Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\43{Rumah sakit}


__ADS_3

Lanjut skip lagi, karena ini dikebut sama Author.


.


.


.


.


.


.


Sore hari.


Pukul 4 sore, mereka bersiap menuju dokter kandungan. Setelah siap mereka menaiki motor dan mereka berjalan menuju Dokter kandungan.


Perjalanan.


Jalanan terasa ramai karena sudah mulai waktu jam pulang, Dafi dan Raden begitu antusias ingin melihat calon adek bayi mereka.


"Ayah ayah, kalau adek perempuan dikasih nama apa?" tanya Dafi yang duduk di depan, Rafael diam sebentar fokus lalu...


"Awalannya R Atau D?" tanya Rafael.


"R bagus.." ucap Dafi, Rafael tersenyum ia menemukan nama yang pas jika calon anak mereka telah lahir jika perempuan.


"Rahasia.." ucap Rafael seketika Dafi cemberut padahal ia ingin tahu, Raden yang bisa melihat wajah cemberut Dafi dafi kaca spion hanya terkekeh.

__ADS_1


"Sabar aja Dafi bentar lagi kan dedenya lahir, nanti Dafi tahu namanya siapa." ucal Raden dan Dafi hanya menjawab iya tapi masih cemberut saja, Dira tersenyum maupun Rafael.


Hingga..


Sebuah motor menyalip didepan mereka secara tiba tiba hampir Rafael tidak bisa mengimbangi motornya, untung saja cepat terkendali kembali.


Dira yang tadi juga kaget elus dada melihat pengendara itu,


"Gpp mas?" tanya Dira. Rafael mengangguk, Rafael sedikit melirik kebawah sepertinya Dafi juga kaget.


"Anak anak gppkan?" tanya Rafael dan kedua anaknya menjawab iya walau masih rada syok, Perjalanan kembali normal dengan beberapa pertanyaan Dafi dan Raden membuat perjalanan menjadi seru dan menyenangkan.


Hingga...


Brak...Brak...


Terjadi tabrakan antar mobil di depan, karena mendadak beberapa pengendara berusaha menghindari termasuk Rafael Namun...


2 pengendara sepeda motor terjatuh 1 tambahan mobil lain menabrak pohon, tak terhindar lagi karena sempat tersenggol pengendara sepeda motor lain.


Sepeda motor yang di kendarai Rafael terjatuh juga dan mengakibatkan Rafael, Dira dan Anak anak terjatuh.


Anak anak jatuh di area trotoar dan mengalami beberapa luka dan lecet, Rafael terjatuh tak jauh dari anak anak.


Dira? Dira sempat terguling 1 meter dari suami dan anaknya.


"HWA BUNDA AYAH...Hiks.." Dafi dan Raden menangis terkejut dan merasa nyeri di area luka luka mereka, Rafael yang jatuh terlungkup menatap anaknya menangis lalu ke arah Dira yang kesakitan di area perut lalu pingsan.


"Dira Dafi Raden...." perlahan mata Rafael tertutup ia pingsan, Dira saat sebelum pingsan ia kesakitan di bagian perut nya dann juga mendengar sayup suara tangis kedua putranya hingga tidak sadarkan Diri.

__ADS_1


Rumah sakit.


Para korban kecelakaan di larikan kerumah sakit.


Di posisi Raden dan Dafi.


Raden dan Dafi tidur setelah di obati suster, namun beberapa menit kemudian. Raden terbangun ia menatap sekeliling bau obat obatan dan banyak orang terluka.


Lalu ia menatap Dafi, Dafi tidur dengan banyak luka diperban.


Lalu Raden menyadari dimana kedua orangtuanya, perlahan Raden turun dan hendak keluar namun sebuah suara menghentikannya.


"Eh adek mau kemana?" tanya Seorang suster mengakat Raden dan mendudukannya pada bangkar.


"Bunda sama ayahku mana Tante?" tanya Raden menatap suster,


"Yang mana orangtua mu sayang?" tanya suster. Raden menatap sekeliling lalu melihat seorang lelaki tengah tidur di salah satu bangkar.


"Ayah, itu ayahku Tante.." ucap Raden menunjuk laki laki yang tidur, yang tak lain adalah Rafael.


Suster menggendong Raden menuju bankar Rafael.


Raden duduk disamping perlahan menggoyang tubuh Rafael.


"Ayah bangun.." Raden membangunkan, perlahan mata Rafael terbuka ia menangkap ruangan putih lalu menatap samping Raden anaknya.


Rafael duduk dan memeluk Raden.


"Dimana Dafi?" tanya Rafael, Raden menunjuk ke arah bankar milik Dafi. Rafael menghela nafas anak anaknya hanya terluka kecil namun satu lagi kurang..

__ADS_1


"Dimana Bundamu?" tanya Rafael lagi, Raden menggelengkan kepalanya.


Bersambung.


__ADS_2