
Mata orang itu pun menangkap 3 orang yang masih terlelap, yang dua di sofa satu lagi di sampingnya. Tangannya terangkat dan mengelus rambut seseorang yang disampingnya, dan juga senyuman nya terukir menatap rambut orang ia elus menjadi sedikit nyenyak.
"Emh..." Tapi mata orang itu mengerjap karena merasakan seseorang sedang mengelus kepalanya dengan lembut, ia membuka mata dan menatap sekeliling.
"Emh..." dia sedikit mengucek matanya,
"Jangan dikucek.." ucap nya lembut dan menangkap tangan orang itu.
Ia menatap orang yang menangkap tangannya dan terkejut,
"Mas Rafael sadar." ucap Dira senang dan segera memencat tombol yang berada di atas ranjang. Tak lama dokter suster datang, mereka segera memeriksa Rafael.
"Bagaimana dokter?" tanya Dira.
__ADS_1
"Syukurlah Pak Rafael sudah sadar, dan kondisinya lumayan mulai pulih. untuk sementara waktu Pak Rafael akan dirawat dirumah untuk sementara." ucap Dokter, Dira mengangguk. Dokter suster keluar, Dira berhamburan memeluk Rafael, ia begitu merindukan sosok suami dan ayah anak anaknya.
"Bagaimana kamu bisa kecelakaan Mas, dan mengapa kamu bisa bersama guru itu.." ucap Dira dan sedikit dingin, Rafael mengerti ia meminta maaf pada Dira. Rafael menceritakan bahwa Guru itu memaksa terpaksa Rafael mengantar, sebenarnya sepanjang perjalanan ia terus berusaha menarik perhatian Rafael namun Rafael tidak peduli. Namun tiba tiba ia memeluk pinggang Rafael, Rafael berusaha melepaskan hingga ia tidak fokus dan mereka kecelakaan tertabarak Truk berkecepatan tinggi dari arah berlawanan.
"Seperti itu sayang." ucap Rafael sekali.lagi minta maaf membuat Dira khawatir, dan sedikit lancang mengonceng seorang wanita tanpa izin Dira.
"Gpp Mas yang penting Mas udah bangun." ucap Dira memeluk suaminya, hingga terdengar erangan kecil dari arah sofa sepertinya anak anak mulai bangun dari tidur nyenyaknya.
Raden yang sudah benar benar sadar terkejut dan senang menatap sang ayah telah sadar, Raden turun dari sofa dan berhamburan memeluk Rafael erat dan menangis.
"Maaf sayanh..." ucap Rafael, lalu beralih pada putra keduanya yang masih mengumpulkan kesadaran.
"Wah yang ini tidak mau peluk ayah." ucap Rafael, Dafi seketika sadar dan berlari berhamburan kepelukan sang ayah.
__ADS_1
"Ayah bangun..." Ucap Dafi, Rafael mengecup seluruh wajah sang anak, Dira tersenyum hingga seorang wanita berdiri di ambang pintu dengan panas dingin menahan amarah.
"DASAR TIDAK TAHU DIRI." Teriaknya mendadak sehingga mengangetkan keluarga kecil ini, Dafi dan Raden ketakutan mereka memeluk sang ayah erat.
"Maksud mu?" tanya Dira dingin, ternyata guru wanita itu datang yang dengan seenaknya mengaku sebagai istri dari Rafael.
"Kau tidak tahu diri Dira, kau hanya lah seorang alumni murid kau tidak bisa menikahi guru mu." ucapnya, Dira mendekati wanita itu lalu..
PLAK..
"Justru siapa yang tidak tahu diri mengaku, Mas Rafael suamimu Hah.." ucap Dira berani dan menampar keras wanita itu, sempat tersulut emosi namun keamanan rumah sakit datang.
" Bawa dia pergi pak, dia menganggu istirahat suami saya." ucap Dira, Keamanan Rumah sakit menangkap wanita itu dan menariknya keluar sekaligus berteriak seperti orang gila. Dira geleng kepala dan menutup pintu, dia memeluk anak dan suaminya lembut.
__ADS_1
"Biarkan saja, dan sekarang Raden Dafi mandi ganti baju. Habis mandi Raden Dafi jaga ayahnya Bunda cari sarapan." ucap Dira, keduanyanya mengucapkan kata siap dengan sigap.
Bersambung.