
Normalnya orang-orang akan lari saat melihat topan, tetapi beberapa orang malah berjalan mendekatinya. Nostradamus disana untuk memperbaiki siklus cuaca usai main quest ke 4 berakhir.
"dengarkan aku sistem! Akan ku singkirkan awan cumulus ini agar topan tidak terjadi selama 50 tahun." nostradamus membentangkan tangannya lalu memutar udara berwarna berwarna di kedua genggaman tangannya. Angin ungu itu dilempar ke awan, lalu melepaskan muatan angin pendorong yang sangat kuat sampai melenyapkan awan yang menutupi wilayah itu.
Kota tempat rachel tinggal pun selamat dari angin topan. Nostradamus menghilang dalam satu langkah.
Berita di media sosial menyebutkan bencana angin topan telah berhasil dihentikan. "dihentikan? Oleh siapa? " tanya tahta. Arqan menggeleng, dia juga tidak punya petunjuk.
Peristiwa itu pun tercatat dalam sejarah sebagai angin topan teraneh yang pernah muncul di asia tenggara. Sekaligus topan tersingkat yang pernah muncul dalam sejarah, menghilang setelah kurang dari satu menit sejak kemunculannya.
Rachel kembali ke rumahnya. Akibat lupa mengunci jendela, gorden yang dia pasang jadi terlepas. Beberapa minuman kaleng yang dia letakkan di atas meja juga berserakan.
Arqan dan tahta mencabut penghantar petir. Untung saja tidak terjadi hal buruk. Nein kembali masih tidur. Nostradamus kembali ke bayang-bayang yudistira. Dan angin topan diprediksi tidak akan terjadi lagi hingga 50 tahun ke depan, berkat nostradamus.
Rachel dipanggil oleh arqan lewat balkon. "rachel! Bisa bantu aku?!" rachel segera naik ke kamar arqan. Ternyata dia pria itu tidak disana dia masih di atap.
Arqan berteriak ke rachel yang masih di kamarnya, "tolong ambilkan dongkrak di bawah ranjangku! Lakukan dengan cepat!"
Rachel mengambil dongkrak yang dimaksud lalu langsung berlari ke atap. Karena tidak hati-hati rachel terpeleset saat menginjak genangan, dan terjadilah adegan penyelamatan bak di sinetron sctv.
Arqan memeluk rachel. Momen itu membuat mereka berdua tersipu, pasalnya wajah arqan dan rachel sangat dekat. Rachel tidak sengaja menjatuhkan dongkrak yang dia pegang, dongkrak itu jatuh tepat di tulang kering arqan.
"maaf!!!" ucap rachel dengan panik.
Arqan menahan badan rachel yang hendak menunduk untuk mengambil dongkrak. "biar aku saja. Dongkraknya pasti berat, iya kan?" arqan menahan sakit. Tahta menertawakannya di belakang.
Dongkrak itu digunakan untuk menarik baut karena obeng dan alat pencabut bautnya rusak.
"apa yang kalian buat disini? Petir menyambar tempat ini dua kali loh." rachel khawatir pada arqan. Arqan pun menjelaskan tentang penangkal petir, tahta, dan sambaran petir itu. Intinya semua adalah kecelakaan yang dibuat oleh orang bodoh.
Arqan menahan kata bodoh agar tidak keluar dari mulutnya. Sebenarnya dia takut kena bogeman temannya itu.
Nein si kucing sakti melewati pintu rumah bak hantu lalu berjalan cepat ke atap. Tidak sengaja dia menabrak kaki rachel yang sedang berdiri di depan pintu. "apa yang kau lakukan disini nein? Aku tahu kau suka pergi ke luar tapi jangan pergi tanpa bilang pada kakak. Kalau kau hilang kakak akan mencari penggantimu."
"pacarmu lucu ya. Bayangkan dia berpakaian seperti kucing tanpa kain sedikit pun." arqan membayangkan rachel dengan pakaian seperti itu. Tentu saja kalau dia menginginkannya dia harus melamar rachel dulu.
"bersabarlah arqan. 3 tahun bukan waktu yang lama." ucap arqan dalam hati.
