
Keesokan paginya.
Setelah sarapan, Rafael menepati janji mencari Martabak manis dan Pisang keju untuk Dira sebelum kerja.
Setelah kepergian Rafael.
Dira mempersiapkan anak anak untuk ke sekolah sekaligus mengecek apa Pr mereka sudah di kerjakan atau belum, selang beberapa menit semua lengkap dan tidak ada yang kurang Pr anak anak.
Tak lama Rafael kembali membawa Pesanan Dira.
Terlihat wajah Dira sangat bahagia mendapati keinginannya terpenuhi, Dira memasukkan beberapa potongan Martabak manis dan pisang keju untuk anak anak bawa ke sekolah.
Setelah siap Rafael dan anak anak pergi ke sekolah, dan mini hanya Dira di rumah. Dira pergi keruang TV sambil membawa Martabak manis sepiring dan Pisang keju sepiring disertai Teh hangat di pagi hari.
Di sekolah SMA.
Rafael baru saja sampai di sekolah dimana ia mengajar, Rafael berjalan menuju ruang guru dan tempat kerjanya.
Ruang guru.
Rafael duduk lalu menatap kertas kertas ujian, Rafael menghela nafas lalu mulai mengecek kertas ujian tengah semester itu.
Hingga sebuah suara membuyarkan konsetrasinya,
__ADS_1
"Pagi pak Rafael.." sapa seorang Guru wanita yang sempat digonceng Rafael dan terjadi kecelakaan. Rafael menatap datar guru itu dan juga menjawab namun sedikit dingin.
Hingga bell masuk.berbunyi, Rafael merenggangkan Tubuhnya mengambil beberapa buku pelajaran, lalu pergi menuju salah satu kelas untuk mengajar.
Di sisi Dira.
Dira sudah mulai bosan, dia bingung harus ngapain enaknya.
Hingga Dira baru ingat kalau bahan masakan mulai menipis, jadi ia memutuskan ke pasar membeli bahan masakan.
Pasar.
Dira berkeliling mencari bahan bahan yang di perlukan dirumah hingga suara seseorang memberhentikan ia, Dira menoleh dan seketika wajahnya datar menatap seorang laki laki Tinggi tegap dan tampan mendekatinya.
"Apa kabar Dira?" sapa orang itu yang tak lain adalah Damian, seorang lelaki yang semasa SMA dulu sangat mengejarnya.
"Emh..Maaf tentang masa lalu.." ucap Damian menatap Dira tulus, Dira hanya mengangguk lalu lanjut pergi namun tangannya di cekal.
"Emh...kau memaafkan ku?" tanya Damian lagi, Dira menghela nafas dan menjawab iya. Namun ini hanya kesempatan terakhir jika Damian mengusik nya lagi maka ia tidak akan pernah memaafkannya.
Damian mengangguk dan mempersilahlan Dira untuk lanjut, Dira pun pergi. Damian hanya tersenyum tipis namun miris menginggat tentang hal dulu.
Selesai berbelanja, Dira pulang kerumah.
__ADS_1
Sampai dirumah.
Baru saja sampai Dira langsung di suguhkan omelan dari 2 orang wanita yang sedari tadi menunggu ia pulang,
"YAK DIRA KAMU DARI MANA AJA?" Ucap keduanya mengomel.
Dira hanya tersenyum saja lalu membuka pintu dan mempersilahkan tamunya masuk, Dira menuju dapur menaruh bahan bahan masakan dan menatanya di ikuti 2 orang wanita tadi.
"Kamu habis belanja Dira?" tanya salah satu dari mereka yang tak lain adalah Xyli dengan disampingnya ada Kiran.
"Iya, stok habis soalnya." ucap Dira memasukkan bahan masakan kedalam kulkas dengan tersusun rapi,
" Pantes, capek tahu kita nunggu." omel Kiran. Dira hanya terkekeh kecil saja, setelah selesai ia membuatkan teh dan beberapa potong martabak tadi yang masih banyak.
Setelah itu mereka ke ruang tamu.
Ruang tamu.
"Kamu agak gemuk yah Dira? seminggu lalu kita ketemu kamu masih kurus yah gak terlalu sih." ucap Xyli menatap gostur tubuh Dira sedikit berbeda dibanding seminggu lalu saat mereka bertemu di sekolah,
"Masak sih.." Dira menatap tubuhnya dan memang terlihat agak gemuk.
"Kyak nya deh Dir..." ucap Kiran juga menatap tubuh Dira, setelah utu mereka berbincang seputar ibu muda.
__ADS_1
Tepat pukul setengah sebelas siang mereka bersama memjemput anak anak di TK.
Bersambung.