
Satu jam kemudian.
Pencerahan telah selesai Rafael di beri hukuman untuk sapu halaman Rumah nanti sore terus ditambah bantuin masak mengantikan Dira, dan sekarang Rafael lagi bermain dengan Raden dan Cici.
Gubrak..
"Hiks...." Raden terjatuh terpeleset kakinya hingga sedikit terguling, melihat itu Rafael segera menggendong Raden dan menenangkannya jika ketahuan Dira hukuman bertambah lagi.
"Cup..cup adek kakak jangan menangis.." Cici ikut bantu, Raden perlahan tidak menangis lagi dan tertawa karena dikelitik oleh Cici. Rafael menghela nafas lega melihat Raden tidak menangis kembali.
Menjelang sore.
Raden mandi bersama kakak Cici, Rafael sapu halaman rumah. Dira bantuin Sepupu Rafael mandiin dua bocil tadi.
Byur...
Raden memukul air dengan keras hingga air menciprat kemana mana termasuk kena Tante dan Bundanya, tapi dia kesenangan dan tertawa senang.
"Buna..Buna...Am..am.." ucap Raden ia merasa lapar, Dira tahu karena juga mendekati makan malam.
Selesai memandikan dua bocil dan memberi mereka pakaian, Cici tertidur dan Raden bermain boneka tayo sambil duduk.
__ADS_1
Kita beralih pada Rafael.
"Akihirnya selesai." gumam Rafael mencuci tangan setelah menyapu halaman, Rafael masuk menuju kamar badannya lengket ia ingin mandi dahulu baru bantu yang lain masak.
Saat memasuki Kamar..
"Astaga.." Rafael dikejutkan dengan bedak yang bertaburan di atas tempat tidur dengan sang pemain yaitu Raden.
Yaps.. Raden bermain bedak entah gimana dia mengambilnya.
"Amffuss..." Raden sedikit bersin wajah nya penuh dengan bedak dia memberi bedak pada wajahnya sendiri, bahkan Cici yang tertidur juga penuh dengan bedak akibat ulah sikecil Raden.
"Bu ini daf.." Dira juga mau menyusul ibunya memberikan daftar belanjaan eh juga kaget melihat isi kamar.
Kamar penuh bedak dan Raden menatap orang orang yang kaget dengan ulahnya dan malah tertawa senang melihat itu,
"Emh hoam...amffus.." Cici bangun dan langsung bersin akibat tak sengaja menghirup Bedak.
"Loh kok putih, ehwajah Raden..." ucap Cici dan Raden tertawa melihat wajah kakak sepupunya juga putih akibat ulahny.
Cici heran ia menatap kaca dan kaget melihat wajahnya putih penuh bedak,
__ADS_1
"Wah karya mu bagus sekali adek Raden Mahendra.." ucap Cici terkekeh melihat kelakuan Adik kecilnya satu ini.
Semuanya yang tadi diam terkekeh mendengar ucapan Cici, Dira segera membersihkan tempat tidur dan kamar Rafael membersihkan wajah Cici dan Raden yang tadi penuh bedak putih setelah itu keduanya bersama Bu desi keluar jalan jalan ke mininarket terdekat beli sesuatu.
Sejam kemudian.
Bu Desi, Cici, dan Raden kembali,
"Yaya am..am eclim.." ucap Raden melihat ayahnya duduk bersama anggota keluarga laki laki nonton tv. Raden turun dari gendongan dan merangkak menuju sang ayah.
Rafael menangkap Raden dan membuka kan eskrimnya, Raden makan dengan nikmat dari suapan Ayahnya.
"Tadi paman dengar ada ketawa dikamar mu Rafael ada apa?" tanya Paman.
"Oh, Raden tadi membuat maha karya Paman." ucap Rafael menatap Raden yang tadi membuat seluruh kamar putih.
Raden hanya menatap polos sang ayah sambil makan eskrim,
"Ya begitulah kalau urus anak kecil, tidak terlalu lah dan ekstra jaga istri yang lagi hamil Rafael jangan lupa." ucap Paman lagi, Rafael menjawab iya.
Bersambung.
__ADS_1