Akhirnya penangkal petir bisa dilepaskan. Arqan langsung membuang rongsokan itu dan menyimpan aki nya. Setelah itu tahta pamit pulang. Katanya dia tidak mau mengganggu waktu berduaan arqan dengan rachel.
"dia habis sakit kan. Nah coba ajak dia minum di cafetaria. Ini saran dariku, jangan disia siakan." tahta merasa bangga. Awalnya dia tidak percaya dengan gosip yang beredar di sekolah. Apalagi gosip itu berasal dari mulut aster si penggosip berjakun. Tapi sekarang dia bangga arqan berhasil mencuri hati gadis imut dan mandiri.
Arqan memikirkan saran tahta. Walaupun tahta sendiri belum pernah pacaran, tapi dia selalu memberi saran yang baik saat diminta. Arqan pun memutuskan mengajak rachel healing hari ini.
Arqan melap tangannya yang kotor barulah bicara dengan rachel. "ei rachel, kau sudah sehat?" tanya arqan.
"lumayan. Kepanikan tadi membuatku lebih sehat." ucap rachel sambil sedikit tertawa.
"mau join ke mcdonald? Aku dengar disana mereka menambahkan menu baru kemarin."
Rachel mengerutkan kening, ekspresi nampak kesal. "kenapa dia tampak kesal?" batin arqan. Rachel menghela nafas lalu menasihati arqan untuk membersihkan terlebih dulu. "tadi saat mengambil dongkrak aku lihat rumahmu seperti kapal pecah. Buku dan kertas berhamburan dimana mana. Rapikan itu dulu baru kita pergi!" ucap rachel dengan tegas.
"siap bu!" arqan langsung melaksanakan perintah rachel.
*
__ADS_1
Sebagai teman yang baik rachel ikut bantu merapikan barang-barang arqan. "apa isi buku-bukumu ini? Kok tidak ada judulnya?" rachel memungut banyak buku bersampul polos karena tidak tahu dimana letak Buku-buku itu sebelumnya, rachel pun menaruhnya di atas meja. Di bawah meja rachel menemukan buku yang mencurigakan.
Karena sampul buku itu menarik rachel pun membukanya. "kau punya majalah porno ya arqan." mendengar itu arqan pun langsung pasang handuk dan berlari keluar kamar mandi.
Dilihatnya buku haram itu berada di tangan rachel arqan pun berusaha merebutnya. Rachel menghindar. "coba ambil, hahahahaa" rachel lari keluar supaya arqan yang belum berpakaian tidak bisa mengejarnya. Namun rachel salah. Arqan mengejarnya walaupun sedang memakai handuk.
"tidak tahu malu! Pakai baju sana!" rachel mengembalikan majalah seksi itu. Rachel menunggu di luar sampai arqan selesai berpakaian. Suasana hati rachel menjadi buruk saat melihat awan hitam kembali berkumpul di langit.
"semoga tidak terjadi angin topan lagi." doa rachel ke sang pencipta.
Arqan keluar rumah sambil membawa payung tapi dia lupa kalau rachel belum bersiap siap. Sekarang gantian arqan yang menunggu rachel bersiap siap. Setelah berdandan dan memastikan semua jendela terkunci rachel berpesan ke nein untuk tidak pergi ke manapun termasuk keluar kandang.
Arqan menilai penampilan rachel. Jujur saja, baju apapun yang dipakai rachel terlihat cocok untuknya. Nilai 100 arqan berikan untuk fashion pilihan rachel di sore hari yang mendung ini.
Baju yang dipakai rachel sebenarnya sangat sederhana. Jaket parka berwarna hijau gelap, celana jeans hitam dan baju dalaman putih. Rachel tampak modis namun make up nya yang sedikit menunjukkan kalau kecantikannya itu natural, dan itulah yang paling menarik perhatian arqan. Arqan pun tidak kalah kerennya. Untung saja dia tidak jadi memilih jaket hoodie sebagai outfit utamanya hari ini.
"ayo jalan." ajak rachel.
