
"Lauroe mengajak kami ke gym, bagaimana menurutmu? " tanya Arqan ke teman gaibnya Nein.
"pergi saja. Tapi Rachel memang tidak punya bakat dalam bela diri. Tadi malam aku hendak meminjamkannya kekuatan, tapi setelah dipikir pikir lagi dia tidak perlu jadi hebat. "
Rachel tidak memerlukan penjaga karena dia adalah gadis muslim. Seperti yang kita tahu gadis muslim normalnya tidak akan bepergian ke tempat yang aneh aneh dan selalu dijaga oleh keluarganya.
Sementara keluarga yang dimiliki Rachel adalah Nein, Arqan, Rukaiyah, ustadzah Okky dan kawannya Icha.
"memangnya bahaya apa yang mengincarnya? " tanya Arqan penasaran.
"anak tante Miranda mengincar Rachel. Lawan mainnya di drama dulu juga mengincarnya bahkan setelah kecelakaan itu. Para hantu juga mengincarnya karena mengejar jejakku. Bukan tak mungkin mereka akan muncul nanti. "
Nein kesal saat memikirkan mereka. Para pembawa masalah yang membuat hidup nya jadi tidak tenang. Nein sangat kesal sampai memukul batang pohon di samping rumah.
"tenanglah Nein. Bagaimana kalau kita selesaikan masalah dengan mereka hari ini. "
Nein tampak senang mendengar ajakan Arqan. Nein pun setuju, dia dan Arqan akan membereskan semua urusan yang belum selesai agar tidak mati penasaran.
Urusan pertama, anak tante Miranda yang hendak mengganggu hubungan Rachel dengan Arqan. Sebelumnya dia gagal karena Rachel pindah.
Jadi orang itu belum sempat melakukan sesuatu, tapi Nein tahu dia pasti kan melakukan sesuatu. Terlihat dari bagaimana kamarnya dipenuhi foto wanita seksi termasuk foto ero yang dia edit sendiri menggunakan wajah para bintang film.
"bagaimana cara meretakkan hubungannya dengan Rachel ya? Apa ku tikung saja dengan cara biasa. "
"tapi namaku bisa tercoreng kalau menyentuhnya sembarangan. "
Arqan sangat marah mendengarnya, tapi dia berusaha tetap tenang.
Oh ya, Arqan dapat bergerak layaknya hantu dengan bantuan kekuatan Nein. Setelah melewati beberapa tembok tebal akhirnya mereka sampai di kamar Samuel.
Saat Nein akan memberi Samuel pelajaran dia berkata kata yang membuat Nein terdiam.
"apa aku coba bertamu saja ke rumahnya, lalu memberitahukannya penyakit kanker payudara yang diderita ibunya. "
Arqan terkejut mendengarnya. Arqan bertanya pada Nein apakah dia sudah tahu tentang penyakit yang diderita ibu Rachel.
Nein menjawab tidak tahu.
"kira-kira bagaimana reaksinya pas tahu orang tua kandungnya sakit parah? "
Samuel menatap langit kamar yang disana ada Nein di alam lain.
"kita sudah mengetahuinya. Haruskah kita beritahu Rachel? "
Untuk pertama kalinya Nein meminta saran ke Arqan. Nein sadar dirinya terlalu emosional untuk memutuskan hal seperti ini.
Arqan dengan polosnya memilih untuk memberitahu Rachel. Nein agak tidak setuju dengan hal itu tapi apa boleh buat.
Nein tak melupakan tujuan awalnya datang ke tempat itu. Seribu koloni semut dimasukkan ke kamar Samuel dan ke kamar tante Miranda.
__ADS_1
Samuel tidak menyadari kedatangan semut semut itu sampai mereka merayap dan menggigiti tangan kanannya yang menjuntai ke bawah ranjang
"IBU TOLOONGGG....!!!! "
Tante Miranda menghadapi kondisi yang sama. Bedanya jika semut di kamar Samuel masuknya lewat celah bawah pintu, di kamar Tante Miranda semut semut itu berjatuhan dari atas.
Nein tertawa puas melihat penderitaan kedua orang itu.
Arqan menggelengkan kepala melihat kekejaman Nein.
**
Target selanjutnya Reihan si aktor yang menyewa dukun dan preman untuk melecehkan Rachel dan Arqan, namun usahanya di gagalkan oleh Nein yang kala itu mengamuk.
Setelah antek anteknya mati Reihan mengalami kecelakaan yang membuat kedua tangannya lumpuh sementara. Kehidupan sehari harinya dibantu oleh asistennya.
