
"ini pertama kalinya kita bertemu. Namaku Nostradamus."
Selain dunia asing yang tak pernah dia lihat. Aliran ilmu yang mengalir dari pria itu juga asing. Nein menerangkan ilmu pengetahuan tentang sisi lain dunia.
Di dunia ini terutama di Indonesia, terdapat ilmu sihir yang terbagi menjadi 2 yang saling bertentangan karena asal usul sumbernya. Selain itu ada manusia juga dapat memperlajari ajian yang biasanya memerlukan energi bumi untuk melakukannya.
Di Indonesia ada 2 ilmu sihir dan 1 ilmu tenaga dalam. Ilmu yang dimaksud disebut pribumi ilmu hitam dan ilmu putih.
Mayoritas pengguna ilmu hitam adalah dukun dukun jahat. Karakteristik ilmu ini adalah adanya sosok jin pendamping yang memiliki aura sangat jahat dan sering meminta tumbal.
Ilmu putih pun sama. Diperlukan bantuan makhluk gaib, bedanya jin baik yang mendampingi si pengguna. Aura yang terpancar pun cenderung dingin dan biasa biasa saja (tidak mengancam).
Sementara ajian adalah ilmu tenaga dalam yang dapat dipelajari tanpa campur tangan makhluk halus.
Nah, pria di depannya ini tidak memiliki aura dari ketiga ilmu itu.
"apa yang mengalir dalam dirimu? " Nein bertanya kekuatan apa yang ada di dalam di dalam diri Nostradamus.
"itu tampak sangat indah, dan sangat berbeda dengan ilmu putihku."
Nostradamus berbicara dengan udara lalu memberikan informasi secukupnya.
"ini adalah kekuatan milikku sendiri. Mari kita bicarakan alasanku menarikmu ke dunia ini. Singkatnya, aku tidak suka caramu menghukum pemuda itu. Aku tahu dia berniat jahat, tapi membunuhnya bukanlah pilihan yang tepat. "
Nein tidak peduli lagi siapa pria itu atau apa yang ada dalam dirinya.
"jadi maksudmu aku harus menghukumnya dengan cara biasa? "
"Coba kau pikir. Kalau saja rencananya berhasil, hidup kedua anak manusia itu akan berantakan. Laki-laki mungkin masih bisa menyembunyikan hal itu tapi yang perempuan? Kalau dia hamil bagaimana? "
Nein bicara dengan nada tinggi untuk menunjukkan keberaniannya, karena sebelumnya dia sempat merasa kecil di depan orang ini.
"kalau itu alasanmu berarti kau sama jahat dengannya. " bantah Nostradamus.
__ADS_1
"coba kau pikir. Untuk apa kau melindungi manusia dari bahaya kalau ujung-ujungnya tindakanmu mengundang bahaya lainnya. " tutur Nostradamus sambil menunjukkan situasi di depan rumah Rachel saat ini.
Entah sihir apa yang dia gunakan, yang pasti bukan monitor cctv yang muncul di depan Nein melainkan sebuah papan berwarna biru.
Papan itu menunjukkan taman di tengah rusun Rachel, terlihat seorang anak sedang bermain dengan sosok genderuwo. Kamera beralih ke lorong di lantai 4, terlihat kuntilanak merah sedang berjalan pelan. Terakhir di bawah tangga di lantai satu, terlihat sosok mengerikan penuh darah merangkak di tanah.
Nostradamus menjelaskan "para dedemit itu sedang mencarimu. Aku tidak tahu berapa banyak dedemit yang kau bunuh. Tapi aku tahu kau menghajar kelompok radikal bersenjata, membunuh pengendara cabul, membunuh dukun, membunuh orang jahat yang menunggu Rachel, menantang para dedemit di kejadian yang sama, dan percobaan pembunuhan terhadap aktor muda. "
"kau tak merasa tindakanmu terlalu berlebihan?"
"tidak juga. Sekarang keluarkan aku dari sini, akan ku usir para dedemit itu. "
Nein dikembalikan ke kamar Rachel. Terasa para dedemit itu semakin mendekat ke arah rumah Rachel. Mereka pasti bisa melacak hawa keberadaan Nein.
