Nekophilia

Nekophilia
Bab 37 : Pertemuan Dengan Iblis


__ADS_3

Beberapa menit sebelum rachel sadar dari pengaruh setan, arqan menemukan lokasi rachel berkat alat pelacak yang ditempelnya secara ilegal di kerah baju rachel.


arqan pun bergegas melaju kesana, tapi saat keluar rumah dia menyadari pintu rumah rachel tidak dikunci. arqan pun masuk ke dalam untuk memastikan tidak ada yang lupa dimatikan rachel sebelum pergi.


alangkah terkejutnya arqan saat melihat kucingnya rachel tidak ada.


namun tak lama berselang kucing itu muncul dari arah dapur.


meow~ meoow~


arqan pun mengunci nein di dalam rachel untuk memastikan kucing itu tidak pergi ke mana mana.


arqan pun tancap gas setelah memanggil bantuan.


- kembali ke masa sekarang di tempat rachel -


rachel terkejut melihat orang orang itu ambruk dengan sendirinya. para penculik yang tersisa pun semakin marah dan berusaha menyerang dengan senjata tajam. namun bentuk lain dari nein melindungi rachel.


para penculik itu dibasmi, tidak ada satu pun dari mereka yang selamat.


rachel pun makin ketakutan, dia takut disalahkan karena kejadian supranatural itu.


pintu ruang depan terbuka dan rachel buru buru keluar. terlihat hari sudah malam dan dia berada di lapangan yang luas tanpa satupun pencahayaan. terlihat pula di seberang hutan di seberang sana.


kehadiran nein di tempat itu mengundang banyak sekali makhluk halus, mulai dari yang murni keturunan jin sampai manusia yang memakai ilmu hitam.


semuanya penasaran dan mendekati sosok besar mengerikan itu, bak ngengat mendekati api.


wujud lain nein tersenyum buas menunjukkan gigi nya yang seperti gigi hiu. tubuh asapnya semakin memperburuk wujudnya.


sosok itu kini menaungi rachel dengan membentangkan kedua tangannya melindungi sisi kiri dan kanan rachel.


hawa dingin menyelimuti rachel seperti berada di dalam iglo. rachel heran saat melihat ke sekitar. dia tidak ingat alasannya datang ke tempat terpencil itu.


merasa hawa semakin dingin rachel pun membuka googlemaps.


"loh kok? mana jarum birunya? "


googlemaps tidak bisa melacak lokasi rachel saat ini. bahkan rachel sudah menyala matikan gps nya dan merestart hp nya berulang kali. jarum biru penunjuk arah tetap tidak muncul.


para dedemit diam memperhatikan rachel dari hutan seberang. mereka tidak ada yang berani mendekat.


"siapapun yang mengganggi wanita ini akan ku habisi." ucap nein dalam bahasa jerman.


walau tak mengerti bahasanya para dedemit tetap tidak berani mendekat karena energi besar yang terpancar dari si monster.


rachel pun menelepon arqan dan langsung di angkat olehnya.


[ halo rachel! kamu sedang apa disana? ]

__ADS_1


"arqan! apa kamu bisa melacak posisiku? googlemaps ku error dan aku berada di tengah padang rumput yang luas dikelilingi hutan. "


respon arqan sangat aneh, dia mengaku mendapatkan lokasi rachel dari alat pelacak yang terpasang. tapi lokasi yang ditunjukkan alatnya tertuju ke lokasi pemakaman para pahlawan perang.


[ untuk apa kau pergi ke kuburan jam 9 malam? berziarah ke makam seharusnya dilakukan pada siang hari. ] ucap arqan dia sudah sampai di kuburan yang dimaksud.


"mungkin alatmu rusak. aku tidak sedang di kuburan tapi di sebuah padang luas dekat gedung terbengkalai. "


"rachel...? "


tiba tiba rachel mendengar suara arqan di belakangnya.


dan benar saja arqan menemukan rachel sedang meneleponnya di antara kuburan.


rachel tampak kebingungan dia melihat kesana kemari. pemandangan biasa yang tadi dilihatnya tiba tiba menjadi menyeramkan. dirinya merasa seperti dipindahkan ke tempat lain saat menunduk untuk mengirim chat ke orang tuanya.


"kau tidak apa apa...?"


arqan menepuk pundak rachel yang tampak linglung, tak mengerti apa yang baru saja terjadi.


rachel menepuk pipinya, arqan sedikit tertawa melihat ekspresi rachel di kalau itu.


merasa semuanya baik baik saja kedua remaja itu pun pulang bersama.


dalam kejadian itu rachel kehilangan sepeda motornya.


