mereka pun lanjut menonton film. arqan menonton dengan serius. rachel yang melihatnya pun menjadi senang. karena untuk pertama kalinya dia melihat arqan setertarik itu pada sesuatu selain hobi nya.
***
tidak terasa hari sudah malam lagi. rachel merasa lapar. dia mengajak arqan ke rumahnya untuk makan kwetiau pemberian marry.
"tumben sekali, biasanya kau selalu mengajakku makan diluar." (arqan)
"aku sudah bilang ingin menghemat pengeluaran kan. lagipula kau tidak pernah mencicipiku masakanku." (rachel)
ini kesempatan untuk rachel memamerkan skill memasaknya pada arqan. karena rachel ingin memasak untuknya arqan pun request ingin makan ayam goreng saja. sementara rachel memasak arqan menanak nasi. nein duduk tenang di sofa.
arqan menggunakan termometer untuk mengukur suhu panas nasi.
"untuk apa kau lakukan itu..?" tanya rachel saat melihat arqan meletakkan termometer panas.
"aku sedang mengukur panas. bukan sesuatu yang penting kok." arqan mengantongi termometer yang masih panas.
rachel menyusun piring, sedangkan arqan menyusun gelas dan memasukkan serbuk perasa ke teko. rasa mangga adalah favoritnya. tidak lupa dia memperkirakan jumlah es batunya agar kejadian tadi pagi tidak terulang lagi.
tidak lupa rachel menaruh piring kecil di tengah antara dia dan arqan. piring itu untuk nein.
arqan menyendok potongan yang paling kecil yang ditargetkan rachel. arqan tidak mau mengambil potongan yang besar karena dia adalah tamu. sementara rachel tidak mau mengambil yang besar karena dia khawatir arqan menganggapnya bernafsu makan besar.
rachel pun mengambil potongan sayap yang sedikit besar, lalu makan dengan tenang. selesai makan arqan mencuci piring sementara rachel menonton tv.
"kau perlu bantuan..? wastafel itu cukup besar untuk kita berdua." rachel menawarkan bantuan.
"tidak usah. kau sudah memasakkanku makanan, jadi biarkan aku yang mencuci piring. ...ngomong-ngomong masakanmu sangat lezat. harusnya tadi aku melihat caramu memasaknya."
"hahahaa.. akan aku berikan resepnya. kenapa kau tidak bermalam saja hari ini..?"
Pujian arqan membuat hati rachel berbunga bunga. rachel berhasil memuaskan arqan dengan skill memasaknya.
arqan menolak karena tindakan itu akan memicu kecurigaan warga dan gosip yang aneh-aneh. setelah mencuci piring arqan pamit pulang. namun sebelum itu rachel mengajak arqan berfoto tanpa minta izin darinya.
rachel memeluk lengan arqan lalu selfie ke samping dan memotret wajah terkejut arqan.
.......................................................................................
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 sekalian follow author juga ya.
.......................................................................................
__ADS_1