Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\27{Ketakutan}


__ADS_3

Skip.


Keesokan paginya.


Kini semua anggota keluarga tengah sarapan bersama sama di meja makan, Namun Dira tidak fokus dengan makanan sarapannya pagi ini. Kejadian tadi malam di kamar maupun di dapur terus memutar dikepalanya, "Buna..Buna..Aaa.." Raden menyadarkan lamunan Bundanya.


Dira sadar dan segera memberi suapan pada Raden, Rafael yang melihat tingkah Dira menjadi bingung apa lagi melihat tadi malam ia ketakutan.


Selesai sarapan.


Dira menggendong Raden menuju kamar untuk memberi Raden obat namun tiba tiba..


Puk..


"Hah.." Dira terkejut dengan seseorang menepuknya,


"Kenapa sayang, kamu kok kaget?" tanya Rafael.


Dira menghela nafas dan menggelengkan kepalanya lalu masuk kanar, Dira mengambil obat dan mulai memberikan Raden obat.


Rafael menatap Dira lalu langsung memeluk Dira dari belakang,

__ADS_1


"Kenapa ada apa? cerita sama Mas. Dari tadi malam kamu kayak ketakutan." tanya Rafael.


Dira memutar badannya dan menatap Rafael,


"Tadi malam saat mas pergi beli Siomay, aku ke dapur tiba tiba Bunda datang dan tanya tentang Raden tapi wajah Bunda pucat setelah itu Bunda pergi. Namun saat Dira berjalan menuju kamar Dira papasan sama Bunda, Dira tanya Bunda mau kemana ternyata ke dapur tapi Dira bilang bukannya Bunda udah kedapur tapi ternyata Bunda baru keluar kamar. Selesai bicara sama Bunda Dira lirik arah kamar ada seseorang dia duduk di kasur sebelah Raden. Dira langsung ke kamar sana tapi tiba..tiba.. saat orang itu selesai kecup kening Raden, dia hilang Mas.." jelas Dira sedikit takut dan ingin menangis.


Rafael memeluk Dira yang ketakutan,


"Udah jangan di inget nanti kamu stress biarin aja.." ucap Rafael menenangkan.


Dira mengangguk dan menutup mata ia ingin segera melupakan kejadian semalam.


Rafael hanya menatap dan tersenyum namun pikirannya melayang tentang cerita Dira tadi, siapa orang yang ke kamarnya.


"Siapa orang itu?" Gumam Rafael saat Rafael berjalan menuju keluar kamar tiba tiba Rafael mencium bau parfum dan tiba tiba sesuatu bergerak cepat di hadapannya.


Tentu Rafael tersentak kaget melihat itu, Rafael celingak celinguk tidak ada orang lewat tapi bau parfum yang menyerang indra penciumannya seperti pernah ia kenali.


"Siapa kamu jangan takuti anak istriku.." gumam Rafael berjalan ke dapur mengecek keadaan disana, lalu ke arah ruang depan tidak ada orang.


Rafael menghela nafas dan semoga hal ini tidak terjadi lagi.

__ADS_1


Sedangkan di kamar, Dira tengah menidurkan Raden.Perlahan Raden tertidur pulas, saat Dira beranjak dari tempat tidur Dira di kagetkan seseorang yang berdiri didepan pintu menatap kearah ia dan Raden.


"Siapa kamu.." ucap Dira perlahan mengambil Raden dan mendekapnya,


Orang itu diam tidak bicara membuat Dira ketakutan.


"A..anakku.." ucapnya Dira ketakutan dan terus mendekap Raden.


"Ini putraku pergi kamu jangan ganggu kami.." ucap Dira


"Dira Raden kenapa?" tanya nya lagi, Dira tersadar siapa yang dihadapanya.


"Kau.." Dira terdiam dan menatap orang itu.


"Bukannya kamu sudah meninggal tenanglah, kami akan menjaga Raden dengan baik. Raden sedikit demam, dan jangan menakutiku seperti semalam." ucap Dira, ia hanya tersenyum dan mengangguk perlahan ia menghilang.


Dira menghela nafas dan menatap Raden yang tertidur pulas,


"Ibumu membuat Bunda kaget Raden." Gumam Dira mengecup kening Raden lalu menidurkan di tempat tidur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2