Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\09{Di lamar}


__ADS_3

Aku skip yah...


4 Bulan kemudian.


Sudah 4 Bulan, pernikahan Rafael dan Dira masih bertahan namun belum saling menyentuh karena Dira belum benar benar siap dan itu Rafael mengerti biar mereka jalankan dulu.


Dan Rafael juga perlahan menyukai Dira bagaimana pun juga Dira istrinya dan seharusnya Rafael juga melupakan mantan Calon istrinya dulu.


Area sekolah.


Kini Dira dan Kiran tengah di kantin, Kandungan Kiran sudah mencapai 9 bulan Xander menjaga ketat Kiran karena sebentarlagi ia akan melahirkan.


"Kiran kapan nih baby nya lahir?" tanya Dira tidak sabar melihat baby,


"Kata dokter seminggu lagi perkiraannya." ucap Kiran mereka berbincang bersama dengan gembira.


Hingga...BRAK...


Xyli berulah lagi sudah seminggu ia menganggu mereka,


"Mau apa kamu sih Xyli, jangan menganggu kami." ucap Dira tegas.


Dira juga mulai tegas dia juga menjaga ketat sahabatnya.


"Wah tambah berani lo Dira.." ucap Xyli tidak terima namun, karena tidak mau memperpanjang masalah Dira dan Kiran pergi meninggalkan Xyli mengomel tanpa peduli sedikit pun.


Di kelas.

__ADS_1


"Hai Dira...." sapa Damian baru saja selesai bermain basket bersama teman temannya,


"Iya ada apa?" tanya Dira. Damian perlahan mendekat lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.


"Dira gw suka sama lo sejak lama, jadi Dira maukah elo jadi pacar gw dan setelah lulus secepatnya gw bakal lamar lo." ucap Damian membuka kotak yang ternyata berisi kalung berbentuk hati. Dira terdiam lalu matanya seketika menangkap seseorang yang diam di depan pintu.


"Maaf Damian, aku sudah punya kekasih." ucap Dira, tapi bukannya percaya Damian memegang kedua tangan Dira.


"Dira gw gk percaya, gw yakin lo bohong." ucap Damian, dengan cepat Dira menarik tangannya lalu menoleh keluar orang yang melihat tadi telah pergi.


"Maaf Damian aku serius." ucap datar Dira tak lama bell berbunyi dan mereka pun masuk dan melanjutkkan pelajaran selanjutnya.


Jam pulang sekolah.


Bell pulang telah berbunyi, mereka pulang seperti biasanga Kiran dan Dira menunggu di halte bus. Tak lama suami mereka telah sampai, Kiran dan Xander pulang dahulu, dan kini Dira dan suaminya atau Rafael juga pulang.


Sampai rumah.


Selesai mandi, Dira melihat Rafael sibuk dengan laptopnya. Dira merasa heran kenapa Rafael diam saja sedari mereka pulang sekolah, lalu terlintas di pikiran Dira apa karena kejadian waktu jam istirahat di kelas.


Yah yang melihat tdi adalah Rafael.


Perlahan Dira mendekat ke arah Rafael, "Mas butuh sesuatu?" tanya Dira.


"Tidak." jawaban singkat dari Rafael.


"Mas marah sama Dira?" tanya lagi Dira.

__ADS_1


"Tidak Dira, lebih baik kamu belajar sana." ucap Rafael sedikit membentak kasar membuat Dira tersentak kaget, Dira menunduk dan menurut. Selama belajar Dira menangis namun tidak terdengar oleh Rafael, Dira tahu Rafael sedang marah mungkin saja karena kejadian tadi.


Selesai belajar.


Dira menghapus air matanya lalu meletakkan buku buku yang sudah ia pelajari, karena waktunya makan malam.


"Mas ayo makan malam." ajak Dira berusaha tersenyum,


"Kamu duluan saja." ucap Rafael.


"Tapi Mas.." belum selesai bicara, Rafael membentak Dira kembali.


"KALAU KAMU MAU MAKAN, MAKAN SAJA DULUAN." Bentak Rafael, dan tidak terbendung lagi air mata Dira berhasil lolos.


Melihat Dira menangis Rafael tersadar hendaknya ia memeluk namun segera Dira menjauh.


"Dira minta maaf tentang tadi mas, hiks jangan bentak Dira.." makin deras tangisan Dira, Segera Rafael memeluk Dira dan menenangkannya.


"Maaf Dira..." Rafael menenangkan Dira yang menangis sesegukan.


"Yaudah yuk makan." ucap Rafael, Dira mengangguk mereka pun pergi makan bersama.


Selesai makan.


Kini mereka rebahan di tempat tidur dan...


Rafael di atas Dira tanpa aba aba menyatukan bibirnya dengan bibir Dira, "Emh...." Dira memukul pelan dada Rafael karena kehabisan nafas.

__ADS_1


"Mas mau itu boleh?" tanya Rafael, Dira tersenyum dan mengangguk malam itu juga mereka melakukan hal itu.


Bersambung.


__ADS_2