"mengejutkan. Kau menemukanku kuntilanak merah. " Nein berjalan mendekati si kuntilanak. Kuntilanak merah itu hanya bisa planga plongo mencari sumber suara yang didengarnya.
"aku di bawah sini ****** jelek! "
Seketika kuntilanak merah itu dilahap oleh mulut harimau yang sangat besar. Tak diketahui nasib dedemit itu setelah dilahap.
Setelah mengalahkan kuntilanak merah dengan cukup mudah Nein bermaksud keluar untuk menghabisi dedemit lainnya.
Belum sempat Nein menembus tembok muncul lagi kuntilanak yang lebih kuat. Baju biru kuntilanak itu tampak sangat menakutkan karena memang jenis ini adalah yang terkuat dari semua kuntilanak.
"apa kau pernah berhadapan dengan ini Nostradamus? "
Nostradamus dengar yang dikatakan Nein tapi dia memilih untuk mengabaikannya.
Kuntilanak biru adalah ratu atau rajanya para kuntilanak. Seluruh barang kaca di rumah Rachel langsung pecah terkena energi kuntilanak yang menyeruak.
Nein pun marah besar. Dia mengangkat si kuntilanak sekuat tenaga lalu melemparnya keluar. Pintu depan Rachel hancur ditabrak si kuntilanak. Nein melempar sekaligus menguras energi si kuntilanak. Imbasnya kuntilanak itu pun tidak bisa berdiri setelah menghantam banyak benda di taman.
"makhluk itu... Habisi dia... Dia bukan bagian dari kita... " ucap kuntilanak biru kepada dedemit lain yang juga mengincar Nein.
__ADS_1
Nein keluar rumah dengan cara yang sangat epik sekaligus menakutkan. Dalam wujud monsternya dia mengeluarkan tangannya dari pintu Rachel lalu menangkap para dedemit yang datang ke arahnya. Genderuwo dan dedemit berdarah dicengkeram seperti sebuah batu lalu dilahap oleh kepala monster.
Kematian 2 dedemit itu memberi kuntilanak biru waktu untuk memulihkan energinya.
Nein sangat bersemangat. Setelah gagal membunuh manusia bajingan datang pengganti yang tidak kalah bagus untuk dibunuh. Nein sedikit gila.
Pertarungan dia dan kuntilanak biru membuat rusun diterpa bencana supranatural. Kaca kaca di rumah pecah. Anak bayi dan balita menangis kencang. Orang lanjut usia menjadi sakit. Hawa rusun menjadi sangat panas. Belum lagi terjadi hal janggal di rumah Rachel. Para pria pemberani masuk ke rumah Rachel dan menemukan bekas cakaran di yang sangat besar di pintu depan dan di lantai.
Warga pun mencurigai Rachel memelihara sesuatu yang tidak sepatutnya.
Nein berhasil menjauhkan kuntilanak biru dari rusun. Tapi dampak pertarungan mereka tidak akan hilang begitu saja. Kaca tetap pecah. Anak-anak masih menangis. Para lansia masih sakit. Rumah Rachel masih berantakan.
Sadar akan kesalahannya Nein pun berniat mengakhiri pertarungannya.
"aku sudah mendaratkan cukup banyak cakaran padanya. Aku menang. " ucap Nein dalam hati.
Nein menebas udara dan disaat itu juga si kuntilanak biru terbakar hingga ke ujung rambutnya.
Warga berbondong bondong mendatangi rumah Rachel. Nein kembali ke wujud kucingnya sebelum ditemukan oleh warga. Dia tidak bisa membersihkan kekacauan yang dia buat. Nein melihat mata para pria yang memeriksa rumahnya. Dia baca hati dan pikiran mereka. Orang-orang itu mencurigai Rachel sebagai penyihir atau seseorang yang ahli ilmu hitam.
Belakangan ini topik penyihir dan penganut ilmu hitam memang sedang hangat karena ada anggota organisasi pembunuh yang jago menggunakan sihir.
Jiwa Nein kembali merasa terancam. Lagi-lagi dia memikirkan cara penanganan yang salah.
Nostradamus menggelengkan kepala melihat betapa emosionalnya Nein.
"aku jadi tertarik padanya. Rasanya seperti bertemu kontraktor ke 2. Dia pasti akan berguna untuk ke depannya."
...........................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
...........................................................................