Nekophilia

Nekophilia
Bab 38 : Rachel Hijrah


__ADS_3

Arqan dan rachel sudah selamat tapi pelakunya belum tertangkap. Nein memutuskan untuk tidak bergerak hingga esok pagi.


Hari berikutnya arqan jatuh sakit, nein yakin sekali sudah melenyapkan aura negatif dari tubuhnya. Itu artinya dia sakit karena penyeban biologis bukan supranatural. Nein adalah orang pertama yang mengetahui kondisi arqan karena matanya bisa melihat menembus tembok.


Saat rachel datang arqan memintanya untuk pulang karena tak mau penyakitnya menulari rachel. "jangan sok keras bos. Kau perlu orang lain untuk merawatmu."


rachel pergi mencari obat ke dapur. Setahunya arqan memiliki kotak obat di dapur. Rachel temukan kotak obatnya tergantung di tempat yang tinggi.


Rachel pun memutar otak untuk mengambilnya, arqan tampaknya tidak memiliki tangga, bagaimana dia bisa menggantung foto foto itu tanpa tangga. Rachel memindahkan sofa ke dapur lalu berusaha meraih kotak obatnya. Tapi tetap saja tangannya yang pendek tak bisa meraihnya. Rachel frustasi. Disaat itulah arqan datang dan menggendongnya.


Arqan menunduk ke kaki rachel lalu menggendongnya dan menambah tinggi rachel jadi 2 kali lipat. Akhirnya rachel berhasil mengambil kotak obat berkat bantuan arqan. Arqan pun menurunkan rachel.


"maaf aku terlalu pendek... " rachel menundukkan kepala tanda permintaan maaf.


"tidak apa apa kok, aku sekalian curi kesempatan." arqan terlalu polos, dia malah mengungkapkan tujuannya yang sebenarnya hendak merasakan pantat rachel di bahunya.


Rachel yang sadar pun langsung menampar arqan pelan. "jangan lakukan lagi!!"


Arqan mengangguk pelan sambil memegangi pipinya. Rachel lanjut bicara, "nanti malam pertama kita tidak spesial lagi."


Arqan ternganga mendengar jokes rachel. Tak sengaja tahta yang baru sampai mendengar ucapan rachel dan membuat rachel malu.


"njir, katanya sakit. Kok berduaan?" protes tahta pada arqan.


"aku cuma menjenguknya, karena kau sudah datang aku akan pergi untuk belajar. " tutur rachel.


"belajar apa rachel? " tanya rukaiyah penasaran.


"aku mau jadi mualaf." ucap rachel dengan senyum tipis manis yang selalu ia tunjukkan setiap memberitahukan kabar bahagia.


Tahta dan rukaiyah tercengang pandangan mereka langsung berpindah ke arqan. Pria itu kah yang mendasari rachel merubah keyakinannya.


"benarkah rachel? Kau ingin jadi muslimah? " tahta bertanya sembari mengguncang badan rachel.


"benar, sekarang aku sedang mencari wali untuk membimbingku, karena kedua orang tuaku tidak mungkin menyetujui ini."


Mendengar itu Tahta menarik Arqan ke dapur, Tahta berbisik menyuruh Arqan untuk terus mengawasi Rachel. Tahta khawatir jika keinginan Rachel pindah agama akan ditentang oleh keluarga dan orang orang terdekatnya sehingga dia dijauhi dan disakiti oleh keluarganya. Apalagi jika alasan Rachel pindah agama adalah karena Arqan, maka Arqan harus selalu dekat dengannya agar keyakinannya tidak goyah.

__ADS_1


"jika seorang perempuan sampai pindah agama untuk laki-laki itu artinya dia sangat berharap si laki-laki menikahinya. Kemungkinan Rachel juga begitu. " tutur Tahta.


"maksudmu aku harus melindunginya jikalau keluarganya menentangnya? " tanya arqan.


"iya! Bahkan walaupun alasannya bukan dirimu kau harus tetap melindunginya. Aku akan membantumu kawan jadi tenang saja. " ungkap tahta.


Arqan pun kembali menemui Rachel. Dia menahan sakitnya untuk mendengarkan rencana Rachel ke depannya. Rukaiyah menyarankan ke Rachel untuk mengikuti pengajian khusus ibu ibu karena disana ada ustadzah wanita yang sangat baik, dia pasti bisa membimbing Rachel sekaligus menjadi walinya dalam keagamaan.


"terima kasih Rukaiyah, aku akan pergi kesana besok. "


"Rachel... " Arqan memanggil Rachel.


"aku sangat senang kau mau hijrah setelah mendengarkan ceramahku. Aku akan menemanimu berbicara dengan kedua orang tuamu kalau mau. " terang arqan dengan nada lembut menandakan hatinya tengah berbunga bunga.


"aku rasa tidak perlu arqan. Aku yakin orang tuaku mau mengerti." sahut rachel.


Imajinasi Arqan sangat liar. Dia membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada Rachel. Karena itulah Arqan bersikeras menemani Rachel, apalagi fakta dia adalah orang yang mempengaruhi Rachel tidak bisa disembunyikan.


Arqan tak bisa menahan perasaan bahagia di hatinya, tanpa sadar matanya pun berkaca kaca. Rachel yang melihat Arqan menangis lantas segera menghampiri dan memeriksa matanya.


"matamu berair, apa kau digigit serangga? "


Tahta menyarankan ke Rachel untuk jangan dulu memberitahu keluarga besarnya. Ada baiknya Rachel belajar dulu, mencari orang-orang yang mau menjaganya selain Arqan dan kawan-kawan, serta mengakrabkan diri ke komunitas muslim agar bisa lebih fleksibel saat ingin menanyakan aturan aturan yang tidak dimengerti.


