Nekophilia

Nekophilia
Bab 22 : Obsesi marry


__ADS_3


POV Arqan -



Di hari rachel pergi ke rumah orang tuanya arqan mengalami hari yang unik. ketika dia hendak meminta maaf kepada marry. di sekolah marry telah menyiapkan sesuatu untuk arqan.


marry mengajak arqan bertemu di lab kimia. tanpa rasa curiga sedikitpun arqan mendatangi marry. marry sedang duduk di meja paling pojok.


dari jauh arqan memperhatikan apa yang dilakukan marry. arqan kaget melihat marry sedang mencampurkan bahan bahan yang akan memicu ledakan.


"marry, stop!!! menjauh dari meja!!!"


marry menjauhi meja. tak berapa lama kemudian ledakan betul-betul terjadi. Skalanya memang tidak terlalu besar, tapi tetap berbahaya karena cipratan zat kimia dapat membakar kulit dan menimbulkan hal berbahaya lainnya.


arqan menahan diri untuk tidak menyentuh marry. setelah apa yang dia lakukan, arqan tidak pantas menjadi temannya lagi.


arqan bicara kepada marry yang masih tidak mau melihatnya. marry berdiri menghadap dinding.


"hai marry. aku minta maaf untuk kejadian kemarin. aku tidak berniat melanggar janjiku. semua terjadi begitu saja. aku rasa waktu itu aku belum punya ketertarikan romantis... aku.. aku masih polos..." arqan berusaha mencari alasan seadanya.


marry terkikik mendengar alasan itu. "mungkin saja ya." marry berbalik menatap arqan. "mungkin saja kita memang tidak berjodoh." marry mencoba membuat senyuman manis seperti rachel. belakangan arqan menyadari kalau model baju yang dipakai marry sangat berbeda hari ini.


dia memakai rok panjang selutut, baju lengan panjang, dan motif baju yang polos. marry meniru 99 persen penampilan rachel.


"kenapa kau menjadi mirip rachel?" tanya arqan sambil menunjuk ke baju marry.


"kau suka perempuan imut seperti ini kan. akan ku buktikan kalah aku juga bisa jadi imut. lihat saja saat rambutku tumbuh nanti."


marry terobsesi menjadi seperti rachel. itu artinya dia juga mengincar si jenius itu.


"marry, jangan bilang... kau ingin mengganggu hubunganku dengan rachel?" arqan spontan bertanya.


"tidak kok...!" jawab marry dengan senyum ceria.


"aku hanya ingin tampil bagus di depanmu. kalau kau tidak bisa mencintaiku sebagai pacar, cintailah aku sebagai teman. karena itulah... tetaplah jadi temanku


marry memeluk arqan dengan kencang. gadis itu tidak mau melepas pelukannya dari pria yang dia harap mencintainya. tidak tahu harus berbuat apa arqan diam saja selama momen itu berlangsung. sesekali arqan meminta marry menjauhkan dadanya.


"mencintaimu sebagai teman' aku tidak tahu apa artinya itu. aku hanya berharap pertemanan kita tidak kandas. sebagai permintaan maaf aku akan langsung datang setiap kali kau panggil." arqan bersumpah dalam hati tidak akan melanggar janjinya lagi. bahkan meskipun itu janji yang sepele.


"kalau ingin maaf dariku. kau harus memenangkan pertarungan." ucap marry. dia berpose manja dengan meletakkan dagunya di badan arqan. marry memang lebih pendek dari arqan. atau arqan yang lebih tinggi. begitulah intinya.


"pertarungan apa? akan ku lakukan asal lawannya bukan andi perkasa si juara silat."


marry menunjukkan senyum yang aneh. kenapa dia tersenyum seperti itu setelah arqan memintanya untuk tidak menandingkannya dengan juara silat.


rupanya orang yang menjadi lawan arqan tidak jauh-jauh dari sang juara. dia adalah atlet muda, seorang pesilat handal dari smk yang terburuk. dan dia adalah orang yang menamatkan game arqan dalam waktu 5 jam.


"ah kau... kita pernah bertemu, tapi aku lupa kita sudah berkenalan atau belum." arqan mengetuk dahinya.


