
Selesai kegiatan.
Tring...
Sebuah hp berdering, Rafael mengakat nya ternyata telfon dari Bu Desi mertuanya sekaligus terdengar suara mamanya. tak lama ia matikan kembali.
"Siapa mas?" tanya Dira sambil mengendong Raden menuju ruang makan,
"Bunda sama ibu, tanya kabar terus tanya kapan kerumah sana bentar lagi ada perkumpulan keluarga besar." ucap Rafael.
"Oalah, terus kapan kerumah sana lagian juga aku kangen sama bunda dan ibu." ucap Dira, kini mereka berada di ruang makan. Dira mendudukkan Raden di tempat duduk bayi.
"Yaya..yaya nene..." ucap Raden sedikit bergerak sambil menggerakkan tangannya,
"Iya besok, sekalian inap seminggu lagian kita liburkan." ucap Rafael sambil mengelus lembut rambut Raden.
Raden tepuk tangan dan kesenangan mendengar pernyataan sang ayah, setelah itu mereka bersama sama.
Selesai makan mereka pergi tidur namun sebelum tidur Dira membereskan barang barang karena besok akan menginap dirumah Bunda dan Ibu. Selesai membereskan barang Dira ikut tidur bersama anak dan suaminya.
Keesokan paginya.
Sarapan pagi.
__ADS_1
"Yayo yayo yayo..." oceh Raden sambil makan dan memainkan boneka Tayonya,
"Raden taruh dulu yah makan dulu.." ucap Dira mengambil boneka Tayo dari Raden. Pipi Raden kembang kempis ingin bonekanya namun Dira tetap di tahan dulu.
Setelah makan mereka pun berangkat menuju rumah Bunda di sana juga ada Ibu.
Sampai di sana.
"NENE...NENE.." Suara celoteh Raden begitu nyaring hingga sampai membuat orang yang di dalam rumah kedengaran, Pintu terbuka tampak wanita keibuan dengan pakaian sederhana saja dan itu Ibu Desi Ibu dari Dira.
Dira memeluk ibunya melepas rindu,
"Kalian baik kan?" tanya Ibu.
"Iya bu kami baik." jawab Dira, Ibu mengalihkan pandangannya tertuju pada Raden.
"Nene..." ucap Raden merentangkan tangan mungilnya kepada Ibu, Ibu langsung mengendong. Setelah itu mereka pun masuk kedalam rumah.
"OM RAFAEL...." Gadis kecil 9 tahun yang tak lain keponakan Rafael waktu itu, Anak itu melompat dan memeluk Rafael erat,
"Cici kangen om.." ucap Fabricia atau kita panggil Cici.
Rafael tersenyum, Cici lalu beralih kepada Dira minta gendong tapi tidak di perbolehkan Rafael.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Cici
"Tante Diralagi hamil, jadi untuk sementara waktu Cici di gendong om aja ok.." jelas Rafael, yang mendengar kaget dan...
Gruduk..Gruduk...
"Dira hamil maksudnya gimana Rafael?" tanya Bu Desi.
"Iya gimana bisa dan kapan, kok gak kasih tahu Bunda.." ucap Bunda juga kedua ibu ini bertanya dengan beruntun.
"Jadi..." Rafael menceritakan kejadian asal mula gimana Dira ketahuan hamil setelah kejadian kecelakaan senggolan dengan sepeda motor,
"Aduh...aduh Bunda sakit..." Rafael mendapat tarikan telinga cukup kencang dari Bunda nya.
"GIMANA BISA KOK JATUH KALAU DIRA KENAPA NAPA GIMANA TERUS ISTRI NGIDAM GAK LANGSUNG DI TURUTI HEM..." Bunda mengoceh alias memberi ceramah kepada Rafael, dan Rafael hanya mengangguk menjawab satu kata yaitu Iya Bunda...
Semua yang mendengar terkekeh dan tertawa hingga sebuah tarikan di dapat Raafael dari bawah,
"Yaya...yaya..Cucu..." ucap Raden yang tadi merangkak dan menarik celana Rafael.
"Bunda mu kemana hem.." tanya Rafael dan Dira keluar habis bikin susu untuk Raden,
"Ini sama Bunda dulu yuk, ayah lagi dikasih pencerahan sama Nenek.." ucap Dira mengambil alih Raden lalu duduk bersama anggota keluarga lainnya, Raden sambil minum susu sambil Main dengan kak Cici...
__ADS_1
Rafael lanjut di kasih pencerahan panjang kali lebar tanpa henti dari Bunda nya.
Bersambung.