
Lelah dengan semua yang terjadi Arqan pergi memancang bersama Lauroe dan Tahta.
"kenapa kau memancing? Bukannya kalian harus latihan silat? " Tahta bingung melihat wajah kedua orang yang tampak lelah padahal hari masih pagi.
"kemarin malam aku mimpi buruk. Rasanya badanku pegal semua saat bangun. " (Arqan berbohong)
"aku habis kerja lembur sampai jam 4 pagi. Kenapa kau mengajakku sih... " Lauroe menyesal menerima ajakan memancing Arqan dan teman berototnya.
"harusnya kau bilang 'tidak' kalau tidak mau ikut. " ketus Tahta.
Hari itu keberuntungan sedang berpihak pada mereka. Umpannya mudah disambar ikan. Ember yang awalnya dibawa untuk pajangan pun benar benar digunakan sesuai fungsinya.
"mantap! "
"setelah ini kita bakar ikan. Kau punya panggangan kan bro? "
"ada, habis ini aku bersihkan. "
Sepulang ke rumah, Rachel yang sedang mencuci baju di telepon oleh Arqan.
"membakar ikan. Oke oke aku segera kesana. "
Saat ke luar rumah terlihat asap membumbung tinggi di samping alat memanggang sederhana yang masih menggunakan batu bara.
Rachel terkejut melihat master Lauroe ada disana.
"selamat pagi master Lauroe. " sapa Rachel. Rachel mulai memanggil Lauroe master sejak drama penyanderaan kemarin. Rachel merasa bersalah sudah menggigit tangan Lauroe. Karena itulah dia minta maaf kemudian mulai memanggil Lauroe dengan sebutan master.
"jangan terlalu formal Rachel. Formalitas membuatku terganggu. " ketus Lauroe.
"oh maaf. "
Saat Rachel datang ikan sudah hampir matang. Arqan tidak mau Rachel membantunya dalam segala hal.
"sekarang bagaimana aku harus memberitahunya soal ibunya? Kemarin aku memang bilang sembunyikan. Tapi hatiku terus menyuruh mengatakannya. "
Saat welihat wajah Rachel yang berseri seri dan kucingnya yang menyeramkan (jika dilihat dari sudut lain) Arqan pun mengurungkan niatnya.
"Rachel tolong berikan ikan ini kepada tetangga sebelah rumah. "
"oke. "
Perlahan lahan Rachel membangun ikatan dengan warga sekitar. Terlebih saat mereka tahu Rachel seorang mualaf, mereka semakin menyeganinya.
"kenapa kau murung berkelanjutan begitu? "
Arqan menceritakan perjalanannya tadi malam sebagai mimpi.
"aku lihat ibu Rachel terbaring di rumah sakit. Beliau sakit keras dan tampaknya perlu di operasi. "
"Karena mimpi itu terasa sangat nyata, aku pun penasaran dan mencari kebenarannya dengan pergi ke rumah sakit jam 2 malam."
"ternyata ibu Rachel memang ada disana. "
"wow, itu terdengar seperti omong kosong yang disengaja. " Ketus Tahta.
__ADS_1
"aku tidak bohong! Sekarang aku bingung harus memberitahu Rachel atau tidak. Terlebih kata dokter ibunya menderita kanker payudara. "
"Auuww... "
Arqan melukai jarinya saat membersihkan sisik ikan.
"kau tidak apa apa? " tanya Tahta dengan khawatir.
"santai.. Cuma luka kecil. "
Setelah membasuhnya Arqan membiarkan luka itu tetap terbuka karena malas memakai plester.
"jadi bagaimana menurutmu? Aku harus beritahu Rachel atau tidak? "
"menyimpan rahasia tidak baik untuk hubungan kalian berdua. Beritahu dia setelah ini. "
Tanpa diduga sebuah bola jatuh tepat ke atas tumpukan piring yang dibawa Arqan. Sontak saja Arqan mengambil bola itu dan mencari pemiliknya.
"kak Arqan berikan bolanya kepada kami! " pinta seorang anak berbaju timnas dari kejauhan.
"hati-hati kalau main adik-adik. Bolamu menjatuhkan piring ku. " ucap Arqan sembari menendang bola itu.
"MAAF!!! " teriak si anak.
Arqan kembali ke rumah lalu bersiap menyantap ikan panggang.
