
Keesokaan paginya.
Pukul 3 pagi.
Dira terbangun kala mendengar alaram berbunyi maupun Rafael, namun Rafael masih sibuk tidur memeluk Dira.
Dira mengambil bajunya lalu memakai, namun Rafael tidak mau melepaskan pelukannya pada Dira.
"Mas lepas udh pagi, aku mau mandi masak nanti kn kita ke sekolah." ucap Dira melepas pelukan Rafael, Rafael bangun dan duduk melihat Dira mengambil baju baru dan pergi mandi.
Rafael tersenyum kecil apalagi membayangkan kejadian malam tadi.
Selesai Dira mandi, Rafael mandi dan Dira membersihkan rumah lalu memasak sarapan pagi.
Selesai memasak.
Dira mempersiapkan buku buku pelajaran, lalu menganti seragam mumpung suaminya lagi mandi tak lupa ia juga menyiapkan kebutuhan Rafael.
Selesai Rafael mandi, seperti Dira ia menganti bajunya di kamar mandi ya masak depan Dira lalu memasukkan laptop dan hal penting untuk di bawa ke sekolah.
Selesai semua beres, mereka sarapan bersama sama.
Selesai sarapan mereka bersiap, setelah itu berangkat ke sekolah.
Sampai di Halte.
Dira turun namun Dira merasa heran kok Kiran tidak datang biasanya sebelum ia datang Kiran sudah datang,
__ADS_1
"Kiran kok belum datang yah Mas?" ujar Dira khawatir.
Rafael merogoh sakunya dan mengeluarkan hpnya ia mendspat pesan dari Xander bahWa Xander tidak masuk karena.....
"Kiran lahiran kemarin malam jam 12 kalau gk salah, kata Xander." ucap Rafael menunjukkan isi pesan dari Xander, tetbit senyuman Dira.
"Nanti pulsek kita kerumah sakit jenguk Kiran sama baby nya." ujar Rafael mengerti, Dira mengangguk.
Lalu Rafael pergi dahulu baru Dira seperti biasanya.
Aku skip yah.
Skip pulang sekolah.
Dira dan Rafael pulang dahulu menganti baju, setelah selesai mereka berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Kiran dan Babynya.
Sampai di Rumah sakit, Ruangan Kiran.
"Selamat yah dah jadi orang tua." ucap Dira, Kiran tersenyum .
"Baby nya laki laki atau perempuan?" tanya Dira.
"Laki laki." ucap Kiran, Dira melihat Baby yang berada di gendongan Xander lalu ia mencoba menggendong.
"Ih ponakan tante lucu deh.." ucap Dira menatap Baby Boy tengah tertidur lelap.
"Kasih nama siapa nih?" tanya Dira,
__ADS_1
"Xavier Wijaya." ucap Kiran dan....
"Oeee..." Xavier menangis keras karena merasa lapar, Dira segera memberikan Baby Xavier kepada Kiran. Kiran menggunakan penutup lalu menyusui Baby Xavier.
Tak terasa hari mulai menjelang malam, Dira dan Rafael pamit pulang, setelah itu mereka pun pulang.
Di perjalanan.
"Kita makan di luar saja, mau makan apa?" tanya Rafael sambil fokus berkendara, Dira berfikir lalu.
"Bubur ayam aja Mas." jawab Dira, Rafael mengangguk. Rafel pun mengendarai motornya menuju Warung Bubur ayam langganan ia dan Bundanya dulu.
Sampai di Warung Bubur Ayam.
Mereka pun masuk ke dalam warung tenda yang berada di pinggir jalan, mereka duduk.
"Buk pesan 2 mangkok Bubur Ayam, minumnya 2 teh hangat." Pesan Rafael.
"Iya.." jawab ibu penjual, begitu enak suasana nya ramai enak sambil makan Bubur Ayam apalagi di temani suami tercinta.
"Mau buat Baby juga.." tawar Rafael tiba tiba seketika wajah Dir memerah malu ia mencubit pinggang suaminya.
"Iih mas ini di tempat umum." ucap Dira malu, Rafael hanya terkekeh hingga pesanan pun datang. mereka pun makan dengan tenang tanpa ada gangguan.
Selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Sampai rumah, hendaknya jalan sendiri tapi tiba tiba Rafael menggendong Dira membuat Dira kaget.
__ADS_1
"Mas mau itu.." ucap Rafael tanpa menunggu jawaban Dira Rafael langsung meluncur ke kamar dan mereka melakukan hal itu.
Bersambung.