"sebaiknya kau fokus arqan karena lauroe aku bayar untuk menghajarmu. sampai babak belur..."


penjelasan marry membuat arqan merinding. entah bagaimana dia menyelamatkan diri hari ini. melawan atlet silat di ruang kimia yang dipenuhi cairan kimia siap meledak.


"kau akan mengganti kerusakan lab kita kan marry?" tanya arqan.


kraak, rusuk arqan berbunyi ditendang lauroe. badan lauroe pendek tapi tenaganya tidak main-main.


"tunggu sebentar! apa kau mau membunuhku?!"


lauroe tampak tidak peduli. dia melempar botol kaca berisi campuran zat peledak. hampir saja arqan terkena petasan kimia.


"aku pikir kita teman marry!" teriak arqan dari balik meja.


"memang benar. dan sebagai pria kau harus jadi lebih kuat agar mampu melindungi teman-temanmu. lauroe tidak akan membunuhmu, hanya menyakitimu sedikit. mungkin akan ada luka bakar."


dorr! peluru karet mendarat di badan lauroe, membuatnya ambruk seketika.


"terserah kau saja marry. akan ku hajar jawaramu ini." arqan membidik di antara sela meja.


lauroe bangun dengan gaya salto, dia meminta marry untuk menyingkir supaya tidak membatasi ruang geraknya.

__ADS_1


"ruang gerakmu memang sudah terbatas jagoan!"


arqan melempar botol kimia lalu berguling ke meja di sebelahnya. botol itu akan mengenai marry kalau saja lauroe tidak menyelamatkannya.


lauroe mendorong marry keluar lab. "aku akan minta biaya tambahan setelah ini nona leadswan." tegas lauroe.


"terserah. pokoknya hajar dia sampai jela."


lauroe mengangguk dia kembali untuk menghadapi arqan. tidak banyak ruang untuk bergerak apalagi bersembunyi. arqan hanya menembak lauroe dari selamat meja.


saat lauroe mendekat arqan langsung menembak botol kimia di dekatnya dan menjauhkan lauroe dengan ledakan.


"menyerahlah lora! (lauroe) aku punya machine gun karet!" ancaman arqan tidak digubris oleh lauroe.


"cobalah gunakan dan kau akan terjerat hukum kepemilikan senjata api ilegal. lagipula Kedengarannya itu bualan." balas lauroe.


"kalau begitu makan bualan ini jagoan!"


arqan sungguh memiliki senjata itu. ia menembak membabi buta memecahkan kaca ruang laboratorium. lauroe tidak ingin kalah. kalau tidak bisa membuat arqan babak belur dia tidak akan dibayar.


lauroe mengejar arqan dengan gencar. tubuhnya sudah kebal dengan peluru karet namun tidak hanya itu saja, lauroe juga kena cipratan cairan kimia tang membuat tangannya terluka.


setelah pertarungan panjang nan melelahkan arqan berhasil membidik bola masa depan lauroe. momennya tepat sekali saat lauroe akan menendang wajahnya.


"hentikan omong kosong ini! aku tidak sejahat itu sampai menembak biji masa depanmu. tapi ini tetap akan sakit."


arqan mengancam dengan halus. si jagoan itu pun terdiam dengan kaki masih di depan wajah arqan.


"baiklah, aku menyerah. tolong selamatkan barang ajaibku." lauroe mengangkat tangan ke udara lalu berlutut menghindari pantauan marry di luar jendela.


arqan memberi kode bahasa isyarat pada lauroe. hebatnya lauroe dapat mengerti bahasa jari arqan.


"menunduklah." dalam bahasa isyarat.


"lauroe! apa kau menghajarnya?!" tanya marry.


"dia berada di bawah kakiku sekarang. jangan khawatir sebentar lagi kau bisa masuk." lauroe berbohong marry.


arqan menawarkan kesepakatan ke lauroe untuk beralih pihak padanya. "berapa marry membayarmu? 1 juta? 5 juta?" tanya arqan.