Rachel dan arqan cepat ke McDonald's sebelum hujan turun. Namun meskipun begitu arqan dan rachel memilih untuk berjalan kaki sembari berbincang santai. Mereka tidak pernah kehabisan bahan obrolan. Mereka membicarakan segala hal. Rachel sendiri hanya bisa bicara selancar ini dengan arqan, mengingat dirinya seorang introvert.
"eh tutup!"
"hah???"
Restoran mana yang masih buka dikala angin topan hampir menerjang wilayah itu. Menyadari kebodohan masing masing mereka pun tertawa dalam hati. Arqan yang merasa telah membuang buang waktu banyak pun segera mengajak rachel pulang.
Namun ditengah jalan terjadi hal yang tidak diinginkan. Pantat rachel ditampar oleh seseorang. Rachel yang kaget pun langsung berteriak sambil menunjuk pengendala yang melecehkannya.
Tak terima dengan hal itu arqan pun mengejar mereka, disusul rachel dan nein yang keluar dari kandangnya. Situasi jalanan masih sangat ramai sehingga menyulitkan arqan menembak mereka dengan pistol karet. "sial! Dia jago nge drive!" teriak arqan dalam hati.
Pelaku pun hilang keseimbangan dan tergelincir. Naasnya tubuh si pelaku berguling tepat ke depan sebuah truk kontainer yang melaju. Kecelakaan pun tidak terhindarkan, si pelaku tewas terlindas ban truk 2 kali.
Kecelakaan itu membuat geger para pejalan kaki, pasalnya tubuh pengendara itu gepeng seperti kodok.
Apakah nein memang berniat membunuh orang yang melecehkan rachel? Ya, nein memang berniat membunuhnya. Kucing itu atau makhluk itu, sangat murka saat rachel dilecehkan oleh seseorang.
Darah dan organ si pelaku terlempar ke trotoar jalan. Rachel langsung membalikkan muka sambil menahan gejolak di perutnya. Arqan langsung membawa rachel pulang. Siapa sangka rencana kecil mereka untuk makan malah berujung dengan tragedi seperti ini.
"itu bukan salahmu kan arqan? Kau tidak menembaknya kan?" ucap rachel dengan wajah pucat pasi.
"aku tidak menembaknya. Dia jatuh sendiri." jawab arqan.
Tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya.
*
Rachel muntah di depan pagar rusun. Arqan membantu melancarkan prosesnya dengan menepuk punggung rachel. Rachel menghabiskan semua tisu yang ia bawa untuk mengelap mulutnya.
"itu mengerikan. Bagaimana bisa manusia terlindas sempurna seperti itu?" rachel mengelap air mata yang keluar secara alami saat muntah.
Arqan mengabaikan pertanyaan rachel. Dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Tadi sesaat sebelum si pengendara itu oleng arqan melihat sebuah tangan hantu yang sangat panjang melakukan sesuatu ke ban belakang motornya.
Mungkin itu hanya halusinasi arqan saja. Mengingat dia tidak berpikir jernih saat rachel dilecehkan. Namun arqan kembali menyangkal pemikirannya. Dia yakin bisa berpikir jernih saat kejadian. Terbukti dari keputusannya untuk tidak menembak pelaku karena keadaan jalan raya yang ramai.
"lantas apa itu sebenarnya? Apa yang membunuh orang itu?"
__ADS_1
Rachel menepuk pipi arqan, menyadarkannya arqan dari imajinasinya. "sebaiknya kita menenangkan diri kita. Dan jangan keluar rumah selama beberapa hari." ucap rachel dengan wajah pucat.
Arqan tidak tega melihat rachel rayu seperti itu, tapi dia juga tidak mau mengganggu keputusan rachel. "aku setuju. Tapi kalau kau dan aku sedang butuh teman... tidak apa-apa kan kalau kita saling jenguk?" (arqan)
"iya..." rachel mengangguk pelan.
***
Waktu berlalu sejak kejadian itu. Sudah satu minggu arqan dan rachel tidak berani keluar rumah untuk bermain. Kawan-kawan mereka pun mulai merindukan mereka. Terutama tahta sahabat karib arqan.
