Nekophilia

Nekophilia
Bab 44 : Berbagi ilmu putih dan Janji seumur hidup


__ADS_3

Tahta menggantikan Arqan menolak tawaran obat itu. Katanya Pandu SMK 7 Harapan yang jago meracik obat saja tidak bisa membuat pil penyembuh luka satu malam. Kedengarannya pun sangat mustahil.


"daripada menipu orang seperti ini lebih baik kau buat barang yang jauh lebih berguna. Seperti obat insomnia. "


Tahta mengusir Farhan dan semua obat palsunya. Tak lama setelah itu Arqan yang sedang bersantai dikagetkan oleh dedemit yang sangat mengerikan. Dedemit itu mengapung bentuknya seperti harimau, berkepala kucing, bibirnya melengkung seperti bulan sabit, di dalam mulutnya terlihat pemandangan yang sama dengan mulut hiu, alias bergigi hiu.


Waktu seolah terhenti dengan kehadiran makhluk itu atau mungkin Arqan sedang bermimpi.


Makhluk itu memberi salam dengan menundukkan kepala lalu mengakui dirinya sebagai wujud asli Nein, kucing peliharaan Rachel si pembawa keberuntungan.


Dengan rasa was was Arqan mempertanyakan kebenaran hal itu. Nein pun menunjukkan kalau dirinya saat ini tidak ada di manapun di rumah Rachel. Dia adalah Nein. Memang sulit dipercaya tapi dunia menyimpan begitu banyak misteri yang tidak bisa digapai oleh orang dengan pemikiran rasionalisme yang kuat.


"aku adalah dalang dari beberapa kejadian supranatural di sekitarmu. Seperti penemuan emas dan insiden ilmu pelet beberapa waktu yang lalu. Ditambah aku juga yang mengusir detektif aneh itu dari kehidupan kalian berdua. " tutur Nein dengan masih menyembunyikan insiden pemotor terlindas truk.


"kenapa kau melindungi aku dan Rachel? " tanya Arqan.


"karena kota ini sangat nyaman untuk ditinggali. Pemilikku yang sebelumnya tak bisa merawatku lebih dari setahun karena itulah aku memutuskan untuk tinggal dengan kalian. Selain jauh dari pergaulan bebas kalian juga selalu terkena masalah yang membuatku gemas dengan kehidupan kalian. " terang Nein dengan memasang raut wajah senang yang tak ada bedanya di mata Arqan.


"aku memilih wujud kucing karena sudah kebiasaan dari dulu. Lalu aku datang dengan tujuan memperpanjang usiaku. "


Arqan mendengarkan Nein dengan serius. Cara bicaranya yang pelan dan santai membuatnya tidak semenakutkan 2 menit yang lalu.


"memperpanjang usia bagaimana maksudmu? "


Nein tersenyum lalu masuk ke dalam dada Arqan. Jin dari eropa itu hendak menjadikan Arqan inangnya sekaligus temannya sampai mati.


"aki butuh bantuanmu untuk tetap hidup. Sudah lama aku mencari manusia yang memiliki banyak energi positif sepertimu. Dengan energi positif mu kau bisa menggunakan ilmu dan ajian aliran putihku. " ucap Nein di dalam dada Arqan yang kemudian terdengar di kepalanya.


"tunggu sebentar Nein! Aku tidak mau ketempelen makhluk halus seperti ini. Aku juga tidak membutuhkan ilmu dan ajian apalah itu, aku cukup puas menjadi manusia dengan kemampuan terbatas. " sahut Arqan yang mengerti penawaran Nein.


"jangan menolak rezeki nak. Menggendongku tidak akan jadi dosa untukmu. Aku makhluk baik yang sulit bertahan hidup sendiri. Aku juga tidak akan merepotkanmu, aku hanya butuh diberi makan setumpuk bunga setiap satu minggu sekali. "


Mendengar itu Arqan pun jadi iba dan mulai mempertimbangkan penawaran itu.


Nein menawari Arqan kontrak simbiosis mutualisme.


Dengan menjadi inangnya Arqan dapat menggunakan ilmu putih. Semacam kekuatan super yang bersumber dari makhluk halus.

__ADS_1


Awalnya Arqan menolak tapi dihatinya mengganjal keingintahuan bagaimana ilmu itu bekerja. Di tambah lagi jika Arqan tidak menerimanya kucing itu mungkin akan melakukan sesuatu pada Rachel. Atau Arqan harus menyingkirkannya karena dianggap berbahaya.


Setelah berbagai pertimbangan akhirnya dia setuju.


