
Sedangkan Disisi Dira.
Mata indah Dira mulai membuka perlahan, Dira melihat sekeliling seperti kamar tapi bukan kamarnya dirumah ibu ataupun dirumah Rafael. Dira duduk perlahan sambil memegang kepala yang masih terasa pusing hingga pintu kamar itu terbuka.
"Oh sudah bangun?" ucap seseorang itu yang tak lain adalah Damian, Damian meletakkan semangkuk bubur, ada buah dan juga air di samping ranjang meja kecil.
Dira tentu terkejut dan menatap Damian.
"KAU MAU APA DAMIAN?JANGAN MENGANGGU KU.."Refleks teriak Dira, Damian hanya tersenyum kecil lalu jongkok di depan Dira dan mengelus rambut Dira.
"Diri mu." ucapnya lembut lalu mengusap pipi Dira namun Dira segera menyingkirkan tangan itu.
"Jangan sesekali kau menyentuhku." ucap sinis Dira.
Damian malahan terkekeh lalu matanya beralih pada perut Dira, perlahan tangan Damian terangkat dan mengusap perut Dira.
"Ternyata kau sedang berbadan dua Dira, dan..." Damian memutuskan ucapan lalu mendekat ke telinga Dira.
"Menurutlah maka bayi mu aman." ucap Damian tepat di telinga Dira lalu, Damian mengambil sebuah tali dan mengikat kaki dan tangan Dira serta menutup mulut Dira dengan Lakban hitam.
"Oh ya kamu kan belum makan malam, lepas dulu lalu makan.." ucap Damian, melepas lakban lagi lalu hendak menyuapi Dira namun Dira menutup mulutnya Rapat rapat.
__ADS_1
"DASAR GILA.." Ucap Dira, Damian sempat emosi ia langsung mencengkram dagu Dira dengan kasar.
"Kau mau makan atau anak dalam perutmu..." Damian tidak meneruskan ucapannya.
Dira takut tentu,Dira pun terpaksa menurut dan makan walau itu terpaksa.Namun setelah makan perlahan matanya terasa berat dan...
Dira pun tertidur, Damian tersenyum dia melakban kembali mulut Dira lalu menyelimuti Dira.
"Selamat Tidur.." ucap Damian keluar tak lupa juga ia mengunci kamar itu.
Disisi Xyli.
Xyli sekarang berada di ruangan tamu, ia bersembunyi di belakang sebuah sofa. Saat melihat Damian lewat menuju dapur Xyli diam diam pergi ke arah Damian keluar atau menuju kamar dimana Dira di sekap.
Tap..
Tap...
Ceklek...
Seperti suara pintu terbuka namun yang mana? itulah di batin Xyli tak lama juga terdengar suara motor kemungkinan Damian pergi, perlahan Xyli membuka pintu dan keluar dari persembunyian.
__ADS_1
Dia mengintip lewat jendela benar Damian pergi, dengan cepat Xyli mengecek satu persatu kamar.
2 Kamar telah di cek tidak ada Dira, dan tinggal satu kamar.
Saat memegang gagang ternyata di kunci, Xyli curiga dia mengintip dari lubang kunci.
Dia melihat sebuah kaki diikat dan kemungkinan kaki Dira.
Dengan segera Xyli mengambil jepit rambut yang terselip di rambutnya, Xyli mencoba membuka pintu namun saat akan membuka ada suara motor lagi. Xyli dengan cepat kembali bersembunyi kali ini masuk kamar tadi.
Suara pintu terbuka dan suara langkah kaki terdengar namun juga dengan suara tawa, ada suara 3 tawa.
"Kayaknya itu Ryan sama Adi deh..." gumam pelan Xyli mengenal suara itu.
"Eh woy gw masuk kamar dulu ye, capek.." ucap Adi, Adi berjalan perlahan ke arah 3 kamar.
Xyli panik Adi sepertinya mendekat dan...
Ceklek...
Kamar yang digunakan Xyli sembunyi terbuka dengan cepat, Xyli sembunyi dibelakang pintu dan saat Adi menutup bersamaan Adi menatap Xyli dan hampir berteriak.
__ADS_1
Dengan cepat Xyli menutup mulut Adi lalu mengunci kamar Adi.
Bersambung.