Saat tahta mengunjungi rumah arqan terlihat arqan dan rachel sedang duduk membelakangi satu sama lain. Menyandarkan bahu mereka dengan akrab dan berbagi headset. Terlihat pula arqan sedang memangku nein.
Kemesraan kedua orang itu membuat tahta iri. Membuatnya berpikir dua kali untuk masuk. Arqan yang melihat tahta di cctv depan pun langsung melemparkan susu kaleng ke temannya itu.
Tahta menangkap pemberian temannya itu. "kau kelihatan seperti genderuwo di depan sana. Masuklah kemari. " (arqan)
"permisi..." (tahta)
"lama tidak jumpa, tahta. Kau makin berotot." ucap rachel.
Tahta kaget rachel mengetahui perubahan pada dirinya, padahal wanita itu hanya melihatnya sekilas saat melewati pintu. "wahh makasih kau menyadarinya. Aku memang menambah beban latihanku di gym selama seminggu."
"apa kau suka pria berotot rachel? Kalau suka lihat ini."
Tahta memamerkan ototnya dengan berbagai gaya dan pose. Rachel berpura pura terkesima dengan otot tahta, dalam hati dia meminta tahta menghentikan pose pose nya yang dinilai sedikit kurang sopan.
"jangan memaksakan diri saat latihan. Salah satu temanku sewaktu smp dulu mengalami patah tulang karena terlalu memaksakan diri saat membentuk tubuh."
Tahta hanya mengangguk menanggapi nasihat arqan. Dia merasa kurang dihargai. Tidak biasanya tahta menambah beban latihannya. Pasti ada sesuatu. Pikir arqan.
"kenapa kau latihan keras? mau ikut pertandingan lagi?" arqan menatap dengan serius.
"bukan, ini bekal untuk program pertukaran siswa nanti."
Arqan baru ingat kalau dia mendaftarkan diri dalam program pertukaran siswa. Sialnya sekolah yang terpilih adalah smk negeri 7 harapan. Tempat itu tidak layak disebut sekolah saking bobrok nya sistem sekolah dan terkenal memiliki banyak preman di dalamnya.
Para preman itu pun bukan siswa sembarangan, beberapa diantara mereka adalah anak pejabat yang sengaja masuk untuk merasakan kehidupan sekolah tanpa kekangan. Sekolah itu juga terkenal memiliki beberapa klub bela diri yang sangat hebat. 2 dari juara pertandingan silat antar provinsi ada disana. Juara gulat antar provinsi juga ada disana.
Membayangkan pindah ke tempat penuh berandalan itu saja sudah cukup membuat arqan bergidik ngeri.
"oh ya, aku dengar kalian dipanggil ke kantor polisi untuk penyelidikan. Kesaksian apa yang kalian berikan terkait kejadian itu?" (tahta)
"aku mengejar si korban karena melakukan pelecehan ke rachel. Langkahku terhenti saat si pelaku melajukan kendaraannya. Hanya itu." (arqan)
"aku kaget karena dia menyentuhku dari belakang. Aku berteriak dan menunjuknya, lalu arqan mengejarnya. Setelah itu dia jatuh dan tewas. Dan aku menahan muntah sepanjang jalan, dan baru aku keluarkan saat sampai depan pagar." rachel menjelaskan dengan terbata bata.
"hemm... Orang itu pantas mendapatkan karmanya. Untunglah kalian berdua tidak di apa-apain oleh polisi." tahta menghela nafas lega setelahnya.
Walaupun nampak sederhana kasus kematian pelaku pelecehan itu menjadi kasus yang tidak terpecahkan. Karena di ban sepeda motor pelaku ditemukan bekas cakaran yang sangat dalam seperti bekas cakaran beruang. Polisi menyimpulkan kalau makhluk yang mencakar ban belakang itulah pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Namun polisi memutuskan untuk menyudahi penyelidikan ini.
Beberapa diantara oknum polisi meyakini kalau dunia lain dan makhluk halus itu ada. Kemungkinan kasus kecelakaan itu pun merupakan campur tangan dari makhluk halus yang geram dengan si pelaku.
.......................................................................................
Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian 😂
__ADS_1
.......................................................................................