Hari selanjutnya Rachel ditemani Rukaiyah bertamu ke rumah ustadzah ketua klub pengajian yang rumahnya tidak jauh dari rusun Rachel.


Rachel datang bersama 2 saksi yaitu Rukaiyah dan Tahta. Setelah melewati serangkaian syarat yang harus dipenuhi kecuali khitan yang hukumnya makruh untuk perempuan. Akhirnya sang ustadzah membimbingnya mengucap 2 kalimat syahadat, lalu dilanjutkan dengan pemenuhan syarat yang berikutnya.


Sementara itu di laboratorium SMK Teknologi Elit Arqan dibantu rekan rekan teknisi mudanya membuat sebuah jam tangan khusus yang memiliki 3 lapisan yang memiliki fungsinya masing masing.


Lapisan pertama yang paling atas adalah jam analog dengan desain yang mewah dan cantik. Selain itu di bagian tengah jarum ada sebuah kamera kecil yang dapat merekam.


Lapisan kedua adalah bagian tersulit untuk di kerjakan. Hasil akhirnya arqan berhasil membuat sebuah layar bulat kecil yang dapat ditarik dari badan jam yang berbentuk tabung. Di layar itu Rachel dapat menerima panggilan suara, memutar musik, menyalakan kamera di jarum jam, serta terdapat aplikasi khusus untuk mengendalikan drone. Drone ini pun bukan drone yang biasa kita lihat, melainkan drone khusus berbentuk capung yang dapat terbang setinggi 50 meter. Arqan membuat drone ini untuk menolong Rachel jikalau dia tersesat di hutan. Drone itu bisa dibawa dalam tas maupun di kantong karena ukurannya kecil hanya sebesar sebutir pisang.


Terakhir lapisan ketiga adalah pertahanan untuk pengguna. Kreator memasang penembak jarum setrum. Darimana jarumnya? Pemakai harus membawa set jarumnya sendiri, lalu memasukkannya ke dalam lubang yang berada di bawah tabung jam. Sebelum menembak jarum perlu di charge selama beberapa detik. Lalu untuk menembakkannya cukup dengan menekan dua buah tombol di sisi atas dan bawah jam secara bersamaan.


Arqan merasa puas dengan hasil kerja kerasnya. 2 tahun dia habiskan untuk membuat jam itu.

__ADS_1


Inspirasi pembuatan jam tangan itu berawal dari anime bertemakan detektif yang Arqan tonton saat SMP. Awalnya jam itu hendak diberikan ke Marry sebagai hadiah persahabatan mereka, namun Arqan berpikir kalau Marry layak mendapatkan barang yang lebih bagus dari itu, sehingga jam itu pun diberikan ke Rachel sebagai alat pertahanan dirinya.


"aku akan kaya jika memasarkan barang ini, tapi itu nanti. Aku akan memberikan jam ini ke Rachel sebagai bukti kemapananku pada ayah ibu Rachel. Ku harap mereka terkesan."


Arqan yang kelelahan langsung duduk di lantai. Teman temannya bertepuk tangan menyambut keberhasilan Arqan. Seorang temannya bahkan langsung menelepon profesor yang mengajari mereka dan memberitahukannya berita baik itu.


"ini Arqan, profesor ingin bicara denganmu! " seru rekan peneliti Arqan dengan bersemangat.


"assalamualaikum, iya saya sudah menyelesaikannya pak. Rencananya saya akan menghadiahkannya pada seseorang."


"apa? Bapak ingin saya membuat dokumentasi pembuat jam itu untuk diserahkan ke institusi teknologi? Oke pak, akan saya buat sekarang."


Arqan mendesain tali jam itu agar bisa dipakai oleh siapapun, tanpa memerdulikan ukuran lingkar tangannya.


Arqan me review setiap lapisan jam tangan buatannya. Setelah Arqan menonton ulang rekamannya dia cukup puas dengan hasilnya.


"jam ini kau beri nama apa Arqan? " tanya temannya.


"nama ya... Bagaimana kalau Archel. Ya aku suka nama itu, seperti perpaduan namaku dan Rachel." seru Arqan dengan gembira.


Arqan pun bergegas menelepon Tahta memberitahunya kalau dia akan pulang duluan.


Sesampainya di rumah Arqan melihat seorang ukthi sedang duduk bersama manis bersama Rukaiyah. Perempuan berjilbab itu tidak lain adalah Rachel yang kini sudah memeluk agama islam.


Semua keberuntungan yang menghampiri Arqan membuatnya tidak kuasa menahan kebahagiaan. Penelitiannya berhasil dan perempuan yang dia cintai mengikuti keyakinannya. Semakin banyak yang dia dapatkan semakin besar pula tekad Arqan untuk berubah menjadi lebih baik.


Mulai sekarang Arqan berjanji ke Rachel tidak akan berduaan dengannya lagi. Itu artinya Arqan tidak akan mengajak Rachel ke rumahnya lagi saat tidak ada Tahta dan Rukaiyah. Pokoknya dilarang berduaan.


Tante Miranda yang melihat perubahan Rachel pun syok berat dan melaporkan hijrahnya Rachel kepada orang tuanya. Ibunya pingsan setelah mendengarkan anaknya pindah agama, sementara ayahnya tidak percaya, hatinya panas dan bersumpah akan memukul Rachel jika yang dikatakan Miranda benar adanya.


Mulai dari sini tugas Arqan untuk melindungi Rachel akan semakin berat.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh memberikan kritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak dan jangan terlalu menghayati isi novelnya. Ini hanyalah cerita fiksi. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2