Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\13{Resah}


__ADS_3

Keesokan paginya.


Hari minggu cerah, seperti biasa Dira membersihkan Rumah dan Rafael sering lihat laptop persiapan Ujian untuk anak Kelas 12 sebentar lagi lulus.


Depan rumah.


Dira tengah menjemur pakaian hingga...


"Eh Neng lagi jemur neng..." ucap seorang bapak bapak kepada Dira, Dira hanya tersenyum sambil lanjut.


"Neng mau gak ikut..." belum selesai bapak ini bicara tiba tiba..


"BU TIFA PAK GANDU GODAIN ISTRI SAYA..." Rafael sudah di depan dan berteriak ke arah samping tepat tetangga rumah dengan bapak ini, dan Istri nya pun datang sambil bawa sapu.


"Ayo pulang, Dira udah pak Rafael, kamu yah mas..." Istrinya oun menyeret bapak ini dan banyak hanya pasrah.


setelah mereka pergi, Dira dan Rafael terkekeh melihat akan hal tadi. Rafael mendekat dan memeluk Dira dari belakang,


"Mas lepas dulu, Dira lagi jemur." ucap Dira tapi Rafael tidak mau dan masih nempel.


Dira pun membiarkannya saja kalau di bilang pun bakal tidak bisa malah nempel terus nanti, Hingga...


"Nempel mulu kaya lem..." ujar seseorang yang bersedekap di depan mereka yang tak lain adalah Xander dan Kiran hanya terkekeh sambil menggendong Baby Vier.

__ADS_1


"Dih serah gw istri gw, sono lu kan dah ada istri..." ucap Rafael


"Gimana mau nempel, anak gw yang nempel.." ucap Xander melirik Anak laki lakinya yang tidur lelap di dekapan ibunya.


"Derita mu bukan derita ku, kau bersedih aku tertawa..."Ujar Rafael memeluk erat istrinya ini.


Setelah itu mereka masuk, Dira dan Kiran membuat kue cemilan dab minuman sedangkan yang laki ngobrol Baby Vier lagi bobo di kamar tamu.


Beberapa menit kemudian, Dira dan Kiran telah selesai mereka pun ke taman halaman depan rumah dan meletakkan cemilannya.


"Raf lo udah.." tanya Xander memakan kue


"Udah dong, tinggal nunggu benihnya tumbuh.."ujar Rafael menyeruput jus.


"Benih apa sih mas?" tanya Diraa tidak paham, lalu ia memasukkan biskuit ke dalam mulutnya. Xander dan Rafael saling menatap lalu cenggengesan, "Bukan apa apa..." ujar Rafael mengusap kepala Dira perlahan.


"Kiran.." panggil Dira.


"Ada apa?" Tanya Kiran menatap Dira.


"Setiap rumah tangga pasti ada ujiannya kan?kamu saat udah nikah sama Pak Xander ada ujian gak?" tanya Dira sedikit resah.


"Ada, dulu sebelum aku sama Pak Xander pindah ada tetangga centil banget sama Mas Xander tapi kita tidak peduli dan saling percaya jika terjadi kesalah pahaman kita cari tahu." ujar Kiran.

__ADS_1


"Aku tahu kamu kepikiran tindakan Damian sama guru centil itu." lanjut Kiran, Ia tahu yang menyelimuti hati gelisah sahabatnya. Dira mengangguk.


"Jangan khawatir, jalani aja.." ujar Kiran, Dira tersenyum dan mengangguk lalu mereka mengalihkan topik dan bercanda ria sesekali mengajak baby Vier bicara.


Menjelang siang, mereka makan siang bersama lalu Xander dan Kiran pamit pulang.


Kamar.


"Dira mas pengen.." rengek Rafael memasang wajah memelas, Dira geleng kepala dan menuruti akhirnya jika tidak seharian Rafael akan merengek terus.


Skip..


Malam hari.


"Hoam.." Dira bangun setelah kelelahan dan tertidur bersama Rafael setelah kegiatan tadi siang, "Astaga udah malam, masak dulu.." ujar Dira segera mengambil handuk lalu mandi.


Selesai mandi, Dira langsung pergi memasak.


Selesai memasak, Dira membangunkan Rafael.


"Mas bangun mandi terus makan malam...Mas.." Bangun Dira, Rafael membuka mata dan duduk mengumpulkan nyawanya.


Setelah itu pergi mandi, selesai Rafael mandi mereka makan malam dengan nikmat.

__ADS_1


Lalu menyiapkan keperluan besok untuk kesekolah besok, lalu mereka tidur dengan nyenyak dan saling memeluk.


Bersambung.


__ADS_2