Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\34{Adriana Jovanka}


__ADS_3

Di kelas PG.


Vier dan Dafi duduk sebangku dan sekarang mereka lagi membuat pesawat kertas.


"Vier kamu bawa bekal?" tanya Dafi, Vier mengangguk dan menunjukkan kotak bekalnya.


"Oh nanti kita makan ditaman sekolah yah, sama kakak Raden." ucap Dafi dan Vier hanya mengangguk.


Tak lama, Bel berbunyi dan buguru pun masuk.


Skip Jam istirahat.


Dafi dan Vier keluar kelas sambil membawa kotak bekalnya tak lama, Kakak mereka datang juga sambil kotak bekalnya. Setelah itu mereka pergi ke Taman sekolah makan bekal disana.


Taman sekolah.


Mereka duduk di rerumputan lalu membuka bekal mereka,


"Kamu bawa apa Vier?" tanya Dafi.


"Nasi goreng telur mata sapi.." ucap Vier tersenyum tipis, kesukaannya dibuatkan oleh Bunda Kiran.


"Kamu Dafi kak Raden?" tanya Vier juga,


"Kami bawa Nasigoreng tapi sama sosis bakar." ucap Dafi dan juga dianggukan oleh Raden.

__ADS_1


Vier mengangguk, mereka pun makan dengan tenang. Hingga sesuatu menangkap pendengaran mereka,


"Hiks...hiks.." seorang gadis cilik seumuran dengan Dafi dan Vier terjatuh dari perosotan.


Dafi bangkit dari duduknya dan berjalan menuju gadis itu,


"Jangan menangis ada apa?kaki luka kamu jatuh?" tanya Dafi dan dibalas anggukan dengan gadis itu.


Dafi menggandeng gadis itu menuju Kakak Raden dan Vier, sampai ditempatnya kembali.


"Kamu duduk disini yah sama kakakku dan Vier, bentar ok." ucap Dafi pergi entah kemana.


Beberapa menit kemudian.


Dafi kembali sambil membawa Kotak obat dan sebotol air, Dafi duduk didepan gadis itu lalu membersihkan luka gadisitu setelah itu menutup luka itu.


"Jangan takut, aku baik kok. dan nama kamu siapa? aku Dafi, ini Vier dan ini kakakku kak Raden." perkenalan Dafi, Gadis itu mengangguk lalu menatap satu persatu mereka.


"Aku Adriana Jovanka, panggil aJa Adriana." ucap Gadis itu tersenyum manis dan dibalas oleh ketiga lelaki ini.


Kring...Bell masuk berbunyi lagi, Istirahat telah usai.


"Ayo Adri kita masuk." ucap Dafi menggandeng Adriana menuju kelaz, Vier dan Raden saling menatap dan terkekeh melihat kelakuan Dafi terhadap Adriana.


Mereka pun masuk kekelas dan lanjut belajar.

__ADS_1


Skip, Jam pulang sekolah.


Mereka berjalan beriringan menuju gerbang sekolah menunggu jemputan orangtua mereka, Didepan gerbang.


"BUNDA.." Dafi berlari ke arah Bundanya yang lagi berbincang dengan Kiran disana, Dafi memeluk kaki sang Bunda.


"Gimana belajarnya?" tanya Dira menatap sang anak yang ceria.


"Seru, dan Dafi juga dapat teman barh cewek lagi manis.." ucap Dafi menoleh ke arah Adriana, Adriana tersenyum dan sedikit malu karena juga ucapan Dafi.


"Halo tante nama ku Adriana Jovanka, panggil Adriana saja tante." ucap Adriana tersenyum, Dira memnalas senyuman itu.


"Adri.." panggil seseorang, Adriana menoleh ternyata Mamanya.


Adriana berlari dan memeluk sang Mama


"Xyli.." Ucap Dira dan Yah yang memjemput Adriana adaLah Xyli.


Adriana adalah anak Xyli dan Adi hanya beda 3 bulan dengan Dafi.


"Adri putrimu?" tanya Kiran, Xyli mengangguk dan mengelus rambut anaknya lembut.


"Dan putramu sudah dua saja Dira, tunggu yang satu ini pasti Vier anakmu yah Kiran tapi kenapa.." ucap Xyli menatap Vier heran wajahnya datar tidak ada senyumannya dan sedikit dingin,


"Ini putraku Xyli, tentu mirip ayahnya kayak kulkas." ucap Kiran.

__ADS_1


Mereka semua terkekeh, setelah itu berpisah karena waktunya makan siang dan terlihat anak anak sudah lelah.


Bersambung.


__ADS_2