Suatu hari dia terpikir untuk mengganggu Rachel lagi, karena merasa semua kesialan yang menimpanya adalah kiriman Rachel.
Lingkaran asap muncul di sudut atap rumahnya lalu Arqan dan Nein muncul dari sana.
"rasanya aku menjadi dokter Strange! Sangat seru!! " seru Arqan.
"ssttt... bajingan kedua kita. Karena kau salah satu korbannya ku izinkan kau memilih hukuman apa yang harus kita berikan agar dia jela. "
Dengan kekuatannya Nein memunculkan 4 pilihan senjata untuk Arqan.
Pedang, Tombak, Karambit, dan Sabit.
Pedang akan memunculkan rasa panas membara.
Tombak memunculkan rasa tercabik cabik pedang yang sakitnya tiada tara.
Karambit memberikan 3 jenis rasa sakit kematian yang berbeda.
Sabit akan menghancurkan tubuh dan mentalnya hingga ke titik dimana akan sangat sulit menyembuhkannya.
Arqan memilih yang paling ringan dari semua itu yaitu pedang.
"aku hanya harus menebasnya dengan pedang ini kan? " tanya Arqan sebelum beraksi.
"kenapa repot-repot. Pedang itu akan menjalankan tugasnya sendiri. "
Pedang itu terbang dari genggaman Arqan lalu menghujam jantung Reihan.
Reihan yang tidak tahu menahu pun menangis kesakitan saat jantungnya hancur tanpa sebab.
Pedang itu berubah menjadi api lalu memanggang manusia itu dari dalam.
"kalau seperti itu dia pasti mati, Nein!!! "
__ADS_1
"tenang saja, aku akan mengobatinya setelah ini. "
Arqan menutup mata selama penyiksaan itu berlangsung.
Akhirnya Reihan menjadi gila tanpa sebab. Asisten yang menjaga pun ketakutan melihat Reihan membenturkan kepalanya ke dinding kamar. Tanpa pikir panjang dia telepon ambulans lalu merujuk Reihan ke rumah sakit jiwa.
"hahahahahaa...!!!! "
"Kira-kira bagaimana reaksi ibunya saat melihat butiran ****** itu dikurung di penangkaran?! "
**
Target ketiga akan muncul dengan sedikit pancingan.
Nein menangkap 5 dukun ilmu hitam dari pedesaan. Menggunakan mereka sebagai umpan di tengah hutan bekas kebakaran. Mengikat mereka berlima bak pribumi di masa penjajahan.
Arqan terus mengikuti Nein kemanapun dia pergi. Arqan merasa pendapatnya tidak dibutuhkan karena itulah dia diam saja selama Nein bertindak.
Khodam ilmu hitam yang mereka miliki juga dirantai oleh Nein. Disaat mereka berusaha membebaskan diri di saat itulah hawa mereka akan menajam dan memberikan rasa tidak enak ke dedemit lain yang tinggal di dekat sana.
Lalu apakah dedemit yang mengincar Nein akan mendatangi umpan itu? Jawabannya Ya. Entah metode apa yang kucing itu gunakan, yang pasti umpannya berhasil memanggil semu dedemit yang benci pada dirinya.
Arqan menutup mata saat melihat puluhan sampai ratusan ekor dedemit terbang mengitari kelima dukun itu.
Terdengar tawa Nein sebelum akhirnya suara para dedemit itu tidak lagi terdengar. Arqan membuka mata dan mereka semua sudah tidak ada.
"apa yang kau lakukan Nein? "
Nein duduk di bawah pohon sembari memegangi perutnya.
"aku memakan mereka. Fyuh... Kenyang banget perutku.. "
Arqan bergidik ngeri membayangkan seberapa kuat makhluk itu setelah memakan dedemit yang sekian banyaknya.
"3 quest utama sudah selesai. Ayo pulang ke rumah. Aku kangen Rachel. " ajak Nein sembari membasuh mukanya dengan cara seekor kucing.
"aku juga rindu Rachel. " Arqan setuju dengan Nein.
Mereka berdua pun pulang ke rumah masing masing sebelum tengah malam.
"hari yang melelahkan. Akan ku tulis pengalaman ini di buku. " Arqan mengambil buku sekolah lalu mengabadikan kisah perjalanan nya dengan kucing gaib malam ini.
Tidak biasanya Rachel tidur di bawah jam 12 malam. Ah sudahlah, Nein naik ke ranjang Rachel lalu tidur di dekat kakinya.
Semenjak tumbuh dewasa Nein takut kukunya akan melukai Rachel. Karena itulah Nein tidak lagi tidur di dekat wajah Rachel.
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
...........................................................................