
Setelah perbincangan ini bel berbunyi dan mereka pergi mengajar.
Skip.
Jam istirahat.
Dira membereskan kertas jawaban ulangan harian b.indo teman temannya, setelah rapi ia dan Kiran pergi keruang guru untuk memberikannya pada Pak Rafael.
Ruang guru.
Baru saja sampai Dira di suguhkan dengan kehadiran seseorang di meja Rafael, Dira masih diam mengamati saja. hingga......
Bekal yang dibuat Dira di keluarkan.
"Terima kasih makanannya." ucap Rafael Wanita itu tersenyum lalu berbalik tapi sebelum itu wanita itu meletakkan sesuatu lagi di meja Rafael.
"Pikirkan baik baik tawaran ku Rafael." ucap nya lalu pergi sempat ia melewati Dira dan melempar senyuman, Dira membalasnya dan semua guru menatap Dira yang diam.
Dira menghela nafas lalu..
"Permisi, saya mau bertemu pak Rafael." ucap Dira masih tersenyum,
"Kemari.." ucap Rafael lalu duduk
Dira mendekat, Kiran ia ke arah Xander hendak mengusik katanya.
"Ini Pak ulangan harian anak kelas 12 Bahasa." ucap Dira, Rafael menerima Dira pamit pergi namun sebelum itu..
"Kiran ayo..."ucap Dira, Kiran mengangguk lalu pamit dan pergi keluar bersama Dira.
Di Kantin.
Dira makan tapi sambil melamun memikirkan siapa wanita yang berbicara dengan Rafael, sampai sampai....
__ADS_1
BRAK..
Gebrakan keras di terima di meja Dira dan Kiran membuat keduanya kaget, "Eh Ly lo apa apaan sih gebrak gebrak." ucap sinis Kiran.
"Diem lo, gw cuma punya urusan dengan nih cewek.." ucap Xyli menunjuk Dira.
"Ikut gw lo." ucap nya menarik kasar Dira,
"DAN LO SEMUA JIKA ADA YANG BILANG KE GURU LO SEMUA AKAN TAHU AKIBATNYA, termasuk Kiran." ucap Xyli lalu lanjut narik Dira kasar,
Kiran yang tahu harus berbuat apa pergi ke ruang guru. ceritanya Ngadu ke Rafael dan juga suaminya.
Disisi Dira.
Bruk...
Dira di dorong kasar di dalam toilet yang rusak, Dira sedikit takut.
Xyli menarik rambut Dira, "GW UDAH BILANG BERAPA KALI JAUHI DAMIAN." Bentak Xyli kasar dan menarik semakin kuat rambut Dira sehingga Dira kesakitan.
"Akh...stop sakit hiks lepas.." Dira menangis kesakitan, tapi bukannya kasihan kini Xyli dan temannya merobek seragam Dira hingga menyisakan Celana pendek dan Croptop Dira.
Setelah itu Xyli menginjak kaki kiri Dira hingga memerah, Dira menjerit kesakitan.
"Rin tutup mulutnya." perintah Xyli, Ririn melakban mulut Dira, sekaligus mengikat kedua tangan dan kaki Dira.
"Ini akibat karena lu deket dengan Damian." Ucap Xyli pergi keluar tak lupa ia mengunci pintu Toilet dan memasang tulisan Toilet rusak setelah itu mereka pergi.
Disisi lain Kiran,
Ia sudah memberitahu di ruang guru, guru BK, Pak Rafael, Pak Xander, dan Bu Rita mencari keberadaan Dira.
Saat bersamaan mereka berpapasan dengan Xyli dan Ririn keduanya diam, dan di introgasi Xyli dan Ririn tidak mengaku hingga....
__ADS_1
"Ini sobekan seragam siapa?" tanya Bu Rita keduanya diam ternyata sobekan baju Dira tersangkut di sabuk kiri Xyli.
"Cepat katakan, atau kalian akan dihukum berat." ucap bu BK, akhirnya mereka mengaku lantaran takut.
setelah tahu keberadaan Dira, mereka segera bergegas menuju Toilet.
Toilet.
"DIRA....DIRA..."
Sebuah suara di luar toilet mampu membuat Dira tersadar dari pingsan ( tadi Dira pingsan.).
*Pak Rafael... Batin Dira.
"Emh...emh..." Dira berusaha berteriak tapi tidak bisa lalu Dira menggerakkan kakinya seolah menedang pintu, mendengar suara pintu toilet di tendang tendang mereka segera ke arah tempat dimana Dira berada.
"Dira..Dira kamu disana.." Ucap Rafael,
"Emh..Emh..." Dira berusaha bersuara keras agar terdengar.mendengar ada suara Rafael dan Xander berusaha mendobrak pintu itu.
BRAK..BRAK....BRAK...
Dobrakan ketiga akhirnya pintu terbuka, dan terlihatlah Dira dalam keadaan berantakan. Xander menutup matanya tahulah kondisi Dira, Rafael segera melepas ikatan dan selotip hitam pada diri Dira.
Terlepas dari itu semua Dira langsung memeluk Rafael karena takut ia menangis di pelukan Rafael, "Ini Pak jaket nya." serah Kiran yang baru saja ambil jaketdi ruang guru.
Rafael menutup tubuh Dira, lalu menggendongnya keluar mereka langsung menuju ke klinik terdekat untuk memeriksa Dira..
Klinik.
Di klinik Dira telah di periksa untung saja benturan di kepala tidak terlalu parah namun Dira seperti rads trauma akan tadi dan itu membuatnya takut, "Nona jangan sering bergerak dulu agar kakinya tidak terlalu bengkak, dan jangan terlalu banyak pikiran istirahat total." ucap Dokter.
Dira mengangguk, setelah di periksa Dira diijinkan untuk pulang maupun pak Rafael tentu suaminya.
__ADS_1
bersambung.