"10 juta! 12 juta kalau kau tidak terima permintaannya lagi! sebenarnya kami berteman baik, aku tidak sengaja menyakiti dan pertemuan kita pun terjadi."


"tolong mengertilah! aku hanya ingin berdamai dengannya. tapi kalau aku pulang dalam keadaanku babak belur, mustahil hubungan kami akan membaik." arqan menerangkan pemikirannya.


intinya marry bertindak berlebihan dengan hendak menghajar arqan. ini pertama kalinya arqan melihat marry mengamuk seperti ini. arqan memikirkan jalan keluar terbaik. lalu dia meminta lauroe memukulnya sekuat tenaga sekali.


"pukul aku sekuat tenaga, tapi hanya sekali. nanti akan ku bayar kau 5 juta rupiah. oke?"


buak! lauroe memukul arqan sekuat tenaga sesuai permintaannya. "baiklah sudah cukup. aku tidak membencimu karena menghajar orang. aku mengerti kau punya alasan, karena itulah terima uang ini dan kita damai. bagaimana?"


lauroe setuju. dia adalah tipe orang yang akan melakukan segalanya demi uang tunai. "baiklah, kita damai." lauroe membantu arqan bangun.


lauroe berjalan dengan santai keluar lab, lalu menghadap marry.


"apa yang kau lakukan?" marry bingung dengan tingkah anak buahnya itu.


"dia tidak cukup kuat untuk dihajar habis habisan. satu pukulan saja sudah membuatnya terhuyung. lihatlah dengan mata kepalamu sendiri. apa kau tidak kasihan dengan anak lemah itu?"


marry tidak mau melihat arqan. lauroe lanjut bicara, "tadi kalian berpelukan dengan mesra. apa jangan-jangan ini pertengkaran kekasih?"


marry tidak menjawab. lauroe pun mengembalikan uang sewa sesuai nilainya ke marry. lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi.


hp arqan pecah, dan di wajahnya ada lebam yang sangat besar. arqan menatap marry dengan marah.


"tidak aku sangka kau mengirim seorang preman untuk menghajarku. itu tidak baik marry. mulutmu memaafkan tapi hatimu mendendam. marry terdiam mendengar ucapan arqan.


"kau tidak tahu betapa kecewanya aku! padahal aku sudah berjuang banyak untukmu, tapi kau tidak pernah menyadarinya. ...maafkan aku arqan. semua ini terjadi karena hatiku lemah." marry menangis sejadinya.


"bukankah aku sudah bilang marry. aku tidak punya perasaan romantis padamu. aku menganggapmu teman bukan kekasih. orang yang aku sukai adalah rachel! perlukah aku mengulanginya lagi. jangan gelap hati hanya karena ditolak marry."


arqan baru tahu kalau marry adalah tipe orang yang sebenarnya berbahaya. namun karena marry adalah teman baiknya arqan menyangkal semua itu.


marry berbalik meninggalkan arqan. membuat arqan tambah bingung dengan sikapnya. arqan pun mengejar marry. namun rico tiba-tiba menahannya dari belakang.

__ADS_1


rico adalah pacar marry. tanpa sepengetahuan arqan marry sudah bertunangan dengan rico.


harapan marry adalah melarikan diri dari pertunangan itu untuk menikmati masa mudanya sedikit lebih lama. dan arqan adalah partner yang cocok. namun semuanya tidak berjalan sesuai kemauan marry. hal itulah yang membuatnya stress dan sampai menyewa atlet untuk menghajar sang pujaan hati.


"kenapa dia jadi seperti itu? maksudku, kenapa marry tergila gila padamu?" tanya rico dengan akrab. kenyataannya mereka tidak akrab.


"aku melanggar janji. janji yang sangat penting dan aku tidak tahu bagaimana cara meminta maaf. saat mendapat kesempatan dia, atau aku malah mengacaukannya dan kami kembali berkelahi."


"apa kau punya saran ric?" yang arqan.


rico menepuk bahu arqan lalu berjalan melewatinya, "good luck." rico tidak memberikan saran apapun.


hari yang buruk itu pun diakhiri dengan sebuah chat dari marry yang tiba-tiba meminta mereka berhenti berteman.


arqan ingin membalas, tapi nomor marry berganti saat itu juga. tidak tahu harus melakukan apa lagi arqan pun memutuskan untuk beristirahat demi menjernihkan pikirannya.