Saking berlimpahnya ikan yang mereka dapatkan, sampai ada seekor berukuran cukup besar untuk Nein.
"hewan karnivora yang sedang tumbuh harus banyak makan daging. " ucap Arqan sambil mengelus kepala Nein.
"iya mbak. "
Dari kejauhan Lalatina memata matai mereka. Arqan sudah mengundangnya juga Rukaiyah, namun Rukaiyah tidak bisa datang sementara Lalatina beralasan ada perawatan di spa hari ini.
"sampai kapan aku harus menjaga jarak dari mereka paman Milor? "gumam Lalatina di udara.
Arqan diberi tahu oleh anak anak yang tadi bermain bola kalau ada wanita mencurigakan yang mengintai rumahnya kak Arqan dari kejauhan.
"aku rasa aku tahu siapa wanita itu. Dia pakai kerudung tidak? "
"tidak. Rambutnya berwarna putih seperti nenekku. " sahut si anak.
"akan ku bawa dia kesini. " (Lauroe)
"dia pemalu, jangan terlalu kasar padanya. " (Arqan)
Tahta tidak tahu siapa itu.
Lauroe pun kembali dengan membawa seorang gadis tinggi berambut silver. Tinggi badan mereka sangat kontras. Lauroe tampaknya bisa mendominasi wanita itu jika menjadi kekasihnya.
"halo teman teman. "
Wajah Lalatina tampak sangat gugup.
Lalatina duduk di samping Rachel. Arqan ingat Lalatina pernah bilang kalau dia tidak imun di dekat pria.
__ADS_1
"kenapa kalian menatapku begitu, apa aku sangat cantik dengan model rambut bergelombang ini? "
Lalatina mengatasi perasaan tidak nyaman di hatinya dengan cara bersikap nyentrik.
"i-iya kau cantik. " jawab Tahta terbata-bata.
"jadi... kenapa kau mengintai kami mbak turis? " tanya Lauroe.
Lalatina tampaknya menyukai Lauroe, dia dapat bicara dengan lebih santai dengannya. Dalam artian tidak bicara dengan nada dibuat buat.
Lalatina berbincang dengan Lauroe. Rachel berbincang dengan Arqan. Lagi lagi Tahta menjadi obat nyamuk diantara teman temannya.
"tidak apa apa, aku pasti akan menikah suatu hari nanti. " ucap Tahta yang malang.
Arqan dan Rachel duduk berdua di depan rumah untuk membicarakan soal pernikahan. Jadi jangan ganggu waktu mereka.
"kalau nanti kita menikah, jangan pergi ke manapun ya. " pinta Rachel.
"maksud kamu, kamu tidak mau bulan madu kemanapun? " tanya Arqan.
"aku tidak mau pergi keluar negeri. Kalau bisa kita ke raja ampat saja. "
"belum menikah pun kau sudah banyak permintaan Rachel. Hehee.. " ucap Arqan sedikit tertawa.
"jangan khawatir Rachel. Aku akan mencari pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarga kita nanti. " Arqan menunjukkan jempolnya.
Membahas pernikahan selalu membuat Rachel memerah.
Tahta menghalangi Lalatina yang hendak menguping obrolan Rachel dan Arqan.
"jangan kepo! " bentak Tahta.
Lalatina menjadi takut pada Tahta. Dia kembali duduk di samping Lauroe.
"jangan terlalu dekat Lala. Aku sudah punya pacar. " kata Lauroe.
**
Profesor teknologi Arqan mendapat telepon dari Milor Smith lagi. Kali ini Milor Smith menantang Arqan untuk membuat sebuah senjata berteknologi tinggi.
Senjata yang dimaksud ada 3, yaitu (1) Peluru Pencari Panas (2) Bom Waktu (3) Super Sonar.
"tunggu sebentar pak, saya akan menyambungkan anda dengannya. Belakangan ini dia jarang masuk sekolah. "
"soalnya dia terlalu pintar. Kami memberinya tes ulangan semua mapel. Dan semua nilainya sempurna. 100 untuk semua mata pelajaran. "
Milor Smith sudah tahu segalanya tentang Arqan. Bahkan tentang gadis yang membuatnya tergila gila.
Milor Smith berencana memanfaatkan gadis itu untuk menarik sebuah permata ke genggaman tangannya.
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
...........................................................................