***


kekuatan kucing itu menjadi berlipat ganda, dia bertekad untuk menghabisi para siluman indonesia atau yang dikenal pribumi sebagai dedemit agar tidak membahayakan manusia lagi.


dari kejauhan nampak sosok manusia bertopi tinggi berjalan ke arahnya.


"apa kau rajanya? " tanya pria itu dari tempat yang rendah.


nein dapat membaca hati dan pikiran seseorang, jadi dia tahu maksud si pria saat bertanya soal raja.


"ya aku adalah raja. siapa kau manusia? "


"aku cuman pedagang keliling yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada kearifan lokal disini. bagaimana denganmu?"


nein mengabaikan pria itu dia tidak semenarik yang nein kira akan terjadi. sekarang perhatiannya tertuju pada makhluk yang mengikuti di belakang pria itu.


makhluk itu memiliki cangkang seperti kura kura, berdiri dengan dua kaki, dan tidak memiliki kepala.


"itu adalah nameless, dia raja sama sepertimu. "


"sekarang apa yang akan kau lakukan raja kucing? aku tidak peduli darimana asalmu, tapi kau tampaknya ingin membuat onar di negeri yang damai ini. " ucap si pria.


"hahahahahahaa... " nein tertawa sangat keras. suara tawanya menakuti para dedemit lemah di sekitaran tempat itu sehingga tersisa dedemit kuat saja.

__ADS_1


"tidak ada yang membuat onar disini. aku hanya memberi pelajaran kepada manusia yang mengganggu ketenanganku. "


"sekarang aku mau pulang. yang mengikutiku akan ku habisi!"


nein meninggalkan tempat itu, ancamannya tadi nampaknya berhasil.


nein merasakan aura yang aneh dari pria bertopi itu. tak hanya bisa melihat makhluk halus, dia juga diikuti oleh sosok besar yang sangat berbahaya.


pria itu mungkin adalah sisi gelap dari dunia ini.


***


nein kembali ke rumah rachel. terlihat rachel sedang menyelimuti diri dengan selimut, sementara arqan membuatkan teh hangat untuknya.


"tenanglah rachel. kau habis mengalami kejadian supranatural, perbanyaklah berdoa ke yang maha kuasa. minta perlindungan pada tuhan kita yang perkasa." saran arqan.


rachel lupa bagaimana lafalan doa yang diajarkan ibunya.


"aku lupa doanya. bagaimana kalau kau mengajariku." pinta rachel.


"aku menolak. agama kita kan berbeda. "


"aku sudah memutuskan menjadi mualaf sejak bersama denganmu. " rachel sudah memikirkannya dengan matang. dia yakin tidak akan menyesali keputusannya itu, walaupun mungkin akan sulit untuk meyakinkan ayahnya yang seorang pembuat patung.


"ka kau yakin? mau jadi mualaf?" tanya arqan memastikan.


"iya, karena itulah tak lama lagi kita harus mulai menjaga jarak. atau kita langsung menikah saja setelah kau lulus." ucap rachel dengan bercanda di bagian menikah.


arqan tidak percaya dia berhasil meyakinkan rachel dengn ceramah keagamaannya di waktu luang mereka berdua


ini adalah cerita yang kurang di sorot, tapi setiap rachel bekerja bersama arqan, disaat saat tertentu arqan akan menceritakan kisah para nabi dan rasul serta cerita perjalanan setelah kematian.


salah satu cerita yang paling disukai oleh rachel adalah kisah tentang sebuah padang yang akan menjadi tempat berkumpulnya manusia setelah hari kiamat nanti. dan bagaimana para nabi dan rasul menyatakan mereka tidak bisa menyelamatkan umatnya kecuali satu rasul.


"bergembiralah arqan, Allah swt sudah memberikan hidayah dan membuka hatiku. setelah aku membaca 3 kalimat syahadat nanti, tolong jangan mengubah perhatianmu padaku. "


motivasi utama rachel menjadi seorang mualaf adalah rasa cintanya ke arqan. arqan pun menyadari hal ini, mulai hari itu arqan bertekad akan mengajari semua yang dia tahu ke rachel. sementara rachel sendiri berniat masuk ke pondok khusus orang dewasa nanti.


"selamat malam nein, aku mempertimbangkan untuk mengubah namamu menjadi lebih islami tanpa harus mengganti kata 'nein'. " ucap rachel ke nein sembari mengusap perutnya.


menaruhnya ke perut sambil bermain di sofa.


arc terakhir Nekophilia hampir tiba.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh memberikan kritik asal membangun dan gunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak dan jangan terlalu menghayati isi novelnya. Ini hanyalah cerita fiksi. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2