- POV arqan berakhir -


keesokan harinya rachel kembali ke rusun. dirinya pulang tidak sesuai rencana, beberapa menit lagi dia harus masuk kerja. untuk mengejar waktu rachel mengabaikan semuanya keperluan gadis di pagi hari termasuk berdandan. dia juga tidak sempat makan dan langsung pergi ke tempat arqan.


"selamat pagi rachel. kau kelihatan... berantakan."


arqan lebih peka gara-gara kejadian semalam.


"kau sadar ya, aku memang belum sempat make-up an hari ini."


walau tanpa make-up rachel masih percaya diri. "ibu bilang aku tetap cantik tanpa make-up. menurut arqan bagaimana ya?"


"arqan, apa aku masih cantik tanpa make-up?" tanya rachel malu-malu.


"justru aku terkejut kau masih cantik. siapapun yang jadi suamimu sangat beruntung karena tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk make-up istri." arqan menyelipkan pujian untuk menyenangkan rachel.


seorang anak mengantarkan nasi goreng pesanan rachel. dia anak yatim yang meminta sumbangan. rachel menyuruh anak itu untuk membelikannya nasi goreng sebungkus di warung depan jalan. dan sebagai gantinya rachel memberikan upah 100 ribu kepada anak itu.


anak yatim itu pun menangis bahagia. "akhirnya ada orang baik yang membantu saya. terima kasih kak, semoga rezeki kakak selalu berlimpah ruah." doa sang anak sebelum pergi.


rachel menyantap nasi goreng itu dengan lahap. dia duduk di samping arqan siap mengambilkan apapun yang diperlukan bos nya.


"apa yang mau kau buat sekarang?" tanya rachel dengan mulut penuh nasi.


"jangan bicara saat mulutmu sedang penuh rachel. nanti kau tersedak."


benar saja yang dikatakan arqan, rachel tersedak karena tulang ayam tersangkut di tenggorokannya. arqan bergegas mengambil air putih untuk rachel minum.


"maaf," ucap rachel.


"tidak apa-apa, tapi jangan lakukan lagi."


rachel kembali bertanya ala yang sedang dibuat arqan. arqan menjawab kalau dia sedang mengerjakan dua proyek baru. yang satu adalah game visual novel click yang dibuat untuk suatu tujuan khusus. dan yang satunya lagi adalah mesin pembuat kopi otomatis.


"kenapa ingin membuat mesin kopi?"


"karena aku ingin menghadiahkannya pada seseorang." jawab arqan dengan pelan.


rachel merasa ada sesuatu yang berubah dari arqan hari ini. arqan terlihat lebih tenang dan raut mukanya seperti sedang sedih.


rachel bertanya apa yang terjadi pada arqan selama dia tidak ada semalam.


"aku bertengkar dengan marry. tidak sedang sangat sensitif belakangan ini. sebaiknya kau tidak menghubunginya."


rachel menyadari ada sesuatu yang tidak beres di wajah arqan. dia memakai kosmetik di wajah sebelah kanannya. rachel teringat daniel ketika masih kecil. bocah itu sering berkelahi. Setiap ada lebam dia akan menutupinya dengan kosmetik atau arang.


rachel berpura pura pergi ke dapur untuk minum, lalu saat arqan lengah dia menyentuh wajah arqan yang berkosmetik.


"auuch..." arqan menjauhkan wajahnya dari kapas dingin rachel. rachel hanya ingin membersihkan lebam arqan.


"sebelum lanjut biarkan aku membersihkan lukamu dulu. aku tidak tahu siapa yang memukulmu tapi tinju ini cukup besar."


"kau tidak perlu repot-repot rachel. aku sudah membersihkannya kemarin."


arqan masuk ke kamar, rachel hanya bisa menggeleng melihat kelakuan calon pacarnya.


.......................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold 😁 sekalian follow author juga ya.


.......................................................................................


__ADS_2