Nekophilia

Nekophilia
Bab 28 : Detektif ulung


__ADS_3

Marry di amerika sana menanti telepon dari arqan. Dia tidak memberitahu lokasinya kepada satupun teman di indonesia. Jadi tak ada yang tahu dimana dia sekarang. "dia benar-benar tidak mencariku ya." suara hati marry.


Dimanapun marry tinggal sekarang itu adalah tempat dimana dia bisa melihat dunia dengan luas dari jendelanya. Bentangan pasir putih dan mobil bagaikan semut. Istana di negeri modern. Tuan putri yang tinggal seorang diri bersama pelayan tidak dikenal.


Jauh dari kemegahan yang dia miliki hatinya hampa dan terasa sakit. Gadis itu berusaha menerima takdir yang dia ukir sendiri.


***


Pasangan yang menunggu waktu mapan menghabiskan waktu untuk mempererat hubungan. Rachel lupa sudah berapa lama dia di rumah si pria. Matanya yang berembun menjadi tanda dia telah melewati malam di tempat itu.


"arqan...?"


Dia sapu sekitarnya berharap menemukan si pria di dekatnya. Lalu dia merasakan sentuhannya. Kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya membuatnya tidak menyadari sentuhan itu dari awal.


Telapak tangan mereka menyatu saling genggam dengan eratnya. Si pria nampak tertidur pulas dengan sedikit air liur di bibirnya.


Rachel menarik tangannya lekas berdiri dan mengambil sweater nya yang entah mengapa tergeletak di lantai. Apa yang telah terjadi tadi malam, rachel tidak bisa mengingatnya.


Rachel ingat tadi malam tahta berpesan sebelum meninggalkan mereka. Untuk jangan berduaan sampai larut malam. Imajinasi rachel meliar. Dia melepas sweater nya dan tidur sambil menggenggam tangan arqan. Mungkinkah dia dan arqan melakukan itu tadi malam?


Dia tidak ingat apapun, sehingga mau tidak mau harus menunggu arqan bangun.


Tangan rachel yang lembut menyeka bibir arqan dengan tisu. Tidak ada maksud lain selain memberikan kenyamanan untuk calon kekasihnya.


Didorongnya wajah si pria dengan jari jemarinya yang lentik sambil bicara dengan lembut, "bangunlah arqan," panggilnya sebanyak 3 kali.


Arqan bangun diiringi dengan uapan lebar. Rachel sangat penasaran dengan apa yang mereka lakukan sehingga tidur berdua di lantai. Berbeda dengan rachel yang tidak ingat apapun, arqan mengingat semuanya.


Tadi malam rachel menyentuh salah satu barang pribadi yang arqan letakkan di kamarnya. Barang pribadi itu ialah kaleng semprot yang berisi gas tidur buatan sendiri.


Rachel ingat kenapa dia melepaskan sweater nya. Saat berusaha melawan efek gas tidur rachel melepas sweater untuk dijadikan masker. Namun usahanya gagal.

__ADS_1


Menyadari kebodohan itu rachel pun tertawa bahagia. Setidaknya dia punya alasan untuk dikatakan pada tante miranda.


Selang beberapa saat kemudian seorang detektif mengetuk pintu rumah arqan. Rachel pun panik dan segera mencari tempat sembunyi. Karena perlu cepat diapun bersembunyi di dalam toilet, tempat paling sering dimasuki.


Arqan buru-buru membasuh muka menghilangkan semua kerutan di wajahnya lalu membuka pintu dengan wajah penuh percaya diri.


"selamat pagi. Saya detektif Norman Inklone dari K3S, apakah saudari ananda rachel ada disini?"ย  (K3S \= Kesatuan Khusus Kasus Supranatural)


"dia tidak ada disini pak. Sepertinya dia sedang lari pagi." arqan menjawab dengan spontan.


Detektif Inklone menatap arqan. Tatapan matanya dalam bagai seekor ular. Arqan harus menahan intimidasinya selama mungkin jika ingin menyembunyikan rachel.


"biar saya jelaskan maksud kedatangan saya kemari. Saya dari badan detektif khusus yang disebut anak-anak muda seperti anda sebagai detektif paranormal. Baru-baru ini terjadi kasus kecelakaan misterius yang merenggut nyawa seorang pengendala. Sepintas tidak ada yang aneh, kecuali bekas cakaran di ban belakang korban." (detektif)


"maaf, apa bapak menuduh kami?" (arqan)


"pemeriksaan bukan tuduhan, tapi pembuktian akan kebenaran. Jika saudara dan saudari rachel memang tidak bersalah maka saya akan mengganti rugi atas waktu anda sekalian."