"baiklah aku setuju. Tapi ku harap kau tidak bertindak berlebihan seperti saat menyerang detektif itu. "


Nein tertawa, "...aku berjanji. Kita akan jadi sahabat semati mulai saat ini. "


Arqan menghela nafas panjang. Nein memberitahunya tanda tanda kalau Nein sedang berada di tubuh Arqan. Pertama Arqan akan dapat melihat makhluk halus, kedua Arqan akan lebih rentan terkena serangan gaib, ketiga dia akan mudah diikuti oleh makhluk halus.


Tapi semua kelemahan itu akan hilang jika Nein melindungi Arqan atau Nein pergi dari tubuh Arqan.


Baru saja dijelaskan Arqan langsung melihat sosok penunggu ruang UKS.


"WAAATTDAAFFAAAKK....!!!!!"


Dia bertabrakan dengan Tahta saat melarikan diri mengakibatkan kotak P3K yang dibawanya jatuh berhamburan.


"ada apa...?? "


Arqan teringat kata kata Nein.


Tahta memungut barang barang yang berhamburan. Tanpa disadari oleh mereka berdua luka lebam di wajah Arqan berangsur angsur menghilang.


Nein lupa kalau dia sebenarnya bisa menyembuhkan luka di tubuh manusia dengan syarat masuk ke dalam tubuh orang tersebut dan sedikit bermain dengan sel trombositnya.


Nein melakukan hal itu ke Arqan. Saat bercermin Arqan pun sadar Nein telah mengobatinya. Tidak masuk akal jika luka lebam di wajahnya hilang dalam 1 jam.


"woah lukamu sembuh dalam beberapa jam. Jangan jangan kau jenius kungfu." oceh Tahta.


"bicara apa kau ini aku-"


Nein mengambil alih tubuh Arqan lalu membawanya ke gang belakang sekolah.


"apa yang kau lakukan? Untung saja tadi aku dapat meyakinkan Tahta untuk tidak mengikuti kita. "


Tangan kiri Arqan dikendalikan oleh Nein. Rasanya seperti memiliki 2 jiwa dalam satu tubuh. Nein menunjuk ke sebuah tong sampah, lalu ia menyuruh Arqan membuka tangan kanannya.

__ADS_1


"begini? " (Arqan)


"sekarang katakan apa yang kau inginkan terjadi pada tong sampah itu. " (Nein)


"emm meledak. "


Beberapa detik kemudian tong sampah itu bergetar lalu meledak dengan air keliar dari bagian bawahnya. Itu adalah salah satu kekuatan super yang dipinjamkan oleh Nein.


Arqan mengarahkan tangannya ke seekor burung pipit yang sedang bertengger di kabel lalu memerintahkan burung itu untuk mengandung.


"akan ku coba ke burung itu. Aku ingin perutnya diisi batu. "


Nein memasukkan batu kerikil ke dalam perut burung pipit itu dan seketika burung itu jatuh dan mati.


"jangan meminta hal aneh seperti itu. Aku tidak bisa menciptakan makhluk hidup secara biologis, seperti telur, bayi, mamalia, ikan, tumbuhan, dan manusia. Aku hanya bisa membuat replika mereka. " tutur Nein.


Arqan kembali melakukan sesuatu, dia ingin Nein membuat tangannya kebal api dan bisa menyentuh api.


Nein mengabulkan keinginannya, lalu menyalakan kobaran api biru di tangan Arqan.


"ini benar-benar keren. Apalagi yang bisa kau lakukan? Apa aku bisa melompat tinggi seperti ninja? "


"tentu bisa. Sekarang melompatlah, tapi hati-hati dengan kabel listrik itu. "


Arqan melompat tinggi. Rasanya bagaikan mimpi. Kakinya tidak sakit saat membentur tanah dengan keras. Kepalanya tidak terasa sakit saat membentur balkon rumah. Dan dia dapat berlari secepat atlet lomba lari maraton.


"MANTAP!! aku tidak menyangka kekuatan super benar-benar ada!! "


Arqan dipergoki oleh seseorang. Aster si kacamata. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan Aster pun mencoba mengetes kenyataan dengan menenggelamkan wajahnya ke embel berisi air.


"ternyata ini bukan mimpi. Apa yang terjadi pada Arqan, mungkinkah dia pengguna ilmu hitam? " Aster membatin.


Aster pun menyimpan rahasia ini, karena dia tidak memiliki teman selain Arqan. Walau begitu Aster berencana untuk mengusut kasus ini, dan membongkar rahasia kejeniusan Arqan yang kemungkinan berasal dari kerjasamanya dengan makhluk halus.


...........................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.

__ADS_1


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


...........................................................................


__ADS_2