Rachel memegang jam tangan arqan. Jam tangan itu dipasangi perangkat yang dapat tersambung ke cctv. Karena takut pada detektif aneh itu rachel pun menelepon tahta dan memberitahunya apa yang sedang terjadi di rumah itu.


Detektif Inklone menyalakan dupa di sekeliling arqan. Mata arqan ditutup dan mulutnya dilakban. Entah ritual apa yang dilakukan sang detektif dan ajudannya untuk memeriksa aura arqan.


Syuung~ angin kencang bertiup dari jendela mematikan semua dupa. Para ajudan menyalakan dupa lagi, namun angin kencang memadamkannya lagi. Hal itu terus terulang hingga si detektif geram dan mengunci jendela.


Syuung~ brakk! angin kencang mendobrak jendela arqan dan menerbangkan dupa juga si detektif dan para ajudannya. Arqan pun ikut terbang tapi tidak sejauh si detektif yang terbawa sampai keluar rumah.


Kesekian kalinya arqan merasakan hembusan angin itu, arqan pun langsung membuka penutup matanya dan memeriksa letak perabotan di rumahnya.


"tidak ada yang hilang saudara arqan. Saya merasakan aura tidak wajar di sekeliling anda. Aura dari makhluk yang tidak bisa dijelaskan karena angin kencang itu selalu mengganggu konsentrasi saya."


Arqan paham maksud detektif itu. Pemeriksaan pun dipindahkan ke kamar arqan yang lebih tertutup. Setelah menggeser beberapa perabotan ritual dimulai lagi dan kali ini tidak ada angin kencang karena jendela kamar arqan ditutupi tirai dari besi.

__ADS_1


Sang detektif memiliki ilmu atau ajian yang membuatnya dapat merasuki jiwa orang lain melalui aura tubuhnya. Si detektif merasuki jiwa arqan menelisik ke dalam ingatannya. Tubuh keduanya saling duduk dan menunduk tapi kesadaran arqan telah ditenggelamkannya sepenuhnya.


Si detektif menjaga tangannya dari ingatan arqan dia hanya menyentuh ingatan yang berhubungan dengan kasus itu. Namun saat si detektif hampir membuka memori itu energi gaib yang sangat besar menariknya paksa.


Si detektif kembali ke tubuhnya dalam keadaan syok berat kemudian mengalami batuk berdarah. Arqan pun tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Dia merasa seperti dihipnotis lalu terbangun dengan sendirinya. Berbeda dengan si detektif, proses tidur dan bangun yang arqan alami justru sangat nyaman.


Detektif Inklone menyeka darah dengan kerah bajunya lalu sigap berlari ke luar rumah. Para ajudan mengikutinya. Nampaknya ia sedang mengejar sosok yang menyerangnya. "ada lengan hitam datang dari kamar bawah!" ucapnya dalam hati.


Rachel keluar dari toilet. "aku akan pergi ke atap agar mereka tidak mencurigaimu." ucap rachel.


"aku akan menjauhkan mereka dari tangga. Jangan sampai ada gosip kita tidur berdua di satu rumah. ucap arqan. itulah masalah yang membuat mereka kalang kabut.


Rachel naik ke atap, dia masih memegang jam tangan arqan. Para detektif itu mendobrak pintu rumah rachel seperti fbi. Arqan pun mengikuti para detektif itu karena di rumah rachel tidak ada cctv.


"apa apaan ini! Kalian harus ganti rugi! Tidak aman bagi seorang gadis tidur sendirian dengan pintu depan terbuka lebar!" bentakan arqan tidak digubris oleh mereka. Tidak sama sekali.


Perhatian si detektif terarah ke seekor mpus yang sedang mengasah kukunya di meja dapur. Detektif Inklone mengangkat kucing itu tapi tidak ada yang aneh darinya.


"itu kucing teman saya." ucap arqan dengan nada tidak senang, seperti dia sengaja meninggikan suaranya sedikit.


Si detektif meletakkan nein, tanpa sepengetahuan arqan inklone mematahkan satu kumis nein dengan kukunya.


"garius!" panggil si detektif.


Si detektif menuliskan sebuah cek kemudian memberikannya pada arqan. "5 juta pasti cukup untuk memperbaiki pintunya. Sampaikan permohonan maaf kami kepada saudari ananda rachel. Dan ini cek anda."


Arqan dapat 3 juta rupiah sebagai ganti waktunya. Sang detektif pun meninggalkan rusun. Gelagatnya yang aneh membuat arqan mewaspadainya. Terlebih dia memberikan uang kepada saksi yang seharusnya bersaksi.


.......................................................................................


Jangan lupa like, komen, dan favoritkan novel ini biar author cepat naik level ke gold ๐Ÿ˜ dah lama pengen crazy update tapi belum kesampaian ๐Ÿ˜‚

__ADS_1


.......................................................................................


__ADS_2